Tampilkan postingan dengan label Hanyut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hanyut. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Maret 2021

Hari Kelima Pencarian Carsono, Penyelaman dan Sisir Sungai Pemali Masih Dilakukan

 


Brebes – Pencarian terhadap korban dugaan tenggelam di Sungai Pemali, Carsono (56), warga Dukuh Karangsari RT/RW. 01, Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, masih terus dilakukan Tim SAR dan BPBD Brebes, komunitas jala ikan Bantarkawung, bersama pihak lainnya dan dibantu segenap komponen masyarakat.









Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, sasaran pencarian di hari kelima masih dalam radius kurang lebih 5 kilometer ke arah hilir dari lokasi dugaan korban hanyut saat menjala ikan pada Minggu petang, 7 Maret 2021 lalu.


“Selain menyusur sungai dan melakukan penyelaman, pencarian juga dilakukan dengan menyusuri bantaran sungai, yang dilakukan oleh Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar,” terangnya.


Ditambahkan Budi Sujatmiko, Koordinator PB BPBD Brebes, bahwa pencarian yang dilakukan dengan perahu karet (LCR), dilakukan sampai dengan sekitar Bendungan Notog.


“Kami juga dibantu perahu karet dari Polres Brebes untuk menambah jumlah armada pencarian, termasuk dari Basarnas Cilacap,” ujarnya. 


Dirinya juga mengapresiasi bantuan dari relawan Bangbara Kecamatan Salem, anak-anak Pramuka, RAPI, ACT, Wipala, dan juga masyarakat sekitar. 


Untuk diketahui, sebelum dilaporkan hilang, Carsono pamit kepada keluarganya untuk menjala ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu. Beberapa tetangganya yang juga sedang memancing dan menjala ikan, melihat Carsono masih menjala ikan walaupun dalam kondisi hujan dan waktu menjelang magrib (17.30 WIB).


Pasca hujan reda, warga nelayan yang sebelumnya berteduh sudah tidak melihat lagi keberadaan Carsono di sungai, sehingga mereka pun segera memberitahukan kepada keluarganya dan perangkat desa setempat. (Aan)

Selasa, 09 Maret 2021

Jala Ikan di Kali Pemali Brebes, Warga Bantarwaru Diduga Hanyut

 


Brebes – Warga Desa Bantarwaru, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan oleh salah satu warganya yang diduga hanyut di Kali Pemali.






Dijelaskan Danramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa terlapor hilang bernama Carsono (56), warga Dukuh Karangsari  RT/RW. 1, Desa Bantarwaru.


“Pihak Polsek dan Koramil, pagi ini mendapatkan laporan kehilangan dari keluarga Pak Carsono, karena sejak Senin sore (8/3) pukul 16.00 WIB, Pak Carsono belum juga pulang ke rumah,” terangnya, Selasa (9/3/2021).


Dijelaskannya lanjut, saat pergi dari rumah, Carsono pamit akan mencari ikan di Kali Pemali, di wilayah desanya itu.


“Kami berkoordinasi dengan Tim SAR Bumiayu dan masyarakat sekitar Kecamatan Bantarkawung, untuk membantu melakukan pencarian sampai dengan radius 5 kilometer dari Desa Bantarwaru,” tandasnya.


Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Brebes untuk pengerahan LCR (perahu karet) guna membantu pencarian di aliran sungai. Termasuk menghimbau kepada masyarakat, agar tidak memaksakan diri untuk mencari ikan guna menopang kebutuhan keluarga, terlebih waktunya menjelang petang dan ditambah situasi Kali Pemali yang merupakan sungai besar di Kabupaten Brebes, sering banjir di musim penghujan ini.


Sampai dengan berita ini diturunkan, Carsono belum ditemukan. (Aan)

Minggu, 14 Juni 2020

Diduga Hanyut di Sungai, Petani Asal Larangan Brebes Ditemukan Selamat Telanjang


Brebes – Seorang petani yang dilaporkan hilang oleh keluarganya karena hanyut di saluran irigasi di desanya, Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (11/6), telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setempat pada pukul 19.00 WIB. Kamis malam (11/6/2020).



Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, dugaan hanyut berdasarkan dari hasil penemuan peralatan bertani dan satu stel baju yang berada di pinggir saluran irigasi tersebut pada pukul 06.00 WIB oleh pemilik warung yang berada di samping saluran irigasi, Ibu Rohani (45).

”Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53), ditemukan warga setempat telanjang berada di pintu air tempat dirinya dinyatakan hilang,” ucapnya.

Untuk pencarian massal yang melibatkan Tim SAR Kabupaten Brebes dan Cilacap, BPBD Brebes, masyarakat setempat, anggota Koramil dan Polsek Larangan, PMI Brebes, Pemuda Pancasila Larangan, dan Ubaloka, dihentikan pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan hari berikutnya (12/6) karena belum membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, dengan ditemukannya Saudara Tarjono maka pencarian di hari kedua tidak dilakukan dan secara resmi operasi SAR resmi ditutup,” tandasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya dihubungi oleh BPBD Brebes pada pukul 13.40 WIB, diminta membantu melakukan pencarian warga yang diduga tenggelam.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Cilacap memberangkatkan satu regu beserta peralatannya yakni 1 unit rescue carrier, 2 set pakaian hazmat, 1 unit rubber boat, peralatan SAR air serta peralatan pendukung lainnya.

“Pak Tarjono ditemukan selamat oleh warga setempat dalam kondisi basah kuyup tanpa luka sama sekali,” ungkapnya.

Hambatan pencarian adalah banyaknya gorong-gorong di saluran irigasi dan juga sampah. Fokus pencarian adalah menyelam dan menyisir sungai.

Kopka Wahyudiono, Piket Koramil Larangan mengatakan bahwa, usai ditemukan, Tarjono langsung dibawa ke PKU Muhammadiyah Larangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pak Tarjono kebingungan saat ditanya penyebab dirinya hilang. Beliau mengatakan saat masuk air, dirinya memasuki desa di Gunung Karangbale dan berada disana selama tiga hari bertemu banyak orang aneh,” ungkapnya.

Suwarni (45), istri dari Tarjono, menangis terbata dan mengaku bahagia karena suaminya masih hidup. Ia juga mengaku sempat cekcok dengan suaminya sebelum berangkat ke ladang.

Untuk diketahui, rutinitas Tarjono adalah membersihkan peralatan tani dan mandi di tempat tersebut sehabis menyiram tanaman bawang pada pukul 03.00 WIB. (Aan)

Petani Asal Larangan Brebes Diduga Hanyut di Saluran Air


Brebes – Warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihebohkan dengan hilangnya salah satu warganya secara misterius, Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53). Kamis (11/6/2020).







Warga menduga, petani yang merupakan tetangganya ini hanyut di saluran irigasi yang mengalir di desanya.

Menurut keterangan salah satu saksi, Ibu Rohani (45), saat dirinya hendak membuka warung pada pukul 06.00 WIB, dilihatnya 1 satu stel pakaian berikut dengan celana dalam dan peralatan pertanian yang berada di pinggir sungai.

“Biasanya yang sering mandi disini pagi-pagi adalah Pak Tarjono,” ungkapnya.

Ia pun lantas memanggil Farel (15), anak dari korban yang diduga hanyut untuk memastikan apakah benar barang-barang tersebut milik ayahnya. Farel pun lantas segera memberitahukan penemuan itu kepada ibunya, Suwarni (45) atau istri Tarjono.

“Benar ini pakaian dan barang milik suami saya. Ia pergi ke sawah untuk menyiram tanaman sekitar jam tiga pagi tadi,” ucapnya sambil terisak.

Karena tidak ditemukan setelah dilakukan pencarian keberadaan suaminya di sawah dan rumah keluarganya, akhirnya Suwarni melaporkannya kepada perangkat desa dan dilanjutkan kepada pihak Polsek dan Koramil Larangan.

Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa dugaan hanyut berdasarkan dari hasil temuan di pinggir saluran irigasi berupa 1 stel pakaian, 1 buah alat siram manual pertanian, dan 1 buah sabit.

