Tampilkan postingan dengan label Forkompinda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forkompinda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Agustus 2024

Dandim 0713 Brebes bersama Forkompinda Ikuti Rangkaian Festival Bawang Merah Tahun 2024

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Fokompinda ikuti rangkaian acara Festival Bawang Merah yang berlangsung 2 hari yang terpusat di alun-alun Kabupaten Brebes. Sabtu (10/08/2024). 


Kedua Kalinya, Pemerintah Kabupaten Brebes kerja bareng Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) menggelar Festival Bawang Merah (FBM) Tahun 2024 untuk kedua kalinya. Acara tersebut dibuka Penjabat Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar SH M Hum. 




FBM yang digelar Jumat dan Sabtu 9-10 Agustus 2024 diisi berbagai kegiatan seperti lomba cerdas cermat,  mewarnai dan melukis tingkat TK, SD/MI, kontes bawang merah, gerakan pangan murah, Bazar UMKM, BUMD, Perbankan, panen bawang merah, mbutik, rogol dan nggedeng bawang merah, fun cooking, live musik, expo festival bawang merah, bawang merah carnaval, lomba Kretinovtan, serta santunan anak yatim.


Festival Bawang Merah Brebes Tahun 2024 kali ini mengangkat tema “Merajut Tradisi, Menuai Keberkahan, Menuju Indonesia Maju”.


Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar dalam sambutannya menyampaikan berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah tahun 2024, Brebes telah mencatatkan produksi bawang merah terbesar di tanah air.


"Brebes dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah terbesar di Indonesia. Produksinya bahkan menyumbang hingga 60 persen kebutuhan Jawa Tengah dan 16 persen kebutuhan nasional," ujar Iwan.


Lanjut Iwan, permintaan bawang merah dari negara-negara tujuan ekspor juga sangat tinggi. Thailand menjadi negara dengan permintaan terbesar, yakni sebanyak 10.000 ton. Disusul Singapura dan Malaysia masing-masing 2.000 ton, serta Vietnam sebanyak 5.000 ton. Ekspor ini direncanakan akan berlangsung hingga bulan November mendatang.


"Kualitas bawang merah Brebes sangat baik dan diminati pasar internasional. Kami optimis ekspor ini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani bawang merah," tambah Iwan.


Pemerintah Kabupaten Brebes mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta Bank Indonesia (BI) dalam upaya meningkatkan produksi dan pemasaran bawang merah. Mulai dari penyediaan bibit unggul, pendampingan teknis budidaya, hingga fasilitasi pemasaran ke pasar domestik dan internasional.


Untuk mengatasi melimpahnya produksi bawang merah saat panen raya, Pemerintah Kabupaten Brebes juga melakukan ekspor besar-besaran ke empat negara di Asia Tenggara. Sebanyak 19 ribu ton bawang merah berkualitas tinggi dari Brebes dikirim ke Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Thailand yang ditandai dengan pemotongan untaian pita dan pemecahan kendi di depan mobil kontainer oleh PJ Bupati Brebes didampingi perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) disaksikan jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, serta para pejabat dan tamu undangan lainnya.


Iwan mengungkapkan bahwa ekspor ini bertujuan untuk menstabilkan harga bawang merah di pasaran dalam negeri, ungkapnya.


Plt. Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional Dr Sarwo Edhy menyampaikan, atas nama Badan Pangan Nasional berharap event produk unggulan yang berlangsung saat ini dapat terus dilakukan.


Menurutnya kegiatan tersebut merupakan langkah awal upaya Pemerintah Daerah Brebes di tengah persaingan global yang semakin ketat untuk memperkenalkan lebih luas lagi produk unggulanya baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.


"Sehingga diharapkan perekonomian masyarakat Brebes dapat terus meningkat dan meningkat,” ujar Sarwo Edhy yang juga putra asli Salem Kabupaten Brebes.


Sementara itu Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian Republik Indonesia Andi  Mohamad Idil Fitri menyampaikan, melalui Festival Bawang Merah Brebes 2024, pihaknya mengajak untuk bahu-membahu memajukan pertanian khususnya di sektor holtikultura. Lebih spesifik lagi bawang merah yang selama bertahun- tahun terbukti mampu memberikan daya ungkit pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. 


“Kita berharap dari festival ini menghasilkan output yang strategis dan berdampak bagi kesejahteraan petani bawang merah seluruh Indonesia,” pungkasnya.


Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes Drs M Furqon Amperawan MP melaporkan, bahwa seluruh jajaran dan semua pihak yang telah berkontribusi, dukungan partisipatif langsung atas gelaran FBM ini diucapkan terima kasih. Penyelenggaraan FBM Brebes 2024 tidak hanya perayaan budaya dan ekonomi lokal, tetapi juga memiliki peran penting dalam upaya peningkatan pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Pariwisata, juga tidak kalah pentingnya adalah untuk Pengendalian Inflasi. 


Kata Furqon yang juga selaku Ketua Panitia penyelenggara FBM Brebes mengatakan, Inflasi yang merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum, dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk fluktuasi harga komoditas penting seperti bawang merah. Dengan menyelaraskan kegiatan festival dengan upaya meningkatkan produksi, diversifikasi produk, edukasi konsumen, stimulasi ekonomi lokal, dan dukungan kebijakan, FBM Brebes 2024 berperan penting dalam pengendalian inflasi. 


"Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga merupakan alat strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Brebes," tambah Furqon. 


Furqon berharap, dengan adanya festival ini, potensi bawang merah berubah semakin luas, baik di tingkat nasional maupun internasional dan juga semoga upaya kita dalam meningkatkan produktivitas, Inovasi dan pemasaran bawang merah dapat terus berlanjut, memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Brebes. 


Pada acara tersebut selain Launching Festival Bawang Merah Brebes 2024 juga dilaksanakan penandatanganan kerja sama antar daerah dan kerja sama Petani Milenial. 


Karnaval Festival Bawang Merah juga tersaji dalam rangkaian acara, dengan menampilkan hasil panen Bawang Merah yang dirangkai cantik dan indah disaksikan ribuan warga Brebes. (Hms/Pen0713)

Rabu, 17 Februari 2021

Forkopimda Brebes Jelaskan Fungsi Posko PPKM Mikro Covid-19 Tingkat Kelurahan dan Desa

 


Brebes - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Brebes sambangi Posko Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Kamis (18/02/2021).










Posko PPKM Mikro diperlukan sebagai sarana dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19 agar lebih tepat sasaran.


Kepala Staf Kodim 0713 Brebes Mayor Infanteri Edwin Samma Baratiku menyampaikan saat berkunjung di Posko PPKM Mikro Keluragan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah, "Posko ini sebagai pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 dalam skala mikro, dilaksanakan dengan pendekatan kesepakatan, komunitas, gotong royong, kompak, dan adaptif," kata Tegasnya.


Ia menjelaskan, “Posko penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan memiliki empat aspek penting, yakni pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung”. Tambahnya.


Sementara Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, S.IK., MHP menjelaskan bahwa Aspek pencegahan terdiri dari sosialisasi, penerapan 3M, serta pembatasan mobilitas. Aspek penanganan mengimplementasikan 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment hingga penanganan dampak ekonomi lewat bantuan langsung tunai (BLT) desa.


"Aspek pembinaan berupa upaya penegakan disiplin dan pemberian sanksi. Lalu, aspek pendukung yang terdiri pencatatan dan pelaporan, dukungan komunikasi, serta logistik," ujar Kapolres.


Gatot Yulianto mengatakan, pembentukan posko tersebut dipimpin oleh kepala desa atau lurah di mana salah satu tugasnya adalah menilai status zona wilayahnya. "Dari penilaian zonasi, maka kepala desa/lurah dapat menentukan tindakan pengendalian yang sesuai. Kriteria zonasi terdiri dari zona hijau, kuning, oranye, dan merah," terangnya.



Selain itu, pimpinan posko juga memiliki tugas, yaitu menentukan struktur dan sumber daya manusia (SDM). Beberapa SDM yang terlibat di posko ini di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, relawan, PKK, dan karang taruna.


Kapolres juga mengungkapkan, alur pelaporan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan dilakukan real time kepada posko satu tingkatan di atasnya, yakni level kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi dan pusat.


"Pemantauan dan evaluasi kinerja posko dilakukan secara berkala dan berjenjang oleh Satgas Penanganan Covid-19 daerah kepada Satgas Penanganan Covid-19 satu tingkat di bawahnya," ujarnya.


Kinerja posko Covid-19 di setiap tingkatan akan dipantau dan dievaluasi secara berkala melalui rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Sebelumnya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dilakukan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19.


