Rabu, 15 Mei 2024

Dandim Brebes Dukung Satgas TPPK Cegah Kekerasan Dilingkungan Pendidikan

 Brebes – Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Forkompimda Brebes mendukung sepenuhnya kegiatan yang dilakukan oleh Satgas yang tergabung dalam Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dilingkungan Pendidikan tingkat Kabupaten Brebes.


Hal tersebut disampaikan oleh Dandim usai mengahadiri apel dan deklarasi Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) tingkat Kabupaten Brebes yang digelar di di halaman SMA Negeri 3 Brebes, Jalan MT. Haryono 78 Brebes. Rabu (15/05/2024).





Dikatakannya bahwa Tim yang tergabung dalam Satgas TPPK tersebut merupakan kegiatan yang positip dalam rangka memberiakan perlindungan kepada generasi muda.

“TPPK ini sangat positif bagamanapun juga generasi muda kita harus tetap dijaga dan semoga melalui kegiatan yang kita laksanakan pada hari ini ini dapat memberikan motivasi, informasi dan membuka wawasan kepada masyarakat dan anak kita bahwa kekarasan itu sudah tidak boleh terjadi lagi,” papar Dandim.


Sementara Kapolres Brebes AKBP Guntur M Tariq mengatakan, bahwa Polri (Polres Brebes) juga telah menyediakan “Rumah Ramah Anak” yang ada diwilayah Kabupaten Brebes. Rumah ramah anak tersebut merupakan ide atau inisiasi dari Kapolda Jawa Tengah untuk memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap anak yang menjadi korban kekerasan.


“Rumah ramah anak tersebut untuk mengantipasi kenakalan dan kekerasan terhadap anak serta memberikan pendampingan dan perlindungan terhadap korban kekerasan terhadap anak,” terangnya.


Sementara itu, dalam apel yang dipimpin Bupati Brebes Ihkwanudin Iskandar dalam sambutannya mengatakan bahwa komunitas pendidikan merupakan bagian strategis dalam penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas, SDM yang mengembangkan nilai–nilai karakter untuk terwujudnya profil Pelajar Pancasila.


“Momen pagi hari ini adalah bagian dari sebuah upaya untuk pencapaian tujuan tersebut, sehingga pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan Satuan Pendidikan menjadi bagian dan ditetapkan sebagai salah satu Episode Merdeka Belajar,” ungkapnya.


Pj Bupati juga menyebutkan pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karenanya, Pj Bupati mengajak gerakan ini dibudayakan di lingkungan kita masing-masing. “Kolaborasi semua pemangku kepentingan harus kita hadirkan di setiap Satuan Pendidikan agar kita mampu memastikan bahwa lingkungan Satuan Pendidikan merupakan tempat/rumah yang aman (save house) bagi seluruh warga Satuan Pendidikan,” lanjutnya.


Lanjutnya, kehadiran Satuan Pendidikan yang aman harus diyakini akan mampu menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya minat, bakat, dan talenta peserta didik yang bermuara pada keunggulan dari masing-masing peserta didik dan Satuan Pendidikan. “Harus kita pahami bahwa kebutuhan rasa aman adalah kebutuhan dasar yang harus disediakan kepada seluruh warga Satuan Pendidikan,” terangnya.


Pj Bupati menyebutkan, penanganan dan pencegahan kekerasan telah dilakukan secara masif diberbagai wilayah di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menginisiasi Gerakan “Ayo RUKUN”, (Aksi gotong roYOng beRantas Kekerasan dan perUNdungan) yang telah di launching oleh Bapak Pj Gubernur Jawa Tengah bertepatan dengan Hari Guru, diharapkan nantinya gerakan. “Ayo RUKUN ini yang akan menjadi inspirasi dalam upaya penanganan dan pencegahan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan tidak hanya kita sambut dengan sukacita, tetapi juga dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.


