Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Petani. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2024

Pendampingan Babinsa Terhadap Petani Binaan Wujudkan Ketahanan Pangan Wilayah

 Brebes - Memberikan semangat untuk memotivasi petani binaan dalam mengolah lahan pertanian, Serda Andri R Babinsa Koramil 17/Songgom, Kodim 0713/Brebes, Korem. 071/Wijayakusuma, melakukan pendampingan kegiatan kelompok tani Sidaka Jaya, Desa Karangasembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes. Sabtu (03/08/2024).


Dalam meningkatkan hasil pertanian di wilayah binaan, pendampingan terhadap Kelompok Tani terus dilakukan oleh Babinsa Serda Andri dengan tujuan swasembada pangan dan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam hal ini petani binaan.


“Diharapkan dengan kegiatan pendampingan dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan pertanian. Babinsa akan terus mendampingi dengan turun langsung membantu petani.”ungkap Babinsa Serda Andri.





Dalam pelaksanaannya kali ini Serda Andri membantu dalam penyemprotan pestisida penanggulangan hama dan juga pemberian pupuk untuk tanaman padi. Selain itu juga dirinya memberikan edukasi kepada petani tentang sistem tanam yg dapat membuahkan hasil panen yang lebih baik.


“Sebagai Babinsa, mengajak kepada masyarakat binaan agar dapat memanfaatkan lahan yang ada supaya diaktifkan atau dimanfaatkan untuk pertanian, sehingga dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk sehari-hari.” Tutupnya.(Pen0713)

Kamis, 18 Juli 2024

Serma Wasim Babinsa Koramil 13 Salem Bantu Petani Panen Padi

 Brebes – Serma Wasim Babinsa Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes melaksanakan pendampingan kepada petani di Desa Gununglarang, Kecamatan Salem dengan terjun langsung ke sawah membantu petani panen padi seluas 38 hektar. Kamis (18/07/2024).


Serma Wasim dalam mendukung Ketahanan Pangan (Hanpangan) dengan semangat ikut serta terjun langsung ke sawah untuk membantu para petani desa binaannya saat memanen padi agar supaya terwujud kemanunggalan TNI dengan Rakyat.






Dalam kesempatan ini Serma Wasim mengatakan kegiatan pendampingan panen padi ini juga salah satu upaya dalam mempercepat masa panen yang sedang dilakukan petani warga desa binaan.


Hal ini tentunya bukan hanya saat panen padi saja, akan tetapi disaat penyemaian bibit padi, pengolahan lahan sawah, pemupukan hingga perawatan sampai panen, Babinsa terus mendampingi kelompok tani.


Kepedulian ini membantu warga dengan harapan, dapat memberikan motivasi dan nilai positif bagi petani agar lebih bersemangat dalam mengolah lahan persawahan guna meningkatkan ketahanan pangan. Ungkap Babinsa Serma Wasim. (Pen0713)

Minggu, 03 Maret 2024

Inilah Hasil Panen Bawang Merah Petani Desa Grinting Setelah Gunakan Mikroba PA 63 garuda 0713

 Brebes - Poktan Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes hari ini Panen Raya Bawang Merah. Minggu (03/02/2024).


Setelah umur sudah dikatakan cukup, Poktan Desa Grinting yang sebulan lalu mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 di Makodim 0713 Brebes kini sudah merasakan hasil pertaniannya.


Mikroba PA 63 Garuda 0713 adalah cairan penyubur tanah dan pengurai air tambak yang dapat memberikan manfaat pertanian, tambak dan perkebunan.






Wasduri (51) petani bawang merah warga Desa Grinting saat menikmati hasil panen Bawang Merah pertamakali merasa senang dengan hasil melimpah dan warga bawang sangat merah pekat dan bibitnya bertambah.


‘Alhamdulillah setelah saya mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 gratis di Kodim 0713 Brebes dan saya praktekkan langsung, hasilnya sangat menggembirakan, bahkan bobot bawangnya bertambah serta waktu panen lebih singkat seminggu sebelum waktunya panen, warna bawangnya merah gelap/menges (dalam bahasa jawa) dan besar”. Ungkap Wasduri.


