Tampilkan postingan dengan label Relawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relawan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 September 2024

Koramil 12 Bantarkawung dan Relawan Bersih-Bersih Sungai

 Brebes - Anggota Koramil 12/Bantarkawung, Kodim 0713/Brebes Kerja Bakti Bersih sampah dibawah jembatan Sungai Kaliraja bersama relawan, Dinas Lingkungan Hidup Brebes dan Camat Bantarkawung dan masyarakat Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah. Minggu (08/09/2024) 


Selain sebagai langkah nyata menjaga kebersihan, kegiatan ini juga untuk mengedukasi warga agar selalu menjaga perilaku tidak membuang sampah ke aliran sungai Kaliraja.





Pembersihan sampah-sampah dilakukan dengan jaring sampah, penggelontoran serta juga pengerukan sedimentasi sungai.


Dikatakan Kabid Lingkungan Hidup Brebes Ibu Andrie, S.Sos. menjelaskan “Kegiatan bersih-bersih sampah di sungai yang dilakukan oleh Koramil dan relawan bertujuan untuk menjaga kebersihan sungai, mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, Menjaga kesehatan dan keindahan sungai dan menciptakan lingkungan yang bersih”. Tuturnya.


Sementara Camat Bantarkawung Wartoid, S.IP., M.Si. menghimbau kepada warga masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah disungai yang nantinya akan beresiko banjir.

 

Harapanya dengan gerakan aksi bersih sungai ini juga didukung dengan kepedulian masyarakat dengan tidak membuang sampah sembarangan, sehingga sungai bersih lestari, sehat dan indah.(Pen0713)

Kamis, 28 Maret 2024

Warga Desa Kalinusu dan Relawan Gotong Royong Cor Bekisting Menara Jembatan Gantung Merah Putih 2

 Brebes – Setelah Jembatan Gantung Merah Putih 1 di Dukuh Wadas GUmantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong selesai berdiri, kini giliran Jembatan Gantung Merah Putih 2 dibangun dengan cara bergotong royong dengan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias.


Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias hari ini melaksanakan pengecoran Bekisting Menara Jembatan Gantung Merah Putih 2 yang akan menghubungkan antar 2 kecamatan yakni Kecamatan Bumiayu dan Bantarkawung, lokasi pembangunan berada di Dukuh Kutagaluh, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu dan Dukuh Karangwungu, Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (28/03/2024).







Jembatan Gantung Merah Putih 2 Desa Kalinusu panjangnya 70 meter dengan lebar 2 meter.


Dikatakan Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bahwa pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih yang kedua ini atas dasar permintaan warga masyarakat dimana apabila banjir di sungai Kalinusu aktivitas warga terhenti dan harus berputar melewati pusat kota Bumiayu dengan menghabiskan waktu 45 menit, anak sekolah diliburkan jika terjadi banjir dan melakukan evakuasi warga yang sakit melewati sungai dengan ditandu menggunakan kain sarung yang digantung dengan kayu untuk dipikul.


Dengan dasar tersebut, Dandim Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si bersama Pj. Bupati Brebes Iwannudin Iskandar, S.H., M.Hum merespon dengan cepat, mengingat kebutuhan Jembatan di Kalinusu sangat diharapkan sudah berpuluh-puluh tahun oleh warga.


Kepala Desa Kalinusu Wasid (57) saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa gotong royong Gerakan Tangan Tuhan yang dicetuskan oleh Pak Dandim Brebes sangat menggugah semangat warga Kalinusu untuk secepatnya meiliki jembatan penghubung dimana warga sangat membutuhkan dalam mengais rejeki baik mengantar hasil pertanian, perkebunan dan lainnya.


“Terima Kasih Pak Dandim, semoga Pak Dandim beserta keluarga diberikan kesuksesan dan kesehatan serta karier lancer. Aaamiin”. Tutur Wasid.


