Tampilkan postingan dengan label Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 April 2019

Silaturahmi Kebangsaan Panglima TNI di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin

Cilacap - Saya memandang bahwa alim ulama dan pesantren memiliki peran yang sangat strategis di tengah-tengah umat. Terlebih Cilacap ini sangat dekat kaitannya dengan TNI. Panglima Besar Jenderal Soedirman dibesarkan di Cilacap. Oleh karena itu saya sangat berbahagia dapat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Cilacap ini, terang Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat bersilaturrahmi dengan Keluarga besar Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Cilacap dan disambut langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, KH Imddadurrohman Al Ubudy, Sabtu (06/04/2019).


Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa, Pondok pesantren adalah bentengnya NKRI, dengan kalimat lain Pesantren adalah samudera ilmu yang sedang diarungi oleh Para Santri dan Santriwati saat ini.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang sangat kompleks. Kompleksitas tantangan itu akan semakin meningkat di masa mendatang. Hal ini dikarenakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadikan dunia seolah tanpa batas.

Manusia bahkan sudah mulai mengembangkan kecerdasan buatan. Dengan menggunakan kecanggihan komputer, internet, dan tersedianya big data, manusia sudah dapat membuat robot yang seolah-olah dapat berpikir sendiri untuk melakukan suatu tugas yang diperintahkan. Artinya di masa mendatang, generasi-generasi muda Indonesia harus dapat bersaing dengan negara lain dalam penguasaan teknologi.

"Untuk dapat mencapai kemajuan dibutuhkan setidaknya dua syarat utama. Yang pertama adalah sumber daya manusia unggulan yang mampu mengolah kekayaan alam dan selanjutnya persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa dan negara," Tegas Panglima dihadapan lebih dari 1200 santri dan santriwati.

Santri di pondok pesantren ataupun pelajar dan mahasiswa kita adalah generasi-generasi potensial yang akan dapat menjadi sumber daya manusia unggulan. Dengan pengetahuan agama yang kuat, iman yang kokoh, wawasan yang luas, serta pengetahuan dan penguasaan teknologi, mereka akan menjadi pengelola sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah.

Tahun 2045 nanti dunia memperkirakan Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-empat di dunia. Dengan ekonomi yang sangat besar itu berarti rakyat akan sejahtera. Indonesia memiliki segalanya. Namun tetap harus mempersiapkan generasi-generasi muda, yang akan menerima estafet kepemimpinan bangsa.

"Jangan lupa juga bahwa kita harus memelihara persatuan dan kesatuan. Tanpa persatuan dan kesatuan kita akan tercerai berai. Bila tidak bersatu, kita akan mudah di adu domba, terpecah dan tidak dapat mencapai kemajuan seperti yang kita cita-citakan," Ungkap Panglima TNI.

Semangat kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara hendaknya tetap terjaga dan terpelihara. Rasa persaudaraan, senasib sepenanggungan sebagai bangsa yang besar tidak boleh tercabik hanya karena berbeda pilihan.

"Seperti halnya lidi yang akan kuat bila bersatu, begitu pula bangsa Indonesia yang sangat beragam ini," Tegas Panglima TNI.

Turut hadir dalam kegiatan Wakapolri, Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Aslog Panglima TNI, Kapusbintal TNI, Danrem 071/Wk, Bupati Cilacap, KH. Musthofa Aqil Siraj, Habib Alwi Al-Habsy, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, para Pejabat TNI- Polri dan Pemerintah Daerah Cilacap serta keluarga besar Pondok Pesantren Al Ihya Ulumaddin, Cilacap.(didi)

Panglima TNI: Monumen Pesawat MIG 17 Fresco Bukti Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia


Banyumas - Monumen Pesawat MIG 17 Fresco adalah bukti sejarah bahwa kita sebagai bangsa yang besar, senantiasa menghargai jasa para pahlawan yang telah berjuang bagi kemerdekaan Indonesia. 



Demikian dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P dalam sambutannya pada acara peresmian Monumen Pesawat MIG 17 Fresco bertempat di Alun-alun Kota Lama Banyumas Jawa Tengah. Sabtu (06/04/2019).