Kepala Desa Grinting Suhartono saat dilokasi panen bawang merah mengatakan “Alhamdulillah dengan adanya Mikroba yang diberikan secara gratis oleh Dandim Bapak Sapto Broto kepada petani di Grinting sangatlah membantu dalam pencapaian hasil panennya, initinya menggunakan Mikroba ini sangat menguntungkan buat petani Desa Grinting, terbukti walaupun airnya sedikit tetap subur”. Kata Kades.


Sementara Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Kodam IV Diponegoro,  Letkol Infanteri Sapto Broto,S.E., M.Si mengungkapkan rasa bersyukur atas Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, semoga apa yang telah dilakukan untuk pengabdian di Kabupaten Brebes bisa membantu pertumbuhan dan perekonomian di bidang pertanian, tambak dan perkebunan.


Dandim menyampaikan bahwa kehadiran Petani di Makodim 0713 Brebes adalah untuk mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 serta memberikan sedikit solusi bagi petani agar hasil panen sesuai yang diharapkan.


“Melalui program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Kodim 0713 Brebes berusaha membantu kesulitan dan membantu mensejahterakan rakyat, nantinya bisa membantu baik hasil pertanian dan tambak khususnya di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba”. tutup Dandim. (Pen0713).

Kamis, 08 Februari 2024

Poktan Budidaya Ikan dan Petani Desa Grinting Datangi Markas Kodim Brebes Angkut Cairan Mikroba

 Brebes - Poktan dan Budidaya Ikan Tambak Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes datangi Markas Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma gunakan kendaraan pic up di Jalan Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah, Rabu (07/02/2024).


Maksud dan tujuan dari Petani dan Budidaya Ikan Tambak Grinting adalah untuk mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 penyubur tanah dan pengurai air tambak yang dapat memberikan manfaat pertanian, tambak dan perkebunan.








Wasduri (51) petani bawang merah warga Desa Grinting saat mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 mengatakan “Saya sebelumya sudah mencoba menggunakan Mikroba PA 63 Garuda 0713 yang dulu diberikan oleh Pak Dandim di Desa Grinting sebulan yang lalu, dal Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan, bawang merah yang saya panen merahnya merah gelap (menges dalam bahasa jawa) dan besar”. Papar Wasduri.


Berbeda dengan Sugiyono (53) perwakilan kelompok budidaya ikan Desa Grinting mewakili anggota poktan ikan mengatakan hasilnya lain setelah menggunakan Mikroba PA 63 Garuda 0713, terima kasih Bapak Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dengan murah hati memberikan cairan Mikroba secara gratis, akhirnya kami bersama rekan yang lain mendatangi Makodim untuk mengambil Mikroba karena hasilnya sangat memuaskan” ungkapnya.


Sementara Dandim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Kodam IV Diponegoro,  Letkol Infanteri Sapto Broto,S.E., M.Si mengungkapkan rasa bersyukur atas Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias, semoga apa yang telah dilakukan untuk pengabdian di Kabupaten Brebes bisa membantu pertumbuhan dan perekonomian di bidang pertanian, tambak dan perkebunan.


Dandim menyampaikan bahwa kehadiran Petani dan Nelayan Desa Kubangpari di Makodim 0713 Brebes adalah untuk mengambil Mikroba PA 63 Garuda 0713 serta memberikan sedikit solusi bagi petani agar hasil panen sesuai yang diharapkan.


“Melalui program Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas, Kodim 0713 Brebes berusaha membantu kesulitan dan membantu mensejahterakan rakyat, nantinya bisa membantu baik hasil pertanian dan tambak khususnya di Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba”. tutup Dandim. (Pen0713).

Kamis, 04 Januari 2024

Dandim Brebes Bagikan Mikroba PA63 Garuda 0713 kepada Petani di Desa Rengaspendawa

 Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto WA, S.E., M.Si kucurkan Mikroba PA63 Garuda 0713 dibotol dan drigen para petani di Dukuh Cecek, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah. Kamis 

(04/01/2024).