Disampaikan juga, dalam lingkup tugas Polri untuk mendukung hadirnya rasa nyaman, maka jajaran Polri membuka diri berkolaborasi dengan seluruh Satuan Pendidikan. Dikatakan, Polri adalah pengayom masyarakat, maka pihaknya minta tidak segan-segan jajaran Satuan Pendidikan mengajak untuk berdiskusi berbagai hal yang berorientasi untuk mengahdirkan rasa aman dan nyaman bagi setiap warga masyarakat.


“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua siswa, dan seluruh komponen lainnya, untuk aktif bergabung dalam gerakan ini. Harapan kami, bagi setiap warga Satuan Pendidikan yang mengalami tindakan kekerasan dalam bentuk kekerasan fisik, psikis, perundungan, seksual, diskriminasi dan toleransi agar tidak takut untuk Speak Up dan melapor pada TPPK di satuan pendidikan masing-masing. Mari kita bersatu untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan bagi semua anak-anak kita,” terangnya. (Bambang S/Hms/Pen0713).

Jembatan Gantung Merah Putih di Kalinusu Selesai Dibangun

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si. mengapresiasi warga Desa Kalinusu yang melakukan gotong royong Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias membangun Jembatan Gantung Merah Putih secara guyub dan sangat tanpa mengenal lelah.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 itulah nama yang diberikan setelah Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas Gumantung terlaksana dan kini sudah dimanfaatkan warga.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 terbentang panjangnya 80 meter dari bibir sungai Pemali yang menghubungkan antara Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.


Hari ini Jembatan tersebut sudah bisa dilalui warga dan anak sekolah serta para pedagang dalam melakukan aktivitas. Rabu (15/05/2024).


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto mengatakan "Alhamdulillah Jembatan Gantung Merah Putih 2 sudah terwujud, itu semua karena jerih payah, keringat, pemikiran, materiil dan doa dari seluruh warga Kalinusu dan warga kabupaten Brebes, yang dulunya sulit dalam jalur transportasi melintasi sungai saat banjir, kini sudah tidak lagi". tuturnya.





"Saya mengucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, relawan dan lainnya sehingga terwujud impian warga Kalinusu yang sudah lama diimpikan hari ini sudah bisa dinikmati". Imbuhnya.


Wasid Kepala Desa Kalinusu sangat senang dengan apa yang telah dilakukan Kodim 0713 Brebes dan Pemda Brebes memberikan Jembatan Gantung Merah Putih kepada warganya.


Tinggal menghitung hari, Jembatan Gantung Merah Putih rencananya akan diresmikan oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si. (Pen0713).

Senin, 13 Mei 2024

 Brebes – Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si diampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Dim 0713 Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. dr. Novi Sapto, Sp.M., melakukan kunjungan kerja ke Koramil 01 Brebes, 02 Jatibarang dan Koramil 03 Wanasari. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengarahan dan penekanan kepada anggota Koramil dalam rangka meningkatkan kinerja dan profesionalisme prajurit. Senin (14/05/2024).


Dalam arahannya di Koramil yang dikunjungi, Dandim 0713 Brebes menekankan beberapa hal penting kepada anggota Koramil baik di Koramil 01 Brebes, 02 Jatibarang dan 03 Wanasari, di antaranya Dandim mengatakan, Kebutuhan utama pemimpin dikeluarga adalah memiliki tempat tinggal atau rumah, dimana kepedulian seorang pimpinan kepada anggota sangat mutlak dalam menentukan kesejahteraan keluarga anggota, Pentingnya keharmonisan dan menjaga kesehatan keluarga serta harus pandai mengatur ekonomi dengan baik, 







“Sebagai seorang pemimpin harus peduli dengan anggota, wajib setiap prajurit memiliki rumah tempat tinggal layak, menjaga dan membina keharmonisan keluarga dan menjaga kesehatan serta bisa mengatur perekonomian keluarga dan hindari perjudian online,” Papar Dandim.


Selain itu, Dandim meminta agar seluruh anggota baik militer maupun PNS bijak dalam bermedsos, siapkan generasi berikutnya dengan baik, ciptakan kondisi keluarga yang nyaman dan tentram dan semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah, “tegasnya”.


