Tampilkan postingan dengan label Jembatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jembatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Mei 2024

Pangdam IV/Diponegoro Tinjau Program Ketahanan Pangan dan Resmikan Jembatan Gantung Merah Putih di Brebes

  BREBES - Pangdam IV Diponggoro, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Deddy Suryadi SIP MSi meresmikan jembatan Gantung Merah Putih yang dibangun Kodim 0713/Brebes bersama warga di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (28/5/2023).

Jembatan gantung tersebut menghubungkan Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dengan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes.

Dibangunnya jembatan gantung tersebut, warga Kalinusu sekarang tidak perlu menumpang perahu atau menyebrangi sungai Pemali tersebut.

Mayjen Deddy Suryadi mengatakan, pembangunan dan peresmian jembatan gantung di Desa Kalinusu Buniayu ini merupakan yang ke sekian kalinya.

 






"Semoga bisa memberi manfaat bagi warga," harapnya.

Pangdam Mayjen Deddy Suryadi juga berharap jembatan yang dibangun dapat bermanfaat dengan semestinya. 

Disamping itu juga, bisa mempererat silaturahmi bagi masyarakat kedua wilayah, baik warga Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes.

Ikut diresmikan juga secara simbolis jembatan gantung Merah Puti Wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong dan Jembatan Gantung Merah Putih Cisaat Bantarkawung. 

Usai peresmian dilanjutkan dengan penyerahan paket sembako yang diberikan secara simbolis oleh Pangdam IV/Diponegoro kepada masyarakat serta penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.

Hadir pada kesempatan tersebut, Pj Bupati Brebes, Iwannudin Iskandar SH MHum, Kapolres Brebes AKBP Guntur M Thariq, dan pejabat lainnya. 

Pj Bupati Brebes, Iwannudin mengucapkan terima kasih kepada Pangdam IV/Diponegoeo yang telah meresmikan jembatan gantung tersebut. 

“Jembatan gantung ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat dua wilayah Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Bantarkawung, dan juga Tonjong,” ujarnya. 

Kamis, 23 Mei 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 2 Kalinusu Dikunjungi Banyak Wisata

 Brebes – Sejak dibangunnya Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu, kini Kalinusu dibanjiri pengunjung dari luar desa bahkan luar daerah untuk melihat sekaligus berjalan menginjakkan kakinya diatas Jembatan Gantung sepanjang 80 meter diatas sungai Pemali yang berlokasi antara Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dengan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (23/05/2024).


Jembatan Gantung Merah Putih 2 dibangun atas inisiasi Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama dengan Pj. Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum dengan Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan.







Jembatan Gantung ini sudah diharapkan 80 tahun silam oleh salah satu tokoh masyarakat Kalinusu H. Sugono, sejak kecil ia mengharapkan ada Jembatan untuk akses pendidikan, ekonomi, perdagangan dan lebih miris lagi saat ada warga yang emergency untuk dievakusi yaitu saat akan melahirkan dan sakit lainnya.


“Alhamdulillah, Pak Dandim dan Pak Bupati Brebes memberikan impian disaat usia saya menginjak 80 tahun, saya tidak bisa berkata apa-apa, kecuali mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Pak Dandim dan Bupati Brebes serta seluruh masyarakat dan siapapun yang membantu terbangunnya Jembatan Gantung untuk anak cucu kami di Kalinusu”. Ucap Haji Gono.


“Warga Kalinusu kini punya Wisata Baru, yaitu Jembatan Gantung Merah Putih 2, coba lihat sendiri kesini, warga Kalinusu antusias berjualan apasaja dilokasi, mereka bisa mendapatkan rejeki dari para pengunjung yang datang dan melihat, berfoto selfi dan membeli hasil pertanian, makanan ditepian sungai Kalinusu”. Imbuhnya.


Sementara Kades Kalinusu Wasid membenarkan bahwa warganya setelah memiliki Jembatan Gantung ini mendapatkan rejeki nomplok setiap sore, sebab pengunjung seperti emak-emak dan anak muda berkunjung ke Kalinusu untuk melihat suasana sore diatas jembatan.


“Saya merasa bangga dengan TNI Khususnya Kodim 0713 Brebes, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes dan seluruh warga Kalinusu yang telah mendirikan Jembatan Gantung Merah Putih untuk kemajuan Kalinusu menjadi sejahtera”.  Terang Wasid.