“Keberkahan rejeki dibulan ramadhan ini sangat berarti unutk warga Kalinusu, dimana harapan satu-satunya jembatan ini untuk anak cucu kami agar sama dengan daerah-daerah lain, yaitu menikmati hidup yang layak dan pendidikan yang tinggi”. Imbuhnya.

“Bila menggingat kejadian saat sungai banjir, banyak anak-anak sekolah tidak bisa berangkat dan perekonomian tersendat dan harus mengeluarkan ongkos dan biaya lumayan banyak, sehingga keuntungan pedagang dan petani sangat sedikit (pas-pasan), pernah ada ibu-ibu yang akan melahirkan bahkan orang dewasa dan anak-anak saat mengalami sakit harus menahan diri menunggu air sungai surut atau harus berputar menuju pusat kota Bumiayu”. sebutnya.


Melalui Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, Dandim 0713 Brebes membantu kesulitan masyarakat dengan selalu bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri dan seluruh stakeholder guna membantu pemerintah membangunkan Jembatan Gantung Merah Putih 2 di Desa Kalinusu Bumiayu. (Pen0713).

Kamis, 08 Februari 2024

Relawan dan Warga Tonjong Gotong Royong Angkat Tiang Jembatan Gantung

Brebes - TNI Koramil 09 Tonjong bersama Kades Kutamendala H. Faturi, S.Ag beserta perangkat desa, Relawan Brebes selatan diantaranya Relawan Mapala Sakti Paguyangan, Relawan Sapoe Bumi Kutamendala, Relawan BPBD Kabupaten Brebes Selatan dan Relawan dari Sirampog serta warga masyarakat Desa Kutamendala melaksanakan Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, yakni bergotong royong mengangkat dan memindahkan tiang pancang jembatan gantung dan material lainnya dari dukuh Satir menuju dukuh Wadas Gumantung. Rabu (07/02/2024).


Kegiatan Gotong Royong pengangkatan material menara utama jembatan gantung dan pengumpulan material, jembatan  gantung yang menghubungkan antara Dukuh Satir dengan Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes sebentar lagi akan terwujud.





Menurut hasil Survey oelh Tim Pembuat Jembatan Gantung di Sungai Glagah Desa Kutamendala panjangnya 70 Meter dan lebar jembatan 2 Meter.


Sedangkan panjang jalan yang akan menghubungkan antara Dukuh Wadas Gumantung menuju Dukuh Satir diperkirakan 1 kilometer, rencanya akan diperkeras dari jalan setapak menjadi jalan lebar 1,5 meter.


Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Manfaat Pembangunan Jembatan Gantung sangat banyak diantaranya dapat menghubungkan antara Dukuh Satir menuju Dukuh Wadas Gumantung yang selama ini terisolir”. Tutur Dandim.


“Jembatan Sungai Kali Glagah merupakan jembatan pengganti dari jembatan lama yang sudah tidak Bisa dipakai lagi dikarenakan roboh rusak terbawa arus banjir dan Jembatan ini merupakan jalur ekonomi para petani mengangkut hasil panen”. Imbuhnya.


“Saya mengapresiasi dan bangga pada warga masyarakat dan relawan yang tergabung dalam pengusungan atau pemindahan material Jembatan Gantung yang berjarak 1,2 kilometer dengan mengangkat bergotong-royong 2 menara sekaligus hari ini sudah dilokasi tempat Jembatan Gantung”. Papar Dandim Brebes.


“Rencana selanjutnya bertahap dengan pekerjaan pengecoran tower dan angkur Jembatan Gantung, Pengerjaan Abutmen Jembatan dan jalan  Akses menuju Jembatan Gantung, dan Pemasangan sling dan lantai jembatan gantung hingga finish” tutup dandim.


Pembuatan Jembatan Gantung diprakarsai hubungan baik antara Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dengan Mr. Tony Ruttiman dari Swiss yang dipercayakan Tehnisi Suntana dari Bogor serta bersinergi dengan Pemda Kabupaten Brebes. (Pen0713).

