Tampilkan postingan dengan label Karhutla. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karhutla. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Oktober 2019

Karhutla Perhutani RPH Kutayu Tonjong Brebes Berhasil Dipadamkan


Brebes – Kebakaran hutan oleh ulah orang yang tak bertanggung jawab saat membuka lahan jelang musim tanam Oktober 2019, mengakibatkan hutan jati milik Perhutani RPH Kutayu, BKPH Linggapada, KPH Balapulang, Jawa Tengah, terbakar.



Dari keterangan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, hutan jati milik Perhutani RPH Kutayu petak 48a yang berbatasan dengan Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, terbakar seluas kurang lebih 2,5 hektar.

“Masyarakat Rajawetan yang melaksanakan aktivitas bertani melihat asap dan kobaran api sekitar pukul 14.30 WIB. Kami menerima laporan dan bersama pihak Perhutani, Polsek dan masyarakat setempat langsung ke lokasi untuk upaya pemadaman,” terang Suwardi.

Dikatakannya lanjut, api baru berhasil dipadamkan tiga jam berselang yaitu sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak diantara relawan, Babinsa setempat, Sertu Subagyo, dengan peralatan seadanya telah berhasil memadamkan Karhutla.

Pasca kejadian, pihak Koramil, Polsek dan Perhutani, terus memantau perkembangan lokasi.

“Kami bersama petugas lainya juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar tanaman dan semak, karena membahayakan orang lain dan hutan. Juga dengan asapnya yang jelas mengganggu kesehatan,” pungkasnya. (Aan)

Senin, 21 Oktober 2019

Karhutla 5,5 Hektar Lahan Perhutani BKPH Bantarkawung Brebes Berhasil Dipadamkan


Brebes – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kawasan hutan pinus milik Perhutani RPH Tambakserang, BKPH Bantarkawung, KPH Pekalongan Barat, terbakar. Minggu siang (20/10).








Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa kebakaran terjadi tepatnya di lahan hutan pinus Perhutani petak 61 L di Gunung Payung, Desa Karangpari dan wilayah Desa Waru.

“Api dilihat pertama kali oleh beberapa warga setempat yang sedang beraktivitas di areal Perhutani sekitar pukul 12.30 WIB. Selanjutnya dengan peralatan seadanya dan racun api, warga Karangpari dan Waru bersama Babinsa, LMDH dan pihak Perhutani, berusaha memadamkan api,” ungkap Nurhadi.

Ditambahkannya, mereka juga membuat sekat api agar kebakaran tidak meluas. Api berhasil dipadamkan 4 jam berselang.

“Pasca kejadian pihak Perhutani, TNI dan masyarakat sekitar hutan masih tetap waspada. Kami terus melakukan pemantauan,” tandasnya.

Adapun penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, ditambah dengan hembusan angin yang cukup kencang dan kekeringan di musim kemarau.

Tidak ada korban jiwa, namun 5,5 hektar lahan produktif Perhutani hangus terbakar yang berisikan pohon pinus dan bambu.

“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak membersihkan lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakarnya, serta memastikan bara rokok benar-benar mati sebelum dibuang,” pungkasnya. (Aan)

Senin, 23 September 2019

Tim Gabungan Pemadam Karhutla Lereng Gunung Slamet Dari Wilayah Brebes, Digeser Kembali Ke Banyumas


Brebes – Kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet yang dikelola Perhutani KPH Pekalongan Barat, di wilayah Kabupaten Tegal, Selasa petang (17/9), selain merembet ke wilayah Kabupaten Brebes, juga meluas hingga ke wilayah Kabupaten Banyumas, wilayah Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok.



Diketahui, pertama kali api terlihat sekitar pukul 15.00 WIB, di Bukit Igir Genting petak 16 Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, yang berjarak kurang lebih 3-4 kilometer dari perkampungan warga setempat. Sedangkan rambatan di Brebes, terlihat dari jalur pendakian Gunung Slamet Posko 3 dan 4, Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog.

Dari laporan petugas di lapangan, luas Karhutla di Brebes mencapai kurang lebih 18 hektar.

Dikatakan Juru Bicara Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito (20/9), terdapat 5 titik api, untuk 4 di wilayah KPH Pekalongan Barat dengan jarak 5 kilometer dari Pos Pemunduran ke arah utara, Dukuh Kalikidang, Desa Pandansari, Kecamatan Sirampog, Brebes. Sedangkan satu titik lainnya berada di jalur pendakian Kaliwadas dengan jarak 3 punggungan sebelah utara wilayah KPH Banyumas Timur.