“Dari pengakuan beberapa saksi, rutinitas dari saudara Tarjono adalah membersihkan diri atau mandi sepulang dari sawah di saluran irigasi Desa Karangbale, di depan warung milik Ibu Rohani (45), RT. 009 RW. 004,” terangnya.

Setelah menghubungi Tim SAR Kabupaten Brebes, masyarakat Karangbale bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu Tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri saluran irigasi.

“Tumpukan sampah yang tersangkut di pintu air di pintu-pintu air juga dikorek barangkali korban hanyut tersangkut disana,” tandasnya.

Ditambahkannya, pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan kembali esok hari (12/6). (Aan)

Selasa, 11 Februari 2020

Bocah Terseret Arus Kali Pemali Brebes Akhirnya Ditemukan TNI Dan Masyarakat


Brebes – Hilang selama dua hari di Kali Pemali Brebes sejak 9 Februari 2020 siang, Munif (11) putra Warkim Bin Warsan (39), warga Dukuh Anggamaya RT. 03 RW. 06, Desa Kedungbokor, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jasadnya akhirnya ditemukan.





Hal ini dibenarkan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, Selasa pagi (11/2/2020).

Dijelaskannya bahwa, Almarhum ditemukan mengapung di permukaan air sungai pada pukul 01.00 WIB oleh Sertu Abdul Mukmin, anggota Unit Intel Kodim Brebes beserta lima orang tetangga korban tenggelam yang meliputi Kliwon (53), Disam (46), Watir (64), Yatin (51) dan Amin (29).

“Sertu Abdul Mukmin mengajak lima orang warga setempat untuk melakukan pencarian di Kali Pemali pada waktu itu juga,” ucapnya.

Jasad yang pertama kali dilihat oleh sersan mengapung di permukaan air, dalam kondisi utuh memakai celana pendek warna hijau. Selanjutnya langsung dirangkulnya, diangkat dengan dibantu kelima warga dan selanjutnya dibawa ke rumah Kades, sekaligus melapor bahwa korban sudah ditemukan. Akhirnya korban diserahkan kepada keluarganya di rumah duka.

Sementara dari penuturan Sertu Abdul Mukmin sendiri, sebelum melakukan pencarian terhadap tetangga samping rumahnya itu, sekaligus kawan main putranya Andika Adi Putra (10), dirinya sempat meminta garam dapur kepada ayah Almarhum sebagai syarat untuk menggelar ritual doa di sungai tersebut.

“Saya bersama kelima warga berdoa sesaat di pinggir Kali Pemali. Tidak lama kemudian atas izin Allah SWT, jenazah mengapung di pusaran air di permukaan,” jelas sersan singkat.

Untuk pemakaman akan dilaksanakan hari ini juga, namun sebelumnya menunggu Tim forensik Polres Brebes. (Aan)

Minggu, 02 Februari 2020

Perempuan Hanyut Di Sungai Kuya Bantarkawung Brebes Ditemukan


Brebes – Diduga hanyut di Sungai Kuya, Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, jasad Ratem Binti Karsad (60), penjual sayur keliling dan makanan ringan asal Dukuh Karangsengon RT. 003 RW. 009, Desa Cinanas, Bantarkawung, ditemukan setelah melakukan penyisiran sungai.


Dibenarkan Danramil 12 Bantarkawung Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Nurhadi, bahwa jenazah Almarhumah Ratem ditemukan tersangkut di bebatuan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 4 jam. Diduga Ratem hanyut saat hendak menyeberang sungai pasca berjualan keliling Dukuh Karangpucung dan akan pulang.

Untuk kondisi air sungai sedang berarus deras mulai pukul 15.30-18.30 WIB, setelah wilayah Cinanas dan sekitarnya diguyur hujan lebat.

“Pencarian yang dilakukan oleh keluarga Mbah Ratem, membuahkan hasil. Almarhumah tersangkut di bebatuan di Sungai Kuya, masuk wilayah Dukuh Muara, Cinanas pada pukul 21.30 WIB,” jelasnya, Jumat pagi (31/1/2020).

