Tampilkan postingan dengan label Asal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2020

Diduga Tak Bisa Berenang Bocah Asal Ketanggungan Brebes Mengapung di Sungai


Brebes – Sesosok mayat ditemukan mengapung di Sungai Sarwiyat pada pukul 11.30 WIB, oleh dua orang warga Desa Dukuhturi, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (12/6/2020).





Jasad merupakan seorang anak laki-laki, setelah diperiksa oleh saksi yakni Rokhiman (35) dan Wadu (50), kondisinya dalam keadaan utuh tidak ada tanda tanda kekerasan atau luka.

“Dari identifikasi awal dan keterangan para saksi, korban yang bernama Sugiarto Bin Apid (13), warga Desa Dukuhturi RT. 005 RW. 004, diduga tidak bisa berenang,” ungkap Babinsa setempat dari Koramil 15 Ketanggungan, Kodim 0713 Brebes, Serda Solekhudin.

Atas musibah memilukan ini, jelas penting bagi anak untuk belajar berenang sejak dini untuk minimal mengurangi resiko tenggelam di air. Pun, pengawasan dan arahan orang tua sehingga anak menjauhi bermain di perairan dalam dan di jalan raya ramai.

Sementara dari keterangan Rokhiman, dirinya sebelumnya sempat melihat korban tenggelam pada pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban sudah biasa bermain di pinggir Sungai Sarwiyat. Dan sekitar pukul 11.30 WIB, kami melihat korban sudah mengapung di sungai,” bebernya.

Siang itu juga jenazah dievakuasi pihak medis Puskesmas setempat guna dilakukan pemeriksaan medis apakah memang murni tenggelam atau ada indikasi kekerasan.

Kejadian tersebut langsung ditangani Polsek Ketanggungan, dengan memintai keterangan para saksi dan warga setempat. (Abdul G/Aan)ari sekitar pukul 09.00 WIB.

“Korban sudah biasa bermain di pinggir Sungai Sarwiyat. Dan sekitar pukul 11.30 WIB, kami melihat korban sudah mengapung di sungai,” bebernya.

Siang itu juga jenazah dievakuasi pihak medis Puskesmas setempat guna dilakukan pemeriksaan medis apakah memang murni tenggelam atau ada indikasi kekerasan.

Kejadian tersebut langsung ditangani Polsek Ketanggungan, dengan memintai keterangan para saksi dan warga setempat. (Abdul G/Aan)

Diduga Hanyut di Sungai, Petani Asal Larangan Brebes Ditemukan Selamat Telanjang


Brebes – Seorang petani yang dilaporkan hilang oleh keluarganya karena hanyut di saluran irigasi di desanya, Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (11/6), telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setempat pada pukul 19.00 WIB. Kamis malam (11/6/2020).



Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, dugaan hanyut berdasarkan dari hasil penemuan peralatan bertani dan satu stel baju yang berada di pinggir saluran irigasi tersebut pada pukul 06.00 WIB oleh pemilik warung yang berada di samping saluran irigasi, Ibu Rohani (45).

”Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53), ditemukan warga setempat telanjang berada di pintu air tempat dirinya dinyatakan hilang,” ucapnya.

Untuk pencarian massal yang melibatkan Tim SAR Kabupaten Brebes dan Cilacap, BPBD Brebes, masyarakat setempat, anggota Koramil dan Polsek Larangan, PMI Brebes, Pemuda Pancasila Larangan, dan Ubaloka, dihentikan pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan hari berikutnya (12/6) karena belum membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, dengan ditemukannya Saudara Tarjono maka pencarian di hari kedua tidak dilakukan dan secara resmi operasi SAR resmi ditutup,” tandasnya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Cilacap, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya dihubungi oleh BPBD Brebes pada pukul 13.40 WIB, diminta membantu melakukan pencarian warga yang diduga tenggelam.

Menindaklanjuti laporan itu, Basarnas Cilacap memberangkatkan satu regu beserta peralatannya yakni 1 unit rescue carrier, 2 set pakaian hazmat, 1 unit rubber boat, peralatan SAR air serta peralatan pendukung lainnya.

