Tampilkan postingan dengan label Air. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Januari 2024

Cara Kodim 0713 Brebes Efesiensi Penggunaan Listrik, Gas dan Air

 Brebes – Anggota TNI dan PNS Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma melaksanakan apel pagi dihalaman Makodim 0713 Brebes, Jalan Jenderal Soedirman 107 Brebes, Jawa Tengah. Kamis (25/01/2024).


Perwira Seksi Logistik (Pasilog) Kapten Infanteri Jiya pimpin apel dan memberikan pengarahan tentang Netralitas TNI AD dalam menghadapi Pemilu 2024 khususnya di Kabupaten Brebes wilayah teritorial Kodim 0713 Brebes.




Pasilog juga kembali mengingatkan dan menekankan netralitas prajurit Kodim Brebes pemilihan umum (Pemilu) 2024.


"Di sini kembali saya tekankan tentang netralitas TNI pada tahapan Pemilu, merupakan harga mati, wajib kita pegang teguh dalam pelaksanaanya di wilayah masing-masing. Hindari pelanggaran sekecil apapun. Mari kita laksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab," sebutnya.


Selain Netralitas, Kita sebagai TNI harus menjadi contoh dalam kehidupan, seperti berhemat dan menjaga kebersihan lingkungan dan perlu diingat kembali bahwa Satuan Kodim 0713 Brebes juga harus kita rawat, diantaranya kebersihan, kendaraan, gedung dan kantor-kantor staf. 


Komandan Kodim 0713 Brebes, Korem 071 Wijayakusuma, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si melalui Pasilog menyampaikan beberapa penekanan dari komando atas, termasuk tentang penggunaan listrik, gas dan air (LGA), agar masing-masing staf dan satuan jajaran lebih diefektifkan dan diefisienkan lagi.


"Matikan listrik dan air apabila sudah lewat jam dinas," sebut Kapten Infanteri Jiya mengingatkan kembali pada prajurit dan PNS.


Selesai apel, seluruh anggota melaksanakan pemanasan dan senam sebelum bekerja dipimpin Batiopslat Serma Harsono. (Pen0713)

Minggu, 14 Juni 2020

Masyarakat Terdampak Rob Pesisir Brebes Berharap Subsidi Pemasangan Instalasi Air PDAM


Brebes – Masyarakat Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan, Kecamatan/Kebupaten Brebres, Jawa Tengah, mengalami kesulitan air bersih pasca banjir rob yang melanda di pesisir Kecamatan Brebes, awal Juni 2020 lalu (2/6).




Salah satunya warga Desa Randusanga Kulon yang berupaya untuk mendapatkan air bersih adalah Joko (50), warga RT. 03 RW. 02, yakni dengan mendatangkan tukang gali sumur bor ke rumahnya.

Disampaikannya, pengeboran sudah dilakukan sampai kedalaman kurang lebih 72 meter namun air tanah yang didapatkan masih berbau air rawa, rasanya asin dan jika air ditampung, terdapat endapan karat besi.

“Air dari sumur bor yang disedot dengan pompa air pada kedalaman 36-42 meter dari pipa sumur bor kedalaman 72 meter masih berbau air rawa dan mengandung karat besi,” ungkap lelaki paruh baya itu, Sabtu (13/6/2020).

Hal yang sama juga dirasakan 35 rumah tetangganya yang belum memiliki instalasi air bersih dari PDAM Brebes.

Tampak Palda Ujang, Ketua Penerangan Kodim 0713 Brebes, mengecek bau dari air sumur bor di rumah Joko.

Dibenarkan Ketua RT. 03 RW. 02, Desa Randusanga Kulon, Sukarja (53), dari 45 rumah di RT-nya, baru 10 rumah yang sudah terpasang instalasi air bersih dari PDAM.

“Dari 10 rumah yang sudah terpasang pipa air dari PDAM, 3 rumah yang meteran airnya berwarna kuning merupakan subsidi tahun 2017 lalu, sedangkan 7 rumah yang meteran airnya berwarna biru merupakan swadaya sendiri,” bebernya.

Selaku Ketua RT, Sukarja berharap adanya subsidi pemasangan instalasi air PDAM seperti 3 unit rumah tahun 2017 silam.

“Air bersih merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat kami khususnya dan Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan umumnya,” tandasnya.

Hal ini diperparah dengan banjir rob sepuluh hari lalu dengan ketinggian antara 30-50 meter, dan air serta lumpur banyak yang masuk ke dalam rumah, maka air bersih sangat berarti sekali untuk bersih-bersih.

Untuk diketahui, banjir rob tak hanya di wilayah Kecamatan Brebes, rob juga terjadi di pesisir Kabupaten Brebes lainnya yakni di desa-desa di pesisir Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, dan Kecamatan Wanasari.

Atas musibah musiman ini, banyak petani tambak dan rumput laut yang gagal panen. Untuk itulah mereka juga berharap percepatan pembuatan tanggul penahan rob yang rencananya akan membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni mulai dari Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes, sehingga meminimalisir dampak rob di tahun yang akan datang.

