Tampilkan postingan dengan label Gunung Lio. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Lio. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2020

Satu lagi, Kerangka Yang Diduga Korban Longsor Salem Brebes Ditemukan


Brebes – Seorang petani Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Wahyudin (80), menemukan potongan kerangka manusia yang diduga merupakan korban tanah longsor saat sedang menggarap lahan sawahnya.



Dibenarkan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, bahwa petani asal RT. 03 RW. 04 tersebut menemukannya saat membuat petak-petak sawah pada Rabu pagi kemarin (12/2).

“Lokasi penemuan berada di jalur luncuran longsor 22 Februari 2018 silam, di di Blok Simpur 2, Dusun Pasir Panjang Barat, Desa Pasirpanjang, tepatnya di sawah milik Mbah Wahyudin,” bebernya, Kamis (13/2/2020).

Dijelaskan Jahri lebih lanjut, cangkul Wahyudin awalnya membentur benda keras, karena penasaran akhirnya dirinya melakukan penggalian dan menemukan potongan tulang.

Wahyudin pun akhirnya melanjutkan penggalian dan mengumpulkan potongan-potongan tulang lainnya, dan selanjutnya segera memberitahukan penemuan kepada perangkat desa.

“Mendapatkan laporan dari perangkat desa, anggota kami bersama Bhabinkamtibmas, komunitas Bangbara, Banser dan Satpol PP Kecamatan Salem, segera meluncur ke lokasi penemuan dan mengevakuasinya ke Puskesmas Bentar, Salem,” tandasnya.

Menurut Jahri juga, penemuan kerangka manusia ini adalah yang kedua kalinya, setelah sebelumnya pada akhir tahun lalu (2/12), dua orang petani setempat yaitu Abidin (57) dan Ahya Wisona (72), menemukan potongan tulang yang meliputi tulang kaki, jari-jari kaki dan tangan, tulang belakang, tulang panggul serta tulang dahi, saat sedang menggali saluran air untuk memupuk tanaman kacang tanah.

“Penemuan yang dulu berada di areal persawahan yang juga merupakan bekas lokasi luncuran longsor,” pungkasnya.

Kepala Puskesmas Bentar, dr. Edi Harsono, menjelaskan bahwa untuk sementara pihaknya belum dapat mengidentifikasi penemuan kali ini yang meliputi ruas tulang kaki, jari-jari kaki dan tangan, tulang panggul, serta serpihan-serpihan lainnya.

Keempat keluarga korban yang jenazah anggota keluarganya belum ditemukan hingga saat ini, menyatakan tidak mau untuk melakukan tes DNA, dan sepakat memilih untuk memakamkan kerangka tersebut seperti penemuan kerangka sebelumnya.   

Hari ini pencarian lebih luas akan dilanjutkan kembali oleh para relawan/unsur gabungan bersama keluarga korban.

Sekedar diketahui, longsor nasional yang terjadi tahun lalu di kawasan Pegunungan Lio, hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26, RPH Babakan, KPH Pekalongan Barat, wilayah Desa Pasir Panjang tersebut, telah merenggut 18 korban jiwa. 14 jenazah/potongan tubuh telah ditemukan dan teridentifikasi, sedangkan 4 lainnya belum ditemukan.

Material longsor menutup areal seluas kurang lebih 16,8 hektar (kurang lebih 1,5 juta meter kubik), dengan kedalaman bervariasi dari 5-20 meter. Longsor juga memutus Jalan Raya Provinsi Banjarharjo-Salem sepanjang kurang lebih sepanjang 520 meter.

Sejak November 2018 lalu, ribuan bibit pohon keras (trembesi, durian, rambutan, pete, jambu, pinus dan alpukat) telah ditanam di sekitar lokasi longsor, termasuk penanaman 3.000 bibit pohon trembesi di petak 7 d areal yang merupakan mahkota longsor Gunung Lio.