“Pak Tarjono ditemukan selamat oleh warga setempat dalam kondisi basah kuyup tanpa luka sama sekali,” ungkapnya.

Hambatan pencarian adalah banyaknya gorong-gorong di saluran irigasi dan juga sampah. Fokus pencarian adalah menyelam dan menyisir sungai.

Kopka Wahyudiono, Piket Koramil Larangan mengatakan bahwa, usai ditemukan, Tarjono langsung dibawa ke PKU Muhammadiyah Larangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Pak Tarjono kebingungan saat ditanya penyebab dirinya hilang. Beliau mengatakan saat masuk air, dirinya memasuki desa di Gunung Karangbale dan berada disana selama tiga hari bertemu banyak orang aneh,” ungkapnya.

Suwarni (45), istri dari Tarjono, menangis terbata dan mengaku bahagia karena suaminya masih hidup. Ia juga mengaku sempat cekcok dengan suaminya sebelum berangkat ke ladang.

Untuk diketahui, rutinitas Tarjono adalah membersihkan peralatan tani dan mandi di tempat tersebut sehabis menyiram tanaman bawang pada pukul 03.00 WIB. (Aan)

Petani Asal Larangan Brebes Diduga Hanyut di Saluran Air


Brebes – Warga Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dihebohkan dengan hilangnya salah satu warganya secara misterius, Tarjono Bin Ratmo alias Glampeng (53). Kamis (11/6/2020).







Warga menduga, petani yang merupakan tetangganya ini hanyut di saluran irigasi yang mengalir di desanya.

Menurut keterangan salah satu saksi, Ibu Rohani (45), saat dirinya hendak membuka warung pada pukul 06.00 WIB, dilihatnya 1 satu stel pakaian berikut dengan celana dalam dan peralatan pertanian yang berada di pinggir sungai.

“Biasanya yang sering mandi disini pagi-pagi adalah Pak Tarjono,” ungkapnya.

Ia pun lantas memanggil Farel (15), anak dari korban yang diduga hanyut untuk memastikan apakah benar barang-barang tersebut milik ayahnya. Farel pun lantas segera memberitahukan penemuan itu kepada ibunya, Suwarni (45) atau istri Tarjono.

“Benar ini pakaian dan barang milik suami saya. Ia pergi ke sawah untuk menyiram tanaman sekitar jam tiga pagi tadi,” ucapnya sambil terisak.

Karena tidak ditemukan setelah dilakukan pencarian keberadaan suaminya di sawah dan rumah keluarganya, akhirnya Suwarni melaporkannya kepada perangkat desa dan dilanjutkan kepada pihak Polsek dan Koramil Larangan.

Disampaikan Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa dugaan hanyut berdasarkan dari hasil temuan di pinggir saluran irigasi berupa 1 stel pakaian, 1 buah alat siram manual pertanian, dan 1 buah sabit.

“Dari pengakuan beberapa saksi, rutinitas dari saudara Tarjono adalah membersihkan diri atau mandi sepulang dari sawah di saluran irigasi Desa Karangbale, di depan warung milik Ibu Rohani (45), RT. 009 RW. 004,” terangnya.

Setelah menghubungi Tim SAR Kabupaten Brebes, masyarakat Karangbale bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu Tim SAR melakukan pencarian dengan menyusuri saluran irigasi.

“Tumpukan sampah yang tersangkut di pintu air di pintu-pintu air juga dikorek barangkali korban hanyut tersangkut disana,” tandasnya.

Ditambahkannya, pencarian dihentikan pada pukul 17.30 WIB dan akan dilanjutkan kembali esok hari (12/6). (Aan)

Sabtu, 09 Mei 2020

Inilah Hasil Rapid Test Keluarga PDP Positif Covid-19 Asal Bumiayu Brebes


Brebes – Tracking terhadap keluarga PDP (Pasien Dalam Pengawasan) covid-19 yang dikarantina Pemkab Brebes di RSUD Brebes, dilakukan. Salah satunya adalah keluarga PDP asal Dukuh Karang Anggrung, Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis (7/5/2020).