Sebagai tindak lanjutnya, kemudian Satgas mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan. Posko penanganan ini menjadi pusat perencanaan, koordinasi, pengendalian, dan evaluasi kegiatan penanganan Covid-19 berskala mikro.


"SE ini berlaku 12 Februari sampai 22 Februari dan akan dievaluasi lebih lanjut," Tutup Kapolres saat memberikan pengarahan di hadapan para petugas Satgas Posko PPKM Mikro didampingi Bupati Brebes Hj. Idza Peiyanti, SE., MH. (Kujang).

Selasa, 24 Desember 2019

Dandim Brebes Bersama Forkopimda Patroli Natal Tahun 2019


Brebes – Saat menjelang malam perayaan Natal, Forkompinda Kabupaten Brebes berkunjung ke sejumlah gereja di Kompleks Gereja Jalan Yos Sudarso Pasarbatang-Brebes. Selasa (24/12/2019) sore.








Kunjungannya bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), yaitu Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE,. MH, Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE, Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, SIK bersama dengan sejumlah pejabat lain mengujungi Gereja Santa Maria Fatima yang berada di . Jalan Laksda Yos Sudarso No. 13 Brebes berlangsung perayaan natal 2019.

Selanjutnya Forkopimda mengencek anggota TNI, Polri, Satpol PP dan Pramuka yang berada di Posko Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 yang masih satu kompleks dengan Gereja tersebut.

Bupati, Dandim dan Kapolres Brebes menghampiri jemaat. Kemudian rombongan  melanjutkan kunjungannya ke Gereja dan Posko Pengamanan Nataru 2019/2020 yang berada di wilayah kecamatan Brebes.

Malam ini rombongan Forkopimda akan melanjutkan perjalanannya kembali menuju wilayah kecamatan yang memiliki Gereja dan Posko-posko pengamanan baik di Tol Exit Pejagan dan Brexit Tol Brebes Barat serta Brexit Tol Timur.

Diakhir kunjungannya di Gereja Santa Maria Fatima Brebes, Bupati mengajak untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia damai. Kita semua bersaudara, Negeri penuh warna warni berbhineka tunggal ika dan kita memang mampu merawatnya,” Tutur Idza Pryanti. (utsm)

Jumat, 13 September 2019

Rajut Harmonisasi, Kasdam IV Gowes Bareng Forkopimda Batang

Batang - Gowes/Bersepeda bersama  merupakan salah satu cara merajut harmonisasi dalam rangka memperkokoh dan mempererat silaturahmi, sinergitas dan soliditas serta kebersamaan komponen dan elemen masyarakat diwilayah. 






Gowes bersama dilakukan Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M., diikuti Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati dan Wakil Bupati Batang beserta segenap Forkopimda Batang dan elemen masyarakat Batang. Jumat (13/9/2019) di Hutan rajawali batang.

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor dua di Kodam IV/Diponegoro menuturkan, harmoni tidak hanya terajut dengan sendirinya akan tapi kita juga dapat merajutnya dengan kegiatan-kegiatan positif seperti ini.

“Jadi kita bisa menunjukkan bahwa kebersamaan itu indah, dari pada kita bekerja sendiri-sendiri. Gowes bersama ini kan juga termasuk harmoni ya. Jadi sangat pas lah dengan apa yang dimaksud Kemanunggalan TNI-Rakyat” tuturnya.

Brigjen Teguh mengatakan, kegiatan ini menjadikan perekat lintas institusi dan mendekatkan diri secara langsung dengan masyarakat Batang. Disamping itu, dengan semakin interaktifnya kegiatan-kegiatan tersebut, akan membentuk image yang positif bagi warga masyarakat Batang. 

Kasdam berharap, harmoni tidak hanya terjadi di masyarakat saja namun juga di jajaran Forkopimda Batang. "Ini bisa jadi refresh untuk Harmonisasi untuk memperkokoh dan mempererat Sinergitas diwilayah Batang. Saya berharap kedepan Forkopimda bisa juga bisa melaksanakan kegiatan yang positif seperti gowes ini bareng dengan masyarakatnya, guna memperkokoh persatuan dan kesatuan diwilayah,” ungkapnya.

