Tampilkan postingan dengan label Telur Asin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Telur Asin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Agustus 2020

Aksi Babinsa Brebes, Telur Asin Mensejahterakan Keluargaku

 


Brebes – Jika mendengar nama Brebes, orang awam pasti terbersit tentang oleh-oleh khas berupa bawang merah dan telur asin yang berwarna warni, sehingga keduanya menjadi icon kabupaten paling utara di Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Barat ini.





Tak heran jika banyak warga Kabupaten Brebes, juga beternak bebek atau blengong (silangan itik dan entok) yang menghasilkan telur asin, sehingga para perajin dan penjual telur asin bertebaran dimana-mana khususnya di sepanjang Jalan Raya Pantura serta Jalur Tengah Brebes-Purwokerto.


Memanfaatkan potensi Brebes sebagai pintu masuknya Jawa Tengah, Pelda Saryo, anggota Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, dan istrinya, Ny. Sutati Saryo, menjadi perajin telur asin sejak tahun 2009 silam.


Diceritakan Pelda Saryo dalam Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes secara live di Radio Singosari 103.9 FM, bahwa awalnya merupakan usaha kecil-kecilan, yaitu hanya menjual telur mentah kepada para penjual martabak dan perajin telur asin. Rabu (26/8/2020).


“Dulu setiap hari saya menjual telur bebek mentah yang saya kumpulkan dari saudaranya,” ungkapnya kepada Rara Elsanum (32), penyiar Singosari FM dan pendengar setia radio tersebut.


Namun bukan tanpa kendala usaha dari Babinsa tersebut, berjalan beberapa bulan, tempat usaha pembuatan telur asin menolak telur bebek dagangannya karena stok mereka juga melimpah, padahal dirinya sudah terlanjur membeli kurang lebih 700 butir telur bebek.


Tak mau pasrah, inilah awal tercetus ide untuk membuat telur asin sendiri. Pasalnya, telur mentah tidak bagus jika disimpan dalam waktu lama.

 

“Upaya membuat telur asin pertama kali saya gagal karena berwarna kehitam-hitaman pada bagian kuning telur sehingga tidak laku di pasaran,” tegasnya.


Dikatakannya lanjut, dirinya tak menyerah dan tak malu bertanya untuk belajar sehingga akhirnya telur asin buatan mereka laku di pasaran, dan akhirnya dipatenkan dengan nama Telur Asin Tati.


Kini tak hanya di pasar tradisional, supermarket lokal, namun sudah mendapatkan pesanan dari luar daerah.


“Rata-rata sehari terjual 3.500 lebih butir telur asin, namun menjelang lebaran permintaan bisa melonjak sampai 25 ribu butir,” imbuhnya.


Saryo mengaku, berkat kerja keras dan keuletannya, masalah finansial yang dulu menghimpitnya mulai teratasi. Gajinya sebagai TNI kini diterima utuh oleh istri dan didepositokan untuk biaya sekolah kedua anaknya di perguruan tinggi kelak. (Utsm-Aan)

Senin, 15 April 2019

Korem 071/Wk Gelar Pembinaan Keluarga Besar TNI

Banyumas - Penyelenggaraan kegiatan  ini memiliki arti sangat penting dalam rangka membangun silaturahmi dan komunikasi, karena dengan silaturahmi ini, kita tidak hanya sekedar bisa saling mengenal, tetapi dapat membangun komunikasi intensif dalam suatu kerangka menyamakan visi dan persepsi tentang berbagai persoalan, sesuai peran, fungsi dan tugas masing-masing dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara.


Hal tersebut, dikatakan Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dalam sambutannya pada Pembinaan Keluarga Besar TNI Korem 071/Wk, Senin (15/4/2019) di Gedung Pertemuan A.Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas. 

Pembinaan Keluarga Besar TNI Korem 071/Wk diikuti perwakilan anggota FKPPI dan Hipakad sewilayah Korem 071/Wk, dengan materi yang disampaikan tentang pokok-pokok kebijakan pimpinan TNI AD  dalam bidang Teritorial dan Wawasan Kebangsaan serta  rencana TNI AD dalam rangka membantu kesulitan rakyat melalui bersinergitas dengan unsur KBT dilanjutkan kegiatan Out Bond berupa permainan berjalan diatas box/krat minuman beregu putra dan putri serta  adu ketangkasan  secara beregu dan permainan woodball. Kegiatan out bond tersebut, guna menjalin kebersamaan dan memperkokoh jalinan silaturahmi sesama anggota FKKPI dan Hipakad maupun dengan para prajurit TNI. 

Dikatakan Danrem, pembinaan terhadap Keluarga Besar TNI seperti ini merupakan bagian yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara. "Keberhasilan kita melawan penjajah pada hakekatnya merupakan akumulasi dari kekuatan kemanunggalan TNI dengan Rakyat", terangnya. 

