Tampilkan postingan dengan label Bumiayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumiayu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Agustus 2024

Babinsa Koramil 08 Bumiayu Bina Fisik dan Mental Siswa SMK Al Huda

 Brebes - SMK Al Huda Bumiayu memiliki program kedisiplinan dan pembinaan mental. Pembinaan mental-fisik  tersebut dilaksanakan di lapangan Sepak Bola Bayugoro. Jum’at (30/08/2024).


Kepala Sekolah SMK Al Huda Yudi Hariadi, S.IP, menjelaskan pembinaan mental-fisik siswa SMK tersebut dilakukan melibatkan Babinsa (Bintara Pembina Desa) Koramil 08 Bumiayu agar siswa disiplin dan tumbuh mental percaya diri dalam jiwanya.




Yudi Hariadi mengatakan, program pembinaan mental tersebut melengkapi program sipiritual guna mendukung pembiasaan disiplin waktu shalat, belajar, berangkat sekolah tepat waktu di sekolah. 


“Kami memang merancang program ini agar karakter siswa SMK Al Huda mudah dikenali. Yakni menjadi pribadi yang kuat secara spiritualnya sekaligus kokoh pribadi karakter disiplinnya,” tandasnya. 


Sementara Babinsa Koramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Sertu Joko Erwanto menuturkan bahwa ada 175 siswa yang mengikuti kegiatan pembinaan mental dan fisik. (Pen0713).

Minggu, 28 April 2024

Sudah Berdiri Tiang Pancang Jembatan Gantung Merah Putih 2 Desa Kalinusu Bumiayu

 Brebes – Gerakan Tangan Tuhan Menuju Brebes Berhias dengan Tulus dan Ikhlas yang dicetuskan oleh Komandan Kodim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Sapto Broto, S.E., M.Si sudah membuktikan 1 Jembatan Gantung Merah Putih yang sudah berdiri dan digunakan oleh warga. Jembatan Gantung tersebut berada di Dukuh Wadas Gumantung Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong yang dinamakan Jembatan Gantung Merah Putih 1. 


Komandan Kodim 0713 Brebes bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Brebes terus berupaya dalam membantu masyarakat dalam keterisoliran sehingga masyarakat sepadan dan merasakan seperti daerah lainnya. Senin (29/04/2024)







Tidak terkecuali, Desa Kalinus, Kecamatan Bumiayu, sejak disurvey oleh Dandim dan DPU Taru Brebes sebulan yang lalu, kini kondisi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih 2 akan membentang kokoh menggubungkan Desa Kalinusu dan Desa Pangebatan Kecamatan Bantarkawung.


‘Alhamdulillah saat ini pemasangan tiang pancang jembatan sudah finish dan dilanjutkan pemasangan sling baja dan akan diteruskan pemasangan papan jembatan”. Tutur Dandim.


“Pekerjaan ini sangat memakan waktu dan tenaga, namun dengan didukung oleh tangan-tangan tuhan serta warga masyarakat Kalinusu dan relawan, pekerjaan yang berat menjadi ringan”. Imbuhnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemda Brebes, relawan dan warga yang telah berjuang bercucuran keringat mendirikan tiang pancang seberat 1,5 ton dengan mudah, maka saya berpesan pada semuanya agar menjaga dan merawat jembatan ini dengan baik untuk anak cucu kita kelak”. Tutup Letkol Sapto Broto. 


Sementara Do’a pemasangan tiang pancang jembatan gantung dipimpin Haji Sugono (74) diatas lubang tempat tiang pancang yang akan ditanam (cor).

Haji Sugono merupakan warga Desa Kalinusu dimana kegembiraan itu muncul setelah ada kepastian dari Dandim 0713 Brebes membangun Jembatan ditempat kelahirannya.


“Saya haru dan senang, sejak kecil saya mengharapkan ada suatu jembatan yang bisa menjadi akses jalan mempermudah dalam menjual hasil pertanian tidak lagi mengeluarkan biaya transportasi yang mahal, anak-anak sekolah juga tidak mengalami kendala saat banjir, bahkan harus melewati 8 kilometer berputar kearah kota Bumiayu baru sampai ke sekolah, dan lagi yang menyedihkan, jika ada warga yang mau melahirkan dan sakit terpaksa dibawa oleh perahu melintasi sungai”. Tutur Mbah Sugono meneteskan air mata saat pimpin do’a pemasangan tiang pancang jembatan gantung disaksikan warga.


