Tampilkan postingan dengan label Bendera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bendera. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Agustus 2020

Komandan Kodim 0713 Brebes Menjadi Irup Penurunan Bendera HUT RI Ke-75 Di Alun-alun

   

Brebes - Komandan Kodim (Dandim) 0713/Brebes Letkol Arm Mohamad Haikal Sofyan memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Brebes, Senin (17/8) sore.






 

Upacara penurunan bendera merah putih ini dihadiri oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH beserta suami AKBP Dr H Warsidin MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto SIK MHP, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Tornado Edmawan SH MH, Kejaksaan Negeri Brebes, Ketua DPRD Mokhamad Taufiq SSn, Staf Ahli Bupati, para Kepala OPD,  jajaran TNI, POLRI, perwakilan unsur Ormas, Mahasiswa dan Sekolah Menengah Atas.

 

Sementara upacara penurunan Bendera  Merah Putih secara virtual pada pukul 17.00 dalam siaran langsung melalui Media Elektronik, Di tingkat nasional Presiden Joko  Widodo  memimpin langsung prosesi upacara penurunan bendera Merah Putih.

 

Di tingkat Kabupaten Brebes, Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dilaksanakan pembatasan sesuai dengan protokoler kesehatan guna mencegah atau memutus mata rantai virus 19.

 

Hal ini juga untuk mengurangi terjadinya kerumunan di masa pandemi Covid-19.

 

Meskipun upacara dilakukan dengan keterbatasan dan kederhaannya itu,  penurunan bendera  Merah Putih berjalan lancar  dan berlangsung dengan khidmat. (Utsm)

Minggu, 02 Agustus 2020

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Kokam Wanasari Ajak Anak-Anak Pasang Bendera

Brebes - Guna menanamkan jiwa nasionalisme pada anak-anak dilingkungan tempat tinggalnya, Imam Maksudi (46) dan Rukhi (24) merupakan anggota Komando Kesiapsiagaan Pemuda Muhammadiyah (Kokam) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Wanasari mengajak anak-anak yang masih berlibur di masa pandemi covid-19 memasang bendera merah putih di depan rumahnya. Minggu (02/07/2020).


 

 

 

 


Tepat di bulan agustus ini, Imam Maksudi dengan sengaja mengajak Rehan yang masih duduk di kelas V SD Negeri 01 Wanasari dan Farhan serta Seva kelas II SD Wanasari 03, kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah untuk menyiapkan tiang bendera dan memasang bendera merah putih di depan pintu masuk halaman rumahnya.

Berada di RT 02 RW. 02 inilah ketiga siswa yang masih menjalankan masa belajar dirumahnya diberikan pemahaman dari Imam Maksudi salah satu anggota Kokam PRM Wanasari.

Ada dua hal yang disampaikan oleh Imam Maksudi. Pertama, melalui pemasangan Bendera mengajak seluruh masyarakat dan lingkungan untuk meningkatkan rasa nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kedua, Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan kusuma bangsa yang telah berjuang demi Kemerdekaan.

“Sudah menjadi tugas kita sebagai penerus perjuangan para pahlawan dan mengisi hasil dari kemerdekaan ini, anggota Kokam harus mampu memberikan contoh dan teladan positif bagi masyarakat apalagi kepada anak-anak pelajar. Hal ini merupakan salah satu program Kokam agar kehadirannya dapat membawa perubahan nyata lingkungan,” ujar Imam Maksudi.

Kokam PRM Wanasari akan memberikan hal terbaiknya untuk generasi muda yang akan memegang tongkat kepemimpinan menuju Indonesia Emas.

 

Pemasangan bendera merah putih ini untuk memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-75, dimana himbauan dari pemerintah melalui Babinsa Koramil 03 Wanasari untuk memasang bendera dari tanggal 1 hingga 31 agustus 2020 mendatang. (Utsm).


Babinsa dan Pemuda Pancasila Gerakkan Warga Pasang Bendera Sambut Kemerdekaan


Brebes - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Serda Yudhi Priyo Pamungkas Koramil 03 Wanasari,  Kodim 0713 Brebes bersinergi dengan Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila (PP)  di desa Binaannya yaitu  Desa Wanasari,  Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes,  Jawa Tengah.  Minggu (02/08/2020).

 

 

 


Sinergi antara Babinsa dan PP ini adalah menjalankan himbauan dari pemerintah untuk memasang bendera merah putih di setiap rumah-rumah warga dalam rangka menyambut hari kemerdekaan republik indonesia yang ke-75.


