Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Juli 2020

Kodim 0713 Brebes Terima Penyuluhan Kesehatan Penyakit Degeneratif

 

Brebes - Prajurit dan PNS Komando Distrik Militer 0713 Brebes, Subdempom IV/1-4 Brebes dan Kanminvetcad IV-07/Brebes menerima penyuluhan Kesehatan tentang penyakit kronis/ menahun yang berlangsung di Aula Jenderal Soedirman Nomor 107 Brebes yang dibuka oleh Kepala Staf Mayor Infanteri Edwin Samma BaratikuSenin (27/07/2020).






Kegiatan Sosialisasi Penyuluhan Kesehatan diselenggarakan oleh Klinik Pratama Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) 04.04.01 Brebes yang bekerjasama dengan Kodim 0713 Brebes, merupakan kegiatan Penyuluhan Kesehatan (Promotif) Triwulan lll TA. 2020 dengan disampaikan oleh narasumber dr. Rizkyana Puspitarini.

Adanya orang meninggal karena sakit kronis/menahun dan sampai hari ini terus bertambah. Hal ini disebabkan diantaranya adalah gaya hidup yang tidak sehat pada saat muda, olah raga tidak teratur, makan tinggi gula, carbo dan lain-lain. Tutur dr. Rizkyana Puspitarini.

dr. Rizkyana Puspitarini juga menjelaskan tentang penyakit jantung coroner, hipertensi dan diabetes melitus, sehingga para Prajurit dan Pns Kodim, Subdenpom dan Minvetcad paham dengan penyebab, gejala dan pencegahannya. Tambahnya.


Bahaya penyakit kronis/menahun, dalam hal ini agar anggota memahami tentang penyakit kronis/menahun/Degeneratif sehingga Prajurit dan PNS serta keluarga dapat menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah penyakit Degeneratif. Hal ini dikarenakan banyaknya Anggota Prajurit, Pns, dan Keluarga yang meninggal karena penyakit Degeneratif, melebihi personil yang meninggal karena tugas/latihan. (Utsm)

Jumat, 17 Juli 2020

Babinsa Losari Lor Dampingi Tim Kesehatan Datangi Kerumah Berikan Penyuluhan ODR


Brebes - Penyuluhan dengan langsung didatangi ke rumah-rumah kepada orang dengan resiko (ODR) dilakukan Koramil 05 Losari Kodim 0713 Brebes,  Jum'at (17/07/2020).





Bertempat di Desa Losari Lor,  Kecamatan Losari tepatnya di RW 03, dr. Linda Ketua Tim Analis Penanggulangan Covid-19 Puskesmas Losari, Wirnya, AMd. Kep., M. Kes. Ketua Tim P2TBC Puskesmas Losari, Munadiroh,  AMd.Keb Ketua Tim Medis Kesling Puskesmas Losari dan Sertu Mukhlisin Babinsa Losari Lor,  Babinkamtibmas Aiptu Opan serta Perangkat Desa dan 2 orang warga yang dikategorikan ODR (Klasifikasi Akut).

Dari Informasi yang didapatkan dari Babinsa dan Tim Kesehatan bahwasannya kegiatan tersebut mengunjungi rumah diantaranya pasien penderita TB-Paru Akut yang berada diwilayahnya. 

"Ya Benar,  Kami dengan Tim Kesehatan Puskesmas Losari mendata adanya di Desa Losari Lor ada 2 orang yang kategori ODR,  diantarnya berinisial M (53) dan S (54) semua berada di RW 03 Losari Lor" Papar Babinsa. 

Warga ODR yang dikunjungi adalah Pasien TB-Paru Akut,  termasuk ODP dalam upaya cegah dan tangkal serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 kepada ODR beserta keluarganya agar tidak terpapar Covid-19.