“Terima kasih Pak Dandim, Matur suwun Pak Bupati Brebes, Usia saya 74 tahun, kini baru terbangun Jembatan yang sangat bermanfaat sekali untuk anak cucu kami disini”. Tutupnya.


Jembatan Gantung yang berada di Desa Kalinusu merupakan Jembatan Gantung kedua setelah Jembatan Gantung di Dukuh Wadas Gumantung selesai, dan satulagi Pemda dan Kodim 0713 Brebes saat ini sudah memasang papan jembatan Gantung di Dukuh Cisaat Kecamatan Bantarkawung, yang dinamakan Jembatan Gantung  Merah Putih 3. (Pen0713)

Kamis, 28 Maret 2024

Kodim 0713 Brebes Gelar Bakti Sosial di Wilayah 3T di Desa Kalinusu Bumiayu

 Brebes - Kodim 0713 Brebes menggelar kegiatan program bakti sosial di wilayah Terpencil, Terluar, Terisolir (3T) dan Kumuh Perkotaan Semester I TA 2024 bertempat di Balaidesa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Kamis (28/03/2024).


Bakti sosial di wilayah 3T tersebut dengan tujuan membantu pemda dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan serta literasi masyarakat dengan memberdayakan potensi wilayah serta SDM untuk menjadi lebih baik, mandiri dan memiliki peluang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, berupa kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan massal, peningkatan literisasi serta pengentasan buta aksara, pelatihan dan penyuluhan dalam pengembangan UMKM, dan  pemberian bantuan sosial (sembako). 


Kegiatan melibatkan TNI, Baznas Brebes, Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui tenaga Kesehatan Puskesmas Kaliwadas, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Brebes, Pemerintah Desa dan ratusan masyarakat.


Dandim 0713 Brebes yang diwakili Kepala Staf Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo  turun langsung ke lokasi melakukan aksi bakti sosial teritorial wilayah Terpencil, Terluar, Terisolir (3T) dan Kumuh Perkotaan.







“Kegiatan ini merupakan bakti sosial Kodam IV/Diponegoro melalui Kodim 0713 Brebes dan ini bentuk kepedulian TNI AD untuk masyarakat Brebes. Apresiasi kami masyarakat disini sangat antusias, ” kata Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo  saat di konfirmasi.


Selama kegiatan bakti sosial Kepala Staf Kodim 0713 Brebes  meninjau langsung secara bergiliran ke tiap-tiap lokasi dan turut membagikan langsung sembako kepada masyarakat. 


“Kita berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, mudah-mudahan desa yang jauh dari perkotaan kedepannya bisa di hidup sejahtera, ” harapnya.


Sementara itu, Masiyah (57) warga dukuh Kutagaluh Kalinusu mengaku telah datang ke lokasi sejak pagi hari. Ia melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum, dan khususnya pengecekan tensi, kolesterol dan gula darah.




“Terimakasih kepada pak Dandim Brebes, kami berharap sering-sering kegiatan ini dilakukan, karena sangat membantu kami, ” katanya sambil tersenyum.(Pen0713)

Selasa, 13 April 2021

Lalu Lintas di Jalan Provinsi Ruas Salem-Bumiayu Kembali Normal Pasca Tertutup Longsor

 Brebes – Evakuasi material longsor tebing setinggi 15 meter yang menutup jalan propinsi ruas Salem-Bumiayu, di Dukuh Cikekete, Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilakukan puluhan warga dibantu unsur TNI-Polri, Satpol PP, anggota Perhutani BKPH Salem, Relawan Bangbara, serta pihak terkait lainnya. Senin siang (12/4/2021).











Disampaikan Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Kapten Iskandar melalui Peltu Jahri (Bati Tuud), upaya evakuasi material longsor dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya agar jalan penghubung Kecamatan Salem-Bumiayu itu dapat segera dilalui oleh semua jenis kendaraan bermotor.


“Pekerjaan adalah membuka jalan sepanjang 15 meter lebar 6 meter, dengan ketebalan material longsor 1,5 meter,” terangnya.


Untuk evakuasi material longsor selanjutnya akan menunggu alat berat dari Dinas Bina Marga Jateng, agar material tidak kembali menutup jalan saat hujan kembali datang.


Dijelaskannya lebih lanjut, longsor itu terjadi pada Minggu petang (11/4), akibat tanah tebing labil setelah diguyur hujan lebat selama 3 jam mulai pukul 16.00 WIB.


