Tampilkan postingan dengan label Cikuya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cikuya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Januari 2021

Disinfektan Disemprotkan Di Desa Cikuya

  

Brebes -  Tim Gabungan Covid-19 Desa Cikuya, Kecamatan Banjaharjo, Kabupaten Brebes melakukan penyemprotan Disinfektan. Jum’at (22/01/2021).





 

Penyemprotan difokuskan dirumah-rumah penduduk dalam rangka memutus mata rantai Covid-19 yang kini masih mewabah.

 

 

Kepala Desa Cikuya Sekod mengatakan ”Kami bersama Tim Gabungan Covid-19 diantaranya Koramil 14 Banjarharjo dan Puskesmas Banjarharjo melakukan penyemprotan serentak kerumah-rumah warga guna memutus mata rantai covid-19”. Tutur Kepala Desa.

 

Sementara itu, Babinsa Cikuya Sertu Sagiman yang didampingi Gea dan Nurhayati dari Puskesmas Banjarharjo mengatakan bahwa pentingnya penyemprotan cairan Disinfektan di Desa Cikuya, hal ini untuk melindungi masyarakat agar tidak terjangkit Virus Corona.

 

Disamping penyemprotan juga sebelumnya dilakukan penyuluhan dari Tim Puskesmas  Banjarharjo. (Ujang)

Jumat, 06 Maret 2020

Orang Hilang Di Cikuya Banjarharjo Brebes


Brebes – Hilangnya salah satu warga Dukuh/Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (5/3), telah menghebohkan seisi desa.






Hambali (70), warga RT. 003 RW. 002, dilaporkan hilang pada Kamis sore sekitar pukul 14.00 WIB.

Pencarian telah dilakukan termasuk menyusuri aliran Sungai Kabuyutan, yang mengalir di Desa Cikuya karena ada salah satu warga yang melihat Hambali saat akan membuang sampah di sungai tersebut.

“Pada saya sedang memancing di Sungai Kabuyutan di Desa Cikuya, saya melihat Mbah Hambali membawa keranjang sampah dan akan membuang sampah di sungai,” ucap Acep (27) tetangga Hambali.

Masih dijelaskannya, selanjutnya Asep tidak memperhatikan lagi karena kebiasaan membuang sampah itu sering dilakukan tetangganya tersebut.

Sementara dari keterangan istri Hambali yaitu Sohati (55), bahwa sehabis membuang sampah suaminya biasanya langsung pergi ke kebun dan saat pulangnya sambil membawa daun pisang untuk bungkus jualan.

“Biasanya suami saya berangkat ke kebun pagi hari, namun karena tadi pagi hujan sampai siang maka baru berangkat tengah hari. Sampai menjelang magrib suami saya tidak pulang maka saya melaporkannya ke perangkat desa dan Babinsa,” ungkap Sohati.

Masih menurutnya, pihak keluarga dibantu oleh warga setempat, Kepala Desa, Sekod (50), anggota Polsek, Babinsa, dan Pemuda Pancasila, melakukan pencarian di sepanjang kali tempat saksi mata (Acep) melihat keberadaan terakhir kali.

Sedangkan dari penyampaian Babinsa setempat dari Koramil 14 Banjarharjo Kodim 0713 Brebes, Sertu Sagiman, ““Pagi ini ada salah satu warga Dukuh Kopi, Cikuya, yaitu Pak Akim (47) saat hendak kondangan ke wilayah Desa Malahayu, Beliau melihat Mbah Hambali berada di pinggir jembatan Kali Kabuyutan Dukuh Kopi dengan membawa baju basah,” bebernya.

Ditambahkannya, pencarian masih terus dilakukan namun bergeser kearah perkampungan sekitarnya maupun meluas ke wilayah Banjarharjo.

“Kemungkinan besar yang bersangkutan bingung hendak pulang ke rumah karena ada sedikit permasalahan dengan istrinya. Mohon jika ada yang melihat keberadaan Pak Hambali bisa diberitahukan ke pihak keluarga, Polsek atau nomer saya 085311360559,” pungkasnya.  