Melalui Tema "Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias" Dandim dan ASGAS RI melalui Prof Jiun (Iman Untung Slamet) Penggagas Tanaman Seluruh Indonesia Pembuat Mikroba PA63 Garuda 0713 temui petani dengan berbagai keluhan dan unek-unek yang menjadi kendala para petani bawang merah khususnya di Dukuh Cecek.


Sebelumnya Dukuh Cecek mengalami kekeringan lahan di musim kemarau panjang hingga akhir tahun 2023, sehingga melalui Ketua Poktan H. Haris mendengar adanya Gerakan Tangan Tuhan Kodim 0713 Brebes tentang penyuburan tanah dengan cara penyemprotan cairan Mikroba.


Alhasil, hari ini Kodim 0713 Brebes terjun langsung dipimpin Dandim membagikan Mikroba PA63 Garuda 0713 di Dukuh Cecek sebanyak 5.000 liter.


"Melalui program Tangan Tuhannya berusaha membantu kesulitan rakyat, seperti sekarang ini terjadi kekeringan lahan disawah. Untuk itu dengan temuan Mikroba PA63 Garuda 0713 nantinya bisa membantu hasil pertanian para petani khususnya di Brebes".tutur Letkol Sapto.





Prof Jiun selaku Penggagas Mikroba PA63 Garuda 0713 mengatakan "Ora Jare Jare, Yen Sampeyan Ngandel, Kiye Wis Ana Petani Sing Wis Nglakokna Nyiram Bawang Nganggi Mikroba PA63 Garuda 0713" (Tidak Ada Kata Bohong, Kalau Tidak Percaya, Ini sudah ada petani bawang merah yang sudah menyiram atau semprot menggunakan Mikroba". Papar Prof Jiun sapaan akrabnya.


Sementara Mustofa (60) warga Desa Sidamulya yang sudah menggunakan Mikroba PA63 Garuda 0713 merasa senang, karena tanaman bawang merahnya tumbuh subur, dimana sebelumnya mengalami kekeringan (menguning), setelah di semprot Mikroba, di Usia 26 hari, bawangnya menghijau dan subur walau tidak ada air di selokan.


"Alhamdulillah tanaman bawang saya subur hijau, awalnya saya ragu, namun saya mencoba diawal penyemprotan masih seperti biasa pertumbuhannya, setelah hari ke 3, daun bawang menghijau dan berdiri tegak, usia sekarang sudah 26 hari, saya baru semprot 5 kali". tuturnya.


Dibandingkan dengan bawang dilahan sebelahnya, Mustofa merasa bersyukur karena tanaman bawangnya tumbuh hijau. (Pen0713).

Senin, 01 Januari 2024

Kodim Brebes Sosialisasikan Mikroba PA63 Garuda 0713 kepada Petani di Desa Banjaranyar dan Krasak

 


Brebes - Mengawali Tahun Baru 2024, Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dengan Program Melalui Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias kembali didengungkan dengan mensosialisasikan dan terjun ke sawah menemui petani yang mengalami kekeringan pada tanaman bawang di Desa Banjaranyar, Kecamatan Brebes, Jawa Tengah. Senin (01/01/2024).


Dengan menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Pengairan,  BNPB Kabupaten Brebes dan bersinergi dengan Penggagas Tanaman Seluruh Indonesia Pembuat Mikroba PA63 Garuda 0713 alami Prof Iman Untung Slamet.





Dandim meracik Mikroba di malam tahun baru (31/12) sebanyak 5.000 liter yang dipersiapkan untuk esok hari dibagikan secara gratis pada petani Desa Banjaranyar dan Krasak.


Dalam sambutannya, Dandim melalui program Tangan Tuhannya berusaha membantu kesulitan rakyat, seperti sekarang ini terjadi kekeringan lahan disawah. Untuk itu dengan temuan Mikroba PA63 Garuda 0713 nantinya bisa membantu hasil pertanian para petani khususnya di Brebes.


Sementara Iman Untung Slamet Penggagas Mikroba PA63 Garuda 0713 mengatakan "Secara tidak langsung, para petani menyelamatkan tanah untuk generasi berikutnya dengan penggunaan Mikroba" papar Untung.