Rabu, 10 Februari 2021

Patut Dicontoh, Relawan Peduli Hutan di Salem Brebes Tanam Ribuan Pohon

 


Brebes – Relawan peduli kelestarian hutan, yang merupakan gabungan dari Dinas Kehutanan, TNI, dan Kelompok Tani Subur Jaya II Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan penghijauan di sekitar mata air pegunungan Cikokoro dan di hulu Sungai Cogreg serta Cipinang. Selasa (9/2/2021).







Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, melalui Babinsa setempat, Serka Wasim, mereka melakukan penanaman 2000 pohon sebagai bentuk kesadaran dari warga masyarakat di kawasan hutan, yakni Kampung Cikokoro, Desa Salem.


“Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan sumber mata air pegunungan dan mencegah bahaya banjir dan tanah longsor,” ungkapnya.


Sementara disampaikan Saeroji, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan Kecamatan Salem, adapun jenis pohon yang ditanam meliputi 500 batang bibit aren, 500 batang bibit kemiri, 500 batang bibit beringin, dan juga 500 batang bibit pohon keluak atau kluwek.


“Yang kita tanam adalah pohon kayu keras dan pohon produksi yang merupakan bantuan dari Balai Penyemaian Bibit di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan,” bebernya.


Saeroji berharap bahwa apa yang dilakukan mereka dapat bermanfaat bagi warga masyarakat di sekitar hutan kedepannya.


Tak lupa dirinya mengajak kepada masyarakat umum agar lebih peduli dan ikut melestarikan hutan, yakni tidak mengeksploitasi hutan secara liar untuk diambil kayu maupun dijadikan tanaman bonsai. (Aan)

Sabtu, 05 Desember 2020

Para Relawan Evakuasi Material Longsor di Ragatunjung Paguyangan Brebes

 Brebes – Tim gabungan penanggulangan bencana alam wilayah Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, berupaya membersihkan material longsor dari tebing setinggi 30 meter yang mengenai 4 pemukiman warga di Dukuh Menteng RT. 13 RW. 02, Desa Ragatunjung, Paguyangan.










Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Arhanud Suryadi, bahwa warga setempat yang dibantu para relawan juga sedang berupaya mengamankan tebing di belakang pemukiman warga, yakni dengan membuat tanggul darurat dari karung yang diisi tanah dan pemasangan patok.


Warga setempat yang terdampak langsung adalah Ibu Muplikha (40), Rakum (50), Saknan (55), dan Ibu Saripah (56). Sedangkan dampak lainnya adalah material tebing juga merusak pepohonan di bawahnya.


“Tebing longsor terjadi pada Rabu, 2 Desember 2020, sekitar pukul 16.00 WIB. Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp. 60 juta,” bebernya.


Lanjut Danramil, kini para relawan gabungan Kecamatan Paguyangan, sedang berupaya menanggulanginya dengan membersihkan material longsoran. Sementara keempat keluarga yang rumahnya terdampak sampai saat ini masih mengungsi di rumah tetangga maupun saudara. 


“Adapun sasaran pekerjaan lainnya adalah membuatkan jalan sambil membersihkan tumpukan material di samping rumah, membersihkan tanah berlumpur yang ada di dalam rumah, serta memotong rumpun bambu di samping rumah yang terbawa longsor,” tandasnya.


Sementara dijelaskan Kepala Desa Ragatunjung, Masduki, SE, bahwa longsor dipicu guyuran hujan yang begitu deras mulai siang sampai malam hari (2/12).


“Selaku pimpinan masyarakat Desa Ragatunjung dan mewakili keluarga terdampak tanah longsor, saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan para relawan gabungan terdiri dari TNI-Polri, anggota BPBD Brebes, Linmas dan Banser setempat, serta masyarakat setempat,” ungkapnya mengapresiasi. (Aan)

Jumat, 01 Mei 2020

Dapur Umum Covid-19 Kodim Brebes Terima Bantuan Masker dan Sembako Relawan SBB


Brebes – Dapur Umum (DU) lapangan Kodim 0713 Brebes yang mulai beroperasi dari tanggal 23 April 2020 lalu, masih eksis memasak sahur dan buka puasa untuk 20 orang PDP (Pasien Dalam Pemantauan) covid-19 yang dikarantina di Islamic Centre Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.