“Satu jam pasca longsor, penanganan langsung dilakukan namun karena terkendala peralatan maka penanganan dilanjutkan hari ini,” sambungnya.


Bencana alam tersebut tidak sempat memakan korban jiwa, hanya dua orang pengguna jalan yang melintas mengalami luka ringan dan sudah di rujuk ke RS Majenang Cilacap.


Salah satunya diketahui bernama Puji Hendro (37), warga Dukuh Talok Timur RT. 02 RW. 09, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu.

 

“Untuk 1 unit kendaraan roda dua yang tertimbun longsor juga telah berhasil ditemukan dalam kondisi rusak ringan,” tandasnya. (Aan)

Jumat, 02 April 2021

Dandim Brebes Serahkan Hasil Pembangunan Desa Pruwatan Bumiayu Kepada Bupati

 


Brebes – Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, secara resmi menyerahkan hasil pembangunan fisik dan non fisik Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, secara simbolis dengan penyerahan naskah TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2021 kepada Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, selaku kepala daerah. Rabu (31/3/2021).









Acara penutupan TMMD Sengkuyung yang disederhanakan terkait pandemi covid-19 dan digelar di Pendopo Kabupaten Brebes ini juga dihadiri jajaran Forkopimda serta Forkopimcam Bumiayu, serta Kepala Desa Pruwatan, Rasiman, SH.


Mereka juga menyaksikan penandatanganan plakat batu granit yang nantinya akan dipasang di badan prasasti TMMD di Pruwatan.


“Secara resmi kita serahkan hasil pekerjaan TMMD Sengkuyung kepada masyarakat Desa Pruwatan melalui Bupati Brebes,” ujarnya.


Dandim mengucapkan terima kasih kepada jajaran OPD Kabupaten Brebes, Polres, dan segenap Ormas di wilayah Kecamatan Bumiayu, karena telah sengkuyung membantu pembangunan 30 hari di desa tersebut, mulai dari 2-31 Maret 2021.


“Kepada warga setempat tak lupa saya ucapkan terima kasih dan penghargaan karena sangat antusias membantu kami mulai dari Pra TMMD sampai selesainya pelaksanaan,” sambungnya mengapresiasi.


Tak lupa dirinya meminta agar masyarakat Pruwatan ikut memiliki dan merawat hasil pembangunan pemerintah daerah melalui TMMD itu.


Selanjutnya adalah paparan Dandim melalui Pasiter, Kapten Infanteri Surikan, tentang sasaran fisik/infrastruktur yang telah dibangun yang meliputi peningkatan jalan dengan rabat beton sand sheet sepanjang 680 meter lebar 2,2 meter, pembangunan saluran drainase 634 meter lebar 30 centimeter, pembangunan talud 391 meter dengan ketinggian antara 0,6-1,5 meter, pembuatan 3 unit plat duiker, serta 2 unit gorong-gorong.


Akses jalan yang ditingkatkan beserta sasaran penunjangnya itu, merupakan jalur transportasi antar dusun (Dusun Wiru-Genteng) di Desa Pruwatan, sekaligus dapat tembus ke Dusun Legok, Desa Kalilangkap (desa tetangganya).


Untuk sasaran tambahan fisik yakni renovasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga setempat yang kurang mampu, dengan besaran Rp. 10 juta untuk setiap rumah.


Sedangkan untuk sasaran non fisik yang bertujuan membangun meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Pruwatan meliputi berbagai macam penyuluhan, sosialisasi, dan juga pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, seperti pertanian, peternakan, pendidikan, KB, protokol kesehatan, hukum, narkoba, dan bela negara.


Untuk diketahui, anggaran TMMD Sengkuyung itu bersumber dari APBD fisik Provinsi Jateng senilai Rp. 251 juta dan APBD Kabupaten Rp. 700 juta. (Aan)

Selasa, 23 Maret 2021

Gubuk Siti Romlah Bumiayu Brebes Kini Jadi Rumah Layak Huni

 


Brebes – Pekerjaan rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) program TMMD Sengkuyung tahap I Kodim 0713 Brebes, milik Siti Romlah (57), warga Dusun Wiru RT. 3 RW. 5, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memasuki tahap finishing yaitu pengecatan. Rabu (24/3/2021).