Upaya ini sebagai upaya mitigasi untuk meminimalisir dampak longsor tersebut sehingga tidak terjadi longsor di kemudian hari, tentunya selain pohon produksi yang ditanam itu nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan. (Aan)

Kamis, 02 Januari 2020

Sering Diberitakan Motor Masuk Jurang Di Salem Brebes, Dinas Bina Marga Jateng Akhirnya Anggarkan Pemasangan Guardrail


Brebes – Ratusan relawan gabungan di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali melanjutkan pemasangan pembatas jalan darurat dari bahan kayu dan ban bekas di Jalan Raya Provinsi ruas Banjarharjo-Salem, Brebes.









Tanggul pengaman jalan yang difungsikan sebagai guardrail darurat ini bersumberkan dari swadaya masyarakat untuk mengurangi kecelakaan lalu-lintas masuk ke jurang khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas.

Kerja bakti melanjutkan pemasangan tanggul pengaman dari ban bekas di wilayah Pegunungan Lio yaitu di turunan atau tanjakan Muncang dan Simpur, Kecamatan Banjarharjo, selain relawan juga dibantu oleh TNI-Polri, Dishub dan Bina Marga Provinsi, Satpol PP Salem, Perhutani BKPH Salem KPH Pekalongan Barat, Libansa (supir mobil pick up L300 lintas Salem-Banjarharjo), Komunitas Bangbara, Banser, para supir travel lintas Salem-Jakarta, Grup Trabas Nalaktak Salem, Karang Taruna Desa Pasirpanjang dan Pemuda Pancasila PAC Salem, serta pemrakarsa jalan darurat Gunung Lio.

Hal ini dibenarkan Serma Wartono, Anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Salem. Tampak dirinya mengecek beberapa lokasi pemasangan pengaman jalan sepanjang kurang lebih 200 meter yang terbagi di beberapa titik tanjakan/turunan antara lain, di Simpur sepanjang 50 meter, Panginuman (4 titik) sepanjang 70 meter, Saninten (2 titik) 60 meter, Muncang 50 meter serta tanjankan/turunan Kiara sepanjang 20 meter. Kamis pagi (2/1/2019).

“Pemasangan ini dilakukan di sekitaran jalan yang sering terjadi kecelakan lalu-lintas khususnya roda dua, sambil menunggu dipasangnya guardrail atau pembatas jalan permanen dari Dinas Bina Marga Provinsi yang direncanakan pada tahun 2020 ini,” jelas Wartono.

Dikatakannya juga, pemasangan tersebut dikerjakan beberapa hari yang lalu (31/12/2019) dan saat ini telah selesai 100 %.

Sebelumnya (27/12), Kepala BPJ (Balai Pengelolaan Jalan) wilayah Kabupaten Tegal Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Jateng, Wahyusutoro Soetarno, telah mengundang Kasat Lantas Polres Brebes, Muspika Salem serta Paguyuban Kades se-Kecamatan Salem, guna berembug dalam mencarikan solusi penanganan kecelakaan di ruas jalan provinsi tersebut yang tercatat dari tahun 2018-2019 sudah memakan 13 korban jiwa serta 5 orang luka berat akibat sepeda motor masuk ke jurang.

Terakhir, sepasang suami istri masuk ke jurang sedalam 5 meter (15/12/2019) atas nama Dwi Mulyo Aji (27) warga Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal dan istrinya yaitu Septia Bestari (24), warga Desa Salem, RT 2 RW 2, Salem. Kejadian ini tepat berada di samping pemasangan tanggul darurat yang sebelumnya dipasang pada November 2019 lalu oleh para relawan gabungan tersebut serta warga masyarakat Desa Sindangheula, Banjarharjo.

“Dari penyampaian Kepala BPJ Tegal, pada tahun 2020 ini akan dianggarkan untuk pemasangan guardrail, rambu-rambu lalu-lintas, delineator/patok jalan, lampu penerangan jalan. Dan pada awal Januari 2020 ini juga akan dilakukan survey bersama untuk menentukan titik-titiknya,” tandasnya.