Tampak Tim Medis Gugus Tugas Covid-19 Bumiayu, melakukan rapid test terhadap keluarga PDP karantina positif covid-19, atas nama SP (36), buruh asal desa tersebut.

Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, bahwa upaya yang dilakukan petugas medis tersebut guna memutus mata rantai penyebaran virus corona khususnya di Bumiayu, yang dimungkinkan ditularkan oleh SP pasca pulang dari tabligh akbar ijtima di Gowa, Sulsel, Maret lalu.

“Muspika Bumiayu bersama tiga pilar (Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Kades), mendampingi petugas medis melakukan rapid test terhadap anggota keluarga pasien dengan riwayat kontak langsung karena sebelumnya tinggal satu rumah dengan salah satu PDP yang dikarantina di RSUD Brebes,” ungkapnya.

dr. Ali Budiarto, Kepala Puskesmas Bumiayu menyatakan bahwa, hasil rapid test terhadap 6 orang keluarga pasien yang tinggal satu atap adalah negatif. Mereka yaitu TW (35) istri pasien, UH (9) anak, Blq (9) anak, Slm (7) anak, SF (50) ibu pasien, dan KT (56) ayah pasien.

“Kita tetap menghimbau agar pihak keluarga yang telah dilakukan rapid test untuk melakukan isolasi mandiri di rumah untuk memberikan rasa nyaman kepada warga masyarakat lainnya dan meningkatkan imun tubuh dengan makan yang bergizi,” bebernya.

Sementara terkait permintaan dari PDP untuk pulang dan melakukan isolasi mandiri di rumah, pihak desa dan warga masyarakat Jatisawit sementara menolak permintaan tersebut dan meminta agar pasien tetap dikarantina di RSUD Brebes sampai dinyatakan sembuh total oleh pihak medis. (Aan)

Jumat, 06 Maret 2020

Dikira Diculik, Balita Asal Rengaspendawa Larangan Brebes Meninggal Di Dalam Sumur Tua


Brebes – Azqila Nujma Bin Walim (2), Balita yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu sore pukul 18.30 WIB (4/3), akhirnya ditemukan warga telah meninggal dunia di dalam sumur di samping rumah neneknya, Sumiati (57) warga Dukuh Kedawon RT. 004 RW. 006, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.




Disampaikan Danramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, bahwa putri Walim (34), wiraswasta sekaligus tetangga Sumiati, diketahui hilang sekitar pukul 10.00 WIB.

Dijelaskannya, awalnya pada pukul 09.00 WIB, neneknya tersebut menidurkan cucunya di ruang tengah miliknya.

“Saat Ibu Sumiati tertidur, ia dibangunkan oleh anaknya atau orang tua Azqila, untuk menanyakan keberadaan putrinya karena tidak ada di dalam rumah. Pencarian dilakukan akan tetapi tidak membuahkan hasil sehingga Almarhumah dinyatakan hilang pukul 18.30 WIB,” bebernya.

Sementara dijelaskan Sertu Abdul Mukmin, anggota Unit Intel Kodim Brebes wilayah Kecamatan Larangan dan merupakan warga setempat dari Desa Rengaspendawa, bahwa setelah mendapatkan laporan dari Kadus setempat yaitu Mujazi (37), mereka pun melakukan pencarian dengan menyusuri sungai setempat, termasuk di samping rumah.

“Saat kejadian pintu depan rumah Ibu Sumiati terbuka, di samping rumah yang berjarak kurang lebih dua meter, ada sumur tua yang sudah tidak digunakan. Saya curiga Azqila tercebur ke dalam sumur saat bermain air, karena ia anak yang hiperaktif,” ucapnya.

Dengan menggunakan bambu sepanjang 7 meter, mereka memasukkan bambu tersebut ke dalam sumur sedalam kurang lebih 6 meter tanpa penutup ini, untuk memastikannya dengan disodok berulang kali.

