Tampilkan postingan dengan label Koramil 13/Salem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koramil 13/Salem. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Maret 2021

Koramil 13 Salem Pantau Massa PPKM di Malam Hari, Cegah Penyebaran Covid-19

  

Brebes – Upaya dalam menekan dan pengendalian penularan Covid-19, Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes gencar melaksanakan kegiatan operasi massa PPKM malam hari di wilayah Kecamatan Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (07/03/2021).



 

Kegiatan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bertujuan untuk membatasi kegiatan masyarakat dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, melalui kerumunan warga.

 

Danramil Salem Kapten Infanteri Iskandar Subehi menyampaikan, dalam PPKM di wilayahnya masih didapati warga masyarakat yang tidak mengikuti ketentuan Pemerintah yaitu, masih berjualan melewati batas waktu yang telah ditentukan.

 

“Malam hari ini sasaran operasi PPKM adalah Alun-alun Salem khususnya swalayan dan rumah makan yang setiap malamnya masih menimbulkan kerumunan massa yang menjadi potensi penularan Covid-19”, kata Danramil.

 

Menurutnya, dalam melakukan Operasi PPKM di wilayah tersebut untuk menekan penyebaran, agar tidak bertambah orang yang terpapar Covid-19, untuk itu Koramil bersama tiga pilar terus melakukan operasi PPKM siang dan malam.

 

“Untuk itu saya menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan”, tutup Danramil. (Kujang)

Rabu, 10 Februari 2021

Patut Dicontoh, Relawan Peduli Hutan di Salem Brebes Tanam Ribuan Pohon

 


Brebes – Relawan peduli kelestarian hutan, yang merupakan gabungan dari Dinas Kehutanan, TNI, dan Kelompok Tani Subur Jaya II Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan penghijauan di sekitar mata air pegunungan Cikokoro dan di hulu Sungai Cogreg serta Cipinang. Selasa (9/2/2021).







Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, melalui Babinsa setempat, Serka Wasim, mereka melakukan penanaman 2000 pohon sebagai bentuk kesadaran dari warga masyarakat di kawasan hutan, yakni Kampung Cikokoro, Desa Salem.


“Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan sumber mata air pegunungan dan mencegah bahaya banjir dan tanah longsor,” ungkapnya.


Sementara disampaikan Saeroji, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan Kecamatan Salem, adapun jenis pohon yang ditanam meliputi 500 batang bibit aren, 500 batang bibit kemiri, 500 batang bibit beringin, dan juga 500 batang bibit pohon keluak atau kluwek.


“Yang kita tanam adalah pohon kayu keras dan pohon produksi yang merupakan bantuan dari Balai Penyemaian Bibit di Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan,” bebernya.


Saeroji berharap bahwa apa yang dilakukan mereka dapat bermanfaat bagi warga masyarakat di sekitar hutan kedepannya.


Tak lupa dirinya mengajak kepada masyarakat umum agar lebih peduli dan ikut melestarikan hutan, yakni tidak mengeksploitasi hutan secara liar untuk diambil kayu maupun dijadikan tanaman bonsai. (Aan)

Kamis, 04 Februari 2021

Bersinergi, Polsek Dan Koramil Gelar Operasi Yustisi Malam Hari

  

Brebes - Pandemi Covid-19 yang masih terus mewabah hingga saat ini membuat petugas harus terus berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tetap mamatuhi protokol kesehatan.






 

Di wilayah Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Personel TNI dan Polri serta Satpol PP yang tergabung dalam Satgas Covid-19, terus gencar menggelar operasi yustisi yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Kamis malam (04/02/2021).

 

Operasi yustisi dilaksanakan dengan sasaran masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan yaitu tidak memakai masker baik yang berada di jalan, toko hingga tempat nongkrong anak-anak remaja.

 

Kapten Infanteri Iskandar Subehi, Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes menjelaskan bahwa tujuan operasi yustisi tersebut dilakukan, tidak lain adalah untuk mengingatkan seluruh masyarakat agar dapat mematuhi protokol kesehatan.

 

“Semua ini ditempuh untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang masih terus mewabah beberapa bulan belakangan ini,” jelas Iskandar.