Dalam upaya khusus ketahanan pangan, Kodim 0713 Brebes akan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Brebes dan Penggagas mikroba penyubur Tanaman seluruh Indonesia (Mikroba PA 63 Garuda / Pengurai tanah alami) untuk melakukan upaya khusus dalam menangani kesulitan para petani sehingga masalah para petani bisa teratasi.


Dengan Kehadiran Kodim 0713 Brebes dalam pendampingan ke Petani nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di wilayah Kabupaten Brebes dan sebagai wujud kepedulian TNI kepada rakyat dalam menciptakan Ketahanan Pangan. (Pen0713).

Sabtu, 30 Desember 2023

Peduli Kekeringan, Kodim Brebes Bagikan 5.000 Liter Mikroba PA63 Garuda 0713 kepada Petani di Desa Cikeusal Kidul

 


Brebes - Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si kembali terjun ke sawah menemui petani yang mengalami kekeringan pada tanaman bawang di Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah. Sabtu (30/12/2023).

Dandim menggandeng Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Pengairan,  BNPB Kabupaten Brebes dan bersinergi dengan Penggagas Tanaman Seluruh Indonesia Pembuat Mikroba PA63 Garuda 0713 alami Prof. Iman Untung Slamet.


Kodim Brebes meracik Mikroba yang dinamakan Mikroba PA63 Garuda 0713 di Makodim (29/12) sebanyak 1.000 liter dan dikembangkan menjadi 5.000 liter yang hari ini dibagikan secara gratis pada petani Desa Cikeusal Kidul.





Sebelum Mikroba PA63 Garuda 0713 dibagikan pada petani, Dandim dan Prof. Iman Untung Slamet mensosialisasikan terlebih dahulu tentang cara dan penggunaannyam bahkan Dandim mempraktekkan cara penyemprotan kelahan bawang merah milik petani.

Dandim 0713 Brebes Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si dalam sosialisasinya mengatakan “Kodim Brebes akan  bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Brebes dan Penggagas Mikroba Penyubur Tanaman Seluruh Indonesia (Mikroba PA 63 Garuda 0713 / Pengurai Tanah Alami) Prof. Iman Untung Slamet untuk melakukan upaya khusus dalam menangani kesulitan para petani sehingga masalah para petani bisa teratasi”. Papar Dandim.


Ditambahkan bahwa dengan Kehadiran Kodim 0713 Brebes dalam pendampingan ke Petani nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang mengalami kesulitan di wilayah Kabupaten Brebes  dan sebagai wujud kepedulian TNI kepada rakyat. Sehingga Kemanunggalan TNI dengan rakyat dapat terjalin kokoh.


Diungkapkan oleh Prof. Iman Untung Slamet bahwa “Mikroba Penyubur Tanaman Seluruh Indonesia (Mikroba PA 63 Garuda 0713 / Pengurai Tanah Alami) keuntungan diantaranya tanaman tidak banyak membutuhkan banyak air dan hidup dilahan yang kering dan penggunaannya mudah, hanya semprot ke tanaman dengan di campur  air”. tutur Iman.


Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Brebes yang diwakili Ali Mashudi mengatakan "Dinas pertanian mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dandim untuk memberikan solusi kepada kami tentang gagal panen/fuso agar bisa teratasi dipetani kami, Dinas pertanian kabupaten Brebes akan mendukung program ini demi kesejahteraan petani”. Paparnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Cikeusal Kidul Neli juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Dandim Brebes.


“Alhamdulillah Pak Dandim memikirkan kesusahan para petani didesa kami dan memberikan solusi kepada warga kami Cikesal Kidul dan menjadi percontohan pertanian untuk Kabupaten Brebes untuk mengatasi menanggulangi kegagalan panen”. Tutur Neli.


“Warga Cikeusal Kidul sangat senang dan antusias dengan solusi yang diberikan secara gratis oleh Kodim 0713 Brebes dengan memberikan 5.000 liter Mikroba PA 63 Garuda 0713 pada petani untuk kesuburan tanaman pertanian dan lahan agar menjadi subur hijau kembali”. Imbuh Kepala Desa.(Pen0713).