Gowes tersebut menempuh jarak 30 Km dengan start di Hutan rajawali - Jl.DR. Soetomo-Jl.Perintis Kemerdekaan-Jl.Rimat Bhakti - Pertigaan Pasar Warung Asem-Jl.Raya Warung Asem/Wonotunggal-Beery Resto (cek point) - pertigaan wonotunggal -Jl.wonotunggal/Batang- Jl.Pemuda - Jl.DR Wahidin-jl.DR. Soetomo-Hutan Rajawali finish.(pendrem/pendim0713)

Selasa, 27 Agustus 2019

Jalan Sehat Sambil Berswafoto di Rest Area Banjaratma

Brebes - Jalan sehat dalam rangka memeriahkan HUT ke-74  RI yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes kali ini tampak berbeda. Biasanya hanya menyusuri jalanan, kemudian finish di lapangan. Kali ini, Rest Area 260B Banjaratma yang merupakan Ex Pabrik Gula, dijadikan tempat finish. Peserta bisa menikmati tempat sarat sejarah tersebut dengan berswafoto.






"Kiranya jalan sehat kali ini menarik, karena finish berada di Rest Area Banjaratma," ucap Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, saat memberikan sambutan sebelum melepas peserta jalan sehat, di Balai Desa Banjaratma. Selasa (27/8).

Idza mengapresiasi panitia yang memilih Rest Area 260B sebagai finish kegiatan jalan sehat. Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, bahwa Brebes punya tempat khas yang dapat dikunjungi.

"Karena Rest Area ex Pabrik Gula Banjaratma ini mempunyai nilai sejarah, maka masyarakat Brebes patut mengetahui dan menikmati. Komplek ini dibangun pada masa Penjajahan Belanda di tahun 1908 dan berstatus cagar budaya," jelas Idza.

Selain bisa berolahraga, jalan sehat tersebut juga bisa dimanfaatkan warga Brebes untuk bisa menikmati kuliner khas Brebes yang disuguhkan oleh para pelaku UMKM yang ada di dalam rest area. 

"Ada banyak UMKM yang dilibatkan di rest area ini. Display produk unggulan tersebut merupakan salah satu cara untuk memperkenalkannya kepada para pengguna tol yang muaranya pada peningkatan roda perekonomian di Kabupaten Brebes," terang Idza.

Ketua panitia jalan sehat Moh Samsul Haris mengungkapkan, dipilihnya rest area tersebut sebagai finish merupakan langkah untuk memperkenalkan bangunan heritage ex pabrik gula Banjaratma yang disulap menjadi rest area dengan masih mempertahankan bangunan asli.

"Jalan sehat diikuti 20.000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka berkumpul di halaman balai desa, dan diberangkatkan bersama bupati serta forkompinda," terang Haris.

Dilanjutkan Haris, peserta akan menempuh jarak kurang lebih 3 Km. Peserta dapat menikmati bangunan cagar budaya yang disulap menjadi rest area. Mereka bisa menikmati kulinernya dan berfoto di setiap sudut bangunan yang masih asli.

"Kami sengaja memberikan waktu cukup banyak bagi peserta untuk menyusuri bagian dalam rest area, sebelum dilakukan pengundian," tambah Haris.

Usai menikmati indahnya rest area, peserta berkumpul di dekat panggung untuk mengikuti pengundian hadiah. Berbagai hadiah yang disediakan seperti kipas angin, magic com, televisi dan sepeda gunung dan  hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.

Peserta jalan sehat dilepas Kapolres Brebes Aris Supriyono dan Bupati diikuti jajaran Forkopimda, Sekda Brebes Djoko Gunawan, Kepala SKPD Brebes, masyarakat umum dan anak-anak sekolah. 

Pengamananpun dilakukan oleh Kodim 0713/Brebes, Polres Brebes, Satpol PP dan Linmas. (Bayu Arfi/Wasdiun/Pendim0713)

Jumat, 05 Juli 2019

Jaga Sinergitas, TNI Polri dan Pemda Brebes Olahraga Bersama

Brebes - TNI Polri dan ASN Pemda Kabupaten Brebes bersinergi melalui olahraga bersama yang digelar di alun alun Kabupaten Brebes, Jumat (5/7/2019) pagi.



Kegiatan yang diikuti ratusan peserta yang berasal dari 3 pilar tersebut mengambil tema “Olah raga Bersama TNI Polri dan Pemda Brebes dalam rangka mewujudkan Soliditas tiga pilar guna mendukung pesta demokrasi yang aman damai dan sejuk di Kabupaten Brebes”.

