Tampilkan postingan dengan label Buat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Maret 2024

Naila Bantu Angkut Batu Buat Jalan Di Desa Buniwah

  Brebes - Keterlibatan masyarakat dalam program Bakti Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2024  di Dukuh Gunung Puyuh, Desa Buniwah, Kecamatan Sirampog, Brebes, Jawa Tengah, benar-benar patut diancungi jempol. Jumat (15/03/2024).


Bukan hanya orang dewasa hingga orang tua yang berjibaku dengan personil prajurit satgas dan sejumlah anak-anak begitu antusias dan bersemangat angkut material untuk dijadikan bahan pengecoran jalan.




"Saya sangat mengapresiasi sekali untuk seluruh pihak yang turut bersinergi dalam pembangunan melalui program TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2024," kata Dansatgas TMMD Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si. beri komentar saat melihat anak-anak bantu angkat material batu.


Secara spontan dan rasa ikhlas anak-anak ini membantu Anggota Satgas TMMD, mereka ikut senang dan bangga karena  memiliki jalan baru yang mempersingkat waktu untuk berangkat menimba ilmu di Sekolah .


Mengangkut material batu dengan inisiatif dan riang gembira untuk membantu Anggota Satgas TMMD adalah bentuk mental juang yang tinggi.


Salah satunya Naila (4) dukuh Karang Benda, dia bersama Neneknya ( Winda) dengan sukarela membantu Anggota Satgas TMMD dengan ngangkati material batu yang akan dibawa ke lokasi pembuatan pengecoran jalan dan pondasi pengerjaan pembangunan.

“ Saya ikut Nenek, yang juga ikut membantu dalam pembangunan yang dilaksanakan oleh Anggota Satgas TMMD ini pak, mudah-mudahan tenaga saya berguna ya pak,”ujarnya,


 

Tanpa disadari dengan himbauan kepala desa tersebut menggerakan masyarakat bahkan sampai ke anak kecil sekalipun yang merasa bahwa TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2024 ini untuk masyarakat Desa Buniwah, khusunya di Dukuh Gunung Puyuh.

(pen0713).

Minggu, 02 Februari 2020

Warga Galuhtimur Brebes Pangkas Tebing Dan Pasang Patok Bambu Buat Akses Darurat


Brebes – Puluhan masyarakat Desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama Babinsa setempat dari Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, membuat jalan darurat pasca putusnya akses utama antar pedukuhan akibat longsor (29/1).





Tampak Kades, Sobandi, A.Ma dan Sertu Ali Mahfur, berada di tengah-tengah masyarakat RW. 05, Galuhtimur, guna memberikan motivasi. Jumat pagi (31/1/2020).

Dibenarkan Danramil melalui Babinsa, bahwa upaya membuat jalan darurat dilakukan agar aktivitas warga desa binaannya yaitu 200 KK di Dukuh Kalipucung tidak terisolasi ke Galuh Timur, karena tidak dapat dilalui kendaraan bermotor. Sementara anak sekolah harus rela berjalan kaki sementara.

“Pembuatan jalan darurat agar kendaraan khususnya roda dua dapat melintas. Jalan ini sangat mendesak harus diperbaiki karena juga merupakan akses utama menuju situs purbakala Candi Gagang Golok dan lokasi pembangunan Museum Purbakala Situs Buton (Bumiayu-Tonjong) yang direncanakan dalam waktu dekat,” jelas Sertu Ali Mahfur.

Dijelaskannya lanjut, adapun kerja bakti yang dilakukan adalah pembuatan tanggul darurat dengan memasang bambu patok (pelancu) serta memangkas tebing di sisi jalan selebar setengah meter agar kendaraan roda dua dapat melintas.

Sementara dari penuturan Kades Sobandi, bahwa pihaknya telah melaporkan kepada pihak-pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut termasuk pembuatan talud permanen.

Diketahui sebelumnya, longsor terjadi sekitar pukul 19.30 WIB, tepatnya di jalan wilayah RT. 01 RW. 05, Galuhtimur, akibat hujan deras selama 1 jam. Tidak ada korban jiwa atas bencana alam ini karena kondisi jalan sedang sepi.

Tebing yang longsor sepanjang 15 meter, membentuk cekungan dan memutus badan jalan sepanjang 2 meter dari 3 meter. Sedangkan untuk ketinggian tebing sendiri mencapai 6 meter.

Longsor ini juga merusak pepohonan tumbang terbawa material longsor dan areal persawahan warga yang berada di bawahnya, termasuk gubuk tempat istirahat petani di persawahan.