Sasaran renovasi meliputi rangka atap (perbaikan kayu kaso/kuda-kuda, kayu gording, serta genteng), pemasangan dinding kalsiboard, pemasangan 2 unit kusen kayu dan lubang ventilasi, pemasangan 4 unit kaca jendela mati, dan pengecatan.


Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu, Kapten Armed Jupriadi melalui Babinsa Pruwatan, Sertu Anang Jatmiko, bahwa Siti Romlah adalah satu dari lima orang warga penerima manfaat program rehab rumah dalam TMMD Sengkuyung senilai Rp. 10 juta untuk setiap rumah.


“Ibu Siti Romlah layak mendapatkan rehab rumah karena tergolong tidak mampu secara ekonomi dan hanya tinggal sendirian,” bebernya.


Dijelaskannya lanjut, kelima rumah warga penerima manfaat mulai dipugar dan dikerjakan pada Selasa, 9 Maret 2021 lalu.


Sementara itu, Siti Romlah menyatakan banyak terima kasih kepada Pemkab, TNI, Pemdes Pruwatan, dan juga seluruh pihak yang membantu melayakhunikan gubuknya yang dahulu, sehingga kini memberikan semangat hidup baru baginya. (Aan S)

Jumat, 19 Maret 2021

Patut Dicontoh Aksi Bersih-bersih Warga Langkap Bumiayu Brebes Ini

 


Brebes – Ratusan warga Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan aksi bersih-bersih Tempat Pemakaman Umum (TPU) di desa setempat. Jumat (19/3/2021).






Disampaikan Kapten Armed Jupriadi, Danramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, melalui Babinsa setempat, Serda Ariyanto, kegiatan warga desa binaannya itu bertujuan agar makam nyaman saat dikunjungi para peziarah kubur.


“Dalam Jumat bersih ini, kami bersama unsur Forkompimcam Bumiayu, ikut membantu kerja bakti kurang lebih 150 orang warga. Ini adalah motivasi kami bagi mereka agar lebih berkarya demi memajukan desanya,” bebernya.


Selain gotong-royong membersihkan rumput dan sampah di sekitar lingkungan makam, memangkas cabang-cabang pohon agar makam desa menjadi terang dan tidak terkesan angker, warga juga menggelar makan dan minum bersama ala kadarnya dari bekal yang mereka bawa, untuk lebih memupuk tali silaturahmi.


“Semoga kehadiran kami dapat memotivasi warga akan pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan, termasuk makam yang nantinya menjadi tempat bersemayam jasad warga dan keluarganya itu sendiri,” pungkasnya.


Hadir juga dalam kegiatan ini yakni Kasi Trantib dan anggota Satpol PP Bumiayu dan Kades Langkap, Mustholih. (Aan S)

Kamis, 11 Maret 2021

Bumiayu : TMMD Sengkuyung Brebes Sosialisasikan Pengolahan Sampah

  

Brebes – Kodim 0713 Brebes mengelar sosialisasi lingkungan hidup tentang pengolahan dan pengelolaan sampah di Aula Balaidesa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jum’at (12/03/2021).





Sosialisasi pengolahan dan pengelolaan sampah itu bertujuan untuk mengurangi pembuangan sapah rumah tangga serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan khususnya di Pruwatan.

Kegiatan itu diikuti masyarakat dengan menerapkan protocol kesehatan Covid-19 serta diisi dengan materi bahaya sampah bagi masyarakat, serta pengolahan sampah organik menjadi pupuk.

“Sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum bisa teratasi secara maksimal di Indonesia. Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah demi menyelesaikan permasalahan tersebut,” kata Sudrajat selaku Pembina Lingkungan Hidup Kecamatan Bumiayu.

Sudrajat menyebutkan, untuk mengatasi masalah sampah salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui perubahan pola prilaku masyarakat. Karena saat ini masih banyak warga yang menggunakan kemasan atau alat lain yang bersifat sekali pakai.

“Kita tahu permasalahan sampah dan sebagainya itu ada di hulu. Hulunya itu salah satunya adalah rumah tangga,” kata Sudrajat.

Upaya untuk penanganan sampah selain melalui pendekatan teknis, perlu didorong juga adanya perubahan prilaku di masyarakat. Contoh kecil adalah dengan membawa botol minum sendiri dan kemasan yang bisa digunakan berkali-kali.

Disamping itu kata Sudrajat perlu mendorong perubahan prilaku masyarakat tentu perlu dukungan sejumlah pihak, salah satunya yakni petani.

