Tampilkan postingan dengan label Atlet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atlet. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2019

Rehab RTLH Para Pahlawan Gulat Asal Brebes

Brebes – Progres renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Sumanan (52) buruh serabutan yang merupakan ayah dari empat orang atlet atau para pahlawan gulat asal Desa/Kecamatan Wanasari RT. 2 RW. 1, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memasuki tahap pemasangan dinding bata dan kusen. Selasa (3/9/2019).






Dibenarkan Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Turiman bahwa, personil yang terlibat dalam rekonstruksi terdiri dari 8 orang tukang masyarakat serta 2 orang dari TNI setiap harinya. Untuk pengecoran beton bertulang pada pada bekisting/cetakan beton, juga dilakukan seiring bertambah tingginya dinding.

“Rumah milik Bapak Sumanan yang berukuran 6,7 kali 8 meter dengan 3 kamar tidur serta 1 kamar mandi, ruang tamu dan dapur yang berukuran 3 kali 2 meter. Untuk kusen menggunakan kayu mahoni,” terangnya.

Dijelaskannya juga, sumber bantuan sementara berasal dari bantuan Perumda Bank Brebes sebesar Rp. 15 juta, Baznas Brebes Rp. 10 juta dan PDAM Brebes senilai Rp. 10 juta.

Dirinya berharap, adanya donatur, relawan atau swasta perorangan untuk membantu merampungkan bangunan yang akan ditempati keempat pahlawan olahraga, 3 putri dan 1 putri Sumanan, sehingga lebih berkualitas dan segera selesai untuk ditempati. Sedangkan untuk pelibatan Babinsa Koramil, akan terus dilakukan sampai rumah benar-benar siap.

Sekedar diketahui, tujuan keempat anak Sumanan yaitu Bayu Sumantio (26) mahasiswa jalur beasiswa UNNES (Universitas Negeri Semarang) semester 7 jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rohani (PJKR), Justra Aditio (20), Bagas Widianto (19) dan Ajeng Dinda Lestari (19), adalah bergulat meraih prestasi dan bonus untuk melayakhunikan rumah yang dulunya berdinding gedek dan berlantaikan tanah.

Dalam rentang waktu 12 tahun terakhir, mereka mampu mengumpulkan puluhan medali dan piala dari kejuaraan gulat tingkat provinsi, nasional dan bahkan Bayu serta Bagas, pernah membawa nama Indonesia, dengan menggondol perak di kelas yang berbeda pada 2015 lalu. Saat itu dalam ajang Gulat Indonesia Open di Kota Semarang yang diikuti oleh 6 negara, Thailand, Iran, Kamboja, Canada, Laos dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Sebelumnya, rumah mereka sudah direnovasi dengan dinding yang terbuat dari kalsiboard oleh komunitas GPA (Gerakan Peduli Atlet) Brebes dan swadaya masyarakat sekitar. (Aan)

Senin, 26 Agustus 2019

Rumah Atlet Gulat Asal Brebes Di Rehab

Brebes – Renovasi hunian para pahlawan gulat asal Desa/Kecamatan Wanasari RT. 2 RW. 1, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mulai dilakukan. Adalah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik dari keluarga Sumanan (52) buruh serabutan yang merupakan ayah dari empat orang atlet yang membawa nama harum khususnya Kabupaten Brebes.




Bantuan dana dari Perumda Bank Brebes sebesar Rp. 15 juta, Baznas Brebes Rp. 10 juta dan PDAM Brebes Rp. 10 juta, telah turun semua dan dibelikan material bangunan, sehingga pekerjaan penggalian pondasi dilakukan. Nampak Babinsa setempat dari Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes, Serda Joko Erwanto, sedang melakukan pendampingan untuk memotivasi para tukang warga setempat. Senin (26/8/2019).

Dibenarkan Babinsa, tujuan keempat anak Sumanan dengan istrinya Surkiwi (51), adalah bergulat untuk melayakhunikan rumah mereka yang dulunya berdinding gedek/anyaman bambu dan kalsiboard serta berlantaikan tanah.

“Atas prestasi mereka kini bantuan mulai datang dari berbagai pihak. Sebagai warga negara, kewajibannya dalam pembangunan mungkin telah mereka lakukan sesuai bidangnya, dan kini giliran mereka menikmati haknya untuk mendapatkan kesejahteraan seperti warga negara lainnya,” ucapnya.

Mereka adalah Bayu Sumantio (26), Justra Aditio (20), Bagas Widianto (19) dan Ajeng Dinda Lestari (19), yang dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, keempatnya mampu mengumpulkan puluhan medali dan piala dari kejuaraan gulat tingkat provinsi, nasional.

Sedangkan Bayu, UNNES (Universitas Negeri Semarang) semester 7 jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rohani (PJKR), jalur beasiswa Bidikmisi, dan adiknya Bagas, lulusan SMK NU 3 Larangan, Brebes, pernah menjadi juara kedua di kelas yang berbeda di tingkat internasional tahun 2015 yang diikuti oleh 6 negara (Thailand, Iran, Kamboja, Canada, Laos dan Indonesia), pada ajang Gulat Indonesia Open di Kota Semarang.