Sampai berita ini diturunkan keberadaan orang hilang tersebut belum diketahui dan permasalahan tersebut sedang dalam penanganan Polsek Banjarharjo. (Aan)

Jumat, 20 Desember 2019

Kapten Infanteri Agus Sulistyo Berikan Wasbang Di Desa Cikuya


Brebes - Danramil 14 Banjarharjo, Kapten Infanteri Agus Sulistyo memberikan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Bid Hukum & Perlindungan Masyarakat serta Peran Generasi Muda dalam Peningkatan Nilai-Nilai Pancasila. Jum’at (20/12/2019)









Bertempat di aula Balai Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Jawa Tengah yang diikuti sekitar 75 orang diantaranya Kepala Desa Cikuya, Ketua BPD, Ketua LPM, Karangtaruna, Pengurus IPNU/IPPNU,  Kader Posyandu, Pengurus Muslimat/Fatayat dan Ketua Pemuda Pedukuhan Desa Cikuya.

Kapten Agus Sulistyo dalam menyampaikan paparannya bahwa bela negara sangat penting untuk diketahui oleh semua warga negara khususnya generasi muda, dan tanggung jawab bela negara tidak hanya pada aparat keamanan tetapi semua rakyat sesuai dengan profesinya masing-masing.
Danramil juga menyampaikan bahwa empat pilar kebangsaan negara Republik Indonesia hal mutlak yang harus diketahui dan dipahami oleh peserta dalam hal ini empat pilar negara kita terdiri dari Pancasila,UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

"Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian negara, Pancasila sebagai ideologi negara serta Pancasila sebagai tujuan hidup kita, UUD 45 merupakan dasar pedoman negara untuk meraih kemerdekaan, Bhineka tunggal ika merupakan semboyan negara untuk mempersatukan seluruh wilayah, suku, budaya, bahasa dan agama diseluruh wilayah negara kita, NKRI. (Utsm)

Kamis, 16 Mei 2019

Sistem Alarm Bahaya dan Bencana Alam Brebes

Brebes – Alarm lingkungan melalui media “Ragam Bunyi Kentongan Tanda Bahaya” di Pos Kamling yang terletak di samping Kantor Desa Cikuya Kecamatan Banjarharjo, dinilai sesuai dengan kondisi geografis desa yang pernah menjadi sasaran TMMD Reguler 100 Kodim 0713 Brebes pada 2017 silam.


“Tanda tradisional ini akan sangat efektif sebagai alarm penduduk untuk mengetahui jika ada kejadian kriminalitas maupun bencana alam,” ucap Serma Aan Setyawan, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, pembuatan Poskamling dan mengoptimalisasi media kentongan bertujuan menekan angka kriminalitas di daerah pegunungan di kecamatan tersebut, dalam rangka menciptakan situasi lingkungan yang aman dan kondusif, serta mempererat silaturahmi secara berkesinambungan.

“Ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Reguler 100 Kodim 0713 Brebes di tahun 2017, selain membangun Makadam dan mengaspal jalan pertanian penduduk yang masing-masing sepanjang 1 kilometer, serta membuat satu unit jembatan,” beber Sersan.

Ini beberapa ragam bunyi kentongan : jika kejadian warga meninggal dunia maka kentongan dipukul 3 kali berturut-turut terus-menerus, jika ada kejadian perampokan dipukul 2-2 terus menerus dengan satu kali jeda, kebakaran dipukul 3-3 terus menerus dengan satu kali jeda.

Sama dengan pemukulan jeda diatas, untuk bencana alam dipukul 4-4, pencurian 5-5 serta uluk-uluk 6-6 terus-menerus. Untuk tanda patroli atau ronda, kentongan dipukul satu kali dan ditambah 3 kali pukulan selanjutnya, dilakukan secara terputus putus. Sedangkan tanda keadaan aman, kentongan dipukul 1 kali terus-menerus setiap satu jam sekali. (Aan Pendim Brebes).