Pada kesempatan itu, Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Kabupaten Banyumas, seluruh masyarakat Banyumas. "Berkat dukungan semua pihak sehingga pembangunan ini dapat berjalan lancar dam diselesaikan dengan baik" ucapnya.

Selanjutnya Panglima TNI menyampakan bahwa sekarang ini Alun-alun Banyumas memiliki sebuah pesawat legendaris milik TNI AU, MIG 17 Fresco. Pesawat asal Rusia ini, pernah digunakan TNI AU pada tahun 1960-1969. 



"Pesawat ini sangat berjasa bagi Republik Indonesia, khususnya saat pembebasan Irian Barat dari tangan Belanda. Saat itu, pesawat MIG 17 inilah yang diantaranya membuat Belanda memperhitungkan kekuatan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), yang berada pada urutan keempat dunia waktu itu" pungkasnya.

Diakhir sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap dengan kehadiran Monumen Pesawat Mig 17 Fresco dapat meningkatkan kebanggaan masyarakat akan TNI dan menumbuhkan kecintaan kepada tanah air serta semangat kejuangan kita semua. "Semoga pesawat ini menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa, untuk menjadi penjelajah dan pelindung angkasa nusantara", ungkapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakapolri Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, S.T.,M.A.P., Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Danrem 071/Wk Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Han., Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein beserta Forkopimda Banyumas, KH. Musthofa Aqil Siraj, Habib Alwi Al-Habsy, dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, serta Pejabat Daerah Banyumas. (didi)

Panglima TNI Silaturahmi Dengan Alim Ulama dan Warga Banyumas


Banyumas - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., silaturahmi dengan para alim ulama, pengasuh pesantren, serta segenap warga Banyumas yang berkumpul di Alun-alun Banyumas. Sabtu (06/04/2019).


Dalam silaturrahmi bersama Tokoh Agama Dan Warga Banyumas kali ini, Panglima TNI didampingi oleh Wakapolri, Komjen Drs Ari Dono Sukmanto S.H, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Efendi, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto,  S.T., M.A.P., KH. Musthofa Aqil Siraj, Bupati Banyumas H.Ir.Ahmad Husein, Habib Alwi Al-Habsy dan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.

Setiap kali melaksanakan kunjungan ke daerah, Panglima TNI senantiasa menyempatkan diri untuk bertemu dengan alim ulama, tokoh masyarakat, ataupun mengunjungi pesantren, karena Panglima TNI memandang bahwa alim ulama dan pesantren memiliki peran yang sangat strategis di tengah-tengah umat.

"Banyumas memiliki kedekatan tersendiri dengan TNI. Panglima Besar Jenderal Soedirman menjadi Komandan Batalyon Pembela Tanah Air (PETA) di Banyumas. Beliau juga kemudian menjadi Komandan Divisi BKR di Banyumas setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia," Terang Panglima TNI yang sangat berbahagia dapat bersilaturahmi dengan para kyai dan tokoh masyarakat di Banyumas ini.

Lebih lanjut dalam kesempatan ini, Panglima TNI menyampaikan di masa mendatang, generasi-generasi muda Indonesia harus dapat bersaing dengan negara lain dalam penguasaan teknologi. Untuk dapat mencapai kemajuan dibutuhkan setidaknya dua syarat utama. Yang pertama adalah sumber daya manusia unggulan yang mampu mengolah kekayaan alam dan selanjutnya persatuan dan kesatuan sebagai sebuah bangsa dan negara.

Para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat adalah salah satu kunci strategis kesiapan masyarakat menghadapi kemajuan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan pengetahuan agama yang kuat, iman yang kokoh, wawasan yang luas, serta pengetahuan dan penguasaan teknologi, mereka akan menjadi pengelola sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah.

Generasi-generasi muda kita sangat cerdas bila diasah dan diberi kesempatan, oleh karena itu Panglima TNI berharap agar segenap warga Banyumas dapat memelihara persatuan dan kesatuan. 

"Itulah sebabnya pendiri bangsa ini menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan kita, walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu," Tegas Panglima TNI.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian sembako dari Panglima TNI bagi masyarakat Banyumas.