Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jakarta. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2020

Ketua Perpani Brebes Bangga, 4 Atlet Asli Brebes Ikut Di Sirkuit Nasional

 


Brebes - Prestasi yang ditorehkan oleh KONI Kabupaten Brebes semakin meningkat, apalagi disalah satu cabang olah raga Panahan juga mengikuti perkembangan peningkatan dalam memberikan sumbangsih prestasi. Hasil itu tidak lepas dari sarana dan prasarana yang telah diberikan pemerintah daerah Kabupaten Brebes kepada pihak Perpani.


 

Di Hari Pahlawan sekarang ini yang kita peringati, Ketua Umum Perpani Brebes Moh. Rizki Ubaidillah, S.Psi yang merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Brebes mengungkapkan kebanggaan, karena di akhir tahun 2020 ini ada atlet binaannya ikut dalam kancah lomba tingkat nasional. Selasa (10/11/2020).

 

Mas Uki sapaan akrabnya (Tengah), Coach Son Brebes Archery (Kanan), Pelda Ujang Penerangan Kodim 0713 Brebes sekretaris Brebes Archery (Kiri), mensuport penuh keempat atlet panahan yang akan berangkat di Sirkuit Nasional, Ajang ini akan dilaksanakan Kamis sampai Selasa (10–15) Desember 2020 di Lapangan Yonif Mek 201/JY Jalan Raya Bogor Jakarta Timur.

 

“Kami terus memberikan semangat untuk para atlet panahan agar tetap produktif dan melatih diri agar dapat stabil dalam even apapun. Di masa pandemi covid-19 seperti ini kami terus mengejar infrastruktur tempat latihan panahan dan melatih diberbagai club” Tutur Mas Uki.

 

“Ada 4 atlet ikut di kejuaraan nasional di akhir tahun ini diantaranya Saputra (19) Mahasiswa FIK Universitas Negeri Jakarta di kategori Recurve Umum dan di Compound Junior ada Safira Isnan (14), Iqrima Nurrahma Azhari (13) serta Farrel Maeza Akbar (13) yang ketiganya duduk di SMP Negeri 2 Brebes yang tergabung di Brebes Archery, untuk itu kami mohon doa restu agar berhasil dan sukses.” Imbuhnya.

 

“Saya mengajak kepada seluruh club Panahan yang berada di Brebes, diantaranya Brebes Archery, Ababil Archery, Bumiayu Arcery, Jatibarang Archery, Larangan Archery, Kersana Archery Club dan Ketanggungan Archery untuk selalu berlatih dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, sehingga para atlet tidak lupa dengan kebiasaan dalam memanah untuk menggapai prestasi”. Tambahnya.

 

Untuk mendapatkan bibit-bibit atlet Panahan, Kini Perpani Brebes memiliki lapangan Standart Nasional yang berlokasi di GOR Sasana Krida Adhikarsa, dimana hasil ini merupakan jerih payah dan usaha Perpani Kabupaten Brebes untuk memajukan cabang olah raga Panahan di Kota Bawang. (Utsm).

Sabtu, 07 November 2020

4 Atlet Panahan Asli Brebes Terjun Di Sirkuit Nasional


Brebes - Dimasa pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat para atlet panahan yang dilatih Coach Son di lapangan Panahan GOR Sasana Krida Adhikarsa (SKA) Brebes. Minggu (08/11/2020).




 

Brebes Archery yang berdiri dinisiasi oleh guru olah raga dari MAN 1 Brebes Tarsono, M.Pd (Coach Son) sapaan akrabnya, sudah melahirkan atlet muda khususnya di Cabang Olah Raga Panahan.

 

Coach Son bersama assisten pelatih Sertu Bangun Hidayat Ibnu Akil Babinsa Koramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes mengawasi secara langsung perkembangan dalam setiap latihan.

 

Saat ditemui di GOR SKA, Coach Son mengatakan “Di masa pandemi covid-19 para atlet berlatih setiap hari dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, latihan dilakukan pagi hari sampai jam 11 siang”. Bebernya.

 

“Apalagi ini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Sirkuit Nasional di Jakarta, atlet kami difokuskan untuk berlatih dan berlatih sekaligus menambah imunitas dengan berjemur sinar matahari”. Tambahnya.

 

Sirkuit Nasional  adalah  kejuaraan panahan bergengsi  tingkat  nasional,  yang  diadakan  untuk mencari bibit atlet potensial masa depan PERPANI. Kegiatan ini adalah inisiasi Binpres PB Perpani sebagai ajang silahturrahim atlet nasional, daerah dan pemula untuk  menjadi yang terbaik di Indonesia.