Pada Mei 2020 lalu, saat meninjau lokasi, Bupati Brebes, Idza Priyanti, mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembangunan tanggul tersebut.

Sementara bagi warga di kedua desa tersebut yang mengalami dampak terparah termasuk warga yang tinggal di tanah lepe-lepe atau di bantaran Sungai Sigeleng, menjadi prioritas Pemkab untuk merelokasi mereka dengan membangun rusunawa. (Aan)

Petani Asal Larangan Brebes Diduga Hanyut di Saluran Air


Brebes – Warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihebohkan dengan hilangnya salah satu warganya secara misterius, Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53). Kamis (11/6/2020).







Warga menduga, petani yang merupakan tetangganya ini hanyut di saluran irigasi yang mengalir di desanya.

Menurut keterangan salah satu saksi, Ibu Rohani (45), saat dirinya hendak membuka warung pada pukul 06.00 WIB, dilihatnya 1 satu stel pakaian berikut dengan celana dalam dan peralatan pertanian yang berada di pinggir sungai.

“Biasanya yang sering mandi disini pagi-pagi adalah Pak Tarjono,” ungkapnya.

Ia pun lantas memanggil Farel (15), anak dari korban yang diduga hanyut untuk memastikan apakah benar barang-barang tersebut milik ayahnya. Farel pun lantas segera memberitahukan penemuan itu kepada ibunya, Suwarni (45) atau istri Tarjono.

“Benar ini pakaian dan barang milik suami saya. Ia pergi ke sawah untuk menyiram tanaman sekitar jam tiga pagi tadi,” ucapnya sambil terisak.

Karena tidak ditemukan setelah dilakukan pencarian keberadaan suaminya di sawah dan rumah keluarganya, akhirnya Suwarni melaporkannya kepada perangkat desa dan dilanjutkan kepada pihak Polsek dan Koramil Larangan.

Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa dugaan hanyut berdasarkan dari hasil temuan di pinggir saluran irigasi berupa 1 stel pakaian, 1 buah alat siram manual pertanian, dan 1 buah sabit.

“Dari pengakuan beberapa saksi, rutinitas dari saudara Tarjono adalah membersihkan diri atau mandi sepulang dari sawah di saluran irigasi Desa Karangbale, di depan warung milik Ibu Rohani (45), RT. 009 RW. 004,” terangnya.

Setelah menghubungi Tim SAR Kabupaten Brebes, masyarakat Karangbale bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu Tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri saluran irigasi.

“Tumpukan sampah yang tersangkut di pintu air di pintu-pintu air juga dikorek barangkali korban hanyut tersangkut disana,” tandasnya.

Ditambahkannya, pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan kembali esok hari (12/6). (Aan)

Selasa, 27 Agustus 2019

TNI Polri dan Komunitas Solidariras Adventur Community Bantu Air Bersih


Brebes - Kekeringan masih melanda salah satu wilayah di Kabupaten Brebes. Hadapi kondisi paceklik air membuat, puluhan warga di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes terpaksa mengantri dijalan, Selasa (27/08/2019).






Antrian warga tersebut, ternyata hendak menanti datangnya bantuan air bersih dari Kodim 0713/Brebes, Polres Brebes dan SOAC (Solidariras Adventur Comunity).

Kepala Staf Kodim Mayor Inf Edwin Samma Baratiku mewakili Dandim menuturkan, pihaknya mendistribusikan 3 (tiga) tangki air bersih dengan kapasitas 
21.300 liter.

Sementara itu Kapolres Brebes yang di wakili Kabag Sumda Kompol Heri  S, Forkompinca Kecamatan Larangan dan Dudung (Soleh) Papa Tong (Tarsiman) mewakili SOAC langsung membantu warga dengan pendistribusian air bersih gratis, saat musim kering tiba. Lokasi pemberian air bersih gratis juga tidak hanya satu titik. Melainkan di beberapa desa yang daerahnya sangat membutuhkan. 

Tak hiraukan panas yang menyengat siang itu, warga dengan bersemangat menanti air. Beragam wadah air dikeluarkan oleh warga. Mulai dari tong besar, bak mandi, aneka kaleng hingga panci besar.

Setelah mendapatkan antrian panjang dan mendapatkan air, warga mengakut air dengan bertahap kemudian berjalan ke rumah mereka masing-masing. SOAC memang sering membantu proses distribusi air. Tujuannya adalah untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih.

Dikatakan oleh Kepala Staf Kodim "Hari ini khusus di Desa Pamulihan," kata Edwin, di lokasi pemberian air bersih.

Komunitas SOAC menggelar aksi bakti sosial pemberian air bersih ini sejak lama. Wilayah Larangan jadi sasaran, "Tapi kami lihat dulu mana yang paling kekeringan. Karena di tempat kami ini, selalu terjadi kekeringan apalagi jika kemarau panjang seperti sekarang," papar Dudung

Pemberian air bersih ini dibagikan secara cuma-cuma ke warga alias gratis. Tambahnya.
Kontribusi SOAC begitu nyata dalam aksinya positifnya kepada warga Larangan. Mereka pun tak kenal waktu beri pasokan air kepada warga yang membutuhkan dikala musim kering melanda. (Utsm)