“Saya menghimbau kepada seluruh warga Kalinusu dan siapun untuk merawat dan menjaga Jembatan ini dengan baik”. Tutup Kepala Desa.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes rencanaya akan diresmikan oleh Pangdam IV / Diponegoro pekan depan. (Pen0713).

Rabu, 15 Mei 2024

Jembatan Gantung Merah Putih di Kalinusu Selesai Dibangun

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si. mengapresiasi warga Desa Kalinusu yang melakukan gotong royong Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias membangun Jembatan Gantung Merah Putih secara guyub dan sangat tanpa mengenal lelah.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 itulah nama yang diberikan setelah Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas Gumantung terlaksana dan kini sudah dimanfaatkan warga.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 terbentang panjangnya 80 meter dari bibir sungai Pemali yang menghubungkan antara Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.


Hari ini Jembatan tersebut sudah bisa dilalui warga dan anak sekolah serta para pedagang dalam melakukan aktivitas. Rabu (15/05/2024).


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto mengatakan "Alhamdulillah Jembatan Gantung Merah Putih 2 sudah terwujud, itu semua karena jerih payah, keringat, pemikiran, materiil dan doa dari seluruh warga Kalinusu dan warga kabupaten Brebes, yang dulunya sulit dalam jalur transportasi melintasi sungai saat banjir, kini sudah tidak lagi". tuturnya.





"Saya mengucapkan terima kasih juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, relawan dan lainnya sehingga terwujud impian warga Kalinusu yang sudah lama diimpikan hari ini sudah bisa dinikmati". Imbuhnya.


Wasid Kepala Desa Kalinusu sangat senang dengan apa yang telah dilakukan Kodim 0713 Brebes dan Pemda Brebes memberikan Jembatan Gantung Merah Putih kepada warganya.


Tinggal menghitung hari, Jembatan Gantung Merah Putih rencananya akan diresmikan oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si. (Pen0713).

Senin, 13 Mei 2024

Ratusan Warga Kalinusu Angkat Sling Baja Jembatan Gantung Merah Putih 2

 Brebes – Ratusan warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu berjejer bak seperti ular mengangkat sling baja Jembatan gantung merah putih 2 yang dilakukan secara bergotong-royong melintasi sungai Pemali. Senin (13/05/2024).


Sling Baja sepanjang sepanjang 120 meter ini akan dibentangkan diatas tiang pancang jembatan gantung merah putih 2 yang sudah dinanti-nantikan warga.






H. Sugondo (80) warga dukuh Kutagaluh memimpin do’a saat dimulainya gotong-royong mengatakan bahwa baru pertamakalinya sejak lahir bisa menyaksikan proses pembuatan jembatan gantung.


“Alhamdulillah atas ridho Allah SWT, diusia saya yang menginjak 81 tahun ini baru melihat secara langsung pembuatan jembatan gantung”. Tutur H. Sugondo.


“Terima kasih TNI Kodim 0713 Brebes dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes serta warga Kalinusu yang telah membantu sekuat tenaga dalam memproses pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengatakan bahwa antusias warganya sangat tinggi dalam melakukan gotong-royong, terlihat saat pengangkatan Sling Baja dan Papan Jembatan sangat cepat dan kompak.


Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang berada di Dukuh Kutagaluh Desa Kalinusu ini nantinya akan menghubungkan 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Bantarkawung yang direncanakan hari selasa (14/05) selesai pemasangan papan dan bisa dilewati warga. (Pen0713).

Kamis, 09 Mei 2024

TMMD Sengkuyung Tahap II Kodim 0713 Brebes Di Desa Tambak Serang Bangun Jembatan Pengubung

 Brebes - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2024 Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma dengan tema “Dharma Bhakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di Wilayah”, yang dilaksanakan di Lapangan Desa Tambak Serang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Rabu (08/05/2024).


Bertindak selaku Inspektur upacara PJ. Bupati Brebes yang diwakili Asisten I  Sekda Brebes Drs. Khaerul Abidin, M.Si dan Komandan Upacara Danramil 14 Banjarharjo Kapten Infanteri Agus Widodo.







Pada kesempatan tersebut, Pasiter Kodim 0713 Brebes Kapten Arh Suryadi, SH membacakan laporan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2024, pelaksanaan TMMD yang berlokasi di Tambak Serang waktu dari Tanggal 8 Mei sampai dengan 6 Juni 2024.