“Kami belum bisa memastikan luas area dan jumlah kerugian dari hutan yang terbakar,” ucapnya.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan membentuk tim untuk menangani kebakaran hutan Gunung Slamet di lereng selatan, Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok sejak Kamis (19/9), yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, PMI serta relawan lainnya.

Sementara dari keterangan Komandan Operasi Lapangan Tim Penanganan Karhutla Lereng Barat dan Selatan Gunung Slamet, Sunarno, dari ratusan relawan gabungan yang telah diberangkatkan ke titik Pos Pamunduran, jalur masuk PT. SAE Kaligua, tepatnya di Dukuh Kalikidang, Desa Pandansari, telah dilakukan penarikan dan dialihkan kembali ke wilayah Banyumas untuk membuat pos di area Grumbul Kalipagu.

Hal ini dibenarkan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, bahwa tim gabungan dari Banyumas yang ditugaskan memadamkan api secara manual dan membuat sekat bakar di petak 48, hutan Perhutani wilayah Banyumas, melalui akses di wilayah Brebes tersebut.

“Tim gabungan dari Kabupaten Banyumas, telah melakukan pembongkaran tenda dan peralatannya pada Jumat malam (20/9) di Pos Pamunduran, untuk digeser ke area Grumbul Kalipagu, Banyumas,” ucapnya. (Aan)

Sinergitas Apwil Banyumas dan Masyarakat Sigap Atasi Karhutla Lereng Barat-Selatan Gunung Slamet


Banyumas - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lereng Barat  Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merambat ke wilayah Banyumas. 






Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra selaku IC Comander penanggulangan Karhutla Banyumas mengatakan karhutla sudah dua hari masuk ke wilayah Banyumas, melalui Kaligua (Brebes) ke Cilongok (Banyumas), yang merupakan rembesan dari Brebes dan Tegal, tindak lanjutnya ke Selatan, mengarah ke wilayah Banyumas, masuk di Petak 58 D wilayah Perhutani. "Karhutla yang masuk ke wilayah Banyumas terdampak hutan lindung, sehingga sangat perlu dilakukan penanganan segera," kata Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Chandra,  Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, penanganan ini perlu dilakukan segera karena karhutla mengganggu ekosistem yang ada di hutan lindung tersebut.

Dikatakan Dandim, pihaknya pada hari Jumat (20/9) hingga Sabtu (21/9) pagi telah memberangkatkan tiga tim ke lokasi kejadian karhutla. "Tim pertama kita berangkatkan pada hari Jumat (20/9), pukul 16.00 WIB, di Kalipagu (Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas), tapi naiknya dari Kebun Raya Baturraden. Itu berjumlah 18 orang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar," jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, tambah dia, kembali diberangkatkan tim kedua berjumlah 31 orang melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

"Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat. Hal ini dilakukan agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu," jelasnya.

Ia mengatakan pada Sabtu (21/9) pagi diberangkatkan tim ketiga sejumlah 41 orang untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim kedua tidak bisa mengatasinya.

"Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung serta pihaknya bersama Bupati Banyumas, Kapolres Banyumas, dan BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan", tukasnya. 

"Sampai Sabtu pagi (21/9), tim kita telah mendirikan posko di Kebun Raya Baturraden. Perkembangan nanti akan kita laporkan karena memang agak sulit mencapai atau melihat titik api tersebut. Ini nanti kita berupaya menggunakan drone, kita punya drone yang (jangkauannya) sampai 10 kilometer," terangnya.

Candra mengatakan, penanganan karhutla tersebut difokuskan dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

"Dalam pembuatan sekat, pihaknya membuat perkiraan-perkiraan jalur yang akan dilalui api sehingga diharapkan dapat terisolasi. Ini langkah-langkah yang sudah kita lakukan termasuk menyiapkan medis di Check Point 0, pembuatan posko, kemudian sukarelawan juga kita siapkan di posko," tambahnya.

Saat ditanya mengenai jarak posko menuju lokasi kebakaran, dia mengemukakan berdasarkan estimasi dan informasi dari masyarakat, jika berjalan kali membutuhkan waktu sekitar delapan jam perjalanan. "Tim pertama sampai di Check Point 2 itu enam jam. Untuk menuju lokasi yang kita rencanakan membuat posko itu kemungkinan sampai delapan jam," lanjutnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di lereng Barat-Selatan Gunung Slamet yang diharapkan tidak meluas ke hutan rimba dan tidak lagi merambat hingga ke Purbalingga lagi. Hutan di lereng sebelah timur Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Purbalingga sempat mengalami kebakaran pada pertengahan bulan September 2019.