“Guna meningkatkan sinergitas (bersinergi) antara TNI, Polri dan ASN di wilayah Brebes, maka digelar olahraga bersama,” kata Sekda Kabupaten Brebes Ir. Djoko Gunawam MT saat memimpin apel kesiapan.

Kegiatan olahraga bersama itu, kata dia, bertujuan untuk memupuk kebersamaan dan persaudaraan antara para prajurit TNI, Polri dan ASN.

Selain itu, juga dimaksudkan agar lebih mengakrabkan diri serta menjalin tali silahturahmi yang lebih erat antara anggota TNI, Polri dan ASN sebagai bentuk soliditas di wilayah Kabupaten Brebes.

Kegiatan yang diawali dengan dengan senam bersama tersebut berlangsung cukup meriah. 

Tampak hadir Kapolres Brebes AKBP Aris Supriyono, Dandim 0713 Letkol Inf Faisal Amri, Ibu ibu Bhayangkari dan Persit serta beberapa Kepala SKPD Pemkab Brebes beserta masing  masing jajaranya.

Mereka kemudian berbaur menjadi satu untuk melakukan olahraga dan permainan yang membutuhkan kerjasama antara peserta dimasing masing kelompoknya. 

Kekompakan dan kerjasama terlihat dalam pelaksanaan olahraga bersama tersebut.(Hms)

Selasa, 16 April 2019

Dandim Brebes Bersama Forkompinda Melaksanakan Patroli Dan Cek TPS



Brebes, Waktu Pencoblosan Pemilu serentak 2019 telah tiba. Dandim Brebes, Letkol Inf Faisal Amri, S.E. bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Berbes  melaksanakan patroli di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah.
Rombongan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE, MH., Kapolres AKBP Aris Supriyono, S.I.K. dan Dandim 0713/Brebes mengawali mengecek lokasi TPS di Kelurahan Brebes Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes, Kamis (17/4/19)
Dalam meninjau TPS, Forkopimda bertemu langsung dengan Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) berserta anggotanya. Selain itu, rombongan juga meninjau persiapan TPS mulai tempat tunggu, bilik suara, pengeras suara, lampu penerangan dan kesiapan lainnya.
Bupati berharap tidak ada TPS yang masih ada kesulitan atau kekurangan persiapan selama pelaksanaan Pemilu serentak ini.
“Jangan sampai ada permasalahan selama pencoblosan berlangsung. Kami harap semua tertata dengan tertib. Kalau masih ada kekurangan bisa lapor ke PPK, Kelurahan atau Desa,” tambah Idza Priyanti.
Komandan Kodim Brebes dalam kesempatan yang sama menambahkan, langkah-langkah taktis dan strategis dalam rangka menyukseskan Pemilu 2019 terus dilakukan unsur Forkopimda Brebes.
Pihaknya meminta seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi terciptanya pemilu yang aman, damai  jujur dan adil.
Dandim Brebes mengajak “Mari kita bersama – sama menjaga kondusifitas Pemilu 2019. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat, mustahil Pemilu dapat berjalan lancar, aman dan kondusif,” ujar Letkol Faisal.(Utsm)

Selasa, 12 Maret 2019

Forkopimda Brebes, Tanam Mangrove Serentak 10 Provinsi bersama Ibu Negara

Brebes - Aksi gerakan perempuan peduli magrove telah dilakukan di Pulo  Cemara Desa Sawojajar, Kecamatan  Wanasari Kabupaten Brebes, Senin (11/3/2019). 

Ditargetkan,  mencapai satu juta pohon sebagai upaya meminimalisasi dampak gelombang tinggi di kawasan pesisir pantai di tanah air. Wujud dari itu,  dengan gerakan serentak penanaman pohon Mangrove di 10 Provinsi di Indonesia yang diinisiasi ibu-ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK).

"Khusus di Kabupaten Brebes, dilakukan penanaman 5000 pohon Mangrove," ujar Istri Menristekdikti RI Hasbiyah Nasir bersama Istri Wakamenkeu RI Retno Mardiasmo saat  melakukan penanaman Mangrove di Pantai Pulau Cemara Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes.

Selain Brebes, sebanyak sepuluh tempat penanaman serentak dengan dialog bersama Ibu Negara Iriana Jokowi melalui layar live streaming yang ditampilkan di lokasi acara. Kesepuluh lokasi yang ditanam adalah di Kawasan pantai Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Kecamatan Pasir Saleti Lampung Timur, Lemah Wungkuk Cirebon Jawa Barat, Desa Sawojajar Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Pohuwato Gorontalo, Donggala Sulawesi Tengah Pantai Cereme Nusa Tenggara Barat, serta Teluk Ambon Maluku, dan Pandeglang Banten.