Adapun sasaran fisik meliputi Pembangunan Jembatan 14,3 meter, Rabat Beton dan Sandseet 169 meter, Pembangunan jalan Telpot sekaligus rabat beton panjang 267 meter, pbangunan talud sepanjang 101 meter, plat deker 3 unit sepanjang 7 meter, pbangunan 3 unit gorong-gorong panjang 9 meter serta rehab 4 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni).


Dan untuk kegiatan non fisik melaksanakan sosialisasi/penyuluhan dan ketrampilan yang dilaksanakan oleh dinas dan instansi Pemerintah Daerah Brebes, Kodim 0713 Brebes dan Polres Brebes.


Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si pada saat meninjau lokasi TMMD menyampaikan Manfaat yang diperoleh antara lain terealisasinya pembangunan ruas jalan penghubung dan Jembatan antara Dukuh Randegan dengan Dukuh Tambak Serang, Tersedianya akses transportasi bagi masyarakat antar dusun, meningkatnya hubungan kemasyarakatan antar desa dan Kecamatan, meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menumbuhkembangkan semangat gotong royong masyarakat.


Sementara Kepala Desa Tambak Serang Usef Asikin, S.Sos mengungkapan rasa bangga dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemda dan Kodam 0713 Brebes karena desanya diberikan program TMMD yang sangat diharapkan warga.


"Alhamdulillah kini warga Dukuh Randegan dengan 50 KK dan Dukuh Tambak Serang 100 KK kini tidak lagi menyebrangi kali karena program TMMD Sengkuyung membangunkan jembatan penghubung, selain program lainnya, Dandim dan Forkompimda Brebes juga memberikan bantuan sosial kepada warga saat selesai upacara pembukaan". imbuh Usef.(Pen0713).

Kamis, 02 Mei 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Sudah Jadi, Dukuh Cisa’at Tak Lagi Terisolir

 Brebes - Warga di Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes akhirnya bisa bernapas lega. Puluhan tahun berharap ada jembatan,  kini impian itu terwujud.


Jembatan Gantung Merah Putih 3 akhirnya akhirnya rampung dikerjakan, Kamis 2 Mei 2024.


Jembatan yang berdiri kokoh membentang panjang kini sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rezekinya.


Dulu warga harus berjalan kaki selama 1.5 jam untuk membeli isi tabung gas  3 kg dengan digendong melintasi sungai Glagah, warga yang sakit harus ditandu (pikul) dengan alat seadanya (warga yang sakit diusung dimasukkan kedalam kain sarung) melintasi derasnya air sungai untuk berobat di puskesmas, bukan itu saja, anak sekolah yang akan mengikuti ujian akhir juga mengalami kendala bila banjir meluap deras.  


Pembangunan jembatan gantung ini merupakan inisiasi dari Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum. yang sebelumnya meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Cisa’at.




Berkat dukungan dari seluruh warga Dukuh Cisa’at, dalam waktu 2 bulan jembatan gantung dengan panjang 70 meter ini sudah bisa dinikmati oleh warga.


Kepala Dusun bapak Rio merasa bangga karena sudah memiliki jembatan penghubung antar dukuh itu dengan harapan warga Cisa’at yang dikenal terisolir, kini sudah menjadi Dukuh yang menarik nan indah, karena ada Jembatan Gantung Merah Putih 3 sebagai tempat Destinasi Wisata baru. 


Ada 120 Kepala Keluarga yang selama ini terisolir, kini sudah bisa membuka akses.


"Warga Cisa’at mengandalkan hasil pertanian, bahkan anak sekolah dan perekonomian terhenti jika air sungai meluap, Alhamdulillah kini sudah terbuka lebar untuk anak-anak meraih cita-cita mereka yang lebih tinggi, petani juga mengeluarkan biaya yang minim dalam menjual hasil panen," kata Rio.


“Warga Cisa’at menitikkan air mata saat melangsungkan Do’a Syukur selesainya pembangunan jembatan, wajah mereka seakan-akan tak percaya dengan apa yang mereka lakukan, satu pedukuhan kecil bisa membangun Jembatan yang begitu megah dan mewah terwujud seakan-akan mereka tidak percaya”. Ungkap Kadus Rio.


Merekapun mengucapkan terima kasih kepada Dandim Brebes, Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, dan relawan serta seluruh yang terlibat dalam pembangunan jembatan gantung tersebut.


"Alhamdulillah hari ini warga Dukuh Cisa’at sudah menikmati Jembatan Gantung Merah Putih 3," ujarnya.