Minggu, 14 Juni 2020

Diduga Hanyut di Sungai, Petani Asal Larangan Brebes Ditemukan Selamat Telanjang


Brebes – Seorang petani yang dilaporkan hilang oleh keluarganya karena hanyut di saluran irigasi di desanya, Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (11/6), telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setempat pada pukul 19.00 WIB. Kamis malam (11/6/2020).



Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, dugaan hanyut berdasarkan dari hasil penemuan peralatan bertani dan satu stel baju yang berada di pinggir saluran irigasi tersebut pada pukul 06.00 WIB oleh pemilik warung yang berada di samping saluran irigasi, Ibu Rohani (45).

”Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53), ditemukan warga setempat telanjang berada di pintu air tempat dirinya dinyatakan hilang,” ucapnya.

Untuk pencarian massal yang melibatkan Tim SAR Kabupaten Brebes dan Cilacap, BPBD Brebes, masyarakat setempat, anggota Koramil dan Polsek Larangan, PMI Brebes, Pemuda Pancasila Larangan, dan Ubaloka, dihentikan pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan hari berikutnya (12/6) karena belum membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, dengan ditemukannya Saudara Tarjono maka pencarian di hari kedua tidak dilakukan dan secara resmi operasi SAR resmi ditutup,” tandasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya dihubungi oleh BPBD Brebes pada pukul 13.40 WIB, diminta membantu melakukan pencarian warga yang diduga tenggelam.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Cilacap memberangkatkan satu regu beserta peralatannya yakni 1 unit rescue carrier, 2 set pakaian hazmat, 1 unit rubber boat, peralatan SAR air serta peralatan pendukung lainnya.

“Pak Tarjono ditemukan selamat oleh warga setempat dalam kondisi basah kuyup tanpa luka sama sekali,” ungkapnya.

Hambatan pencarian adalah banyaknya gorong-gorong di saluran irigasi dan juga sampah. Fokus pencarian adalah menyelam dan menyisir sungai.

Kopka Wahyudiono, Piket Koramil Larangan mengatakan bahwa, usai ditemukan, Tarjono langsung dibawa ke PKU Muhammadiyah Larangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pak Tarjono kebingungan saat ditanya penyebab dirinya hilang. Beliau mengatakan saat masuk air, dirinya memasuki desa di Gunung Karangbale dan berada disana selama tiga hari bertemu banyak orang aneh,” ungkapnya.

Suwarni (45), istri dari Tarjono, menangis terbata dan mengaku bahagia karena suaminya masih hidup. Ia juga mengaku sempat cekcok dengan suaminya sebelum berangkat ke ladang.

Untuk diketahui, rutinitas Tarjono adalah membersihkan peralatan tani dan mandi di tempat tersebut sehabis menyiram tanaman bawang pada pukul 03.00 WIB. (Aan)

Petani Asal Larangan Brebes Diduga Hanyut di Saluran Air


Brebes – Warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihebohkan dengan hilangnya salah satu warganya secara misterius, Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53). Kamis (11/6/2020).







Warga menduga, petani yang merupakan tetangganya ini hanyut di saluran irigasi yang mengalir di desanya.

Menurut keterangan salah satu saksi, Ibu Rohani (45), saat dirinya hendak membuka warung pada pukul 06.00 WIB, dilihatnya 1 satu stel pakaian berikut dengan celana dalam dan peralatan pertanian yang berada di pinggir sungai.

“Biasanya yang sering mandi disini pagi-pagi adalah Pak Tarjono,” ungkapnya.

Ia pun lantas memanggil Farel (15), anak dari korban yang diduga hanyut untuk memastikan apakah benar barang-barang tersebut milik ayahnya. Farel pun lantas segera memberitahukan penemuan itu kepada ibunya, Suwarni (45) atau istri Tarjono.

“Benar ini pakaian dan barang milik suami saya. Ia pergi ke sawah untuk menyiram tanaman sekitar jam tiga pagi tadi,” ucapnya sambil terisak.

