Tampilkan postingan dengan label Ustad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ustad. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2019

Ujo Brebes : Makna Maulid Nabi Muhammad Walaupun Digelar Sederhana


Brebes – Puluhan orang keluarga besar Kodim 0713 Brebes, juga menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW, di Masjid Darut Taqwa Makodim, Jalan Pusponegoro No. 35 Brebes, Jawa Tengah. Senin siang (25/11/2019).




Maulid adalah hari kelahiran utusan terakhir dari Tuhan YME kepada umat islam, yang diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awwal, dan pada tahun ini jatuh pada 9 November. Acara ini berkembang pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan penceramah, Ujo, panggilan akrab Ustad Dirjo dari Desa Gandasuli, Kecamatan/Kabupaten Brebes.

“Ini merupakan wujud rasa syukur serta penghormatan kepada utusan Allah,” ucapnya.

Lanjutnya, maulud mendorong orang untuk bershalawat yang merupakan perintah Allah. Hal ini merujuk kepada QS Al-Ahzab : 56 yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkan lah salam sejahtera kepadanya.”

Allah akan memberikan anugerah kepada umatnya yang bergembira atas kelahiran Nabi, termasuk juga terhadap orang non muslim.

Kecintaan kepada utusan Allah ini harus melebihi kecintaan terhadap diri sendiri, anak dan isteri, harta benda dan pangkat jabatan. Ini merujuk kepada HR. Bukhari yang berbunyi, “Tidaklah sempurna iman salah seorang dari kalian hingga aku (Muhammad) lebih dicintainya daripada orang tua dan anaknya.”

Sambung Ujo, barang siapa berkumpul, membaca ayat-ayat Al Quran, menceritakan sejarah kehidupan dan perjuangan Nabi dari kelahiran hingga wafatnya, dan diadakan pula sedekah berupa hidangan lainnya, adalah merupakan perbuatan bid’ah hasanah sehingga akan mendapatkan pahala baik bagi yang mengadakannya ataupun yang menghadirinya.

“Barang siapa yang memuliakan hari kelahiran Rosululloh maka Allah akan memberinya syafa’at di hari kiamat. Termasuk yang memberikan infaq dalam perayaan,” pungkasnya. (Aan)

Sabtu, 11 Mei 2019

Momentum Anjangsana Di Bulan Ramadhan


Brebes - Untuk menciptakan rasa aman dan menjalin hubungan yang harmonis di wilayah binaannya, Babinsa Pamedaran Koramil 15/Ketanggungan Kodim 0713/Brebes, Koptu Sudarno  bersama Babinkamtibmas Brigadir Anggi P. melaksanakan anjangsana dengan komponen tokoh agama Ustad Mustofa di Desa Pemdaran Kecamatan Ketanggungan Brebes, Sabtu (11/5/19).

Sinergitas antara Babinsa dengan ulama maupun tokoh masyarakat sangatlah penting dengan tujuan menciptakan kedekatan secara emosional antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaannya untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Babinsa di wilayah harus mampu menguasai wilayah binaannnya dan mampu bersinergi dengan para tokoh di Desa, pemuka agama dan juga seluruh lapisan masyarakat sehingga mengerti apa yang menjadi permasalahan di wilayah baik tentang sosial maupun keamanan dan ketertiban di lingkungan binaannya.

Koptu Sudarno  mengatakan, sebagai ujung tombak bagi satuan komando kewilayahan, Babinsa harus mampu melakukan deteksi dini dan cegah dini.

“Perkembangan situasi saat ini apalagi setelah Pasca Pencoblosan Pilpres dan Legislatif bisa saja tidak dinamis sehingga perlu upaya pendekatan kamtibmas di wilayahnya guna meminimalisir permasalahan dan gesekan yang mungkin saja bisa terjadi,” tuturnya

Hal senada juga di ungkapkan Ustad Mustofa. Menurutnya, kegiatan silaturrahmi atau anjangsana dilakukan oleh Babinsa dan Babinkamtibmas baik dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga masyarakat umum di Desa Pamedaran ini sangat baik dan perlu dicontoh. Kedekatan antara Babinsa dengan semua lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptkan rasa yang aman dan tentram.
“Dengan adanya silaturahmi dapat terjalin komunikasi dua arah yang sangat baik sehingga apabila ada permasalahan di Desa dapat segera di atasi dan diantisipasi” terangnya. (Utsm)