Bupati Brebes Hj.Idza Priyanti, S.E., M.H.,  menyampaikan banyak terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian dan Provinsi Jawa Tengah yang sudah hadir di Kabupaten Brebes dalam rangka penanaman bibit mangrove serentak di 10 Provinsi se Indonesia yang salah satunya di Pulau Cemara, Desa Sawojajar Kabupaten Brebes.
Sementara itu, Hasbiyah Nasir menjelaskan tentang manfaat pentingnya penanaman bibit mangrove di semua areal pesisir pantai di seluruh Indonesia.  

Kata Hasbiyah, tanam  Mangrove penting, agar Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat berfungsi dengan baik dan optimal, apalagi mangrove juga memberikan banyak manfaat dari lingkungan sekitarnya, maka penanaman mangrove disepanjang DAS sangat tepat. Kawasan mangrove, menjaga salah satu  keanekaragaman kehidupan dan sumber daya di areal pesisir dan keberadaannya sangat menunjang keberlangsungan ekosistem di wilayah pesisir. Sedikitnya terdapat tiga fungsi utama dari hutan mangrove yakni, fungsi secara fisik yaitu sebagai peredam gelombang, angin dan badai, pelindung abrasi, penahan lumpur dan perangkat sedimen, menjaga garis pantai agar tetap stabil dan mengolah bahan limbah.
"Perlu kita ketahui, di Jawa Tengah sendiri jika dilihat dari peta kerawanan, menjadi salah satu titik yang rawan tsunami. Terutama di daerah Cilacap, yang saat ini sedang digalangkan kegiatan penanaman bibit mangrove. Mungkin di lain kesempatan kami akan mengajak lagi ibu-ibu untuk berkeliling ke daerah Kebumen, Cilacap ataupun ke Purworejo", terangnya. 

"Mudah-mudahan dengan gerakan penanaman mangrove ini kita bisa terselamatkan," harapnya.

"Kawasan mangrove juga sebagai tempat hidup dan sumber makanan bagi beberapa jenis satwa juga merupakan tempat tinggal yang cocok bagi banyak hewan seperti biawak, kura-kura, monyet, burung, ular, dan lain sebagainya. Beberapa jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput juga biota laut lainnya", lanjutnya. 

"Hutan mangrove juga menjadi salah satu tempat atau sumber penghasilan utama bagi nelayan disekitar garis pantai. Kayu dari pohon mangrove dapat diolah menjadi kerajinan", sambungnya. 

Gubernur Jawa Tengah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten II Prov. Jawa Tengah, Peni Rahayu menyampaikan,  apresiasi yang tinggi atas dilaksanakan kegiatan dalam rangka penanaman mangrove serentak di 10 Provinsi di Indonesia bersama Ibu Negara. 

Dikatakan, penanaman mangrove dan cemara pantai cocok ditanam di Jawa Tengah khususnya diwilayah pantai, mengingat Jawa Tengah juga memiliki pantai yang potensial. "Kawasan mangrove dapat menunjang fungsi dari geologi, ekonomi dan manfaat bagi manusia", ujarnya. 

"Peta kerawanan bencana tsunami ada diwilayah Cilacap, karenanya Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat untuk mengantisipasi dan menyelamatkannya dengan cara menanam mangrove agar dapat menghalau ombak. Mangrove juga dapat sebagai obyek wisata yang dapat dirasakan masyarakat. Selain itu, mangrove juga sebagai pasokan oksigen", paparnya. 

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti S.E., M.H., beserta Forkopimda Brebes, Asisten II Sekda Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPDASHHL Pemali Jratun, Kadin LHK Jawa Tengah, Kepala B363PBD Jawa Tengah, para tamu undangan serta masyarakat Kabupaten Brebes.

Minggu, 24 Februari 2019

Gerakan Peduli Sampah Nasional Di Brebes, Tukar Sampah Dapat Bibit Pohon Buah

Brebes – Pemerintahan Kabupaten Brebes melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) menggelar Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), dengan aksi tukar sampah dengan bibit pohon buah. Momennya bertajuk “Kelola Sampah Untuk Hidup Bersih Sehat dan Bernilai Dengan Budaya Hidup Bersih dan Sehat Tanpa Sampah”.