“Di bawah badan jalan terdapat mata air sehingga diduga ikut memicu longsor. Ini perlu penanganan lebih,” ucap Sobandi.

Ia mewakili warganya berharap agar kondisi tersebut cepat ditangani karena melumpuhkan perekonomian ratusan warganya. (Aan)

Rabu, 13 November 2019

Babinsa Purbalingga Sulap Limbah Kayu Jadi Stik Es Krim


Purbalingga - Bagi sebagian orang, melihat tumpukan limbah kayu umumnya berpikir hanya akan bermanfaat untuk kayu bakar. Sehingga nilai ekonominya kurang. Namun tidak begitu dengan Pelda Margiono, seorang Babinsa Kodim 0702/Purbalingga Korem 071/Wijayakusuma. Di tangan Pelda Margiyono, limbah kayu tersebut, disulap menjadi stik es krim yang bernilai ekonomi tinggi.








Dikatakan Margiono, ”Usaha ini berawal dari kebingungan beberapa pemilik pabrik kayu di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, akan limbah kayunya,” katanya yang juga tinggal di Toyareka itu. 

Setelah itu Pelda Margiyono beserta istrinya mencoba menjadikan limbah tersebut menjadi barang ekonomis yang bernilai tinggi yakni stik dan sendok es krim. 

"Limbah kayu yang ada cocok untuk stik dan sendok es krim karena dari kayu alba dan pinus", katanya. 

Diungkapkanya, semula untuk menghasilkan stik es krim yang siap dipasarkan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Dikarenakan semuanya dilakukan dengan cara manual tanpa mesin. Lalu Pelda Margiyono membuat sendiri mesin pencetak stik es krim. "Dengan adanya mesin ini maka proses produksi menjadi lebih cepat dan lebih bagus. Dan jumlah orang yang membuat stik es krim itu sekitar 300 orang. Mereka tidak hanya di Toyareka tetapi juga di desa desa binaannya", katanya. 

”Kami membutuhkan banyak tenaga untuk melayani pesanan stik ini. Setiap bulan kami mengirim pesanan satu truk stik ke Surabaya, Kalimantan, Lombok dan propinsi lainya. Kalau ke kabupaten sekitar setiap hari pengiriman,” katanya. 

Untuk yang di luar desa, Margiono menyiapkan bahan baku limbah kayu. Kemudian limbah itu dibawa ke desa lain untuk dibuat stik. Kalau sudah jadi, stik disetor ke dia. ”Orang yang ikut kerja membuat stik itu sebagian adalah laki-laki dan perempuan di usia produktif. Tetapi sebagian juga ada yang sudah lansia, dan sebagian lagi masih sekolah, mereka yang masih sekolah ikut membuat stik setelah pulang sekolah. Uang yang didapat digunakan untuk membeli peralatan sekolah", paparnya. 

Babinsa yang ramah itu menambahkan, stik yang berbahan kayu pinus untuk konsumen menengah ke atas. Sedangkan yang berbahan alba untuk segmen menengah ke bawah.

Pelda Margiono merupakan salah satu Babinsa berprestasi dilingkungan Korem 071/Wijayakusuma, karena telah mempelopori dan mengembangkan daya imajinasinya dan kreatifitasnya bagi masyarakat diwilayah binaannya dan dilingkungannya dimana ia tinggal. Dari kreatifitasnya tersebut, sehingga Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., memberikan apresiasi penghargaan Babinsa berprestasi pada beberapa waktu lalu bersama sembilan Babinsa berprestasi lainnya. 

Dikatakan Danrem, apa yang telah dilakukan Pelda Margiono tersebut, semata-mata untuk membantu kesulitan masyarakat sekelilingnya guna memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan masyarakatnya.

Dikatakan, tugas seorang Babinsa secara garis besarnya ialah membina Desa, dalam artian memahami betul kondisi wilayahnya, memahami adat kebiasaan penduduknya, memetakan permasalahan dan kesulitan masyarakatnya, dan tentunya berupaya mencari solusi bagi permasalahan tersebut. Selain itu, seorang Babinsa juga harus bisa melihat potensi wilayah binaannya, seperti yang dilakukan Pelda Margiono ini dalam memajukan wilayah dan mensejahterakan warganya.

"Babinsa sebagai ujung tombak TNI AD dalam mewujudkan kemanunggalan dengan rakyat. Untuk itu, Babinsa harus menjadi satu dengan warga di Desa binaannya. Hanya dengan cara tersebut, Babinsa dan masyarakat bisa bahu-membahu memajukan Desa baik diwilayah binaannya maupun dilingkungannya dimana ia tinggal", pungkasnya.(penrem071/pendim0713)