Sekedar diketahui, turunan atau tanjakan di sekitar Pegunungan Lio sangat dikenal warga Kabupaten Brebes, Cilacap dan wilayah Provinsi Jawa Barat karena tingkat kemiringannya yang ekstrim.

Hampir semua korban adalah pengendara motor matic yang mengalami rem blong akibat pengereman yang berlebih saat menuruni Gunung Lio dari arah Salem menuju Banjarharjo. 99 % kejadian terjadi di turunan atau tanjakan tersebut. (Aan)

Sabtu, 21 Desember 2019

Serma Wartono Bersama Relawan Membuka Pos Alternatif Jalur Utama Siaga Di Desa Bentarsari


Brebes - Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, BPBD Salem dan Para Relawan membuka Pos AJU 3 (Alternatif Jalur Utama) Siaga di desa Bentarsari. Minggu (22/12/2019)
















Relawan masyarakat yang tergabung dalam BANGBARA (Barudak Kumbang Sagara) yang beranggotakan masyarakat dan para relawan yang sementara ini berasal dari Desa Bentarsari, Bentar dan Ciputih beserta BAGANA (Banser Penanggulangan Bencana).

Bangbara sebagai perkumpulan para relawan terus membuka kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta tanggap dan secara sukarela membantu masyarakat khususnya dalam giat penanggulangan bencana dan selama ini juga membantu dalam banyak kegiatan diantaranya penghijauan sekitar jalur Lio.

Membantu para pengguna jalan sepanjang jalur Lio serta membantu jika terjadi kecelakaan sepanjang jalur Salem Banjarharjo dengan bekerjasama dan koordinasi dengan TNI, Polri, Satpol PP, Banser dan paguyuban masyarakat lainnya.

Pos AJU 3 Salem sementara ini menempati ruangan yang cukup besar dan strategis yg merupakan lahan milik Risan , warga Desa Bentarsari yang berlokasi di jalan dekat Kantor Desa Bentarsari,Bagana juga berperan dalam jalur sepanjang Salem Banjarharjo.

Dalam forum silaturahmi dan pertemuan dengan Bangbara serta Bagana, Camat Salem, Nur Ari sangat mengapresiasi dan sangat berterimakasih atas kepedulian masyarakat , dalam  koordinasi dan kerjasama membantu masyarakat khususnya dalam kegiatan darurat siaga bencana dan proses evakuasi kecelakaan sepanjang jalur Salem Banjarharjo. 

"Dan mudah mudahan dalam program setiap Desa di Kecamatan Salem dapat di laksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pelatihan siaga dan tanggap bencana sebgaai salah satu bentuk kepedulian Desa dalam berupaya menyiapkan para relawan relawan masyarakat". Katanya

Hal yang sama disampaikan Sekcam Salem Ujang Wahyu yang juga hadir dengan Kasi Kesos Suripudin dan Kasubbag Saefurrohman.

Sebagai Pembina Bangbara, H. Kuteng, Mantri Karta dan Serma Wartono anggota Kodim 0713 Brebes juga banyak memberikan saran dan masukan dalam kegiatan penanggulangan bencana , dan memberikan saran agar tetap kompak dan betul betul ikhlas mengabdi kepada masyarakat.


Asper Perhutani Rusman yang hadir juga terus mendukung pengabdian para relawan kepada masyarakat.
Hadir dalam silaturahmi dengan Bangbara dan Banser Salem, Kades Bentarsari dan jajarannya serta Risan Wiradimerta sebagai pemilik lahan/rumah utk pos AJU 3 Salem.