Sementara itu, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto mengungkapkan bahwa Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at terbangun karena adanya semangat dan gotong-royong warga dan relawan serta campur Tangan Tuhan yang memberikan bantuan baik berupa Material maupun pikiran serta tenaga. Kini Tiang Pancang di Dukuh Cisa’at berdiri menjulang nan kokoh.


“Alhamdulillah berkat gerakan tangan Tuhan dan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih 3 sudah berdiri tegak, mari kita pelihara dan jaga," ungkap Dandim.


Sementara itu, Perwakilan Tim Pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3, Cecep, mengungkapkan rasa bangga kepada warga pedukuhan Cisa’at yang penuh semangat tak kenal lelah untuk mencapai cita-cita memiliki Jembatan yang selama ini didam-damkan.


"Tidak ada kata lain, Warga Cisa’at sangat hebat, guyub, kekeluargaan, kompak dan ulet, sehingga terwujudlah mimpi bapak-bapak dan ibu-ibu memiliki Jembatan Gantung Merah Putih 3," katanya. (Pen0713)

Jumat, 26 April 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Sudah Buka Keterisoliran Warga Dukuh Cisa’at

 Brebes - Puluhan tahun terisolir warga Dukuh Cisa’at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes kini bernafas lega karena Dukuh mereka yang berada masuk wilayah Desa Pengarasan sedang dibangun jembatan yang akan membuka Dukuh Cisa’at dengan melintasi atas sungai Glagah.


Harapan mereka terwujud atas inisiatif kuat dari warga, relawan serta didukung Kodim 0713 Brebes dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes dengan memberikan berupa material tiang pancang, sling, semen, papan jembatan dan terealisasinya jembatan atas Inisiatif Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar. S.H., M.Hum.







Dengan dibangunnya jembatan gantung tersebut, warga yang akan menuju ke kota pusat peemrintahan baik untuk sekolah, berdagang, kesehatan, dan aktivitas lainnya, tidak lagi menyusuri sungai. Namun mereka dapat menggunakan jembatan yang jauh lebih aman apalagi ketika air sungai meluap atau banjir.


Puluhan tahun lalu, Dukuh Cisa’at sangat mengharapkan jembatan guna beraktifitas menjalankan roda perekonomian dan pendidikan. Namun pada tahun 2024 awal, angin segar diterima warga Cisa’at yang memiliki 100 KK dari Komandan Kodim dan PJ Bupati yang secara langsung meninjau lokasi tempat dimana akan dibangunkannya Jembatan Gantung Merah Putih 3.


Dandim 0713 Brebes mengatakan “Alhamdulillah berkat bantuan Tangan Tangan Tuhan, Jembatan Gantung sepanjang 60 meter di Dukuh Cisa’at ini akan digunakan secepatnya, terbukti hari ini sudah pemasangan papan dan finishing”. Tutur Dandim.


“Himbauan dari Bapak PJ. Bupati Brebes agar warga masyarakat yang memanfaatkan Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini agar merawat bersama-sama hingga anak cucu”. Tutupnya.


Sementara Batituud Koramil 12 Bantarkawung, Peltu Diono menambahkan bahwa dalam proses pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini dikerjakan hanya 30 orang dipimpin Suntana dari Bogor sebagai pengawas.


Disamping Dukuh Cisa’at yang sudah terlaksana pembangunannya, ada satu lagi Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang sekarang masih berproses pembuatan talud tiang pancang, yakni di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu.


Kodim 0713 Brebes dan Pemda saat ini sedang membangun 3 Jembatan Gantung Merah Putih, yang sudah digunakan adalah di Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Jembatan Gantung Merah Putih 3 di Dukuh Cisa’at Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung.


Melalui Program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Dandim dan PJ. Bupati Brebes akan memberikan kiprahnya untuk membantu dan mensejahterakan masyarakat Brebes. (pen0713).

Kamis, 28 Maret 2024

Warga Desa Kalinusu dan Relawan Gotong Royong Cor Bekisting Menara Jembatan Gantung Merah Putih 2

 Brebes – Setelah Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas GUmantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong selesai berdiri, kini giliran Jembatan Gantung Merah Putih 2 dibangun dengan cara bergotong royong dengan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias.


Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias hari ini melaksanakan pengecoran Bekisting Menara Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang akan menghubungkan antar 2 kecamatan yakni Kecamatan Bumiayu dan Bantarkawung, lokasi pembangunan berada di Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu dan Dukuh Karangwungu, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (28/03/2024).







Jembatan Gantung Merah Putih 2 Desa Kalinusu panjangnya 70 meter dengan lebar 2 meter.