Kegiatan ini diawali senam sehat bersama sejak pagi dengan warga Brebes yang ramai dan antusias, yang bertempat di pasar ahad saporete Islamic Center Brebes. Minggu (24/02/2019).

Dinas Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah (DLHPS) Kabupaten Brebes yang menyediakan tanaman berbagai jenis tanaman buah . Diantaranya bibit buah jambu kristal, mangga, sirsak, sawo dan kelengkeng.

Penyampaian dari ketua panitia penyelenggara Drs. Edy Kusmartono, M.Si, bahwa sampah plastik merupakan masalah cukup pelik di semua daerah, terutama Brebes. Volumenya tiap hari terus bertambah seiring dengan aktivitas masyarakat. Untuk itu, gerakan menukar sampah dengan tanaman pohon dilakukan secara intensif.

Sampah yang terkumpul ini, selanjutnya akan dikumpulkan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Sampah organik yang diperoleh diolah menjadi kompos sedangkan sampah plastik diproses menjadi solar.

Ir. Laksmi Wijayanti, MCP Staf Ahli Bidang Ekonomi dan SDA Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengatakan perlu diketahui jumlah sampah di Indonesia hampir 66 juta ton pertahun, tidak mungkin pemerintah menangani sampah sebesar tersebut, maka dari itu masyarakat dihimbau untuk mengurangi sampah, terutama plastik, karena susah diuraikan secara alami.

Di sela sela kegiatan berlangsung Dandim 0713/Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, S.E mengungkapkan Kodim kemarin hari kamis melaksanakan kegiatan TNI bersama masyarakat untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional dengan sasaran Pasar Induk, Terminal Angkot , Pasar Induk dan jalan sepanjang sungai belakang Pasar Induk Brebes.

Selain itu, kegiatan ini untuk menumbuhkan rasa kegotong royongan dan kebersamaan dengan peduli sampah di lingkungan sekitarnya.

“Jangan buang sampah sembarangan, apabila melihat sampah segera ambil dan dikantongi selanjutnya buang ketempat sampah.”tegas Dandim. (W).

Sabtu, 23 Februari 2019

Komunitas Berbagi Brebes Hadir di Pasar Saporete Islamic

Brebes, Ratusan pedagang, tampak berjejer rapi di halaman Kompleks Islamic Center Brebes. Mereka adalah anggota yang tergabung dalam paguyuban pedagang Pasar Ahad Saporete, yang pagi itu telah diresmikan keberadaannya oleh Pemkab Brebes tahun lalu. (24/02/2019).




Tidak luput pula Kelompok yang mengatasnamakan Komunitas Brebes Berbagi, selaku Pembina H. Eko (Eka Jati Pasarbatang) bersama rekan-rekan hari ini turun di Pasar Saporete dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah kabupaten Brebes, Hadir dalam HSPN Hj. Idza Priyanti, SE, MH,  Letkol Inf Faisal Amri, SE. dan sejumlah Forkompinda lainnya.

Ciming Cell (Dede Yusuf) Ketua Komunitas Brebes Berbagi ," Komunitas ini Insha Allah nantinya akan menjadi Yayasan Brebes Berbagi,  kami hadir ditengah-tengah masyarakat yang ramai padati Islamic adalah untuk berbagi sedekah, rejeki dalam bentuk makanan dan pakaian layak pakai, dalam setiap hari Jum’atpun menyiapkan Makanan Gratis Siap Saji yang sementara bertempat di Perempatan Kios Ciming Cell Pasarbatang Brebes dan selanjutnya akan tersebar diberbagai tempat diwilayah Brebes,” terangnya.
Hadirnya Komunitas Brebes Berbagi di halaman Islamic Center ini adalah aksi pertama kalinya yang dilakukannya untuk berbagi rejeki kepada masyarakat yang hadir dalam acara HSPN Tahun 2019 di Kabupaten Brebes. "Diharapkan ini bisa membantu dan meringankan serta mendapatkan keridhoan Allah SWT," jelas Ciming Cell.
Sementara itu diakhir kegiatan diterangkan juga akan membuka, membantu dan menerima pengobatan Gratis dalam waktu dekat di dr. Alfian Pasarbatang Brebes, bahwasannya semua dana dan donator dalam Komunitas ini bersasal dari Individu yang tergerak hatinya yang mengharap keberkahan dari Allah SWT. katanya. (TSMnews.com)