Karena tidak ditemukan setelah dilakukan pencarian keberadaan suaminya di sawah dan rumah keluarganya, akhirnya Suwarni melaporkannya kepada perangkat desa dan dilanjutkan kepada pihak Polsek dan Koramil Larangan.

Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa dugaan hanyut berdasarkan dari hasil temuan di pinggir saluran irigasi berupa 1 stel pakaian, 1 buah alat siram manual pertanian, dan 1 buah sabit.

“Dari pengakuan beberapa saksi, rutinitas dari saudara Tarjono adalah membersihkan diri atau mandi sepulang dari sawah di saluran irigasi Desa Karangbale, di depan warung milik Ibu Rohani (45), RT. 009 RW. 004,” terangnya.

Setelah menghubungi Tim SAR Kabupaten Brebes, masyarakat Karangbale bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu Tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri saluran irigasi.

“Tumpukan sampah yang tersangkut di pintu air di pintu-pintu air juga dikorek barangkali korban hanyut tersangkut disana,” tandasnya.

Ditambahkannya, pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan kembali esok hari (12/6). (Aan)

Rabu, 13 Mei 2020

Di Tonjong Brebes, Masker Juga Dibagikan di Sawah


Brebes – Puluhan petani Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendapatkan pendampingan pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, BPP (Balai Penyuluh Pertanian) Kecamatan Tonjong, dan juga Babinsa setempat.




Dijelaskan Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infantri Ngadino melalui Babinsa Kutamendala, Serka Iskandar, bahwa pihak terkait tersebut terus melakukan pendampingan kepada para petani guna menjaga stok beras di Kabupaten Brebes khususnya.

“Di sawah areal persawahan milik Gapoktan Abdi Tani seluas 2 hektar, selain para petani dimotivasi melakukan gerakan tanam dan panen padi, mereka juga diberikan edukasi terkait pencegahan covid-19, dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya, Selasa (12/5/2020).

Tak hanya itu, mereka juga menerima pembagian masker kain yang disalurkan langsung oleh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Ir. Yulia Hendrawati, M.Se.

Sementara dinyatakan Ketua Gapoktan Abdi Tani, Kutamendala, Rudiyanto (50), bahwa mewakili kelompok tani, dirinya mengucapkan terima kasih atas bantuan masker dan bibit padi jenis Inpari-32 program tahun 2020.

“Sebagai salah satu lumbung beras di Kecamatan Tonjong dan Kabupaten Brebes, bantuan ini jelas akan memicu kami untuk mensukseskan gerakan tanam padi agar stok beras terjaga di tengah krisis ekonomi terkait pandemi,” ujarnya.

Dinyatakannya juga, bantuan bibit padi bagi salah satu Gapoktan di desa tersebut, sangat tepat sasaran dan manfaat karena para buruh tani juga masih mendapatkan upah. (Aan)

Senin, 06 Januari 2020

Petani Di Bantarkawung Brebes Nekat Mengakhiri Hidup Di Kaso Teras Mertuanya


Brebes – Petani asal Dukuh Jetak RT. 03 RW. 01, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di teras rumah mertuanya, Suni, di RT. 01 RW. 02. Senin malam (6/1/2020).


Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi bahwa, Almarhum Kasmin (48) ditemukan sudah meninggal dunia oleh adik iparnya, Tohir (37), petani asal Desa/Kecamatan Bantarkawung RT. 08 RW. 03, saat mengunjungi rumah orang tuanya tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

“Saat akan memarkir sepeda motornya di samping rumah Bu Suni, Saudara Tohir kaget saat melihat saudara Kasmin sudah tergantung di kaso/kayu usuk teras rumah ibunya,” jelas Danramil.

Kasmin diketahui istrinya, Taswi (39), sebelumnya keluar dari rumah sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian ditemukan sudah tergantung di tali tambang warna putih dengan memakai kaos warna putih dan celana pendek kolor warna biru.

Ia menggunakan papan gebyokan padi sebagai pijakan saat ditemukan. Melihat hal ini, iparnya segara masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kepada istri Almarhum yang sedang di dalam kamar tidur.

