Tampilkan postingan dengan label Pupuk Nutrilon Wiajakusuma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Nutrilon Wiajakusuma. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Agustus 2019
Kamis, 25 Juli 2019
Kopda Rustono Ali Pantau Perkembangan Dempot Padi
Brebes – Pantau perkembangan Demplot Padi, Babinsa Kormail 04/Tanjung Kopda Rustono Ali catat perkembangan padi di areal sawah seluas 1 Ha milik Sujito, Desa Karangreja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Kamis (25/07/2019).
Dalam pantau tersebut, Babinsa yang di dampingi oleh pemiliknya memberikan penyemprotan Nutrisi Wijayakusuma tahap ketiga sekaligus pengecekan mingguan. Program Demplot Padi ini salah satunya adalah bagian tugas Kodim 0713/Brebes dalam mensukseskan program pemerintah yaitu Program Swasembada Pangan Nasional.
Dalam pengamatannya, Kopda Rustono Ali menjelaskan temuan dilapangan bahwa pH tanah berangsur menurun dari 7,0 menjadi 6,8 sehingga dapat menetralkan kadar keasaman tanah, anakan padi sudah tidak bertambah, tinggi tanaman padi pada minggu ke 11 mencapai 80 cm dan padi sudah berbuah dan mulai menguning, Kata Rustono Ali.
Perkembangan Demplot tersebut menurut Danramil 04/Tanjung Kapten Inf Muhtadi setelah ditemui dikantornya bahwa Demplot Padi diwilayah binaan Koramil Tanjung secara rutin dipantau oleh seluruh Babinsa guna membantu para petani dalam mencapai hasil panen yang maksimal. Papar Kapten Muhtadi. (Utsm)
Selasa, 23 Juli 2019
Danrem 071 Melakukan Pengecekan Demplot Padi Dengan Pupuk Wijayakusuma Nutrition
Brebes – Komandan Korem 071 Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana yang sebelumnya telah berinovasi untuk kembali ke pemanfaatan alam, yaitu dengan memproduksi pupuk organik cair. Upaya ini sebagai wujud perbantuan kepada Pemerintah atau Kementan RI, dalam rangka mendukung program ketahanan pangan.
Kini Pupuk Wijayakusuma Nutrition yang sudah di sosialisasikan di wilayah meliputi 9 Kodim atau Kabupaten, gencar dilakukan. Terpisah, dijelaskan Komandan Korem. Bahwa, perlu adanya upaya menyelamatkan lahan pertanian karena faktor rusaknya komposisi tanah yang diakibatkan penggunaan pupuk berbahan pestisida berlebih “Back to the nature”.
Pupuk cair ini diyakini mampu mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen, menambah kesuburan tanah dan organiknya. Selain itu, hasil panen juga akan aman atau terbebas dari residu bahan kimia.
“Tentu dalam pelaksanaannya memerlukan pola budidaya tanaman yang mengacu kepada konsep pertanian organik atau non kimia, disamping itu juga kami selalu melakukan pendampingan terhadap para petani,” terangnya, Selasa (23/07/2019).
Dalam kunjungannya kali ini, Danrem yang didampingi oleh Kadintan Serang, Dandim 0713/Brebes, Dandim 0712/Tegal, Dandim 0736/Batang, Danramil 04/Tanjung, Koorpro Hanpang Kecamatan Tanjung, Ka UPT BPP Kecamatan Tanjung, Ka Kemantren PSDA Rungkang, Kepala Desa Karangreja, Gapoktan dari 6 Desa dan Poktan pemilik sawah Demplot melakukan pengecekan hasil padi yang menggunakan pupuk tersebut.
“Selanjutnya kunjungan serta pengecekan sekaligus sosialisasi, motivasi dan pendampingan ini akan terus bergerak ke seluruh Kodim-Kodim Jajaran Korem 071 Wijayakusuma,” imbuhnya. (Utsm).
Label:
Dandim,
Danramil,
Danrem 071/Wijayakusuma,
Demplot,
Karangreja,
Kodim 0713/Brebes,
Kolonel Kav Dani Wardhana,
Koorpro,
Pupuk Nutrilon Wiajakusuma,
Tanjung
Langganan:
Postingan (Atom)















