Tampilkan postingan dengan label Tewas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tewas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2019

ABK Tewas di Taiwan, Jasadnya Tiba di Kampung Halaman Brebes

Brebes – Isak tangis menyambut kedatangan jasad Wakhudin (42) Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di Taiwan, saat peti jenazah dikeluarkan dari mobil ambulan tiba di kampung halamannya, Desa Kaliwlingi, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis malam (20/6/2019).


Istri dan keluarganya tak kuasa membendung duka yang mendalam setelah ambulan yang membawa tiba di kediaman sekitar pukul 22.30 WIB, setelah diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta.

Dari pengakuan istri korban Daniah (40), suaminya kehilangan nyawa saat menyelam membersihkan kamera yang dipasang di bawah kapal saat sedang bersandar di Pelabuhan Tangkang-Pingtung Taiwan.

“Informasinya yang saya peroleh via telpon dari saudara kami yang juga bekerja disana, suami saya tenggelam sekitar pukul 5 sore (3/6) saat sedang menyelam membersihkan kamera kapal bawah laut,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, dugaan kuat sementara bahwa lepasnya selang pernafasan yang dipakai saat menyelam dari mulut menyebabkan meninggalnya almarhum.

“Setengah jam menyelam, katanya suami saya tidak muncul-muncul ke permukaan, kemudian tali pinggang untuk mengikatnya menyelam ditarik ABK lainnya, namun lepas dari pinggang sehingga tenggelam,” imbuhnya.

Sementara dibenarkan salah satu warga, Giman Angga (42), korban sudah delapan tahun jadi ABK di Taiwan dan tiga kali menjadi ABK kapal trawl.

“Menurut informasi, korban tewas seketika saat selang pernafasan lepas dari mulut waktu menyelam membersihkan kamera bawah kapal. Saat itu juga korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Taiwan,” ungkap Giman.

Dibenarkan Serda Sukir, Babinsa Koramil 01 Kodim 0713 Brebes dari pengakuan saudaranya Dakrun (40) bahwa, almarhum bekerja sebagai TKI ikut PT. Sriti namun proses pemberangkatannya melalui PT. Sekar Tanjung Lestari di Srengseng Kembangan Jakarta Barat.

“Untuk jenazah yang telah diawetkan sebelumnya dari Taiwan, akan dikebumikan hari ini di TPU desa,” ungkapnya. (Bedjo/Aan Brebes).

Rabu, 12 Juni 2019

Ditagih Hutang, Buruh Asal Wonosobo Tewas di Brebes Ceburkan Diri ke Sumur

Brebes – Seorang buruh peternakan ayam asal Dusun/Desa Kalikarung RT. 002 RW. 003 Kecamatan Kalibawang Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Prastiyo (40) meninggal dunia tercebur ke dalam sumur di Toko Optik Mitra RT. 04 RW. 19 Jalan Pusponegoro Kelurahan/Kecamatan Brebes. Selasa malam (11/6/2019).

Dari keterangan Mahroji Bin Haji Sahroni (56) pengelola kontrakan tempat korban yang baru dua malam menginap, mengungkapkan bahwa Setyo panggilan akrab Prasetiyo, mencoba bersembunyi di sumur dengan memegang tali timba saat menghindari kejaran Rizal Saefudin Bin Kolit Johan (28) peternak ayam dan mantan majikan Setyo yang datang dari Wonosobo untuk menagih hutang.

Dibenarkan Danramil 01 Brebes Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Zaenal Abidin melalui pendalaman dari keterangan para saksi lainnya bahwa, kejadian terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat korban pamit sebentar kepada Rizal untuk ke kamar kontrakan sebentar dari ruang tamu guna mengambil charger HP.

“Yang bersangkutan mencoba kabur, setelah dilakukan pencarian ternyata bersembunyi di atas genteng belakang Toko Optik Mitra,” ungkap Danramil.

Diterangkannya lanjut bahwa, saat hendak diajak pulang ke Wonosobo, Setyo mencoba melarikan diri dari atas genteng namun karena tidak kuat menahan beban akhirnya atap roboh, korban terjatuh di lantai depan kamar mandi dan akhirnya bersembunyi di dalam sumur.

“Rizal mencoba mengejar turun dengan menuruni genteng namun karena panik akhirnya korban langsung masuk ke sumur dengan menuruni tali. Saat itu kemungkinan korban terjatuh dan tenggelam di sumur,” imbuhnya.

Dari sumur yang berkedalaman 7-8 meter tersebut, korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.30 WIB oleh Tim SAR, Polsek dan Koramil, setelah dilakukan penyedotan air sumur selama 30 menit.

“Saat berhasil diambil, saudara Setyo sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Brebes guna dilakukan visum. Kami juga sudah menghubungi keluarganya melalui majikannya,” pungkasnya.

Diketahui, Prastiyo merupakan DPO dari pihak Kepolisian Wonosobo sejak 15 Mei 2019 terkait masalah hutang-piutang atas laporan dari majikannya (Rizal) senilai kurang lebih 30 juta rupiah saat masih bekerja. (Aan Brebes).