Pemasangan bendera merah putih dan umbul-umbul dilaksanakan tanggal 1 sampai 31 agustus mendatang. 


Ketua PP Bung Bob sapaan akrabnya menyampaikan bahwa benar adanya pemasangan bendera ini atas himbauan dari pemerintah dan Babinsa melalu pesan singkat di Handphone. 


"Kami bersama rekan-rekan PP melaksanakan himbauan dari pemerintah untuk memasang bendera, apalagi dengan adanya situasi saat ini (covid-19), PP bersama-sama memasang dan mengingatkan kembali sejarah di 75 tahun silam" Tegas Bob. 


"Sebagai generasi muda penerus bangsa kita hanya bisa melanjutkan perjuangan setelah para pejuang pendahulu kita telah gugur meraih kemerdekaan yang sekarang ini kita nikmati bersama" Imbuhnya. 


"Kita bersyukur diberikan oleh pahlawan-pahlawan kusuma bangsa menikmati hasil perjuangannya sampai titik darah penghabisan,  harta benda dan nyawa sebagai taruhan untuk Memerdekakan Indonesia, Kini saatnya kita mengabdikan diri untuk Indonesia dengan mengenang para pahlawan kusuma bangsa, memperingati hari kemerdekaan 17 agustus dengan memasang bendera dan melanjutkan langkah berikutnya" Tegas Ketua PP. 


Wabri (51) Ketua RT 02 RW 01 mengucapkan terima kasih atas bantuan dan upaya yang dilakukan oleh pemuda Pancasila dimana sudah menghimbau sekaligus memasangkan bendera merah putih dilingkungannya. 


Pemasangan bendera dilokasi sepanjang jalan dan gang tepatnya berlokaso Blok Kepungan. (Utsm)

Sabtu, 09 Mei 2020

Pencuri Tertangkap Diikat Warga Pemaron Brebes di Tiang Bendera


Brebes – Warga masyarakat Desa Pemaron, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan penangkapan terhadap maling/pencuri yang kedapatan warga saat berusaha masuk kedalam rumah salah satu warga yaitu Warno (40), warga RT. 03 RW. 05. Jumat dini hari (8/5/2020).



Dijelaskan Danramil 01 Brebes, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin, bahwa pelaku mencongkel pintu belakang dengan menggunakan sebuah sabit.

“Kejadian terjadi selepas sahur yaitu pukul 04.30 WIB. Identitas pelaku masih belum diketahui karena bertingkah laku seperti orang gila,” ungkapnya.

Dijelaskannya lanjut, sebelumnya warga sempat curiga karena pada pukul 03.00 WIB, pelaku mondar-mandir di jalan Desa Pemaron, sehingga diam-diam dipantau sejumlah warga.

“Karena sangat mencurigakan maka penduduk setempat terus mengawasinya. Akhirnya jam setengah lima pagi, warga menangkapnya sebelum pelaku sempat mengambil barang,” tandasnya.

Orang yang diyakini maling itu kemudian dibawa penduduk ke Balai Desa Pemaron dan diikat di tiang bendera.

Pelaku diperkirakan berumur 40 tahun dan saat ini telah diamankan di Polsek Brebes.

Danramil menghimbau agar warga lebih meningkatkan kewaspadaan lagi karena di saat ekonomi sulit di tengah pandemi virus corona/covid-19 ini, pencurian bukan mustahil banyak terjadi. (Aan)

Selasa, 01 Oktober 2019

Jajaran Kodim Brebes Kibarkan Bendera Setengah Tiang 30 September


Brebes – Pada zaman orde baru dahulu, seluruh masyarakat Indonesia diimbau memasang Bendera Merah Putih setengah tiang setiap pada tanggal 30 September guna mengenang tragedi Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia atau yang dikenal dengan G 30 S/PKI.




Kendati sebenarnya, peristiwa berdarah yang menjadi tragedi atau sejarah kelam bangsa Indonesia pada tahun 1965, masih menjadi misteri yang belum terungkap sepenuhnya hingga kini. Penyiksaan dan pembunuhan secara sadis 7 jenderal TNI-AD, kemudian dikubur dalam satu lubang atau sumur yang biasa diambil airnya oleh masyarakat di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Sumur yang berdiameter 75 centimeter ini akhirnya disebut Lubang Buaya. Sumur yang terletak di lingkungan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia (PKI) dahulu.