Salah satu pihak swasta perorangan atau Ormas yang peduli menyisihkan sebagian hartanya bagi sesamanya tersebut dan 10 orang petugas harian yang mengawasi dan melayani PDP, adalah relawan dari SBB (Sepakat Brebes Bermartabat), dengan memberikan bahan makanan berupa minyak goreng, mie instan, bawang merah dan putih, ikan asin, teh, susu, gula pasir dan puluhan masker.

Tampak Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE menerima bantuan di DU yang berada di lapangan apel Kodim. Kamis (30/4/2020).

Dandim Brebes menyatakan bahwa dapur akan terus beroperasi sampai dengan penanggulangan pandemi virus corona berakhir.

“Ini merupakan bentuk kepedulian dari masyarakat kepada sesamanya yang terkena dampak pandemi. Kita sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih,” ungkap Faisal Amri.

Sementara Asmi Majid (50), Koordinator SSB mengemukakan bahwa sedikit bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pihak TNI dalam membantu Pemda melakukan upaya penanganan wabah tersebut.

“Ini merupakan spontanitas dari Komunitas SSB. Kita serahkan kepada Kodim untuk dikelola bagi PDP dan masyarakat lainnya yang membutuhkan makanan karena mengalami lumpuh ekonomi akibat pandemi,” ungkap lelaki paruh baya yang merupakan pengusaha Alkes dari Desa Pulosari, Kecamatan Brebes.

Dirinya juga mengapresiasi inisiatif Dandim atas pengoperasionalan dapur tersebut yang telah berjalan satu pekan.

Sekedar diketahui, Kodim Brebes sebelumnya memberikan bantuan 200 paket sembako yang dibagikan secara serentak selama dua hari (23-24/4) di wilayah Kabupaten Brebes, yakni 17 Koramil/Kecamatan, kepada warga masyarakat yang betul-betul tidak mampu, non PKH, dan janda/manula yang tidak mempunyai penghasilan.

Bantuan untuk meringankan beban pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari itu meliputi beras 2,5 kg, 5 bungkus mie instan, 1,5 kg gula pasir, 5 butir telur bebek dan ayam, serta minyak goreng 1,5 liter.

Bantuan dibagikan langsung door to door guna menghindari kerumunan atau penerapan social distancing. (Aan)

Sabtu, 21 Desember 2019

Serma Wartono Bersama Relawan Membuka Pos Alternatif Jalur Utama Siaga Di Desa Bentarsari


Brebes - Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, BPBD Salem dan Para Relawan membuka Pos AJU 3 (Alternatif Jalur Utama) Siaga di desa Bentarsari. Minggu (22/12/2019)
















Relawan masyarakat yang tergabung dalam BANGBARA (Barudak Kumbang Sagara) yang beranggotakan masyarakat dan para relawan yang sementara ini berasal dari Desa Bentarsari, Bentar dan Ciputih beserta BAGANA (Banser Penanggulangan Bencana).

Bangbara sebagai perkumpulan para relawan terus membuka kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta tanggap dan secara sukarela membantu masyarakat khususnya dalam giat penanggulangan bencana dan selama ini juga membantu dalam banyak kegiatan diantaranya penghijauan sekitar jalur Lio.

Membantu para pengguna jalan sepanjang jalur Lio serta membantu jika terjadi kecelakaan sepanjang jalur Salem Banjarharjo dengan bekerjasama dan koordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, Banser dan paguyuban masyarakat lainnya.

Pos AJU 3 Salem sementara ini menempati ruangan yang cukup besar dan strategis yg merupakan lahan milik Risan , warga Desa Bentarsari yang berlokasi di jalan dekat Kantor Desa Bentarsari,Bagana juga berperan dalam jalur sepanjang Salem Banjarharjo.