 

Tema yang usung dalam Sirkuit Nasional adalah “Kompetisi bukan ajang menjatuhkan lawanmu, namun ajang melawan egomu”  menjadi penyemangat atlet muda Brebes dalam membawa nama baiknya di bidang olah raga Panahan.

 

Ajang ini akan dilaksanakan Kamis sampai Selasa (10–15) Desember 2020 di Lapangan Yonif Mek 201/JY Jalan Raya Bogor Jakarta Timur.

 

Kabupaten Brebes menerjunkan 4 atlet muda terbaiknya untuk bertanding diantaranya Saputra (19) Mahasiswa FIK Universitas Negeri Jakarta di kategori Recurve Umum dan di Compound Junior ada Safira Isnan (14), Iqrima Nurrahma Azhari (13) serta Farrel Maeza Akbar (13) yang ketiganya duduk di SMP Negeri 2 Brebes. (Utsm)

Rabu, 01 Juli 2020

IPO Rencana Pertamina yang Penuh Kontroversial


Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI, Paramitha Widya Kusuma, menyoal Pertamina hendak melepas saham ke publik (IPO). Lantaran rencana ini banyak menuai kontroversi baik dari internal Pertamina sendiri maupun masyarakat luas.



“Masyarakat sendiri cenderung tidak setuju rencana IPO ini, karena bisnis Pertamina ini amat strategis sehingga harus dimiliki seutuhnya oleh negara,” kata anggota dari Fraksi PDI Perjuangan ini, saat dihubungi Selasa, 30 Juni 2020.

Jika pun terpaksa saham pertamina lepas ke publik, Paramitha minta jangan sampai mengurangi pendapatan negara atau membuat bisnis pertamina dikuasai swasta. Bukan lagi dikuasai pemerintah.

Saat ini pengelompokan perusahaan-perusahaan yang berada di bawah holding Pertamina atau subholding pengawasannya diragukan bisa dilakukan Komisi VII DPR RI.  Dengan adanya subholding ini dikhawatirkan Pertamina bukan lagi perusahaan migas lagi dan Indonesia tidak lagi memiliki national oil company. 

“Kami anggota Komisi 7 juga tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap sub holding-sub holding tersebut. Contohnya saja anak perusahaan PHE (Pertamina Hulu Energi) bisnis dia kan sangat strategis tetapi kami kurang memiliki wewenang untuk mengawasi dia,” katanya.

Bahkan Paramitha mensinyalir pendirian subholding hanya merupakan strategi agar lepas dari pengawasan dan meningkatan keuntungan oknum-oknum tertentu.

Sementara terkait isu penghapusan BBM jenis premium dan pertalite, ia setuju adanya upaya untuk mengurangi emisi karbon jangka panjang. Namun ia meminta masyarakat jangan dibuiat bodoh dengan alasan tersebut.
Karena, menurutnya hingga saat ini belum ada satu pun penelitian yang menunjukkan bahwa Premium dan Pertalite merusak lingkungan. Sejak tahun 2005 sudah tidak ada BBM kita yang mengandung timbal. 

“Jika kita semua harus menggunakan BBM oktan tinggi seperti pertamax, itu kan ada kandungan HOMCnya, kilang-kilang kita ini kan belum mampu memproduksi HOMC sesuai kebutuhan,” ujar Mbak Mitha, panggilan akrab Paramitha Widya Kusuma.

Ia mencontohkan, TPPI di Subang meskipun sudah bisa memproduksi HOMC tapi kapasitasnya baru sedikit. BBM dengan kualitas tinggi maka kandungan sulfur harus dikurangi. Tapi  konfigurasi kilang-kilang Pertamina belum siap. 

“RDMP di Balikpapan yang katanya bisa menghasilkan BBM kualitas EURO V itu juga baru akan selesai tahun 2023. Dan kapasitasnya juga berapa?” katanya.

Kebutuhan minyak Indonesia ini sekitar 1,6 -1,7 juta barel per hari. Sementara kilang-kilang kita hanya mampu mengolah sekitar 1 juta. Dari 1juta barel yang diolah itu, paling hasilanya sekitar 800 ribuan yang bisa digunakan. 

Berarti ada selisih sekitar 800 ribu dengan kebutuhan. Jadi nanti kalau harus pakai pertamax, tidak hanya harus impor campurannya (HOMC) namun harus impor juga produknya, yaitu BBM kualitas tinggi. (Kuntoro/Utsm)