Dikatakan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih yang kedua ini atas dasar permintaan warga masyarakat dimana apabila banjir di sungai Kalinusu aktivitas warga terhenti dan harus berputar melewati pusat kota Bumiayu dengan menghabiskan waktu 45 menit, anak sekolah diliburkan jika terjadi banjir dan melakukan evakuasi warga yang sakit melewati sungai dengan ditandu menggunakan kain sarung yang digantung dengan kayu untuk dipikul.


Dengan dasar tersebut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum merespon dengan cepat, mengingat kebutuhan Jembatan di Kalinusu sangat diharapkan sudah berpuluh-puluh tahun oleh warga.


Kepala Desa Kalinusu Wasid (57) saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa gotong royong Gerakan Tangan Tuhan yang dicetuskan oleh Pak Dandim Brebes sangat menggugah semangat warga Kalinusu untuk secepatnya meiliki jembatan penghubung dimana warga sangat membutuhkan dalam mengais rejeki baik mengantar hasil pertanian, perkebunan dan lainnya.


“Terima Kasih Pak Dandim, semoga Pak Dandim beserta keluarga diberikan kesuksesan dan kesehatan serta karier lancer. Aaamiin”. Tutur Wasid.


“Keberkahan rejeki dibulan ramadhan ini sangat berarti unutk warga Kalinusu, dimana harapan satu-satunya jembatan ini untuk anak cucu kami agar sama dengan daerah-daerah lain, yaitu menikmati hidup yang layak dan pendidikan yang tinggi”. Imbuhnya.

“Bila menggingat kejadian saat sungai banjir, banyak anak-anak sekolah tidak bisa berangkat dan perekonomian tersendat dan harus mengeluarkan ongkos dan biaya lumayan banyak, sehingga keuntungan pedagang dan petani sangat sedikit (pas-pasan), pernah ada ibu-ibu yang akan melahirkan bahkan orang dewasa dan anak-anak saat mengalami sakit harus menahan diri menunggu air sungai surut atau harus berputar menuju pusat kota Bumiayu”. sebutnya.


Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, Dandim 0713 Brebes membantu kesulitan masyarakat dengan selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh stakeholder guna membantu pemerintah membangunkan Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Bumiayu. (Pen0713).

Jumat, 22 Maret 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 3 Juga Sudah Mulai Dikerjakan

  Brebes – Berawal dari laporan warga yang ditanggapi serius oleh Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si dan PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum bahwa ada warga yang sakit ditandu dengan kain sarung melintasi sungai Glagah untuk berobat diwilayah Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, hal ini disampaikan salah satu warga Dukuh Cisa’at bahwa saat warga ada yang sakit dan ingin berobat harus melintasi sungai, itulah satu-satunya jalan yang harus dilewati karena dianggap paling dekat dengan pusat kesehatan.


Bukan hanya warga yang sakit saja, hasil pertanian, perkebunan dan peternakan juga harus melintasi sungai serta anak-anak yang memiliki cita-cita tinggi terhambat dengan derasnya air sungai Glagah yang akhirnya harus kembali terpaksa belajar dirumah 

Karena banjir.


Kodim 0713 Brebes, Polres dan Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes terketuk akan hal ini, dengan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dan bekerja Tulus dan Ikhlas, hari ini sudah dimulai pengerjaan penggalian untuk pondasi tiang pancang Jembatan Gantung yang dinamakan Jembatan Gantung Merah Putih 3. Kamis (21/03/2024).


Sebelumnya Kodim, Polres dan Pemda Brebes sudah membangun Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas Gumantung Kecamatan Tonjong saat ini sudah bisa digunakan oleh warga, selanjutnya Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang berada di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan sekarang Pembangunan Jembatan Merah Putih 3 di Desa Pengarasan Kecamatan Bantarkawung sudah memasuki pembuatan lubang tiang pancang.






Menurut Dandim 0713 Brebes, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa saat ini sudah ad 3 Jembatan Gantung yang dibangun dengan menggunakan system Karya Bhakti TNI bersama Polri dan masyarakat dalam pembuatan akses jalan Jembatan Gantung sungai Glagah sebagai akses untuk melayani warga Dukuh Cisa'at, Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes menuju Desa Kesambi Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.


“Bismillah, warga Dukuh Cisa’at nantinya akan dipermudah dalam mengevakuasi apabila ada yang sakit dan anak-anak sekolah bisa kejenjang lebih tinggi lagi dengan akses jalan melalui Jembatan Gantung”. Papar Dandim Letkol Sapto Broto.


“Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini yang nantinya sebagai akses untuk mempermudah perjalanan warga Dukuh Cisa'at menuju pasar guna memenuhi kebutuhan ekonomi, sekolah tingkat SMP dan SMA serta Puskesmas untuk berobat atau bagi ibu hamil yang akan melahirkan”. Imbuhnya.


Sesuai data sensus BPS Kabupaten Brebes tahun 2020, Desa Pengarasan memiliki 11.945 jiwa, sehingga apabila Jembatan Gantung Merah Putih 3 ini terwujud maka warga Dukuh Cisa’at yang berjumlah 302 KK terselamatkan dari keterisoliran. (Pen0713).

Kamis, 21 Maret 2024

Jembatan Gantung Merah Putih 2 Akan Dibangun di Desa Kalinusu

  Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias hari ini telah selesai melaksanakan karya bakti penggalian lubang pondasi angkur untuk Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang akan menghubungkan antar 2 kecamatan yakni di Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu dan Dukuh Karangwungu, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akan terhubung oleh Jembatan Gantung Merah Putih 2 sepanjang 70 meter. Kamis (21/03/2024).


Sebelumnya telah terwujud 100 persen Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas Gumantung yang menghubungkan ke Dukuh Satir Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, dan kini dilanjutkan pembanguna  Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Bumiayu.






Dikatakan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih yang kedua ini atas dasar permintaan warga masyarakat dimana apabila banjir di sungai Kalinusu aktivitas warga terhenti dan harus berputar melewati pusat kota Bumiayu dengan menghabiskan waktu 45 menit.


Dengan dasar tersebut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum merespon dengan cepat, mengingat kebutuhan Jembatan di Kalinusu sangat diharapkan sudah berpuluh-puluh tahun oleh warga.


Kepala Desa Kalinusu Wasid bersama puluhan warga menyambut Dandim saat cek lokasi yang akan dibangun Jembatan Gantung dengan berharap mimpinya bersama warga terwujud memiliki Jembatan.


“Saya seperti bangun dari tidur langsung disamber petir, tiba-tiba Pak Dandim datang dan menerima keluhan warga tentang akses jembatan yang sangat vital dalam aktivitas keseharian warga saya sehari-hari”. Tutur Wasid.


“Saat sungai banjir, anak-anak sekolah tidak bisa berangkat dan perekonomian tersendat dan harus mengeluarkan ongkos dan biaya lumayan banyak, sehingga keuntungan pedagang dan petani sangat sedikit (pas-pasan)”. Imbuhnya.


“Apalagi pernah ada ibu-ibu yang akan melahirkan bahkan orang dewasa dan anak-anak saat mengalami sakit harus menahan diri menunggu air sungai surut atau harus berputar menuju pusat kota Bumiayu”. Sebut Kades Kalinusu.


“Sungguh Allah Maha melihat dan mengetahui segala sesuatunya, melalui Pak Dandim Brebes Letkol Sapto Broto ini diwujudkan melalui programnya Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias”. Papar Kades Wasid.


Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, Dandim 0713 Brebes akan selalu membantu kesulitan masyarakat dengan selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh stakeholder guna membantu pemerintah dalam membangun NKRI.


“Alhamdulillah Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Desa Kutamendala sudah selesai, itu karena Pemda, Polri, warga masyarakat melalui doa dan pikiran serta tenaganya membantu mendirikan Jembatan Gantung Merah Putih 1 dengan Tulus dan Ikhlas”. Papar Dandim.


Perlu diketahui bahwa Jembatan Gantung Merah Putih 1 adalah Jembatan Gantung pertamakalinya berdiri di Kabupaten Brebes, yakni di Desa Kutamendala dengan bentangan panjangnya 70 meter dan lebar 2 meter dan kini sudah dapat dimanfaatkan oleh warga. (Pen0713).

Terima Kasih Pak Dandim, Jembatan Gantung Merah Putih Sudah Jadi

 Brebes  - Warga Dukuh Wadas Gumantung dan Duku Satir khususnya (19/03) merasa lega dan bahagia, karena Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri kokoh membentang panjang sudah bisa dilewati anak-anak sekolah, petani, pedagang dan warga pendatang yang ingin mengais rejekinya di Desa Kutamendala.


Jembatan Gantung Merah Putih atas inisiasi Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dan PJ. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum serta dukungan dari seluruh warga Desa Kutamendala, dalam waktu 2,5 bulan Jembatan Gantung sudah bisa dinikmati oleh warga.