Diakhir arahanya Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si memberikan apresiasi kepada ketiga Koramil atas kinerjanya selama ini dalam menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah. Menghadapi tugas kedepan agar dapat terus meningkatkan kinerjanya dan menjadi contoh bagi Koramil lainnya di wilayah Kodim 0713 Brebes.(Pen0713)

Ratusan Warga Kalinusu Angkat Sling Baja Jembatan Gantung Merah Putih 2

 Brebes – Ratusan warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu berjejer bak seperti ular mengangkat sling baja Jembatan gantung merah putih 2 yang dilakukan secara bergotong-royong melintasi sungai Pemali. Senin (13/05/2024).


Sling Baja sepanjang sepanjang 120 meter ini akan dibentangkan diatas tiang pancang jembatan gantung merah putih 2 yang sudah dinanti-nantikan warga.






H. Sugondo (80) warga dukuh Kutagaluh memimpin do’a saat dimulainya gotong-royong mengatakan bahwa baru pertamakalinya sejak lahir bisa menyaksikan proses pembuatan jembatan gantung.


“Alhamdulillah atas ridho Allah SWT, diusia saya yang menginjak 81 tahun ini baru melihat secara langsung pembuatan jembatan gantung”. Tutur H. Sugondo.


“Terima kasih TNI Kodim 0713 Brebes dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes serta warga Kalinusu yang telah membantu sekuat tenaga dalam memproses pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengatakan bahwa antusias warganya sangat tinggi dalam melakukan gotong-royong, terlihat saat pengangkatan Sling Baja dan Papan Jembatan sangat cepat dan kompak.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang berada di Dukuh Kutagaluh Desa Kalinusu ini nantinya akan menghubungkan 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Bantarkawung yang direncanakan hari selasa (14/05) selesai pemasangan papan dan bisa dilewati warga. (Pen0713).

Kamis, 09 Mei 2024

TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0713 Brebes Di Desa Tambak Serang Bangun Jembatan Pengubung

 Brebes - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2024 Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma dengan tema “Dharma Bhakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah”, yang dilaksanakan di Lapangan Desa Tambak Serang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Rabu (08/05/2024).


Bertindak selaku Inspektur upacara PJ. Bupati Brebes yang diwakili Asisten I  Sekda Brebes Drs. Khaerul Abidin, M.Si dan Komandan Upacara Danramil 14 Banjarharjo Kapten Infanteri Agus Widodo.







Pada kesempatan tersebut, Pasiter Kodim 0713 Brebes Kapten Arh Suryadi, SH membacakan laporan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2024, pelaksanaan TMMD yang berlokasi di Tambak Serang waktu dari Tanggal 8 Mei sampai dengan 6 Juni 2024.


Adapun sasaran fisik meliputi Pembangunan Jembatan 14,3 meter, Rabat Beton dan Sandseet 169 meter, Pembangunan jalan Telpot sekaligus rabat beton panjang 267 meter, pbangunan talud sepanjang 101 meter, plat deker 3 unit sepanjang 7 meter, pbangunan 3 unit gorong-gorong panjang 9 meter serta rehab 4 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).


Dan untuk kegiatan non fisik melaksanakan sosialisasi/penyuluhan dan ketrampilan yang dilaksanakan oleh dinas dan instansi Pemerintah Daerah Brebes, Kodim 0713 Brebes dan Polres Brebes.


Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si pada saat meninjau lokasi TMMD menyampaikan Manfaat yang diperoleh antara lain terealisasinya pembangunan ruas jalan penghubung dan Jembatan antara Dukuh Randegan dengan Dukuh Tambak Serang, Tersedianya akses transportasi bagi masyarakat antar dusun, meningkatnya hubungan kemasyarakatan antar desa dan Kecamatan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menumbuhkembangkan semangat gotong royong masyarakat.


Sementara Kepala Desa Tambak Serang Usef Asikin, S.Sos mengungkapan rasa bangga dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemda dan Kodam 0713 Brebes karena desanya diberikan program TMMD yang sangat diharapkan warga.