Diketahui bahwa titik api memasuki kawasan hutan pada Kamis (19/9) pukul 07.00 WIB di koordinat 7⁰09’22,38” LS dan 109⁰11’09,86” BT petak 58D-10, RPH Karanggandul, BKPH Gunung Slamet Barat, Hutan Lindung vegetasi Rimba Alam, Wilayah KPH Banyumas Timur, Administratif Kabupaten Banyumas.

"Pada Sabtu (21/9) Pukul 09:00 WIB, Team 1 yang berada di pos 4 jalur Baturraden Lama, melaporkan telah melihat titik api pada 400 meter arah barat laut spesifik koordinat 7⁰15’48,75” LS dan 109⁰11’17,58” BT petak 58D-12, RPH Karanggandul BKPH Gunung Slamet Barat.
Untuk Tim 1 belum dapat langsung menjangkau titik api karena kendala kondisi georgafis dan topografi medan yang sulit.
Selanjutnya Posko dengan Team 1 melakukan koordinasi dan pemetaan serta perencanaan strageti penanganan kebakaran. Kemudian, pada Pukul 12:00 WIB,  Team 1 melaporkan sebaran api memanjang 600 – 700 meter, tinggal terlihat kepulan asap. Jarak pandang 400-500 meter pada Koordinat 7⁰15’18,00” LS dan 109⁰12’05,00” BT Ketinggian 2.661 mdpl. Pada pukul 15.00 WIB, Tim 1 berhasil padamkan api, dan selanjutnya seluruh tim kami tarik turun dikarenakan perbekalan yang menipis", terangnya. 

Disampaikan Dandim Banyumas, penanganan Karhutla dilereng barat selatan Gunung Slamet akan kembali dilanjutkan hari Minggu (22/9) untuk antisipasi kemungkinan api menyala lagi menuju puncak dan berpotensi menyeberang hingga jalur Gunung Malang.

Menyinggung tentang areal yg terbakar dan kerugiannya, Dandim menyampaikan, areal yang terbakar di Petak 58D-10, 58D-11 dan 58D-12 seluas 15,00 ha dengan kerugian Rp 112.500.000,-", pungkasnya.(penrem071/pendim0713)

Sinergitas Apwil Banyumas dan Masyarakat Sigap Atasi Karhutla Lereng Barat-Selatan Gunung Slamet


Banyumas - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di lereng Barat  Gunung Slamet, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, merambat ke wilayah Banyumas. 






Komandan Kodim 0701/Banyumas Letkol Inf Candra selaku IC Comander penanggulangan Karhutla Banyumas mengatakan karhutla sudah dua hari masuk ke wilayah Banyumas, melalui Kaligua (Brebes) ke Cilongok (Banyumas), yang merupakan rembesan dari Brebes dan Tegal, tindak lanjutnya ke Selatan, mengarah ke wilayah Banyumas, masuk di Petak 58 D wilayah Perhutani. "Karhutla yang masuk ke wilayah Banyumas terdampak hutan lindung, sehingga sangat perlu dilakukan penanganan segera," kata Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Chandra,  Sabtu (21/9/2019).

Menurutnya, penanganan ini perlu dilakukan segera karena karhutla mengganggu ekosistem yang ada di hutan lindung tersebut.

Dikatakan Dandim, pihaknya pada hari Jumat (20/9) hingga Sabtu (21/9) pagi telah memberangkatkan tiga tim ke lokasi kejadian karhutla. "Tim pertama kita berangkatkan pada hari Jumat (20/9), pukul 16.00 WIB, di Kalipagu (Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas), tapi naiknya dari Kebun Raya Baturraden. Itu berjumlah 18 orang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, masyarakat sekitar," jelasnya.

Selanjutnya pada pukul 23.30 WIB, tambah dia, kembali diberangkatkan tim kedua berjumlah 31 orang melalui rute yang sama untuk memperkuat tim pertama.

"Sampai tadi malam sudah sampai di Check Point 2, kemudian melakukan kegiatan pembuatan sekat. Hal ini dilakukan agar api itu tidak merambat lagi ke sektor yang nantinya akan dilalui. Kemudian di sana ditemui sudah ada asap, debu, sehingga dimungkinkan api akan melewati wilayah itu," jelasnya.