Dalam silaturahmi tersebut juga di hadiri salah satu tokoh masyarakat Desa Ciputih, Ustadz Kustono yang selama ini juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di Kecamatan Salem. (ig/pendim0713)

Senin, 16 Desember 2019

Rem Matic Blong, Suami Istri Tewas Masuk Jurang Di Kawasan Gunung Lio Brebes


Brebes – Pengendara sepeda motor masuk ke jurang di Pegunungan Lio, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali terjadi. Kali ini kecelakaan tunggal ini terjadi tepatnya di tanjakan/turunan muncang, Desa Sindangheula, Kecamatan Banjarharjo, yang menewaskan sepasang suami istri.



Diketahui korban bernama Septia Bestari (24), mahasiswi asal Desa/Kecamatan Salem RT/RW. 02, Kabupaten Brebes, dan Dwi Mulyo Aji (27), wiraswasta asal Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.

Dijelaskan Serma Wartono, anggota Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Salem, bahwa kecelakaan terjadi sekitar hari Minggu (15/12) kurang lebih pukul 13.00 WIB, diduga akibat gagal fungsi pengereman atau rem blong saat menuruni tanjakan/turunan Panginuman Gunung Lio wilayah Kecamatan Banjarharjo.

“Saat kecelakaan terjadi kondisi jalan diperkirakan sedang sepi sehingga tidak ada yang melihat kejadian,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, pencarian korban dilakukan setelah mendapatkan laporan dari pihak keluarga suami (Dwi Mulyo Aji) karena keduanya belum sampai juga ke Slawi hingga hari Senin (16/12) pada pukul 17.30 WIB.

“Kedua korban sebelumnya berangkat dari Desa Salem menuju ke rumah di Kecamatan Slawi sekitar pukul 12.00 WIB (15/12). Piket Koramil 13 Salem mendapatkan laporan via telepon dari keluarga korban di Slawi sekitar pukul 18.00 WIB,” imbuhnya.

Selanjutnya 15 menit kemudian, aparat TNI, Polsek, Banser, relawan Bangbara serta masyarakat, melakukan pencarian di sepanjang jalan Provinsi Banjarharjo-Salem di kawasan Gunung Lio. Akhirnya pada pukul 20.00 WIB, kedua korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di turunan/tanjakan muncang.

Jenazah yang sudah 1,5 hari 1 malam, ditemukan di jurang dengan sudut kemiringan 45 derajat di kedalaman 5 meter, selanjutnya dievakuasi menggunakan dua mobil ambulan milik Puskesmas Bentar dan Salem ke Puskesmas Bandungsari, Banjarharjo, untuk dilakukan visum. Selain itu relawan gabungan juga mengevakuasi sepeda motor berjenis Honda Vario dengan Nopol G 5482 EO, yang mengalami kerusakan berat dan ditemukan pada kedalaman 10 meter.

“Dari pantauan kami di lokasi kejadian, Almarhum dan Almarhumah terbentur pohon mahoni saat motornya keluar dari jalan,” tandasnya.

Saat ini kedua jenazah sudah diambil pihak keluarga perempuan di Desa Salem, dan rencananya akan dimakamkan siang ini juga sambil menunggu keluarga dari Slawi datang.

Untuk diketahui, Almarhumah Septia Bestari dan Almarhum Dwi Mulyo Aji, menambah jumlah korban kecelakaan yang sebelumnya terjadi di kawasan Gunung Lio yang mayoritas 99 % terjadi di turunan/tanjakan Muncang dan Simpur wilayah Banjarharjo. Pasalnya, di kedua tempat ini, kampas rem kendaraan matic biasanya sudah tidak mampu bekerja lagi (blong) jika terus dipaksa pengendara untuk mengerem dari puncak Lio.

Sejak tahun 2018 lalu, korban jiwa sudah mencapai 11 orang, sehingga kedua korban kali ini menambah jumlah menjadi 13 orang.

Kecelakaan kali ini tepat berada di samping pemasangan tanggul darurat pengaman jalan yang telah dipasang oleh TNI bersama para relawan gabungan dan masyarakat Desa Sindangheula, Banjarharjo, dan sekitarnya (21/11), untuk meminimalisir korban susulan.