"Alhamdulillah kini warga Dukuh Randegan dengan 50 KK dan Dukuh Tambak Serang 100 KK kini tidak lagi menyebrangi kali karena program TMMD Sengkuyung membangunkan jembatan penghubung, selain program lainnya, Dandim dan Forkompimda Brebes juga memberikan bantuan sosial kepada warga saat selesai upacara pembukaan". imbuh Usef.(Pen0713).

Senin, 06 Mei 2024

Dandim 0713 Brebes Pimpin Langsung Pedang Pora, Lepas Anggota Purna Tugas

 Brebes - Pertamakali dalam sejarah Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusma, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si pimpin Upacara Tradisi Pedang Pora yang dipersembahkan untuk melepas 2 anggota Purna Tugas yang selama ini mendedikasikan diri untuk mengabdi kepada TNI khususnya Kodim. 


Dandim didampingi Ketua Persit Cabang XXIII Ny. dr. Novi sapto, Sp.M. dan dihadiri para Danramil dan anggota Kodim serta pengurus Persit Cabang berlangsung khidmat di halaman Makodim Brebes, Jalan Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah. Selasa (07/05/2024).






Kegiatan Upacara Pedang Pora menjadi tradisi baru di Kodim 0713 Brebes, khususnya untuk personel yang menjalani wisuda purna wira. Tradisi pedang pora itu disimbolkan sebagai upacara penghormatan atas jasa-jasa pengabdian anggota yang selesai masa tugasnya. Pedang Pora ini menunjukkan semangat Kodim mengantarkan anggota yang selesai masa tugas. Dengan harapan, semua akan melanjutkan perjuangannya dan yang pensiun semoga tetap diberikan kesehatan dan keselamatan.


Tersirat wajah bahagia para purna bakti dalam upacara pelepasan ini. Tradisi pedang pora untuk melepas purna bakti ini setiap tahun dilakukan Kodim jika ada Perwira yang pensiun. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para anggota atas kinerja dan dedikasi selama menjadi anggota TNI. Mereka telah berkarya dan mengabdi kepada negara. Selain itu, tradisi ini juga bentuk penghormatan kita kepada para senior.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto dalam kesempatannya mengatakan bahwa hari ini kami Kodim 0713 Brebes merasa bangga bahwa mempunyai prajurit-prajurit sejati yang mereka bisa mendarmabaktikan dirinya di TNI khususnya Kodim 0713 Brebes.


 "Saya mengapresiasi dan menaruh bangga dan hormat pada mereka, mudah-mudahan mereka bisa menjadi contoh kepada kami yang muda-muda untuk bisa mendarmabaktikan diri kita sampai nanti pensiun. Tentunya apa yang telah mereka perbuat para senior ini akan menjadi gambaran menjadi contoh bagi kami yang junior-junior untuk meneruskan melanjutkan perjuangan para purnawirawan para pejuang-pejuang negara untuk menjalankan tugas sebagai pengayom, pelindung, pelayan masyarakat disini," tutur Dandim. 


Ditambahkan Dandim bahwa Tradisi Pedang Pora ini merupakan sejarah baru untuk anggota Kodim yang purna tugas, dan menjadi tradisi satuan Kodim 0713 Brebes selanjutnya. 


Perlu diketahui bersama bahwa Dandim 0713 Brebes melepas purnawira yaitu Danramil 03 Wanasari Kapten Cpl A. Chaerul Huda dan Pelda Hernawan Fuadi serta memimpin serah terima jabatan Kapten Inf Yatno Danraml 08/Bumiayu menjadi Danramil 15/Ketanggungan, Kapten Inf Sutarno Danramil 07/Bulakamba menjadi Danramil 11/Paguyangan, Kapten Caj Bambang Eko Prasetyo Kaurdosperspra Simin Dospers Ajendam IV/Dip menjadi Danramil 17/Songgom, Kapten Arh Nediono Danramil 10/Sirampog menjadi Danramil 01/Brebes, Kapten Inf M. Tuteng Aryolona P. Danramil 17/Songgom menjadi Danramil 07/Bulakamba, Kapten Arm Jupriadi Danramil 06/Kersana menjadi Danramil 03/Wanasari dan Letda Inf Sukirno Paurprod Pen Korem 071/Wk menjadi Danramil 10/Sirampog.  (Pen0713).