 

“Kami bersinergi dengan Polsek Salem dan Satpol PP Kecamatan Salem untuk pelaksanaan yustisi ini. Kami berharap dengan dilakukannya operasi yustisi secara rutin ini, dapat mendorong kesadaran warga dalam menerapkan protokol kesehatan, agar pandemi covid-19 segera berakhir,” jelas Kapten Iskandar Subehi. (Oedjank)

 

Minggu, 24 Januari 2021

Pramuka Saka Wira Kartika Salem Brebes Turun ke Jalan Galang Bantuan Bencana Alam

 


Brebes – Anak-anak Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, melakukan penggalangan bantuan kemanusiaan bencana alam tanah bergerak yang merusak infrastruktur jalan dan merusak 26 pemukiman warga di Dukuh Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada 15 Januari 2021 lalu.






Dijelaskan Serka Wasim, Babinsa Salem yang sekaligus Pamong SWK Salem, bahwa para anak asuhnya itu melakukan penggalangan dana kepada segenap elemen masyarakat Salem, TNI-Polri, Perhutani, dan juga di jalan raya.


“Anak asuh kami juga melakukan penggalangan dana di depan Makoramil Salem dan juga di depan Kantor Kecamatan Salem, selama dua hari yaitu Jumat dan Sabtu kemarin,” bebernya, Minggu (24/1/2021).


Menurutnya, apa yang mereka lakukan sebagai bentuk kemanusiaan dan juga salah satu implementasi di lapangan terkait salah satu dari 5 krida SWK, yakni bencana alam.


“Kita hanya memotivasi mereka untuk berjiwa sosial, melakukan salah satu krida SWK yaitu membantu Pemda dalam menanggulangi bencana alam, dan juga memoles mereka agar kelak menjadi pemimpin bangsa yang peka lingkungan,” tandasnya.


Ditambahkannya, untuk dana yang terkumpul sebanyak Rp. 5 juta, akan diserahkan langsung siang ini kepada Perangkat Desa Manggis untuk dihimpun dan digunakan membantu saudara-saudara mereka yang kemalangan itu.


“Saat Salem terjadi bencana alam tanah longsor pada 22 Februari 2018 lalu, dimana saat itu infrastruktur rusak dan menelan korban jiwa 24 orang dan belasan luka-luka, bantuan dari seluruh penjuru Indonesia berdatangan tanpa diminta. Untuk itulah kita juga harus melakukannya,” pungkasnya. (Aan)

Senin, 11 Januari 2021

Jasad Pembolang Pohon Porang Ditemukan Tersangkut Bebatuan di Curug Cimunding Salem Brebes

  

Brebes – Pencarian pemuda asal Dusun Mancager RT/RW. 02, Desa Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Risko (24) akhirnya membuahkan hasil setelah jasad pemuda tersebut ditemukan mengapung dan tersangkut bebatuan di sekitar Curug Cimunding, Salem. Minggu siang (10/1/2020).







Tim gabungan yang berjumlah sekitar 100 orang dengan dipimpin Serma Wartono, anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Kecamatan Salem, mulai melakukan pencarian dengan menyusuri hutan dimana sebelumnya warga setempat ada yang melihat keberadaan korban yang mondar-mandir di perkebunan antara wilayah Desa Gandoang dengan Desa Kadumanis, Salem.


“Kami melakukan pencarian terhadap saudara Risko yang dilaporkan keluarganya tidak pulang ke rumah sejak Jumat sore,” terang Serma Wartono.


Dijelaskannya lanjut, Almarhum sebelumnya juga tidak berpamitan kepada keluarganya, namun sempat dilihat oleh ayah tirinya dengan mengenakan kaos lengan panjang warna merah-hitam, topi hitam, dan celana pendek warna putih, membawa karung dan golok.


“Dari laporan Pak Muh (45), warga setempat yang melihat saudara Risko saat ia juga sedang mencari bibit pohon porang di wilayah perkebunan Desa Gandoang-Kadumanis, tim gabungan melakukan upaya pencarian disana dengan berjalan kaki menyusuri tebing dengan medan yang terjal,” tandasnya.