"Bagi Korem 071/Wijayakusuma, kemanunggalannya dengan rakyat dan KBT memiliki nilai sangat strategis dan menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan tugas-tugas Korem 071/Wijayakusuma selama ini", paparnya. 

Karenanya, dengan kegiatan tersebut perlu dijaga dan ditingkatkan, sehingga situasi dan kondisi wilayah jajaran Korem 071/Wijayakusuma tetap kondusif.

Pada kegiatan tersebut Babinsa  Kodim 0702/Pbg Serma Margiyono (stik es cream)  dan Babinsa Kodim 0713/ Bbs Pelda Saryo (telor asin) juga memberikan pembekalan kepada keluarga besar TNI. Para Babinsa ini dinilai bisa memberikan dan mengangkat ekonomi desa binaan dengan membuat produk stik es dan telor asin.
Harapannya semoga ide kreatif dan inovatif Babinsa  bisa menginspirasi dan ditiru oleh KBT.

Jumat, 08 Maret 2019

Telur Asin Brebes Mensejahterakan Keluargaku


Telur Asin Brebes Mensejahterakan Keluargaku

Brebes – Jika mendengar nama Brebes orang awam pasti terbersit tentang bawang merah dan telur asinnya yang berwarna warni, sehingga keduanya menjadi icon kabupaten paling utara dari Provinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan wilayah Provinsi Jawa Barat. Jadi selain padi, mayoritas warganya adalah petani bawang merah dan peternak bebek atau blengong (silangan itik dan entok) yang menghasilkan telur asin. Tak heran banyak pengrajin telur bertebaran dimana-mana dan penjualnya berderet khususnya di sepanjang Jalan Raya Pantura serta Jalur Tengah Brebes-Purwokerto.

Karena merupakan pintunya Jawa Tengah, sehingga telur asin menjadi oleh-oleh khas orang dari luar provinsi yang mudik. Hanya di Brebes saja ada telur asin bakar dan panggang sehingga banyak penggiat ekonomi ini yang sejahtera. Peluang inilah yang ditekuni keluarga Pelda Saryo dan istrinya, Ny. Sri Hartati Saryo, anggota Persit Kartika Chandra Kirana Ranting IV Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, sejak tahun 2009 lalu.


Diceritakannya bahwa, awalnya merupakan usaha kecil-kecilan dan ia kumpulkan telur bebek dari saudaranya. “Dulu setiap hari saya menjual telur mentah kepada para penjual martabak, dan jika stok banyak saya setorkan ke pengrajin telur asin,” ungkapnya mengenang mulai sejahtera keluarganya.

Namun bukan tanpa kendala, setelah berjalan beberapa bulan, tempat usaha pembuatan telur asin menolak dagangannya karena stok mereka juga melimpah, padahal dirinya terlanjur membeli kurang lebih 700 butir telur bebek dari peternakan. Takut rugi besar, disinilah awal tercetus ide untuk membuat telur asin sendiri, pasalnya telur mentah tidak bagus jika disimpan dalam waktu lama.

“Upaya membuat telur asin pertama kali saya gagal karena berwarna kehitam-hitaman pada bagian kuning telur sehingga tidak laku di pasaran. Namun saya tidak menyerah dan tak malu bertanya dan belajar sampai akhirnya telur asin saya laku di pasaran dengan nama paten Telur Asin Tati,” terangnya.

Kini tak hanya pasar tradisional, supermarket dan luar daerah juga menjadi konsumennya. Kesehariannya menghasilkan 3.500 lebih butir telur, namun menjelang lebaran permintaan bertambah, dan home industrinya mampu menerima pesanan 25 ribu butir/harinya.

Berkat kerja keras dan keuletannya, masalah finansial yang dulu menghimpitnya mulai teratasi. Gaji suami kini diterima utuh, untuk biaya sekolah kedua anaknya (MI dan Kuliah) dan keperluan sehari-hari tidak menggunakan gaji suami, Gaji tersebut disimpan dalam bentuk deposito guna pendidikan anak selanutnya.

Anak pertama Putri Syavna Kamil  sudah Kuliah Semester I di Kampus Bhahmada Slawi- Tegal dan kedua Olivia Zafarani di MI 2 Jatibarang Kls VI sekarang ini.

Ditengah kesibukannya sebagai wirausaha, Sri Hartati tak melupakan kewajibannya sebagai anggota Persit, selalu mengikuti kegiatan organisasi maupun pertemuan cabang di Makodim.

Inilah salah satu profil anggota Persit Kodim 0713 Brebes yang sukses sebagai wirausaha makanan khas lokal yang cocok dipadukan dengan berbagai olahan makanan dan tak asin seperti namanya saat dimakan langsung. Oleh karenanya telur asin menjadi oleh-oleh wajibnya Kabupaten Brebes.