Tampak terlihat betapa indahnya Jembatan Gantung berdiri, dan seperti mimpi hanya dalam waktu singkat kini warga sudah bisa berjalan diatas Jembatan. 


Ini adalah hasil atas perjuangan yang dilakukan warga Wadas Gumantung dalam menggapai mimpinya memiliki akses jalan penghubung untuk menikmati kemerdekaan seperti di daerah-daerah lain.


Dandim, Bupati, Kapolres bersama Suntana Ketua Tim Pembangunan Jembatan Gantung di Wadasgumantung mensuport penuh untuk kelancaran pembanguna  ini, dimana TNI-Polri dan Pemerintah Daerah sudah sepantasnya selalu bersinergi dalam membantu masyarakat diwilayah.


Semangat warga dan relawan melaksanakan Gotong Royong Gerakan Tangan Tuhan menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas terwujud hari ini, Kini Tiang Pancang di Dukuh Wadas Gumantung berdiri menjulang nan kokoh. Kamis (21/03/2024).


“Alhamdulillah berkat Gerakan Tangan Tuhan dan seluruh warga serta relawan, Jembatan Gantung Merah Putih sudah berdiri tegak antara Dukuh Satir dan Dukuh Wadas GUmantung”. Papar Dandim.


Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan, melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Jembatan Gantung bersama dengan Pemerintah Daerah untuk membantu kesulitan rakyat hanya bisa dikerjakan oleh tangan tangan Tuhan yang rela memberikan pemikiran, materi dan tenaga tanpa imbalan apapun, kecuali mencari pahala dan rejeki serta keridhoan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.


“Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias Dengan Tulus Ikhlas Kodim 0713 Brebes Korem 071 Wijayakusuma bersama Pemda Brebes kini sudah terpasang dan akan melanjtkan kembali pembangunan Jembatan Gantung di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu dan Desa Pengarasan, Kecamatan Bantarkawung, Membangun Jembatan Gantung ini adalah agar anak-anak bisa menikmati sekolah dengan baik dan tidak ada kendala dalam transportasi jalan atau jembatan sebagai penghubung ke sekolah”. Tutur Dandim Brebes.


Sementara Suntana mengungkapkan rasa bangga kepada kedua warga pedukuhan yang penuh semangat tak kenal lelah, baik bapak-bapak, emak-emak, anak-anak dan relawan terus bekerja sehingga terwujudlah mimpinya memiliki Jembatan Gantung Merah Putih.


“Saya terharu dan bangga, seluruh warga di Desa Kutamendala sangat guyub dan kompak dalam pembangunan Jembatan Gantung, semoga ini menjadi ladang ibadah dari Kodim, Tim Pembangunan dan seluruh warga serta relawan”. Tutur Suntana.


Diseberang utara sungai Dukuh Satir, Kepala Desa Kutamendala H. Fathuri S.Ag. merasa bangga karena sudah memiliki Jembatan Pengbuhung antar Dukuh, sehingga warga saya 270 Kepala Keluarga (1.000 jiwa)  yang selama ini terisolir, bahkan anak sekolah dan perekonomian di Dukuh Wadas Gumantung terhenti kini sudah terbuka lebar untuk meraih cita-cita mereka yang lebih tinggi.


“Setelah melihat Jembatan Gantung berdiri, saya menitikkan air mata, syukur Alhamdulillah, ini terwujud melalui campur tangan Tuhan, dalam waktu singkat Tiang Jembatan bisa digunakan”. Tutur Kepala Desa.


“Terima Kasih Pak Dandim, Terima Kasih Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes, Terima Kasih Pak Suntana dan relawan serta seluruh yang terlibat dalam pembangunan Jembatan Gantung yang akan mebuka keterisoliran dukuh di desa kami” imbuhnya.


"Alhamdulillah hari ini warga Dukuh Wadas Gumantung sudah menikmati Jembatan Gantung Merah Putih”. tutup Kades. (Pen0713)

Minggu, 03 Maret 2024

Pengecatan Material Jembatan Gantung Frame dan Plat Baja dengan warna Merah

 Brebes - Jembatan Gantung Merah Putih dengan Gerakan Tangan Tuhan Membangun Brebes Berhias sudah terpasang tiang pancang 100 persen diduantitik, diantaranya Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung.


Kali ini, Slin Baja panjang 70 meter sudah tiba dilokasi Dukuh Satir dan Plat Baja juga sudah dalam pengerjaan pengecatan oleh TNI dan Warga. Minggu (03/02/2024).