Setelah tim gabungan yang dipecah menjadi 4 tim kecil melakukan pencarian beberapa sejak pukul 08.00 WIB belum menemukan tanda-tanda keberadaan Risko, akhirnya mereka beristirahat sejenak pada pukul 12.00 WIB sambil melakukan koordinasi selanjutnya.


Tim itu kemudian melakukan pencarian kembali dengan memutar perbukitan terjal, sampai akhirnya mereka mendapatkan kabar dari Muhammad, perangkat desa Kadumanis bahwa ada mayat di Curug Cimunding.


“Saya melihat ada mayat di bebatuan di Curug Cimunding saat juga sedang mencari bibit pohon porang, dan kemudian saya segera memberitahukan kepada tim gabungan,” ungkap Muhammad.


Masih kata Muhammad, tim gabungan itu langsung menuju curug dengan menyusuri medan yang terjal di aliran Sungai Cigorek, yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari perkebunan itu.


Sementara disampaikan Kapolsek Salem, Iptu Suprapto, bahwa Almarhum Risko Bin Almarhum Catim, diduga terperosok ke jurang di atas Curug Cimunding yang berketinggian 15 meter, saat mencari bibit pohon porang/badur.


“Pengangkatan jenazah dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB, untuk dievakuasi ke Puskesmas Bentarsari, guna dilakukan visum oleh dr. Riana Harsana, Kepala Puskesmas Bentarsari,” paparnya.


Akhirnya pada pukul 16.00 WIB, korban sudah diantarkan ke rumah duka untuk prosesi pemakaman di TPU setempat.


Atas perjuangan tim gabungan, keluarga korban dan perangkat desa mengucapkan terima kasih.


Untuk diketahui, tim gabungan dari Kecamatan Salem yang yang terdiri dari anggota TNI Koramil 13 Salem, Polsek, relawan Bangbara Adventure, Banser, Komunitas Travel Salem-Jakarta, Pemdes Bentarsari, serta masyarakat dari Desa Bentarsari, Ciputih, Gandoang, dan Desa Kadumanis. (Yadi/Aan)

Selasa, 15 Desember 2020

Di Salem Brebes, Longsor Tabing Terjadi di Tiga Titik Pemukiman Warga

 


Brebes – Di wilayah kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bencana alam tanah longsor telah terjadi di tiga lokasi yang berbeda dalam hari yang sama, yaitu pada Senin petang (14/12).






Dibeberkan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Iskandar, longsor terjadi di Dukuh Kantung RT. 04 RW. 03, Desa Banjaran, kemudian di Dukuh Brak RT. 03 RW. 05, Desa Salem, dan juga di Desa Citimbang RT. 04 RW. 01.


“Longsor dipicu oleh labilnya tanah setelah diguyur hujan lebat yang cukup lama mulai pukul 14.00 WIB,” terangnya.


Untuk kejadian longsor di masing-masing lokasi tersebut yaitu pada pukul 16.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 20 meter, kemudian pukul 17.00 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 10 meter, dan juga pada pukul 17.30 WIB di tebing setinggi 5 meter dengan panjang 15 meter.


“Material longsor di ketiaga dusun tersebut mengakibatkan dinding bangunan mengalami kerusakan atau jebol.


Dijelaskannya lanjut, adapun pemilik rumah di Dukuh Kantung yang terdampak dan terancam meliputi Kisro (37), kerusakan dinding dapur dan kamar serta material longsor masuk ke dalam rumah. Selanjutnya rumah milik Saryanto (55), yang mengalami kerusakan pada bagian pondasi rumah, kemudian Subarnes (40), kerusakan bagian pondasi kamar mandi.


Untuk di Dukuh Brak, material longsor menerjang bangunan rumah milik Rustono (50). Sementara di Desa Citimbang meliputi rumah milik Raswa yang mengalami kerusakan pada bagian dinding dapur. Untuk bangunan yang terancam milik keluarga Sule dan Carsini.