Adapun kegiatan lain yang dilakukan oleh Tim diantaranya memberikan perlindungan terhadap ODR diwilayah kerja Puskesmas Losari,  Penyuluhan tentang kerawanan dan hal-hal yang harus diperhatikan oleh ODR, kemudian melakukan Test PCR kepada ODR serta memberikan Leave Let,  Masker, obat-obatan dan vitamin C-1000.

Sebelum dan sesudah kegiatan tersebut,  tim melakukan selalu protokoler kesehatan Covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah. (Utsm)

Sabtu, 09 Maret 2019

Perangkat Desa, Karang Taruna dan Masyarakat Mendapat Penyuluhan Bahaya Narkoba

Brebes, 150 orang diberikan Penyuluhan anti narkoba dengan tema "Mewujudkan remaja Indonesia  yang berprestasi dan berkarakter tanpa narkoba” kepada puluhan perangkat desa dan Karang Taruna Bojong Kecamatan Jatibarang, Minggu (10/03/2019).
   
Penyuluh narkoba ini disampaikan oleh BNK Kabupaten Brebes yang didampingi TNI Koramil 02/Jatibarang, Tidak hanya memberikan materi mengenai jenis dan dampak penyalahgunaan narkoba namun juga memberikan tips dan trik dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak muda yang notabenya adalah generasi penerus bangsa.

Selain itu Lukman Suyanto, S.H. selaku penyuluh narkoba  BNK Kabupaten Brebes menuturkan betapa pentingnya peran perangkat desa dan Karang Taruna dalam Mewujudkan remaja Indonesia  yang berprestasi dan berkarakter tanpa narkoba di lingkungan Masyarakat.  

"Perangkat desa sekaligus Karang Taruna juga memiliki kewenangan yang cukup besar dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dilingkungan desa ini dengan kebijakan-kebijakan yang tegas," tutur Lukman.

"Dengan pemasangan himbauan-himbauan berupa baleho ditempat yang strategis," imbuhnya.
 
Dari kegiatan-kegiatan seperti ini dapat mendorong desa-desa lainnya untuk ikut berperan aktif dalam perang melawan narkoba.

Apabila masyarakat mengetahui, melihat dan mendengar ada penyalahgunaan narkoba, segera hubungi kami di call center BNK Kabupaten Brebes. Disampaikan diakhir acara oleh Lukman. (Utsm0713).

Senin, 04 Maret 2019

Gubug Petani Tempat Penyuluhan Yang Tepat

Brebes, Anggota Babinsa Koramil 13/Salem Serda Wisrad menghadiri Kegiatan Penyuluhan SLPTT  (Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu) komoditi Padi di gubuk  kelompok tani Harapan Mekar Jaya  RT. 01 RW. 03 Desa Bentar Sari Kecamatan Salem Brebes, Senin (04/03/2019).

Pengajar Materi/ Praktek Lapangan oleh Didi Eko, SP dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, H. Runta, SP Koorpro Kecamatan Salem, Darso, SP Kepala BPP Kecamatan Salem, peserta yang mengikuti Pelatihan SL-PHT Padi tersebut berjumlah 25 orang.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan hasil panen padi pada masyarakat di desa Bentar Sari dengan cara mengendalikan hama terpadu padi sehingga kesejahteraan masyarakat lebih baik seiring meningkatnya hasil panennya.
SL-PHT ini merupakan metode penyuluhan, bentuk pendidikan non formal yang dirancang berdasarkan pendekatan andragogi dan menerapkan pola pelatihan yang dilakukan secara partisipatoris dan pendekatan dari bawah. SL-PHT ini merupakan salah satu cara untuk membantu petani, sehingga lebih memahami cara bertani yang pintar dan mandiri. Kata Didi Eko
“Diutamakan kepada kelompok tani, para petani dapat mengendali hama secara benar, dengan upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan OPT dengan menggunakan satu atau lebih dari berbagai teknis pengendalian yang dikembangkan dalam suatu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup”. Tutup Didi Eko diakhir acara. (Utsm0713)