Ia mengatakan pada Sabtu (21/9) pagi diberangkatkan tim ketiga sejumlah 41 orang untuk mengantisipasi atau menutup jalur lain yang kemungkinan akan dilewati api jika tim kedua tidak bisa mengatasinya.

"Hingga saat ini, penanganan masih berlangsung serta pihaknya bersama Bupati Banyumas, Kapolres Banyumas, dan BPBD Kabupaten Banyumas terus memantau perkembangan", tukasnya. 

"Sampai Sabtu pagi (21/9), tim kita telah mendirikan posko di Kebun Raya Baturraden. Perkembangan nanti akan kita laporkan karena memang agak sulit mencapai atau melihat titik api tersebut. Ini nanti kita berupaya menggunakan drone, kita punya drone yang (jangkauannya) sampai 10 kilometer," terangnya.

Candra mengatakan, penanganan karhutla tersebut difokuskan dengan cara membuat sekat karena kejadiannya di hutan rimba dengan medan yang sangat berat dan banyak jurang.

"Dalam pembuatan sekat, pihaknya membuat perkiraan-perkiraan jalur yang akan dilalui api sehingga diharapkan dapat terisolasi. Ini langkah-langkah yang sudah kita lakukan termasuk menyiapkan medis di Check Point 0, pembuatan posko, kemudian sukarelawan juga kita siapkan di posko," tambahnya.

Saat ditanya mengenai jarak posko menuju lokasi kebakaran, dia mengemukakan berdasarkan estimasi dan informasi dari masyarakat, jika berjalan kali membutuhkan waktu sekitar delapan jam perjalanan. "Tim pertama sampai di Check Point 2 itu enam jam. Untuk menuju lokasi yang kita rencanakan membuat posko itu kemungkinan sampai delapan jam," lanjutnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla di lereng Barat-Selatan Gunung Slamet yang diharapkan tidak meluas ke hutan rimba dan tidak lagi merambat hingga ke Purbalingga lagi. Hutan di lereng sebelah timur Gunung Slamet yang masuk wilayah Kabupaten Purbalingga sempat mengalami kebakaran pada pertengahan bulan September 2019.

Diketahui bahwa titik api memasuki kawasan hutan pada Kamis (19/9) pukul 07.00 WIB di koordinat 7⁰09’22,38” LS dan 109⁰11’09,86” BT petak 58D-10, RPH Karanggandul, BKPH Gunung Slamet Barat, Hutan Lindung vegetasi Rimba Alam, Wilayah KPH Banyumas Timur, Administratif Kabupaten Banyumas.

"Pada Sabtu (21/9) Pukul 09:00 WIB, Team 1 yang berada di pos 4 jalur Baturraden Lama, melaporkan telah melihat titik api pada 400 meter arah barat laut spesifik koordinat 7⁰15’48,75” LS dan 109⁰11’17,58” BT petak 58D-12, RPH Karanggandul BKPH Gunung Slamet Barat.
Untuk Tim 1 belum dapat langsung menjangkau titik api karena kendala kondisi georgafis dan topografi medan yang sulit.
Selanjutnya Posko dengan Team 1 melakukan koordinasi dan pemetaan serta perencanaan strageti penanganan kebakaran. Kemudian, pada Pukul 12:00 WIB,  Team 1 melaporkan sebaran api memanjang 600 – 700 meter, tinggal terlihat kepulan asap. Jarak pandang 400-500 meter pada Koordinat 7⁰15’18,00” LS dan 109⁰12’05,00” BT Ketinggian 2.661 mdpl. Pada pukul 15.00 WIB, Tim 1 berhasil padamkan api, dan selanjutnya seluruh tim kami tarik turun dikarenakan perbekalan yang menipis", terangnya. 

Disampaikan Dandim Banyumas, penanganan Karhutla dilereng barat selatan Gunung Slamet akan kembali dilanjutkan hari Minggu (22/9) untuk antisipasi kemungkinan api menyala lagi menuju puncak dan berpotensi menyeberang hingga jalur Gunung Malang.