Waktu itu upaya ini dalam rangka menjaga generasi bangsa dari paham komunis dan agar lebih memahami Pancasila. Selain memasang bendera setengah tiang, sehari setelahnya yaitu tanggal 1 Oktober, juga dihimbau untuk memasang bendera negara satu tiang penuh untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Sementara, mengenai tradisi menonton film sejarah pemberontakan PKI, penulis, Serma Aan Setyawan, menilai masih relevan untuk ditonton generasi muda saat ini agar mereka mengetahui sejarah untuk diambil hikmahnya.

“Rasa cinta tanah air dengan kibarkan Sang Merah Putih sebagai wujud tidak melupakan sejarah bangsa,” ucapnya Senin (30/9/2019).

Terlepas dari itu, belum diketahui secara pasti pertama kali pengibaran bendera setengah tiang dilakukan. Filosofi bendera setengah tiang bagi banyak bangsa di dunia, dianggap sebagai simbol duka, kehilangan, rasa hormat atau mengenang tragedi hebat.

Di Indonesia, hal ini dilakukan saat ada tokoh yang dianggap sangat penting, berjasa atau berpengaruh meninggal dunia, termasuk mantan presiden. Sedangkan di daerah, biasanya ditentukan oleh Pemda dalam momen-momen khusus terkait kesedihan.

Aturan pengibaran bendera setengah tiang di Indonesia diatur dalam Pasal 12 ayat (4), ayat (5) dan ayat (6) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, tentang bendera, bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan. Cara mengibarkannya ada aturannya, awalnya bendera harus dikerek sampai puncak tiang untuk beberapa saat, kemudian diturunkan setengah tiang, dan begitu juga sebaliknya saat penurunannya.

Saat ini, untuk mengenang 7 Jenderal atau Pahlawan Revolusi, di Lubang Buaya telah didirikan Monumen Pancasila, cungkup yang cukup megah untuk melindungi sumur, sebuah museum diorama, sebuah ruangan berisi relik serta lapangan untuk peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Sekedar diketahui, di samping Lubang Buaya, terdapat sebuah batu prasasti berwarna putih terdapat empat buah bintang berkelir dan bertulis kan ejaan lama “Tjita-tjita perdjuangan kami untuk menegakkan kemurnian Pantja-sila tidak mungkin dipatahkan hanja dengan mengubur kami dalam sumur ini. Lobang Buaja 1 October 1965”.

Diorama dimaksud adalah bangunan terdekat dengan sumur maut yang dulunya milik seorang simpatisan PKI bernama Bambang Harjono, rumah berukuran 8 x 15,5 meter yang dijadikan tempat interogasi dan penyiksaan 4 Jenderal AD yaitu Mayjen Soeprapto, Mayjen S. Parman, Brigjen Soetojo serta Perwira Polisi berpangkat Lettu, Pierre Tendean. Diorama ini terletak tepat di sisi kiri sumur maut. (Aan)

Sabtu, 17 Agustus 2019

Serenada Aubade dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih Dalam Rangka Proklamasi HUT RI Ke 74












Brebes - Bertempat di Alun-alun Kabupaten Brebes, Serenada Aubade dan Upacara penurunan Bendera Sang Merah Putih dalam rangka Proklamasi HUT RI ke 74 tahun 2019 berlangsung khidmat dan lancar, Upacara Tingkat Kabupaten Brebes ini mengusung tema “SDM Unggul Indonesia Maju”. Sabtu (18/08/2019).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Ketua Pengadilan Kabupaten Brebes Edi Saputra Pelawi, SH., M.H, dan yang bertugas menjadi Komandan Upacara sore tadi adalah Kapolsek Losari AKP Suraedi
, Perwira Upacara Kapten Inf Kunpriyanto, SE dari
yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Personel Kodim 0713/Brebes, sebagai Komandan Pasukan Penurunan Sang Merah Putih adalah Ipda Tasudin, SH dari Polres Brebes. Sabtu sore (17/08/2019).

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH, Wakil Bupati Brebes Narjo, SH, Ketua DPRD Brebes, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, SIK, dan Forkompinda lainnya serta Sekda Brebes Djoko Gunawan, Jajaran Perwira Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes, Kadin\instansi dan SKPD Kabupaten Brebes, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Brebes.

Pasukan upacara yang terlibat diantaranya  1 Regu Korsik, 1 SSK Gabungan TNI, Satpol PP,  1 SSK Gabungan Polri, Dishub Kominfo, 1 SSK Korpri, 1 SSK PGRI, 1 SST Senkom, 1 SSK Pelajar Osis dan Pramuka.

Tim serenada Paduan suara dan pembacaan Naskah Ikrar Pelajar mengakhiri aubade dan upacara di HUT RI di Kabupaten Brebes. (Utsm)