Tampilkan postingan dengan label Bidan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bidan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2021

PPKM Mikro Tonjong Brebes Lakukan Contact Tracing

  

Brebes - Sebagai langkah memutus mata rantai Covid-19, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan Puskesmas PPKM Mikro untuk rutin melakukan 3T, yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), serta Treatment (pengobatan) ke warga di Desa Tonjong, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis malam (12/03/2021).




 

Babinsa Serka Iskandar, Bhabinkamtimas Brigadir Didik, Bidan Desa Dita Amd, Keb. dan Kadus Desa Soleh melakukan proses Tracing Covid-19 ke salah satu rumah warga di RT 03 RW 11.

 

Sementara Babinsa Serka Iskandar secara terpisah menjelaskan bahwa Contact Tracing atau penelusuran kontak tersebut dilakukan guna mengendalikan laju penyebaran virus melalui pasien yang teridentifikasi.

 

“Agar kita mengetahui secara pasti siapa saja orang yang pernah kontak dengan pasien agar orang tersebut kemudian lebih mudah untuk kita pantau dan di evaluasi saat diketahui pernah kontak dengan pasien positif Covid-19,” ungkap Iskandar.

 

Contact Tracing yang dilakukan sekaligus melakukan pendampingan pendataan, pengecekan  data di radius tempat pasien melakukan aktivitas.

 

Selain melakukan penelusuran kontak, juga mencari informasi serta keterangan tambahan kepada warga pasar terkait siapa saja yang pernah terhubung dengan pasien tersebut.

 

Saat ini, pasien tersebut sedang menjalani pemeriksaan di tempat karantina secara mandiri tetapi akun di pantau terus perkembangannya(Kujang).

Minggu, 21 Februari 2021

TNI Polri Dampingi Bidan Desa Lakukan Tracing Contact Covid-19

  

Brebes - Bidan Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melakukan  Tracing Contact Covid-19 ke rumah-rumah warga dengan didampingi Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Babinkamtibmas serta tim dari puskesmas saat melacak kontak erat atau tracing contact dari warga yang terkonfirmasi positif virus corona jenis baru pemicu Covid-19. Peran itu diemban para babinsa dan bhabinkamtibmas. Minggu (21/02/2021).





 

Tracing contact menjadi hal wajib bagi Satgas Penanggulangan Covid-19 dalam rangka memutus mata rantai penularan virus corona. Selama ini, para bidan desa dan tim dari puskesmas menjadi ujung tombak Dinas Kesehatan Brebes untuk melacak daftar nama yang pernah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif corona.

 

Akan tetapi, tidak semua warga mau menjalani tes swab atau rapid antigen guna memastikan ia terkonfirmasi positif corona atau tidak.

 

Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melibatkan TNI dan Polri dalam kegiatan tracing contact.

 

Aparat ini bisa membantu bidan desa dalam mengedukasi warga terkait perlunya mengikuti tes swab maupun rapid antigen.

 

“Yang lakukan tracing dari bidan desa dan tim dari puskesmas dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” Tutur Babinsa Serda Solekhudin Koramil 15 Ketanggungan.

 

Solekhudin mengakui tidak semua warga mau menerima kenyataan telah menjalin kontak erat dengan warga yang terkonfirmasi positif corona. Sebagian dari mereka bahkan menolak untuk dites swab atau rapid antigen.

 

Akan tetapi, berkat pendekatan tracing contact Covid-19 dari bidan desa Siti Nurjanah, A.Md bersama tim dari puskesmas Ketanggungan, warga akhirnya mau.

 

Kegiatan Tracking dan edukasi oleh Pukesmas Ketanggungan bersama TNI dn Polri terhadap orang-orang yang terkonfirmasi/kontak erat dengan warga yang Positif Covid-19 terus berjalan guna memutus mata rantai virus Covid-19. (Kujang).

Kamis, 28 Maret 2019

Dokter, Bidan dan Perawat Ikuti Latihan Berbaris

Brebes, Siapa bilang seorang Dokter, Bidan dan Perawat tidak bisa baris berbaris, ini lah buktinya sudah dipraktekkan oleh Babinsa Sidamulya Serka Jenudin Koramil 03/Wanasari Kodim 0713/Brebes. Kamis (28/03/2019).



Latihan Berbaris ini dilaksanakan di halaman Puskesmas Sidamulya Kecamatan Wanasari Brebes berlangsung selama 25 menit setiap latihannya.

Walaupun PBB Dasar gerakan di tempat, para ahli kesehatan ini tidak segan dan malu dalam melangkahkan kakinya bak seorang militer. Namun dalam waktu yang singkat setelah apel pagi ini dilaksanakan, mereka sudah bisa melaksanakan peraturan PBB dengan baik.
 
Serka Jenudin menyampaikan bahwa kegiatan PBB ini dilaksanakan setelah apel pagi guna memberikan dan menambah rasa kepercayaan diri dan tingkat disiplin, sehingga dalam bekerja sehari-hari lebih energik dan sehat, sebab PBB ini dilakukan dipanas terik matahari dimana langsung mendapatkan vitamin D serta mengeluarkan keringat kotor sehingga menjadi tambah kuat tubuhnya. (Utsm0713).