Disampaikan Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa sebentar lagi Jembatan Gantung Merah Putih akan segera terpasang sebelum Hari Raya Iedul Fitri.




"Semoga dengan terbangunnya Jembatan Gantung yang merupakan  akses jalur perekonomian para petani yang akan menghubungkan antara Dukuh Satir dengan Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala Kec. Tonjong Kab. Brebes ini segera terwujud sesuai harapan warga". papar Dandim.


"Kegiatan hari ini pemindahan plat baja ke lokasi jembatan gantung sudah dilakukan bersama warga, di lanjutkan pengecatan plat dengan warna khas yaitu merah dan tiangnya putih". Imbuhnya.


Pembangunan Jembatan Merah Putih atas inisiasi dari Dandim Brebes ini pertamakalinya dibangun, dan akan dibangun juga di Desa Kalinusu Kecamatan Bumiayu menghubungkan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung dan 1 lagi di Dukuh Cisaat yang akan menghubungkan Margasari Tegal.


Dalam waktu dekat bersamaan pemasangan plat baja Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kalinusu juga akan segera dibangun Jembatan Gantung Merah Putih. (Pen0713)

Minggu, 25 Februari 2024

Dandim Brebes Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Kalinusu

 Brebes - Kembali Survey dengan Gerakan Tangan Tuhan  Menuju Brebes Berhias, Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si menerima laporan langsung dari warga Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu mengeluh minta dibuatkan Jembatan Gantung. Sabtu (24/02/2024).


Tak berapa lama, Dandim bersama Tim Pbangunan Jembatan Gantung beserta DPU TARU Kabupaten Brebes survey dilokasi yang disambut oleh warga setempat.


Dandim 0713 Brebes bersinergi dengan Pemkab Brebes untuk membangun Jembatan Gantung yang akan menghubungkan Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu menuju Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung.


Disinilah akan ada pertemuan dua bahasa, Bahasa Jawa Ngapak Brebesan (Bumiayu) dengan Sunda (Bantarkawung) walaupun masih dalam satu wilayah Kabupaten.


Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si saat survey bersama Tim Pembuat Jembatan Gantung didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Brebes secara langsung melihat kondisi tempat yang rencananya akan dibangun Jembatan Gantung sepanjang 80 meter dalam waktu dekat.


Dandim Brebes saat bertemu dengan warga Desa Kalinusu dilokasi mengatakan “Mari kita bekerjasama dengan bergotong-royong melalui Tangan Tuhan, Bapak Ibu tidak harus mengeluarkan uang, tapi berilah tenaga dan pikirannya agar Jembatan Gantung ini segera terwujud”. Tutur Dandim Letkol Sapto Broto.








“Semua akan berjalan jika saling mendukung dan membantu secara Tulus dan Ikhlas, seperti yang sudah berjalan pembangunan Jembatan Gantung di Tonjong, yaitu di Dukuh Satir dan Dukuh Wadas Gumantung”. Imbuhnya.


Sementara Kepala Desa Kalinusu Wasid mengungkapkan rasa syukur akan dibangunnya Jembatan Gantung didesanya, sebab dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sampai sekarang warga Kalinusu selalu menyebrang sungai untuk mencari nafkah dan sekolah”. Tutur Wasid.


“Coba bayangkan ada 8.000 KK dan 10.600 jiwa semenjak Kemerdekaan Indonesia Tahun 1945, warga Kalinusu selalu memutar jalan bilamana mengurus administrasi ke Kecamatan Bumiayu yang memakan waktu kurang lebih 45 menit dengan jarak  9 KM, Biayapun dikeluarkan secara pribadi jika menggunakan ojek motor dengan membayar 20 ribu sekali jalan, bila naik perahu per-orang 2 ribu dan jika membawa motor dikenakan 10 ribu, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah, mereka harus melintasi rintangan derasnya air sungai untuk menuju Kecamatan Sebrang yakni Kecamatan Bantarkawung”. Ucap Kades Kalilnusu terlihat berkaca-kaca matanya hari akan ada rencana pembangunan jembatan gantung.


“Syukur Alhamdulillah, Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, kini mimpi warga Kalinusu akan terwujud, semoga Pak Dandim diberikan kesehatan dan sukses”. Tutup Wasid di amin kan seluruh warga yang hadir menyaksikan pengukuran panjang Jembatan Gantung Meah Putih. (Pen0713).