Tampilkan postingan dengan label Dibekali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dibekali. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Februari 2020

Saka Wira Kartika Koramil Paguyangan Brebes Dibekali Repling Guna Mendukung Evakuasi Bencana Alam

Brebes – Salah satu pembinaan Saka Wira Kartika (SWK) Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, adalah pengenalan materi mountaineering guna melatih keberanian, kedisiplinan, kerja sama dan kehati-hatian dalam menghadapi tantangan.








Kegiatan yang dilangsungkan pada Minggu pagi-sore (2/2) di Jembatan Kali Buntu, Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu, diikuti 30 orang Pramuka Penegak anggota SWK dari SMK Maarif NU Winduaji Paguyangan, SMK Amelia Paguyangan dan SMN 1 Paguyangan.

Dibenarkan Serda Sugeng, pelatih SWK, bahwa pihaknya selaku pembina SWK mendapatkan support peralatan repling dan para instruktur dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapala Bumi, Universitas Peradaban (UP) Bumiayu.

“Latihan dilaksanakan di Jembatan Kali Buntu yang mempunyai ketinggian kurang lebih 8 meter dari dasar sungai. Tujuannya agar pramuka mengenal dan mampu melakukan repling sehingga suatu saat dapat membantu tugas TNI dan unsur terkait dalam evakuasi bencana alam,” beber Sugeng melalui pesan whatsapps, Senin pagi (3/2/2020).

Dikatakannya juga, sebelum melakukan praktek, mereka terlebih dahulu mereka melaksanakan apel yang diambil langsung oleh Danramil, Kapten Arhanud Suryadi, SH, kemudian dilanjutkan dengan teori pengenalan serta fungsi dari masing-masing alat peralatan repling untuk keselamatan.

“Kami bersama instruktur dari Mahapala Bumi, sebelumnya mengenalkan kegunaan dari karmantel, carabiner, webbing, body harness, set earnest, helm, figure of eight dan sarung tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua UKM Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Bumi UP, Akbar Yudistira Al Hakami menyatakan bahwa, pihaknya merasa bangga dapat menularkan ilmu kepada anggota SWK Koramil Paguyangan, khususnya dalam salah satu krida SWK yaitu mountenering.

“Pembinaan kepada anggota SWK Koramil 11 Paguyangan, akan kami lakukan secara bertingkat dan berlanjut. Kedepan akan diberikan tantangan dengan ketinggian yang lebih tinggi lagi sehingga mereka mampu dan bahkan mahir,” ujarnya.

Sekedar diketahui, 5 Krida SWK meliputi Navigasi Darat (Navrat), pioneer, mountaineering, survival dan krida penanggulangan bencana alam. (Aan)

Jumat, 01 November 2019

Puluhan Mapala UMUS Brebes Dibekali Navigasi Darat


Brebes – Puluhan mahasiswa/i Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pembekalan Navrat dari anggota Koramil 03 Wanasari, Kodim 0713 Brebes. Jumat sore (1/11/2019).




Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Turiman bahwa, kegiatan yang dilakukan oleh anggotanya dalam rangka pembinaan wilayah khususnya pendampingan belajar dan mengajar kepada pelajar atau mahasiswa/i.

“Sebanyak 25 orang Mahasiswa dan Mahasiswi UMUS pecinta alam (Mapala), dibekali materi Navigasi Darat (Navrat) guna mendukung kegiatan pendidikan dasar III Palamust di lapangan,” ucap Turiman.

Ditambahkannya, pengajaran yang dilakukan berdasarkan undangan untuk mengisi materi dari pihak Unit Kegiatan Mahasiswa dan Ketua Umum Palamust, Ahmad Tri Amaludin.

Tampak Serma Yusuf dan Serda Anang Jatmiko, sedang memberikan materi yang pengetahuan dasar peta serta pengenalan kompas siang dan malam.

Dijelaskan sedikit oleh pemateri, Serma Yusuf, bahwa navigasi di darat bertujuan untuk memetakan medan guna menentukan arah perjalanan yang tepat.

“Kita harus memahami dimana posisi kita berada serta mengenali objek-objek disekitar kita dengan peta sederhana. Ini akan sangat berguna terutama bagi para petualang alam,” terangnya.

Selanjutnya, jika telah mampu membaca warna dan tanda-tanda di peta dengan benar, maka kita dapat membayangkan kondisi nyatanya di alam.

Diharapkan Yusuf, agar mendapatkan kesempatan lebih di lain waktu sehingga dapat menularkan paket komplit ilmu yang dimiliki prajurit yang meliputi membaca peta, menggunakan kompas, mengukur azimuth dan jarak, membaca koordinat, resection dan intersection, orientasi medan serta menggambar peta secara sederhana.

“Semoga dengan edukasi yang dilaksanakan selama satu setengah jam ini, para Mapala dari UMUS kedepan mempunyai gambaran jika melaksanakan outbond di lapangan,” pungkasnya. (Aan)