Menyinggung tentang areal yg terbakar dan kerugiannya, Dandim menyampaikan, areal yang terbakar di Petak 58D-10, 58D-11 dan 58D-12 seluas 15,00 ha dengan kerugian Rp 112.500.000,-", pungkasnya.(penrem071/pendim0713)

Jumat, 20 September 2019

Karhutla Lereng Gunung Slamet Meluas, Danrem 071/Wk Pantau dan Siagakan Pasukan


Banyumas - Asap tebal terlihat mengepul dari kawasan hutan lereng Gunung Slamet sebelah barat. Kebakaran hutan lereng Gunung Slamet di Kabupaten Brebes sejak Selasa (17/9/2019) lalu meluas ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.





Menurut Juru Bicara Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur, Sugito mengatakan, berdasarkan hasil pantauan, Kamis (19/9/2019), titik asap telah mencapai Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. "Titik asap berada di petak 58D-10 hutan lindung vegetasi rimba Alam dengan koordinat 7°09’22,38” LS dan 109°11’09,86” BT," kata Sugito melalui keterangan tertulis, Jumat (20/9/2019).

Sugito juga belum dapat memastikan, luas area hutan yang terbakar dan belum dapat memastikan jumlah kerugian akibat kebakaran.

Lebih lanjut Sugito mengatakan, titik asap kali pertama terpantau di jalur pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas, Kabupaten Brebes. Kawasan tersebut masuk pengelolaan Perhutani KPH Pekalongan Barat. "Pada hari Selasa pada pukul 14.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB, terpantau titik asap pada pos 2 dan 3 jalur pendakian Gunung Slamet melalui Kaliwadas," ujar Sugito.

Dikatakannya, berdasarkan hasil pantauan pada Rabu (18/9/2019), terdapat lima titik api di kawasan hutan lereng barat Gunung Slamet. "Terdapat 5 titik api, 4 di wilayah KPH Pekalongan Barat dengan jarak 5 kilometer dari pos pemunduran ke arah utara dan 1 titik api berada jalur pendakian Kaliwadas dengan jarak 3 punggungan sebelah utara wilayah KPH Banyumas Timur," jelas Sugito.

Sugito menambahkan, pekan lalu, kebakaran serupa juga terjadi di lereng timur Gunung Slamet yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Purbalingga.

Menurutnya, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) itu sudah ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Asekbang dan Kesra) Kabupaten Banyumas dan diikuti pihak-pihak terkait. "Hasilnya, yakni membentuk tim penanganan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) Lereng Barat Selatan dengan melibatkan berbagai unsur terkait dengan komando oleh BPBD Banyumas,” katanya. .

Dia juga mengatakan, tim sudah membentuk posko penanganan Karhutla di Pos Pamunduran jalur masuk PT SAE. "Pendirian Posko Penanganan Karhutla dilaksanakan sore hingga malam hari di Pos Pamunduran jalur masuk PT SAE," kata dia. "Diagendakan, penanganan dengan cara membuat sekat bakar untuk melokalisir api. Kemudian memadamkan api secara langsung menggunakan alat kondisional lapangan,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan lindung di kawasan lereng Gunung Slamet yang sedianya terjadi di wilayah Tegal, Jawa Tengah, dilaporkan sudah mulai masuk Banyumas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Ariono Poerwanto mengatakan, hutan di Banyumas yang dilaporkan mulai terbakar itu di wilayah perbatasan. "Betul, sesuai dengan laporan yang kami terima, (kebakaran hutan di lereng Gunung Slamet) sudah mulai masuk wilayah Banyumas,” kata Ariono.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya sudah mendirikan posko dan mengerahkan personel untuk mengecek dan melakukan penanganan. Pihaknya juga memberangkatkan personel relawan gabungan guna mengetahui kondisi terkini hingga tindaklanjut penanganan. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, PMI Banyumas, para sukarelawan dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dalam pemantauannya pada Jumat (20/9/2019) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait diwilayah dan telah memberikan Perintah Operasi penanggulangan Karhutla kepada para Dansat jajaran Korem 071/Wijayakusuma baik yang secara langsung terdampak maupun yang tidak terdampak guna untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi untuk membantu memadamkan Karhutla. Danrem 071/Wk juga telah menyiagakan personelnya guna membantu wilayah-wilayah yg perlu tambahan Pasukan guna mempercepat proses pemadaman kebakaran hutan disekitar lereng Gunung Slamet", terangnya.(penrem071/pendim0713)

Aman Pasca Karhutla Di Brebes, Petugas dan Relawan Terus Lakukan Pantauan


Brebes – Pasca pemadaman kebakaran hutan lindung Perhutani KPH Pekalongan Barat di wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (18/9) pukul 13.30 WIB, para petugas dinas terkait dan relawan gabungan terus melakukan pemantauan.