“Ujung bambu membentur benda lunak di dasar sumur yang berdiameter kurang lebih satu meter, kami menduga mungkin itu adalah tubuh Azqila,” imbuhnya.

Benar dugaan sang Sersan, dengan menggunakan tali dan besi, tubuh korban berhasil diangkat dari dasar sumur.

Ditambahkannya, dari penemuan itu Abdul Mukmin segera menghubungi pihak Polsek dan Puskesmas Larangan.

Dari hasil pemeriksaan medis awal pada bagian luar tubuh korban tenggelam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan/penganiayaan. Pihak keluarga menolak jasad Azqila untuk di otopsi, mereka sudah mengikhlaskan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Korban akan dimakamkan pagi ini di TPU setempat pagi ini (5/3).

Dari kejadian itu, petugas menghimbau agar para orang tua lebih berhati-hati dalam mengawasi anaknya khususnya Balita, serta memberikan pengaman di tempat-tempat yang berbahaya bagi Balita, termasuk memberikan pagar dari kayu/bambu di pintu agar Balita tidak keluar ke jalan. Serta tidak membesar-besarkan isu penculikan anak jika belum dapat dibuktikan, karena akan meresahkan di lingkungan masyarakat. (Aan)

Rabu, 12 Juni 2019

Ditagih Hutang, Buruh Asal Wonosobo Tewas di Brebes Ceburkan Diri ke Sumur

Brebes – Seorang buruh peternakan ayam asal Dusun/Desa Kalikarung RT. 002 RW. 003 Kecamatan Kalibawang Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Prastiyo (40) meninggal dunia tercebur ke dalam sumur di Toko Optik Mitra RT. 04 RW. 19 Jalan Pusponegoro Kelurahan/Kecamatan Brebes. Selasa malam (11/6/2019).

Dari keterangan Mahroji Bin Haji Sahroni (56) pengelola kontrakan tempat korban yang baru dua malam menginap, mengungkapkan bahwa Setyo panggilan akrab Prasetiyo, mencoba bersembunyi di sumur dengan memegang tali timba saat menghindari kejaran Rizal Saefudin Bin Kolit Johan (28) peternak ayam dan mantan majikan Setyo yang datang dari Wonosobo untuk menagih hutang.

Dibenarkan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin melalui pendalaman dari keterangan para saksi lainnya bahwa, kejadian terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat korban pamit sebentar kepada Rizal untuk ke kamar kontrakan sebentar dari ruang tamu guna mengambil charger HP.

“Yang bersangkutan mencoba kabur, setelah dilakukan pencarian ternyata bersembunyi di atas genteng belakang Toko Optik Mitra,” ungkap Danramil.

Diterangkannya lanjut bahwa, saat hendak diajak pulang ke Wonosobo, Setyo mencoba melarikan diri dari atas genteng namun karena tidak kuat menahan beban akhirnya atap roboh, korban terjatuh di lantai depan kamar mandi dan akhirnya bersembunyi di dalam sumur.

“Rizal mencoba mengejar turun dengan menuruni genteng namun karena panik akhirnya korban langsung masuk ke sumur dengan menuruni tali. Saat itu kemungkinan korban terjatuh dan tenggelam di sumur,” imbuhnya.

Dari sumur yang berkedalaman 7-8 meter tersebut, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.30 WIB oleh Tim SAR, Polsek dan Koramil, setelah dilakukan penyedotan air sumur selama 30 menit.

“Saat berhasil diambil, saudara Setyo sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Brebes guna dilakukan visum. Kami juga sudah menghubungi keluarganya melalui majikannya,” pungkasnya.

Diketahui, Prastiyo merupakan DPO dari pihak Kepolisian Wonosobo sejak 15 Mei 2019 terkait masalah hutang-piutang atas laporan dari majikannya (Rizal) senilai kurang lebih 30 juta rupiah saat masih bekerja. (Aan Brebes).