Tampilkan postingan dengan label Gubug. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubug. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2019

Lalai Memadamkan Perapian Dapur, Gubuk Mbah Kalimah Tonjong Brebes Ludes


Brebes – Kebakaran rumah menimpa Kamilah (76), salah satu warga Dukuh Bligo RT. 02 RW. 14, Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis pagi (12/12/2019).





Dibenarkan saksi yaitu Rahmat (58) tukang bangunan setempat sekaligus tetangga Kamilah, bahwa kebakaran terjadi karena api dari tungku dapur yang belum mati dengan sempurna, sehingga menyambar tumpukan kayu dan merang padi yang telah kering di sebelahnya.

Melihat api yang mulai dinding dan atap rumah yang terbuat dari kayu dan gedek ini, Rahmat seketika berteriak meminta pertolongan warga lainnya untuk membantu memadamkan api.

Sementara dikatakan Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa anggotanya segera meluncur ke lokasi untuk membantu pemadaman setelah mendapatkan laporan dari warga.

“Saat kebakaran rumah terjadi sekitar pukul 08.20 WIB, Ibu Kamilah sedang keluar rumah untuk mencari kayu bakar. Warga dan anggota kami berusaha memadamkan api secara manual dan menyelamatkan barang-barang yang sekiranya berharga,” ucapnya.

Api baru berhasil dipadamkan 40 menit berselang (09.00 WIB). Bangunan yang mudah terbakar mengakibatkan api cepat membesar dan menghanguskan seisi rumah.

Tidak ada korban jiwa, namun kerugian harta benda ditaksir mencapai Rp. 25 juta.

Tampak Serma Ibrahim dan warga setempat sedang membersihkan puing-puing rumah yang rata dengan tanah. (Aan)

Kamis, 22 Agustus 2019

Akhirnya Gubuk Atlet Gulat Asal Brebes Akan Dibedah

Brebes – Akhirnya penantian untuk memiliki rumah layak huni dari keluarga Sumanan (52) buruh serabutan asal Desa/Kecamatan Wanasari RT. 2 RW. 1, ayah empat orang pahlawan olahraga yang membawa nama harum Kabupaten Brebes ke tingkat nasional dan internasional, terjawab sudah.




Ayah dari para atlet gulat bersaudara, Bayu Sumantio (26), Justra Aditio (20), Bagas Widianto (19) dan Ajeng Dinda Lestari (19), yang dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, keempatnya mampu mengumpulkan puluhan medali dan piala dari kejuaraan gulat tingkat provinsi dan nasional. Lebih dari 40 penghargaan tersimpan di rumah, bahkan lemari baju tak mampu menyimpan prestasi yang kebanyakan adalah juara pertama.

Walaupun terlahir dari keluarga miskin, namun keempat orang anaknya memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Dan tujuan mereka adalah melayakhunikan rumah. Gubuk yang dulunya berdinding gedek dan mau roboh, telah direhab oleh para donatur dan swasta perorangan menjadi rumah berdinding kalsiboard walaupun lantai masih tanah.

Dibenarkan Sumanan, bahwa dirinya tidak memiliki pekerjaan tetap dan banyak menganggur dengan sambilan memelihara itik, sedangkan istrinya Surkiwi (51) berjualan lontong pagi di Pasar Banjaratma, Wanasari, dengan penghasilan bersih antara Rp. 10-15 ribu sehari, dengan catatan 3 kilogram lontong habis terjual.

“Bantuan untuk merehab rumah telah kami terima dari Perumda Bank Brebes sebesar Rp. 15 juta dan dari Baznas Brebes Rp. 10 juta, sedangkan dari PDAM Brebes Rp. 10 juta masih menunggu,” ucapnya kepada Serma Ujang dan Serma Aan, Humas Kodim 0713 Brebes, Rabu petang (21/8/2019).

Diterangkannya, bantuan tersebut sudah dibelikan bahan bangunan dan akan digunakan untuk merehab rumah orang tuanya yang sudah menjadi hak Sumanan.

“Bukan rumah berdinding kalsiboard dan gedek ini yang saat ini kami tempati yang direhab, melainkan rumah orang tua yang berada di samping rumah yang akan kami tempati jika sudah jadi nanti,” tandasnya.

Sekedar diketahui, anak sulung keluarga ini Bayu Sumantio, peraih juara II dan membawa nama Indonesia di ajang Gulat Indonesia Open tahun 2015 di Kota Semarang, turnamen yang diikuti oleh 5 negara lainnya yaitu Thailand, Iran, Kamboja, Canada dan Laos.

