Tampilkan postingan dengan label M.M.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label M.M.. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2019

Dua Pejabat Korem 071/Wijayakusuma Diserahterimakan

Banyumas - Dua pejabat dilingkungan Korem 071/Wijayakusuma diserahterimakan yakni Dandim 0711/Pemalang dan Kasipersrem 071/Wijayakusuma, Rabu (4/9/2019) di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma Sokaraja, Banyumas. 





Dandim 0711/Pemalang sebelumnya Letkol Inf Edy Supriyadi, S.Sos., M.M., M.Tr (Han) digantikan Letkol Inf Irvan Cristian Tarigan. Kasipersrem 071/Wijayakusuma sebelumnya Letkol Caj Ngatino, B.A. diserahkan kepada Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han.

Letkol Inf Edy Supriyadi, S.Sos., M.M., M.Tr (Han) selanjutnya bertugas sebagai Kabagdik Sdirbindiklat Pusterad, sedangkan penggantinya Letkol Inf Irvan Cristian Tarigan sebelumnya menjabat Danyonif 410/Alg Korem 073/Makutarama, sedangkan
Letkol Caj Ngatino, B.A. selanjutnya memasuki purna tugas sebagai prajurit TNI AD.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., dalam sambutannya pada Tradisi dan Laporan Korps Serah Terima Jabatan Dandim 0711/Pemalang dan Penyerahan Tugas Jabatan Kasipersrem 071/Wijayakusuma menyampaikan, setiap prajurit yang akan bertugas maupun yang akan meninggalkan satuan di wilayah Korem 071/Wijayakusuma perlu melaksanakan Tradisi Satuan penciuman Dhuaja Korem 071/Wijayakusuma "Musti Cakra Sukarno Aji".

"Musti Cakra Sukarno Aji, mengandung makna seorang prajurit bersenjata yang baik dan peka dalam melaksanakan tugas pimpinannya", terangnya. 

Dikatakan Danrem, maksud dan tujuan penciuman Dhuaja Korem 071/Wijayakusuma bagi prajurit yang akan bertugas di Korem 071/Wijayakusuma untuk menumbuhkan semangat dan motivasi terhadap satuan yang baru sebagai tempat mengabdi dan berkarya yang terbaik, selaras dengan makna yang terkandung di dalamnya. 

"Diharapkan setiap prajurit yang akan melaksanakan pindah satuan maupun purna tugas, akan tumbuh kesan tetap memiliki kecintaan terhadap Korem 071/Wijayakusuma setelah sekian lama mengabdi dan berkontribusi dengan penuh rasa tanggungjawab", harapnya. 

Terkait dengan laporan serah terima jabatan, Danrem menyampaikan, pergantian pejabat dilingkungan TNI AD adalah merupakan bagian dari sistem pembinaan personel dalam rangka Tour Of Duty dan Tour Of Area. "Siapapun yang dipercaya menempati jabatan dalam struktur organisasi TNI, harus mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan pangkat dan jabatan yang diembannya", tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Danrem menyampaikan, wilayah Kodim 0711/Pemalang ditinjau dari aspek pertahanan serta pembangunan ekonomi nasional merupakan wilayah strategis, karena Kabupaten Pemalang merupakan salah satu urat nadi perekonomian Jawa Tengah, dimana letak geografinya diapit dua kabupaten yakni Tegal dan Pekalongan. Di bidang Demografi, masyarakatnya sebagian bekermata pencaharian yang heterogen, maka Kodim 0711/Pemalang keberadaannya tidak terbatas pada upaya melaksanakan tugas pembinaan satuan saja, namun dituntut untuk mampu melaksanakan pembinaan teritorial dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan matra darat. "Kemajemukan masyarakat dengan segala dinamikanya harus dapat dimanage agar menjadi suatu kekuatan besar. Karenanya, sekecil apapun permasalahan yang timbul hendaknya dapat dideteksi secara dini kemudian dicarikan solusinya bersama aparat pemda terkait", tukasnya. (penrem071/pendim0713)

Selasa, 09 April 2019

Panglima TNI: Monumen Pesawat MIG 17 Fresco Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia


Banyumas - Monumen Pesawat MIG 17 Fresco adalah bukti sejarah bahwa kita sebagai bangsa yang besar, senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia. 



Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya pada acara peresmian Monumen Pesawat MIG 17 Fresco bertempat di Alun-alun Kota Lama Banyumas Jawa Tengah. Sabtu (06/04/2019).

Pada kesempatan itu, Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Kabupaten Banyumas, seluruh masyarakat Banyumas. "Berkat dukungan semua pihak sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dam diselesaikan dengan baik" ucapnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampakan bahwa sekarang ini Alun-alun Banyumas memiliki sebuah pesawat legendaris milik TNI AU, MIG 17 Fresco. Pesawat asal Rusia ini, pernah digunakan TNI AU pada tahun 1960-1969. 



"Pesawat ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Saat itu, pesawat MIG 17 inilah yang diantaranya membuat Belanda memperhitungkan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada pada urutan keempat dunia waktu itu" pungkasnya.

Diakhir sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dengan kehadiran Monumen Pesawat Mig 17 Fresco dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat akan TNI dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air serta semangat kejuangan kita semua. "Semoga pesawat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa, untuk menjadi penjelajah dan pelindung angkasa nusantara", ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakapolri Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T.,M.A.P., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, KH. Musthofa Aqil Siraj, Habib Alwi Al-Habsy, dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta Pejabat Daerah Banyumas. (didi)