Kamis, 02 Mei 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Sudah Jadi, Dukuh Cisa’at Tak Lagi Terisolir

 Brebes - Warga di Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes akhirnya bisa bernapas lega. Puluhan tahun berharap ada jembatan,  kini impian itu terwujud.


Jembatan Gantung Merah Putih 3 akhirnya akhirnya rampung dikerjakan, Kamis 2 Mei 2024.


Jembatan yang berdiri kokoh membentang panjang kini sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rezekinya.


Dulu warga harus berjalan kaki selama 1.5 jam untuk membeli isi tabung gas  3 kg dengan digendong melintasi sungai Glagah, warga yang sakit harus ditandu (pikul) dengan alat seadanya (warga yang sakit diusung dimasukkan kedalam kain sarung) melintasi derasnya air sungai untuk berobat di puskesmas, bukan itu saja, anak sekolah yang akan mengikuti ujian akhir juga mengalami kendala bila banjir meluap deras.  


Pembangunan jembatan gantung ini merupakan inisiasi dari Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum. yang sebelumnya meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Cisa’at.




Berkat dukungan dari seluruh warga Dukuh Cisa’at, dalam waktu 2 bulan jembatan gantung dengan panjang 70 meter ini sudah bisa dinikmati oleh warga.


Kepala Dusun bapak Rio merasa bangga karena sudah memiliki jembatan penghubung antar dukuh itu dengan harapan warga Cisa’at yang dikenal terisolir, kini sudah menjadi Dukuh yang menarik nan indah, karena ada Jembatan Gantung Merah Putih 3 sebagai tempat Destinasi Wisata baru. 


Ada 120 Kepala Keluarga yang selama ini terisolir, kini sudah bisa membuka akses.


"Warga Cisa’at mengandalkan hasil pertanian, bahkan anak sekolah dan perekonomian terhenti jika air sungai meluap, Alhamdulillah kini sudah terbuka lebar untuk anak-anak meraih cita-cita mereka yang lebih tinggi, petani juga mengeluarkan biaya yang minim dalam menjual hasil panen," kata Rio.


“Warga Cisa’at menitikkan air mata saat melangsungkan Do’a Syukur selesainya pembangunan jembatan, wajah mereka seakan-akan tak percaya dengan apa yang mereka lakukan, satu pedukuhan kecil bisa membangun Jembatan yang begitu megah dan mewah terwujud seakan-akan mereka tidak percaya”. Ungkap Kadus Rio.


Merekapun mengucapkan terima kasih kepada Dandim Brebes, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, dan relawan serta seluruh yang terlibat dalam pembangunan jembatan gantung tersebut.


"Alhamdulillah hari ini warga Dukuh Cisa’at sudah menikmati Jembatan Gantung Merah Putih 3," ujarnya.


Sementara itu, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto mengungkapkan bahwa Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at terbangun karena adanya semangat dan gotong-royong warga dan relawan serta campur Tangan Tuhan yang memberikan bantuan baik berupa Material maupun pikiran serta tenaga. Kini Tiang Pancang di Dukuh Cisa’at berdiri menjulang nan kokoh.


“Alhamdulillah berkat gerakan tangan Tuhan dan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih 3 sudah berdiri tegak, mari kita pelihara dan jaga," ungkap Dandim.


Sementara itu, Perwakilan Tim Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3, Cecep, mengungkapkan rasa bangga kepada warga pedukuhan Cisa’at yang penuh semangat tak kenal lelah untuk mencapai cita-cita memiliki Jembatan yang selama ini didam-damkan.


"Tidak ada kata lain, Warga Cisa’at sangat hebat, guyub, kekeluargaan, kompak dan ulet, sehingga terwujudlah mimpi bapak-bapak dan ibu-ibu memiliki Jembatan Gantung Merah Putih 3," katanya. (Pen0713)