Sementara Danramil 08 Bumiayu Kapten Armed Jupriadi menyampaikan pengelolaan sampah yang baik dilingkungan masing-masing atau disetiap lorong adanya bak sampah, serta mengajak masyarakat memilah sampah melalui non organik dan organik.

“Setelah memilah sampah kering atau non organik selanjutnya bisa dibawa ke bank sampah disetor dan mendapatkan uang. Khusus sampah organik bisa dibuat kompos agar menjadi pupuk sehingga mengurangi jumlah pembuangan sampah ke TPA” kata Sudrajat.

Hal itu sambung Sudrajat, mendorong warga mengelolah sampah untuk melakukan investasi, serta pemilahan sampah diharapkan menjadi hulu meningkatkan program bahan baku daur ulang.

Sementara Kepala Desa Pruwatan Rasiman mengatakan rasa terima kasih ke Kodim 0713 Brebes dimana desanya menjadi lokasi TMMD Senguyung I Tahun 2021 apalagi selain pekerjaan fisik juga ada non fisik yang saat ini berlangsung penyuluhan pengelolaan sampah, ini sangat bermanfaat bagi warga. Ternyata sampah selama ini identik dengan barang yang terbuang dapat mendatangkan penghasilan. (Kujang)

Selasa, 09 Maret 2021

Rehab Rumah TMMD Sengkuyung Brebes, Berkah Bagi Romlah

 


Brebes – Adalah Siti Romlah (57), salah satu warga asal Dusun Wiru RT. 3 RW. 5, Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tergolong tidak mampu secara ekonomi merasa terharu karena rumahnya akan segera dilayakhunikan melalui program rehab RTLH TMMD Sengkuyung Kodim 0713 Brebes.




Dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pihak yang membantunya, melalui Babinsa Pruwatan, Koramil 08 Bumiayu, Sertu Anang Jatmiko. Selasa pagi (9/3/2021).


Terpisah dijelaskan Danramil 08 Bumiayu, Kapten Armed Jupriadi, bahwa ada 5 orang warga Desa Pruwatan yang mendapatkan program rehab RTLH TMMD Sengkuyung senilai Rp. 10 juta dari Pemda melalui APBD Fisik pendanaan TMMD tersebut.


Adapun sasaran pekerjaan meliputi bagian atap (perbaikan kayu kuda-kuda dan kayu gording, serta genteng), perbaikan dinding samping, pengecatan dinding, pemasangan 2 unit kusen kayu dan lubang ventilasi, dan juga pemasangan 4 unit jendela kaca mati.


“Semoga bantuan dari Pemda yang dikerjakan secara gotong-royong melalui TMMD Sengkuyung ini dapat memberikan semangat hidup baru bagi para penerimanya,” harapnya.


Jupriadi menambahkan, adanya TMMD sengkuyung juga diharapkannya menjadi ajang kepekaan lingkungan, kepekaan sosial, dan juga memelihara semangat gotong-royong di tengah-tengah warga.


Sementara disampaikan Sertu Anang, bahwa Siti Romlah layak mendapatkan bantuan karena hanya tinggal seorang diri dan tidak mempunyai suami sebagai penopang keluarga.


“Untuk pemugaran rumah akan dimulai hari ini,” ujarnya. (Aan)

Senin, 01 Maret 2021

TMMD : Penyerahan Pembangunan Infrastruktur di Pruwatan Bumiayu, Dari Bupati Brebes ke Dandim

 


Brebes – Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, menerima pelimpahan pekerjaan infrastruktur Desa Pruwatan, Kecamatan Bumiayu, dari Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH melalui Wakil Bupati, Narjo, SH, di Aula Kantor Setda Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa (2/3/2021).




 

Narjo menjelaskan, pembukaan pembangunan infrastruktur melalui TMMD Sengkuyung Tahap I TA. 2021 ini, memang dibuka secara sederhana terkait kewaspadaan pandemi covid-19.

 

Untuk sasaran infrastruktur yang dibangun meliputi peningkatan jalan beserta sarana pendukungnya, yakni rabat beton sand sheet sepanjang 680 meter lebar 2,2 meter, pembangunan saluran drainase sepanjang 634 meter lebar 30 centimeter, pembangunan talud 391 meter dengan ketinggian antara 60 centimeter sampai 1,5 meter.

 

Selanjutnya adalah pembangunan 3 unit plat duicker dan 2 unit gorong-gorong.