“Jasad Almarhum diturunkan oleh istri dan iparnya yaitu Saudara Tohir. Selanjutnya Mas Tohir segera memberitahukan kepada tokoh masyarakat sekitar serta melapor kepada pihak Koramil, Polsek dan Puskesmas Bantarkawung,” imbuh Kapten Nurhadi.

Sedangkan dari penuturan istrinya, Almarhum yang merupakan sosok pendiam ini, diduga depresi karena mengidap penyakit menahun yang tak kunjung sembuh. Ia juga baru saja pulang bekerja sebagai buruh di daerah Sumatera.

Sementara dari pemeriksaan awal pihak medis, Juhanah (37) perawat sekaligus bidan Puskesmas tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan/penganiayaan pada tubuh, hanya luka bekas jeratan tali di leher, alat kelamin mengeluarkan sperma dan dubur mengeluarkan kotoran besar.

Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian Kasmin dan jenazahnya akan dimakamkan di TPU Desa. (Aan)

Kamis, 24 Oktober 2019

Para Petani Di Paguyangan Brebes Dibekali Cara Membasmi Tikus Dengan Rodentisida dan Fumigasi



Brebes – Puluhan petani dan Gapoktan Tani Harapan Desa Wanatirta, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dibekali tentang cara pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) oleh BPP (Balai Penyuluhan Pertanian) Paguyangan.



Kali ini, penyuluhan dan pelatihan Gerdal (Gerakan Pengendalian) OPT yang diberikan, tentang cara membasmi hama tikus dengan obat dalam bentuk umpan berwarna hijau serta asap beracun yang berlokasi di rice mill serta persawahan setempat. Kamis (24/10/2019).

Disampaikan Sunardi, AMD, Kepala BPP Paguyangan, kedua fungsi obat rodentisida yang digunakan sangat bermanfaat membasmi tikus sawah (rattus argentiventer) dan tikus semak (rattus tiomanicus).

Untuk umpan hijau sangat disukai tikus karena isinya campuran beras, jagung, gandum dan roti. Racun ini mempunyai sifat antikoagulan, dimana metabolisme tikus akan terganggu dan selanjutnya mati.

“Tikus yang memakan umpan tidak akan langsung mati, tetapi dalam waktu 3-5 hari. Tikus akan terganggu sistem metabolisme tubuhnya dan mengalami perdarahan internal,” bebernya.

Dijelaskannya lanjut, setelah memakan umpan, tikus akan mencari sumber air untuk mengurangi dehidrasi dan mati di dekat perairan, bukan di sarangnya, sehingga aroma bau tidak timbul dari tubuh tikus. Metode ini tidak menimbulkan efek jera karena tidak disadari oleh tikus lainnya. Untuk pengumpanan, racun diletakkan secukupnya di jalur tikus atau juga dimasukkan ke lubang aktif.

Sedangkan racun asap/alpostran yang bekerja dengan sistem fumigasi atau pengasapan, sebelum dibakar para petani harus lebih memperhatikan arah angin. “Asap beracun yang dibakar dan kemudian dimasukan ke sarang tikus sebaiknya membelakangi arah angin sehingga asap tidak mengenai pelakunya. Selanjutnya lubang tikus ditutup dengan tanah agar asap tidak keluar,” lanjutnya.

Sunardi juga menekankan agar para petani menggunakan masker dan sarung tangan sebelum pengasapan, serta memperhitungkan jarak pembasmian dari pemukiman dan ternak penduduk.

Sementara ditambahkan Bati Tuud Koramil 11 Paguyangan Kodim 0713 Brebes, Pelda Ismangil, penyuluhan dan pelatihan tersebut untuk membantu para petani yang belum menemukan cara yang tepat dan efisien untuk mengatasi hama, untuk mencapai ketahanan pangan.