Dijelaskannya juga, pendampingan Babinsa tersebut akan terus dilakukan sampai rumah benar-benar menjadi layak huni. Untuk itulah dirinya berharap, peran serta serta bantuan pihak lainnya yang terketuk, untuk memaksimalkan kualitas bangunan, sehingga gubuk cepat jadi dan ditempati keluarga pegulat. (Aan)

Kamis, 22 Agustus 2019

Akhirnya Gubuk Atlet Gulat Asal Brebes Akan Dibedah

Brebes – Akhirnya penantian untuk memiliki rumah layak huni dari keluarga Sumanan (52) buruh serabutan asal Desa/Kecamatan Wanasari RT. 2 RW. 1, ayah empat orang pahlawan olahraga yang membawa nama harum Kabupaten Brebes ke tingkat nasional dan internasional, terjawab sudah.




Ayah dari para atlet gulat bersaudara, Bayu Sumantio (26), Justra Aditio (20), Bagas Widianto (19) dan Ajeng Dinda Lestari (19), yang dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, keempatnya mampu mengumpulkan puluhan medali dan piala dari kejuaraan gulat tingkat provinsi dan nasional. Lebih dari 40 penghargaan tersimpan di rumah, bahkan lemari baju tak mampu menyimpan prestasi yang kebanyakan adalah juara pertama.

Walaupun terlahir dari keluarga miskin, namun keempat orang anaknya memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Dan tujuan mereka adalah melayakhunikan rumah. Gubuk yang dulunya berdinding gedek dan mau roboh, telah direhab oleh para donatur dan swasta perorangan menjadi rumah berdinding kalsiboard walaupun lantai masih tanah.

Dibenarkan Sumanan, bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan banyak menganggur dengan sambilan memelihara itik, sedangkan istrinya Surkiwi (51) berjualan lontong pagi di Pasar Banjaratma, Wanasari, dengan penghasilan bersih antara Rp. 10-15 ribu sehari, dengan catatan 3 kilogram lontong habis terjual.

“Bantuan untuk merehab rumah telah kami terima dari Perumda Bank Brebes sebesar Rp. 15 juta dan dari Baznas Brebes Rp. 10 juta, sedangkan dari PDAM Brebes Rp. 10 juta masih menunggu,” ucapnya kepada Serma Ujang dan Serma Aan, Humas Kodim 0713 Brebes, Rabu petang (21/8/2019).

Diterangkannya, bantuan tersebut sudah dibelikan bahan bangunan dan akan digunakan untuk merehab rumah orang tuanya yang sudah menjadi hak Sumanan.

“Bukan rumah berdinding kalsiboard dan gedek ini yang saat ini kami tempati yang direhab, melainkan rumah orang tua yang berada di samping rumah yang akan kami tempati jika sudah jadi nanti,” tandasnya.

Sekedar diketahui, anak sulung keluarga ini Bayu Sumantio, peraih juara II dan membawa nama Indonesia di ajang Gulat Indonesia Open tahun 2015 di Kota Semarang, turnamen yang diikuti oleh 5 negara lainnya yaitu Thailand, Iran, Kamboja, Canada dan Laos.

Kedepan menjadi harapan keluarga karena saat ini sedang kuliah di UNNES (Universitas Negeri Semarang) semester 7 jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rohani (PJKR), jalur beasiswa Bidikmisi. Sementara Justra dan Bagas tidak melanjutkan sekolah setelah lulus dari SMK NU 3 Larangan, Brebes. Bagas sesekali menjadi kernet truk, namun mereka tetap terus berlatih di bawah asuhan guru besar gulat asal Wanasari Brebes, Dasirun (80) Dan 3 Judo dan pensiunan Polri berpangkat Komisaris di Polda Jateng.

Untuk saat ini, satu dari para atlet PON ini, Justra, berhasil menyabet juara kedua/perak dalam ajang Kejurprov Jateng di Magelang, Jawa Tengah, bersama tim di bawah panji KONI Brebes, yang berhasil menjadi juara umum keempat tingkat Jateng dengan torehan 2 emas, 1 perak (Justra), dan 3 perunggu. (Aan)

Selasa, 12 Februari 2019

Bibit Altet Tembak di Latih Oleh Kodim Brebes

Brebes – Puluhan anggota BSC (Black Shooting Club) Perbakin Cabang Brebes melaksanakan silaturahmi sekaligus ramah tamah dengan Komandan Kodim (Dandim) 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE di Lapangan Serbaguna Makodim. Senin malam (11/2/2019).




Selaku Ketua BSC, Surya Kusuma Aji, S.Kom mengaku bangga dapat bertatap muka dengan Pembinanya (Dandim) sekaligus melaksanakan latihan menembak. Tak ada sekat disini, yang ada hanya satu kesatuan keluarga antara TNI dengan para pecinta senapan angin dari seluruh lapisan masyarakat.

“Saya mewakili keluarga besar Black Shooting Club mengaku bangga dan berterima kasih kepada Pak Dandim karena telah difasilitasi tempat latihan penyaluran hobi sekaligus dijamu dengan artis Pantura,” ungkap Surya Kusuma Aji.

Dalam kesempatan ini juga, Dandim (kaos hitam-ungu garis) juga menjajal senapan barunya yang telah standar Perbakin. Faisal Amri berharap, di Lapangan Tembak BSC Kodim kedepan muncul bibit-bibit petembak yang akan membawa nama harum Kabupaten Brebes umumnya dan klub tersebut khususnya. (Aan).