 

“Selain sasaran infrastruktur atau fisik, di TMMD Sengkuyung juga dilakukan pembangunan non fisik melalui berbagai macam penyuluhan, sosialisasi, dan juga pelatihan keterampilan, dimana disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ungkapnya.

 

Selain kedua sasaran ini, juga akan dikerjakan renovasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga setempat.

 

Sementara itu, Dandim Haikal menjelaskan, seluruh sasaran TMMD yang mengambil tema “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri” ini, akan dituntaskan selama 30 hari kedepan, mulai tanggal 2-31 Maret 2021.

 

Untuk anggarannya bersumber dari APBD fisik Provinsi Jateng senilai Rp. 251 juta dan juga APBD Kabupaten sebesar Rp. 700 juta.

 

“Karena waktu terprogram hanya 30 hari saja, maka kami bersama segenap komponen masyarakat Desa Pruwatan, melakukan pra TMMD sejak tanggal 15 Februari 2021 lalu,” ucapnya.

 

Menurutnya, pemilihan lokasi pekerjaan melalui TMMD sangatlah tepat karena akses jalan yang sedang dibangun merupakan jalur transportasi antar dusun (Dusun Wiru-Genteng), dan juga tembus ke Dusun Legok, Desa Kalilangkap (desa tetangga Pruwatan).

 

Selain tenaga manual dari para teknisi bangunan TNI dan seluruh komponen masyarakat, alat berat juga diterjunkan untuk mempercepat dan menjaga kualitas hasil pekerjaan, yaitu 1 unit excavator, 1 unit tandem roller, dan juga sejumlah concrete mixer (molen).

 

“Untuk rencana bakti sosial adalah pelayanan akte lahir, perpustakaan keliling, dan juga pasar murah,” pungkasnya.

 

Hadir juga dalam acara ini Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto, SIK.M.HP, Ketua Pengadilan Negeri Brebes Tornado Edmawan, SH, MH, Kajari Brebes yang diwakili Jaksa Fungsional Setya Adhi, SH, Sekda Brebes Ir. Djoko Gunawan, MT, jajaran SKPD Pemkab Brebes terkait, dan juga Camat se-Kecamatan Bumiayu. (Aan)

Jumat, 18 Desember 2020

Identitas Mayat Misterius Tersangkut Bebatuan di Kali Keruh Bumiayu Brebes Akhirnya Terungkap

  

Brebes – Sesosok mayat laki-laki yang diperkirakan berumur 18 tahun ditemukan Sodli, petani asal Desa Penggarutan RT. 04 RW. 005, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tersangkut bebatuan di Kali Keruh, di desa tersebut. Jumat sore (18/12/2020).








Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu, Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi melalui Bati Tuud sekaligus Babinsa setempat, Peltu Edy, jasad pemuda yang telanjang tanpa busana itu ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB.


“Almarhum ditemukan Pak Sodli sepulang dari sawah dan segera dilaporkannya kepada kepala desa setempat dan diteruskan kepada pihak Polsek dan Koramil Bumiayu,” terangnya.


Sementara Kepala Desa Penggarutan, Waad (52), setelah penemuan mayat, pihaknya segera share informasi ke paguyuban kepala desa di wilayah Brebes selatan, karena kemungkinan besar jasad merupakan warga dari wilayah Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes ataupun dari wilayah Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.


“Perkiraan kami bahwa jenazah merupakan warga dari atas aliran Kali Keruh, yang kemungkinan hanyut terbawa arus saat hujan deras sehari sebelumnya,” tegasnya.


Dijelaskannya lanjut, titik terang didapatkan setelah warga setempat melihat postingan di facebook atas nama Ali, BPD Desa Mlayang, Kecamatan Sirampog, yang menginformasikan bahwa salah satu warganya hilang sejak Kamis (17/12) pukul 15.21 WIB.


Selanjutnya pihak keluarga yang merasa kehilangan, yakni keluarga Miftah, warga Dukuh Mlayang Luhur RT. 01 RW. 04, Desa Mlayang, Sirampog, mendatangi RSUD Bumiayu, untuk memastikan bahwa itu anaknya.


Akhirnya selepas Isyak, keluarga Miftah membenarkan bahwa jasad itu merupakan anak kandungnya yang bernama Jenul, dan jasad kemudian dibawa ke rumah duka untuk upacara pemakaman.


Untuk dugaan sementara jasad merupakan korban tenggelam saat mandi di sungai dan hanyut. (Aan)