Tidak ada korban jiwa namun kerugian dari masing-masing pemilik rumah bervariasi mulai dari Rp. 2-5 juta.


“Bersama seluruh pihak terkait, relawan, Ormas, pihak desa dan masyarakat setempat, sedang melaksanakan koordinasi untuk kerja bakti membersihkan material longsor secepatnya,” tandasnya.


Tak lupa petugas juga menghimbau kepada warga setempat khususnya yang terdampak dan terancam longsor susulan, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan kembali datang dengan intensitasnya yang lama dan lebat. (Aan)

Sabtu, 29 Agustus 2020

Babinsa : Karya Bakti Pembuatan Jalan Di Desa Indrajaya dan Tembongraja

  


Brebes – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Indrajaya Koramil 13/Salem Kodim 0713 Brebes Serda Rosdiaman bersama masyarakat kampung Nyodor, Desa Tembongara, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah melaksanakan karya bakti pembuatan Jalan. Minggu (30/08/2020).




Karya Bhakti ini adalah membuat jalan baru yang akan menghubungkan antara Desa Indrajaya dan Desa Tembongraja sebagai jalan usaha tani lebih kurang 2.500 meter panjang jalan dan 1,5 meter lebar jalan.

 

Dengan dibantu dari masyarakat kurang lebih 30 orang, Kepala Desa Waswatno dan Babinsa memimpin Karya Bhakti tersebut sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan rakyat dan mempererat tali persaudaraan dengan bergotong royong.

 

“Diperkirakan 1 minggu pembuatan jalan usaha tani ini karena menggunakan cangkul dan tenaga manusia, namun warga kami sangat antusias melaksanakan gotong royong bersama Babinsa yang selalu memberikan semangat dilapangan” Tutur Waswatno.

 

Kepala Desa mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang telah ikut membantu meringankan masyarakat khususnya warga Desa Indrajaya dan Tembongraja dalam pembuatan jalan usaha tani.

 

Serda Rosdiaman mengatakan dengan adanya kegiatan karya bakti ini, merupakan suatu wujud untuk menciptakan kemanunggalan TNI dan rakyat serta mengatasi kesulitan rakyat. (Utsm)

Selasa, 04 Agustus 2020

Pendampingan Babinsa Bentar Sertu M. Subhan Ke Rumah ODR

 

 

Brebes - Untuk mencegah penularan virus Corona atau Covid -19 Babinsa Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes Sertu M. Subhan bersama Tim Kesehatan Puskesmas Salem melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap Orang Dengan Resiko (ODR). Rabu (05/08/2020).

 

 

 

 

Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Desa Bentar Ruswa dan Bidan Desa Herlina, A.Md.Keb berkunjung di rumah warga yang berada di RT.05 RW.01 Desa Bentarsari Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah guna melakukan pemeriksaan keadaan yang berstatus ODR.

 

“Babinsa Sertu M. Subhan menegasan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai wujud tekad dan semangat kuat untuk melawan wabah virus Corona demi kesehatan masyarakat khususnya desa binaannya,” ungkapnya.

 

Babinsa Bentar bersinergi berikan pendampingan kepada petugas kesehatan dari PuskesmasBidan dan Perangkat Desa. Langkah yang dilakukan ini adalah untuk mengantisipasi pencegahan virus Covid-19 diwilayahnya.

 

“Dalam kesempatan tersebut Babinsa Sertu M. Subhan memberikan himbauan kepada warga setempat untuk tetap waspada memakai masker dan rajin untuk cuci tangan setelah lakukan aktifitas di tempat umum,” Tutur M. Subhan.

 

“Meskipun sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, masyarakat diminta tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat dan setiap saat mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan jaga jarak fisik, kurangi keluar rumah untuk menghindari kerumunan massa,” pungkasnya diakhir kunjungan pendampingan ODR. (Utsm).


Kamis, 14 Mei 2020

Sweeping Pemudik ke Wilayah Salem Brebes Terus Diberlakukan di Tiga Akses Masuk


Brebes – Tim Gugus Cegah Covid-19 Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus memberlakukan prosedur pencegahan covid-19 yang kemungkinan dibawa oleh para pemudik yang akan masuk wilayah Salem.