Kedepan menjadi harapan keluarga karena saat ini sedang kuliah di UNNES (Universitas Negeri Semarang) semester 7 jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rohani (PJKR), jalur beasiswa Bidikmisi. Sementara Justra dan Bagas tidak melanjutkan sekolah setelah lulus dari SMK NU 3 Larangan, Brebes. Bagas sesekali menjadi kernet truk, namun mereka tetap terus berlatih di bawah asuhan guru besar gulat asal Wanasari Brebes, Dasirun (80) Dan 3 Judo dan pensiunan Polri berpangkat Komisaris di Polda Jateng.

Untuk saat ini, satu dari para atlet PON ini, Justra, berhasil menyabet juara kedua/perak dalam ajang Kejurprov Jateng di Magelang, Jawa Tengah, bersama tim di bawah panji KONI Brebes, yang berhasil menjadi juara umum keempat tingkat Jateng dengan torehan 2 emas, 1 perak (Justra), dan 3 perunggu. (Aan)

Selasa, 02 April 2019

Danramil Wanasari Sedih Melihat Gubug Samsuri

Brebes, Penelusuran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Siasem Koramil 03/Wanasari Serda Toni sangatlah membuat iba dan perhatian bagi seluruh warga Kabupaten Brebes, bagaimana tidak, dalam melakukan Komunikasi Sosial (Komsos) di RT 003 RW 004 Siasem singgah di gubug yang selayaknya tidak dihuni oleh manusia. Rabu (03/04/2019).


Melalui konfirmasi dan telepon Komandan Koramil 03/Wanasari Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Turiman, menyampaikan bahwa kondisi Samsuri (73) yang memiliki gubug ukuran 4 x 6 meter ini adalah berdiri di tanah milik tol, dinding gubug terpasang dari seng dan getek (bamboo rakitan), gentengnyapun dari bahan asbes yang hampir rapuh dan retak. ungkap Kapten Turiman.
 
Dalam kesehariannya bapak yang pernah memiliki istri dan 4 orang anak ini mengandalkan dari hasil jualan pisang yang berada disekitar gubugnya, setelah dicerai istri dan meninggal ke 4 anaknya tersebut kini Samsuri tinggal sendiri saja digubug yang ia buat sendiri.

Melalui penelusuran Danrami dengan Babinsa Koramil Wanasari yang ada diwilayah adalah apresiasi bentuk kepedulian TNI yang cinta terhadap Rakyatnya dengan hanya memberikan moril, namun sangat berarti bagi Samsuri, tutur Danramil.

Sekarang siapa lagi yang akan memperhatikan ekonomi Samsuri yang berada dalam wilayah Kabupaten Brebes ini?



Sampai dengan saat ini kondisi Samsuri masih belum mendapatkan kelayakan hidup sebagaimana orang-orang disekelilingnya. (Utsm0713)

Senin, 04 Maret 2019

Gubug Petani Tempat Penyuluhan Yang Tepat

Brebes, Anggota Babinsa Koramil 13/Salem Serda Wisrad menghadiri Kegiatan Penyuluhan SLPTT  (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu) komoditi Padi di gubuk  kelompok tani Harapan Mekar Jaya  RT. 01 RW. 03 Desa Bentar Sari Kecamatan Salem Brebes, Senin (04/03/2019).

Pengajar Materi/ Praktek Lapangan oleh Didi Eko, SP dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, H. Runta, SP Koorpro Kecamatan Salem, Darso, SP Kepala BPP Kecamatan Salem, peserta yang mengikuti Pelatihan SL-PHT Padi tersebut berjumlah 25 orang.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil panen padi pada masyarakat di desa Bentar Sari dengan cara mengendalikan hama terpadu padi sehingga kesejahteraan masyarakat lebih baik seiring meningkatnya hasil panennya.
SL-PHT ini merupakan metode penyuluhan, bentuk pendidikan non formal yang dirancang berdasarkan pendekatan andragogi dan menerapkan pola pelatihan yang dilakukan secara partisipatoris dan pendekatan dari bawah. SL-PHT ini merupakan salah satu cara untuk membantu petani, sehingga lebih memahami cara bertani yang pintar dan mandiri. Kata Didi Eko
“Diutamakan kepada kelompok tani, para petani dapat mengendali hama secara benar, dengan upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan OPT dengan menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknis pengendalian yang dikembangkan dalam suatu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup”. Tutup Didi Eko diakhir acara. (Utsm0713)