Tampilkan postingan dengan label Penanggulangan Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penanggulangan Bencana. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2020

Menutup Simulasi PRCPB Erupsi Gunung Slamet, Dandim Brebes Berikan Puluhan Paket Sembako

 Brebes – Sebelum meninggalkan Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sebagai tempat latihan simulasi penanganan erupsi Gunung Slamet, Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, selaku Incident Commander Tim PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanganan Bencana) erupsi Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Brebes, tak lupa memberikan bantuan sembako kepada warga setempat.






Tampak dirinya didampingi Danramil 10 Sirampog, Kapten Infanteri Mukhrodi, dan Kepala Desa Dawuhan, Sudarsono, S.Pd, memberikan bantuan tersebut secara simbolis kepada puluhan warga Dukuh Cilik, Dawuhan. Kamis (5/11/2020).


Kades setempat, Sudarsono, S.Pd, sangat mengapresiasi upaya TNI yang masih menyempatkan diri memberikan 60 paket sembako kepada warganya.


“Untuk bantuan sembako dikhususkan bagi warga yang kurang mampu sehingga bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.


Sudarsono juga tak lupa menyatakan terima kasih atas perhatian Pemkab, TNI-Polri, BPBD, Tim SAR, dan seluruh komponen di wilayah Kabupaten Brebes (Banser, Kokam, RAPI, Pemuda Pancasila, Linmas, LSM, dan Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 08 Bumiayu), dimana telah berlatih di desanya untuk memberikan ketenangan kepada warganya jika terjadi erupsi Gunung Slamet.


“Saya juga mengucapkan terima kasih atas perhatian seluruh pihak yang telah berlatih keras dan penuh semangat untuk mempersiapkan jika sewaktu-waktu terjadi erupsi Gunung Slamet, yang pastinya akan menimbulkan korban jiwa, harta, dan kerusakan infrastruktur di desa kami,” tandasnya.


Ditambahkannya, di sela-sela latihan yang dilangsungkan selama 3 hari ini (3-5 November 2020), warganya juga disosialisasikan tentang tanda-tanda/gejala alam saat akan terjadinya erupsi, sehingga masyarakat dapat sedini mungkin menjauh dari lokasi kerawanan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa.


“Saya juga mengapresiasi rencana Pemkab bersama pihak terkait untuk memperbaiki infrastruktur jalan atau jalur evakuasi di desa kami di tahun depan,” pungkasnya. (Aan)

Ini Puncak Latgab Gulbencal Erupsi Gunung Slamet, Tim PRCPB di Sirampog Brebes

 Brebes – Puncak Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Alam (Latgab Gulbencal) erupsi Gunung Slamet di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah simulasi proses evakuasi warga masyarakat setempat.
















Tampak para pelaku latihan yang terdiri dari 150 orang yang meliputi personel TNI gabungan, Polri, BPBD, Tim SAR, PMI, Dinkes, Banser, Kokam, RAPI, Pemuda Pancasila, Linmas, LSM, dan Pramuka Saka Wira Kartika Koramil 08 Bumiayu, dengan semangat mengevakuasi korban dan warga Dukuh Cilik, Desa Dawuhan, menuju tenda-tenda pleton yang didirikan di Lapangan Desa Dawuhan, sebagai titik pengungsian terdekat. Kamis (5/11/2020).


Bagi warga yang tidak mau mengungsi, Tim PRCPB memberikan himbauan sungkat dan kemudian mengevakuasi paksa jika memang warga tidak mau mengungsi.


Disampaikan Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Infanteri Dwi Lagan Safrudin, S.I.P, selaku Komandan Latihan PRCPB melalui Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, selaku IC (Incident Commander) Gulbencal Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Brebes, bahwa latihan ini bertujuan untuk menyamakan visi dan persepsi tindakan TNI dengan unsur Pemda, Polri, BPBD, PMI, Ormas, LSM, para relawan dan seluruh komponen masyarakat, tentang teknik, prosedur, dan tata kerja penanganan bencal erupsi Gunung Slamet.


Dijelaskannya lanjut, latihan gabungan bersama seluruh komponen bangsa di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini, merupakan latihan yang kesekian kalinya yang digelar oleh Korem 071 Wijayakusuma, guna memelihara kesiapan dan kecakapan tim gabungan PRCPB (Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana) Kabupaten Brebes dalam rangka membantu Pemerintah Daerah, jika terjadi bencana alam erupsi tersebut.


“Latihan ini untuk mengasah koordinasi, sinergi, dan ketepatan, sehingga mempercepat dan memperingan penanganan bencana alam erupsi Gunung Slamet di wilayah Kabupaten Brebes,” ungkapnya di sela-sela latihan.


Membenarkan apa yang disampaikan Danrem, bahwa penanganan bencana alam yaitu mulai dari peringatan dini (pra bencana), evakuasi masyarakat, penyiapan tempat pengungsian yang aman sehingga memudahkan pemberian bantuan kemanusiaan, serta tahap pasca bencana yang meliputi perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum, dan membantu merehabilitasi kerusakan rumah masyarakat.


“Kegiatan mitigasi bencana ini sebagai show force kepada khususnya masyarakat Desa Dawuhan yang berada di wilayah bencana, agar mereka tahu bahwa Pemkab, TNI-Polri, dan seluruh komponen di wilayah Kabupaten Brebes, sudah siap membantu mereka jika terjadi bencana yang sesungguhnya,” imbuhnya.


Namun Dandim berharap, bencana tidak terjadi karena jelas menimbulkan kerugian yang begitu besar baik materi maupun jiwa.


“Saya minta agar seluruh pihak terkait terus mensosialisasikan kepada warga masyarakat desa lainnya yang berada di lingkup bencana, terkait tanda-tanda atau gejala alam saat akan terjadinya erupsi sehingga masyarakat dapat sedini mungkin menjauh dari lokasi kerawanan guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” pungkasnya. (Aan)