Dalam forum silaturahmi dan pertemuan dengan Bangbara serta Bagana, Camat Salem, Nur Ari sangat mengapresiasi dan sangat berterimakasih atas kepedulian masyarakat , dalam  koordinasi dan kerjasama membantu masyarakat khususnya dalam kegiatan darurat siaga bencana dan proses evakuasi kecelakaan sepanjang jalur Salem Banjarharjo. 

"Dan mudah mudahan dalam program setiap Desa di Kecamatan Salem dapat di laksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan siaga dan tanggap bencana sebgaai salah satu bentuk kepedulian Desa dalam berupaya menyiapkan para relawan relawan masyarakat". Katanya

Hal yang sama disampaikan Sekcam Salem Ujang Wahyu yang juga hadir dengan Kasi Kesos Suripudin dan Kasubbag Saefurrohman.

Sebagai Pembina Bangbara, H. Kuteng, Mantri Karta dan Serma Wartono anggota Kodim 0713 Brebes juga banyak memberikan saran dan masukan dalam kegiatan penanggulangan bencana , dan memberikan saran agar tetap kompak dan betul betul ikhlas mengabdi kepada masyarakat.


Asper Perhutani Rusman yang hadir juga terus mendukung pengabdian para relawan kepada masyarakat.
Hadir dalam silaturahmi dengan Bangbara dan Banser Salem, Kades Bentarsari dan jajarannya serta Risan Wiradimerta sebagai pemilik lahan/rumah utk pos AJU 3 Salem.

Dalam silaturahmi tersebut juga di hadiri salah satu tokoh masyarakat Desa Ciputih, Ustadz Kustono yang selama ini juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di Kecamatan Salem. (ig/pendim0713)

Kamis, 06 Juni 2019

Bhayangkari dan Persit Brebes Juga Berikan Motivasi Buat Petugas dan Relawan Pospam Lebaran

Brebes – Dukungan terhadap anggota TNI-Polri, instansi serta relawan yang turut bertugas di pos pelayanan maupun pengamanan lebaran 1440 Hijriah di wilayah Kabupaten Brebes, terus berdatangan.
 

Dukungan tersebut tak hanya datang dari para petinggi TNI maupun Polri saja, Ketua Bhayangkari Polres Brebes dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, juga memberikan motivasi berupa bingkisan yang diserahkan secara simbolis kepada para petugas pengamanan di sepanjang Jalur Pantura Brebes. Senin siang (3/6/2019).

Disampaikan Ketua Persit, Ny. Reva Faisal Amri bahwa, kunjungannya bersama Bhayangkari Brebes adalah sebagai wujud kepedulian terhadap petugas dan relawan yang sedang bertugas di jalan dan kemungkinan juga lebaran di jalan.

“Mereka juga harus kita apresiasi karena ditugaskan membantu para pemudik atau masyarakat pengguna jalan lainnya di jalanan sementara mereka sendiri rela tertunda merayakan lebaran bersama keluarganya,” ungkapnya.

Dibenarkan oleh Ketua Bhayangkari, Ny. Siska Aris Supriyono bahwa, dengan alasan itulah pihaknya bersama Persit beserta masing-masing pengurus meluangkan waktu untuk memberikan sedikit dukungan moril sehingga mereka tetap semangat bertugas.

“Melayani pemudik lebaran di jalan tentunya membutuhkan kondisi tubuh yang prima, untuk itulah kita tambahkan bingkisan yang berisi makanan, minuman, masker maupun suplemen makanan,” ungkap Siska.  

Bingkisan-bingkisan yang tersebut, diserahkan secara simbolis kepada masing-masing Pos Pengamanan dan Pelayanan, mulai dari Pos di Exit Tol Brebes Timur (Brexit), Exit Tol Pejagan Kecamatan Tanjung, Exit Tol Brebes Barat Klampok Kecamatan Wanasari serta di Pos Pengamanan di Alun-alun Brebes. (Aan Pendim Brebes).