Tampak anggota Perhutani, BPBD, TNI Kodim 0713 Brebes, Polri, Tagana dan relawan, sedang melakukan pemantauan di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Hal yang sama juga dilakukan oleh anggota Koramil 11 Paguyangan, Polsek dan relawan, di Pos Pamunduran, Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa dari hasil pantauan di lapangan sampai dengan Kamis siang, kondisi untuk wilayahnya sudah padam, dan api mengarah ke wilayah Guci, Kabupaten Tegal serta Banyumas.

“Agar api tidak menjalar ke wilayah Sirampog lagi maka telah dilakukan penyekatan oleh relawan di sekitar pos 2 Desa Dawuhan,” ucapnya.

Sementara Danramil 11 Paguyangan, Kapten Cpl. Harsono, menegaskan bahwa untuk hutan di wilayah Kecamatan Paguyangan, Desa Pandansari, diperkirakan masih aman sehingga masyarakat masih melakukan aktifitas seperti biasa.

“Kami juga melakukan pemantauan yang termasuk di wilayah kecamatan tetangga, Sirampog, bersama dengan Kapolsek Paguyangan, Iptu Suroto, SH, beserta anggotanya,” ujarnya.

Diketahui, Hutan Perhutani di wilayah Kabupaten Brebes, ikut mengalami kebakaran dari rambatan api yang berasal dari kawasan hutan lindung wilayah Kabupaten Tegal atau di lereng Gunung Slamet. Pertama kali api terlihat pada Selasa petang (17/9) sekitar pukul 15.00 WIB, di Bukit Igir Genting petak 16 Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, berjarak 3-4 kilometer dari pemukiman penduduk.

Sedangkan masuk di Brebes terlihat dari jalur pendakian Gunung Slamet Posko 3 dan 4, Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog. Sementara dari keterangan dan kalkulasi awal di lapangan, luas areal hutan di wilayah Brebes yang terbakar, mencapai kurang lebih 18 hektar. (Aan)

Ratusan Relawan Gabungan Padamkan Karhutla Hutan Lindung Di Wilayah Brebes


Brebes – Kebakaran hutan yang terjadi di hutan lindung lereng Gunung Slamet, milik Perhutani KPH Pekalongan Barat, berhasil dipadamkan oleh tim gabungan dari dari Kabupaten Brebes dan Tegal yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri serta para relawan. Rabu siang (18/9/2019).




Pasalnya, selain melanda kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten Tegal, juga merembet ke wilayah Kabupaten Brebes dengan melewati Bukit Igir Genting petak 16 Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, berjarak 3-4 kilometer dari pemukiman penduduk.

Diketahui, titik api di lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah ini, pertama kali terlihat pada Selasa petang (17/9) pukul 15.00 WIB. Kondisi Medan yang terjal ditambah kencangnya angin sangat menyulitkan petugas gabungan untuk memadamkan api yang merembet ke petak lainnya ke wilayah lereng di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas.

Untuk Kabupaten Brebes sendiri, api yang terlihat dari jalur pendakian Gunung Slamet Posko 3 dan 4, Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB (18/9). Ini tak terlepas dari perjuangan ratusan petugas gabungan yang terdiri dari pihak Perhutani, BPBD, Tagana, Relawan Peduli Sirampog (RSP) dan TNI-Polri, PMI, unsur masyarakat serta para relawan lainnya yang bermarkas di Posko Mandiri Siaga Gunung Slamet Kaliwadas.

Tampak Serda Purnomo, Babinsa setempat dari Koramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, beserta tim relawan sedang memantau perkembangan di Posko Kaliwadas.

Dikatakan Koordinator Pusdalops BPBD Brebes, Agung Kurniawan di Posko Kaliwadas, bahwa upaya pemadaman di empat titik yaitu jalur Permadi Guci, jalur Bosapala Sawangan, jalur Kaliwadas I dan II, dilakukan oleh empat regu dari tim gabungan dengan peralatan seadanya karena kesulitan medan. Rabu sore (18/9/2019).

Selain memadamkan api dengan ranting pohon, tim juga membuat sekat bakar atau parit untuk mencegah area terbakar meluas. Walaupun sudah padam, namun pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas pertanian di sekitar lokasi.

Sementara dari keterangan awal di lapangan, luas hutan lindung di wilayah Brebes yang terbakar mencapai kurang lebih 18 hektar. (Aan)