Dengan swadaya masyarakat, mereka juga telah melakukan pemasangan tanda peringatan lalu-lintas pada 8 titik yang dianggap rawan kecelakaan di sepanjang jalan provinsi tersebut.

“Korban masuk ke jurang tepat berada di jarak 5 meter dari tanggul darurat yang sebelumnya telah dipasang sepanjang 200 meter di empat titik yang berbeda di tikungan turunan/tanjakan Simpur sepanjang 100 meter dan Panginuman 100 meter,” pungkas Wartono.

Atas kejadian ini, masyarakat berharap agar dinas terkait yang sebelumnya dinilai tidak merespon keluhan mereka tentang realisasi pemasangan guardrail dan lampu penerangan jalan. Pun dengan pemasangan rambu-rambu lalu-lintas yang sangat penting bagi para pengendara jalan luar daerah yang kurang mengetahui kondisi turunan Gunung Lio yang terkenal ekstrim. (Aan)

Selasa, 19 November 2019

Kurangi Motor Masuk Jurang Di Jalan Ekstrim Ruas Gunung Lio Salem Brebes, Masyarakat Gabungan Pasang Tanggul Ban Bekas


Brebes – Puluhan orang tanggap kecelakaan lalu-lintas di wilayah Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi pemasangan pembatas jalan darurat dari ban bekas di tebing rawan kecelakaan pada Jalan Raya Provinsi Ruas Gunung Lio yang menghubungkan wilayah Kecamatan Banjarharjo-Salem.






Adapun unsur yang terlibat meliputi TNI Koramil 12 Salem Kodim 0713 Brebes sebanyak 6 orang, Satpol PP Kecamatan Salem 2 orang, Libansa (Supir pick up L300) lintas Salem-Banjarharjo 30 orang, sopir travel lintas Salem-Jakarta 7 orang, Komunitas/Grup Trabas Nalaktax dari Salem 5 orang, Komunitas Bangbara 15 orang, Pemuda Pancasila 3 orang, serta masyarakat 10 orang.

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Iskandar, bahwa kegiatan tersebut (19/11) dilakukan sebagai mitigasi terhadap kecelakaan yang sering terjadi kepada para pengendara khususnya roda dua akibat rem blong saat menaiki atau menuruni tanjakan ruas jalan provinsi tersebut.

“Sejumlah 80 orang gabungan telah melaksanakan pemasangan tanggul darurat pembatas jalan di dua titik tebing rawan kecelakaan sepanjang 200 meter, yaitu di Turunan/Tanjakan Simpur sepanjang 100 meter dan Panginuman 100 meter,” terangnya, Rabu (20/11/2019).

Dikatakannya juga, pekerjaan hari ini adalah pemasangan tanda peringatan lalu-lintas di 8 titik rawan kecelakaan di tanjakan/turunan serta tikungan ekstrim, juga di sepanjang jalan Banjarharjo-Salem. Kedua sasaran ini menggunakan swadaya masyarakat.

Sementara dijelaskan Serka Wartono, anggota Unit Intel Kodim wilayah Salem, bahwa tanggul pengaman sementara dipasang mengingat dari tahun 2018-2019, karena sudah ada setidaknya 11 orang korban jiwa dan 7 luka berat akibat sepeda motor masuk ke jurang karena pengaman jalan yang kurang efektif.

Meneruskan harapan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten/Provinsi khususnya Dinas Bina Marga, diharapkan adanya realisasi pemasangan guardrail, lampu penerangan jalan, serta rambu-rambu lalu-lintas.

Sekedar diketahui, pada kedua turunan/tikungan ekstrim tersebut, kecelakaan pengendara motor kebanyakan adalah perempuan dan jenis sepeda motor matic. Ini akibat pengereman yang terlalu lama saat menurun sehingga cakram/kampas rem menjadi panas dan akhirnya blong. (Aan)