“Untuk penggunaan kedua jenis racun saya harapkan para petani dan Gapoktan mengikuti instruksi dari pemateri. Jangan berlebihan agar tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

Turut hadir OPT dari Kabupaten Pemalang, OPT dan petugas PPL Kecamatan Paguyangan, Kades Wanatirta Lukman, Babinsa setempat Koptu Ade Setiawan beserta anggota Koramil serta Gapoktan Tani Harapan desa tersebut. Pungkas acara dibagikan racun tikus kepada para petani dan Gapoktan. (Aan)

Jumat, 13 September 2019

Bangga, 2 Anak Petani Menjadi Lulusan Terbaik Tamtama Rindam IV

Gombong - Tiga prajurit TNI AD menjadi lulusan terbaik dalam pendidikan Sekolah Calon Tamtama di Rindam IV/Diponegoro. Hal yang membanggakan, dua orang dari mereka adalah anak dari seorang petani.








Tiga prajurit lulusan terbaik yang mengikuti Pendidikan Secata TNI AD Gelombang I TA 2019 yaitu Prada Bondan Sri Kuncoro asal Boyolali (orang tua petani), Prada Dimas Weda B. asal Banyumas (orang tua wiraswasta), dan Prada Anan Ghufron F. asal Kendal (orang tua petani).

Penghargaan bagi prajurit terbaik diberikan oleh Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E., M.M. pada upacara penutupan Pendidikan Secata TNI AD yang berlangsung di Lapangan Chandradimuka, Gombong (7/9/2019).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M., dalam amanat tertulis yang dibacakan Kasdam IV/Diponegoro menyampaikan, dengan selesainya pendidikan ini maka menjadi awal karier sebagai prajurit TNI. 

"Kalian sudah diberikan pembekalan materi tentang dasar keprajuritan dan ini adalah bekal awal dalam pengabdian serta upaya untuk menanamkan rasa bangga terhadap korps TNI AD", ungkapnya.

Menurutnya, hal ini sangat dibutuhkan agar para prajurit mampu melaksanakan tugas dengan baik di satuan masing-masing.

Ditegaskan, para prajurit yang baru saja dilantik harus menampilkan sikap dan perilaku yang mencerminkan pribadi seorang prajurit sejati, prajurit yang disiplin, loyal, militan, profesional, mencintai dan dicintai rakyat. 

"Tanamkan jiwa pengabdian yang senantiasa dilandasi oleh Sumpah Prajurit, Sapta Marga dan Delapan Wajib TNI", tegasnya. 

Dengan berbagai  ilmu dan pelatihan yang telah diajarkan selama pendidikan pertama ini baru merupakan tahap dasar, artinya para prajurit  masih perlu menerima pembekalan yang bersifat lanjutan. Oleh karena itu, setelah pendidikan ini kalian akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai dengan kecabangan masing-masing.  

Sebelum mengikuti pendidikan kejuruan, para prajurit yang baru saja dilantik dengan pangkat Prada ini mendapatkan cuti pendidikan. 

Pangdam berpesan agar selama cuti tetap menjaga kehormatan, jaga keselamatan dan keamanan diri kalian dengan baik, hindari tindakan yang dapat merusak citra dan nama baik TNI AD. 

Dan satu hal yang tidak boleh lengah, para prajurit tetap mempersiapkan fisik dan mental serta kesehatan masing-masing guna mengikuti pendidikan selanjutnya.

 Kembangkan ilmu yang kalian peroleh agar kelak dapat menjadi prajurit yang profesional dan handal dalam menghadapi tuntutan tugas di masa mendatang, pinta Pangdam.

Mengakhiri amanat tertulis, Pangdam mengucapkan terima kasih kepada Danrindam beserta staf, Dansecata, para Guru Militer, Pelatih dan staf pendukung.

Selanjutnya, diharapkan Danrindam IV melakukan evaluasi agar pendidikan-pendidikan sejenis pada masa yang akan datang semakin baik dan berkualitas. 

Hadir pada kegiatan tersebut Irdam, Danrem 071/WK, Aspers, Kabalak dan Komandan Satuan jajaran Kodam IV/Diponegoro, Bupati beserta unsur Forkopimda Kabupaten Kebumen.

Turut hadir Wakil Ketua beserta segenap Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro. (pendam/penrem/pendim0713)