Sementara dari penuturan Marsono Bin Darkam (38), saksi sekaligus anak kandung Almarhumah, bahwa pencarian kepada ibunya dilakukannya setelah ibundanya belum pulang ke rumah sampai dengan pukul 17.30 WIB (30/1).

Mendapati barang dagangan ibunya berserakan di tepian sungai yang sedang banjir, di sekitar Kedung Paruk, Cinanas, ia pun curiga dan berusaha mencari ibunya di sepanjang sungai terutama di tempat penyeberangan dengan ditemani tetangganya yaitu Imam Setiawan (37) dan Rahyo (40).

Pencarian mereka juga mendapatkan bantuan masyarakat setempat, termasuk diumumkan melalui pengeras suara di masjid dan mushola.

Berjarak kurang lebih 2 kilometer dari lokasi penemuan dagangan, sekitar pukul 21.30 WIB, akhirnya mereka melihat sosok yang dicari dalam posisi telungkup tersangkut bebatuan sungai.

Atas penemuan ini, Nursito (44), Kadus Karangpoh, Cinanas, melaporkannya kepada pihak Polsek dan Koramil Bantarkawung.

Sekitar pukul 22.30 WIB, petugas bersama pihak medis Puskesmas setempat segera meluncur ke lokasi penemuan guna melakukan pemeriksaan medis awal terhadap jenazah.

Dari hasil pemeriksaan medis awal oleh Bidan Desa, Wiwin Winarni (44), tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban murni diperkirakan meninggal karena hanyut di sungai.

Sedangkan luka robek pada bagian kulit kepala dan dahi sebelah kiri sepanjang 10 sentimeter, diperkirakan karena benturan antara kepala korban dengan bebatuan maupun kayu selama hanyut.

“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan memilih meminta jenazah untuk didoakan dan dimakamkan,” ucap Kadus Nursito. (Aan)

Rabu, 24 April 2019

Mayat di Tonjong Brebes Ditemukan Tersangkut di Celah Bebatuan Aliran Sungai

Brebes – Sesosok mayat bocah ditemukan warga Desa Watujaya Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes, tersangkut telanjang di celah bebatuan di dalam aliran Sungai Prupuk sekitar pukul 13.55 WIB (23/4).

Hal ini dibenarkan Bati Tuud Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Peltu Edy Burhanudin, saat dikonfirmasi melalui sambungan ponsel bahwa, Riski Abdulyani Bin Surja (10) putra ketiga Surja (46) nelayan asal Desa Watujaya RT. 03 RW. 01, tenggelam Selasa pagi saat Wahipah (44) atau ibunya sedang mendampingi adik Almarhum (murid PAUD) sedang melaksanakan study tour ke Dreamland Waterpark Ajibarang Kabupaten Banyumas.

“Almarhum Riski diperkirakan tenggelam sekitar pukul 10.00-11.00 WIB saat mandi sendirian di Kali Prupuk, dan faktor utamanya adalah diduga akibat penyakit epilepsinya kambuh saat di air,” ucapnya.

Lebih lanjut diterangkannya, lokasi penemuan berada lumayan jauh dari pemukiman penduduk, sehingga proses evakuasi menggunakan kain sarung dan bambu. Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian tidak didapati unsur kekerasan pada tubuh korban.

“Jenazah dimakamkan sore harinya sekitar pukul 17.00 WIB di TPU setempat setelah ibunya pulang,” imbuhnya sambil menyisipkan himbauan tentang pentingnya pengawasan melekat terhadap anak.

Sementara dari keterangan salah satu saksi yang ikut membantu evakuasi bersama Peltu Edy, Nasir (55) petani RT. 01 RW. 02, yang merupakan tetangga Almarhum, warga yang menemukan jasad memastikan yang bersangkutan sudah meninggal dunia dan segera melaporkannya kepada perangkat desa, Polsek dan Koramil Tonjong.

“Tidak ada yang berani mengangkat jenazah sampai petugas datang, dan baru kemudian dikenali bahwa anak bernama Riski Abdulyani anak tetangga kami,” ungkapnya. (Aan Pendim Brebes).