Tampak petugas pengamanan terpadu mendata dan mengecek setiap orang dengan menggunakan thermometer infrared, di Posko Gunung Lio. Jumat (15/5/2020).

Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Iskandar, bahwa selain di posko di perbatasan Kecamatan Salem-Banjarharjo tersebut, juga dilakukan di Posko Banjaran perbatasan Salem-Majenang, Kabupaten Cilacap, serta Posko Desa Gununglarang yang merupakan akses antara Salem dengan Kecamatan Bantarkawung.

“Selain dilakukan pengecekan suhu badan dan pendataan, juga dilakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan oleh petugas gabungan baik dari TNI-Polri, Satpol PP, Puskesmas Bentar, Puskesmas Salem, perangkat desa, serta Ormas dari Relawan Bangbara dan Banser Salem,” ungkap Kapten Iskandar.

Adapun hasil pemeriksaan mulai dari tanggal 14 sampai dengan 15 Mei 2020 pagi, adalah mobil travel masuk sebanyak 5 unit, mobil pribadi 3 unit, dan sepeda motor 32 unit. Total adalah 64 orang pemudik.

“Dari 64 orang pemudik dan 46 orang warga setempat dan sekitarnya yang lalu lalang, belum ditemukan orang dengan gejala virus corona karena suhu tubuhnya normal dan tidak ada keluhan,” tandasnya.

Ditambahkannya, petugas tetap menghimbau bagi para perantau yang pulang kampung untuk mengisolasi diri atau karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari, selalu memakai masker dan rajin cuci tangan. (Aan)

Selasa, 05 Mei 2020

Rem Blong Dua Remaja Kecelakaan Cukup Serius Saat Menuruni Gunung Lio Salem Brebes


Brebes – Kecelakaan tunggal akibat rem blong sepeda motor matic kembali terjadi di wilayah Gunung Lio Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (5/5/2020).








Dua orang pelajar asal Desa Danareja, Kecamatan Tanjung, Brebes, mengalami kecelakaan saat menuruni Tanjakan Picung di Jalan Raya Provinsi ruas Banjarharjo-Salem.

Dijelaskan Danramil 14 Banjarharjo melalui Pelda Sartono, Bati Tuud, bahwa kecelakaan menimpa sepeda motor dengan Nopol B 3727 TJK, yang dikemudikan Muh Yusuf Bahtiar (15).

“Kedua korban mengalami luka yang cukup serius yaitu Muh Yusuf Bahtiar luka robek di dahi 5 centimeter, dan tetangganya yaitu Eky Septanfani Randika (15), mengalami kaki patah dan luka robek di dahi kurang lebih 3 centimeter,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, awalnya (08.30 WIB) keduanya berboncengan dengan sepeda motor menuju puncak Gunung Lio, Kecamatan Salem untuk jalan-jalan. Saat hendak perjalanan kembali ke Tanjung melalui Banjarharjo pada pukul 09.45 WIB, motor mereka tak bisa dikendalikan karena gagalnya fungsi pengereman.

“Beruntung ada guardrail yang telah dipasang Dinas Bina Marga Provinsi Jateng pada Februari 2020 lalu, sehingga tidak masuk ke jurang,” imbuhnya.

Sementara dijelaskan Pelda Jahri, Bati Tuud Koramil 13 Salem, bahwa guardrail baru tersebut menggantikan tanggul darurat yang dipasang swadaya masyarakat sepanjang 200 meter di empat lokasi yang berbeda karena seringnya kecelakaan akibat rem blong.

“Mungkin jika tidak ada pembatas jalan permanen ini akan menambah jumlah korban jiwa akibat rem blong dan masuk jurang. Sudah 13 nyawa melayang sejak 2018 lalu,” ucap Jahri.

Untuk penanganannya, kedua korban dievakuasi ke Puskesmas Bandungsari, Kecamatan Banjarharjo, dengan menggunakan mobil pick up milik masyarakat dengan diantar Serma Wartono, Anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Salem.

Sekedar diketahui, kecelakaan terakhir menewaskan sepasang suami istri baru pada hari Minggu (15/12/2019) di tanjakan/turunan muncang, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo.

Kecelakaan ini juga dipicu rem blong. Kedua korban ditemukan di jurang di kedalaman 5 meter pada 1,5 hari dan 1 malam berselang. Keduanya tersangkut pepohonan setelah terbentur pohon mahoni, sedangkan motor mereka ditemukan di kedalaman 10 meter. (Aan)

Jumat, 01 Mei 2020

Tiga Pilar di Salem Brebes Kawal Labelisasi PKH dan BPNT


Brebes – Labelisasi terhadap warga masyarakat penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari pemerintah di Desa Capar, Ciputih, dan Desa Ganggawang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dikawal tiga pilar yakni Kepala Desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.






Dikemukakan Danramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, dengan sinkronisasi 3 pilar tersebut diharapkan bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

“Dengan labelisasi kita harapkan masyarakat di Desa Capar, Ciputih, dan Ganggawang yang sudah lebih sejahtera, sadar dan tidak menunggu bantuan yang bukan peruntukannya lagi,” ucapnya, Rabu (29/4/2020).

Dengan kata lain menurutnya, labelisasi untuk menumbuhkan budaya malu bagi warga yang sudah tidak berhak menerima bantuan. Pendampingan dari institusi TNI dan Polri kepada pihak desa juga untuk menjawab keraguan masyarakat jika menilai bantuan sosial dari Pemerintah belum tepat sasaran.

“Untuk tahap 1 di Desa Ciputih, dari 400 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), baru 150 rumah dilabelisasi. Sedangkan untuk sisa labelisasi tahap ke-2, akan dilanjutkan Kamis (30/4),” tandasnya.

Sementara di Desa Ganggawang, dari 220 KPM baru 50 rumah yang sudah disemprot label. Sedangkan untuk Desa Capar, 50 KPM seluruhnya sudah dilabelisasi.

Kades Ciputih, Slamet Becco menyatakan, labelisasi juga untuk mengetahui up date KPM bantuan PKH dan BPNT. (Aan)

Sabtu, 18 April 2020

TNI Belanja Sayur : Dirumah Saja Yah.


Brebes - Suatu kehormatan bagi anggota TNI yang selama bertugas di situasi saat ini yaitu dalam upaya pencegahan virus corona (Covid-19) masih saja tetap melaksanakan tugas yang mulia. 
















Siaga maupun jaga di kondisi saat sekarang ini adalah tugas pokok bagi TNI dimana selalu ada dan menjaga wilayah bilamana dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun kali ini sungguh berbeda dengan apa yang telah dilakukan oleh seorang prajurit TNI AD yang berada di Koramil 13 Salem,  Kodim 0713 Brebes bernama Pelda Jahri yang kesehariannya menjadi Bati Tuud Koramil menjadi contoh dalam lingkungannya di masa pandemi covid-19 ini dengan berbelanja sayuran dan lauk pauk untuk istri dan anak-anaknya yang berada dirumah.  Sabtu (18/04/2020).

Pelda Jahri tidak merasa malu berbelanja sendiri untuk pemenuhan kebutuhan pokok keluarganya dengan menenteng sayuran yang kemudian diserahkan kepada istrinya saat sampai didepan rumah. 

"Tetap di rumah ya bu, biar ayah yang keluar pakai masker untuk membeli kebutuhan pokok untuk ibu dan anak-anak" Tutur Pelda Jahri kepada istrinya.

Pelda Jahri melaksanakan peraturan dari pemerintah yang saat ini menghimbau agar tetap dirumah saja guna menghentikan penyebaran virus corona. 
Pelda Jahripun mengajak tetangga dan lingkungannya untuk memakai masker bila keluar rumah dan bila tidak ada kepentingan yang emergency diminta untuk tidak keluar rumah. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Untuk menjaga agar anak dan istrinya merasa aman dan nyaman dirumah,  Pelda Jahri berbelanja sayuran dan kebutuhan pokok makanan selama pandemi covid-19 guna menghindari seringnya keluar rumah. (Utsm)