Tampilkan postingan dengan label Pemakaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemakaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Maret 2021

Danramil Tonjong Brebes Dimakamkan Secara Militer di Gunung Kidul Yogyakarta

 


Brebes – Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, memimpin upacara pemakaman Kapten Infanteri Ngadino (56), Danramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes, di TPU desa kelahirannya, Dusun Kepek, Desa Watusigar, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kamis sore (25/3/2021).










Proses pemakaman juga dibantu Kodim setempat, yaitu Kodim 0730 Gunung Kidul serta warga Watusigar. Warga setempat dan sekitarnya sangat antusias mengantarkan jenazah sampai ke TPU, termasuk ingin menyaksikan prosesi pemakaman secara militer yang disertai tembakan salvo ke udara.


Disampaikan Dandim Brebes, Almarhum layak diupacarakan secara militer karena memiliki Satya Lencana Kartika Eka Paksi Nararya, yaitu Almarhum telah setia melakukan tugas kedinasan TNI selama 32 tahun terus menerus dan bekerja sungguh-sungguh tanpa cacat.


Almarhum juga memiliki Satya Lencana Raksaka Dharma atau Satya Lencana GOM  IX (Gerakan Operasi Militer IX), yang merupakan tanda kehormatan prajurit atas pelaksanaan tugas operasi militer dalam mempertahankan kedaulatan NKRI di Irian Barat.


“Atas nama pimpinan TNI Angkatan Darat, dan juga mewakili Almarhum dan keluarganya, saya mohon memintakan maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan selama hidup beliau,” ujarnya.


Haikal Sofyan juga meminta seluruh takziah mendoakan Almarhum agar diampuni dosanya sehingga diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menjalani hidup.


“Kami juga mohon doanya agar diberikan kekuatan untuk melanjutkan pengabdian Almarhum kepada NKRI,” pungkasnya.


Dalam kesempatannya, Kapten Infanteri Kunpriyanto, Perwira Seksi Personalia (Pasi Pers) Kodim Brebes, selaku wakil dari keluarga Almarhum, memintakan keikhlasan jika Almarhum meninggalkan janji dan hutang yang belum dipenuhi semasa hidup. Namun jika hutang berharga maka dipersilahkan untuk menghubungi pihak keluarganya yang berdomisili di Perum Mawar Putih A 4 No. 4, Desa Pedagangan RT/RW. 004, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal.


Untuk diketahui, Kapten Ngadino adalah lulusan Tamtama tahun 1987. Menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada Kamis dini hari pukul 01.45 WIB, 25 Maret 2021. Sebelumnya telah berhasil menjalani operasi pengangkatan batu empedu pada 16 Maret 2021 lalu.


Ia meninggalkan Ny. Ida Nursanti Ngadino (istri), dan 2 orang anak yaitu Dinni Eka Purnamasari dan Reka Dwi Sechowati. (Aan)

Jumat, 01 Mei 2020

Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Wanasari Brebes


Brebes – Simulasi pemulasaran dan pemakaman jenazah secara prosedural covid-19, dilatihkan oleh pihak Puskesmas Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kepada puluhan orang Satgas Covid-19 se-Kecamatan Wanasari, di Kantor Kecamatan Wanasari. Senin (27/4/2020).








Acara dihadiri Camat Nuruddin, SH, Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes yang diwakili Serma Yusuf Triyono, Kapolsek AKP Mulyono, SH, Kepala Puskesmas Wanasari dr. Rofiqoh, Kepala Puskesmas Jagalempeni Sri Wahyuni S.Km, Kepala Puskesmas Sidamulya dr. Agus Nawawi, para Kepala Desa dan Kaur Kesra/Lebe se-Kecamatan Wanasari.

Selain mendapatkan teori, para Kaur Kesra/Lebe se-Kecamatan Wanasari khususnya, juga melakukan praktek langsung secara bergantian dengan SOP tersebut.

Disampaikan Camat Wanasari Nuruddin, SH, bahwa pelatihan bertujuan agar jajaran Pemdes di Kecamatan Wanasari mempunyai persamaan persepsi tentang pemulasaran dan pemakaman jenazah sesuai SOP covid-19.

“Tujuan khususnya adalah melatih para lebe agar siap jika sewaktu-waktu ada warganya yang meninggal terpapar virus corona akan dimakamkan. Ini semua untuk menanggulangi penularan wabah selanjutnya kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Wanasari, AKP Mulyono SH, menyatakan apresiasi atas pelatihan dan pengetahuan kepada para Kades, Lebe, TNI-Polri dan juga instansi terkait lainnya.

Menurutnya, pelatihan sangat penting bagi tenaga medis maupun perangkat desa dan TNI-Polri yang difungsikan sebagai tenaga medis dalam Satgas Covid-19 se-Kecamatan Wanasari, sehingga tidak tertular covid-19. Pasalnya, mereka merupakan garda terdepan penguburan jenazah agar tidak mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Sedangkan disampaikan pemateri, Kepala Puskesmas Wanasari dr. Rofiqoh, bahwa jenazah covid-19 tidak menular asalkan penanganannya mulai dari proses memandikan, mengafani, hingga menguburkan, dilakukan sesuai dengan prosedur atau protokol khusus.

Bagi para petugas yang menangani jenazah covid-19, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap seperti sarung tangan, masker, dan pelindung mata. Bagian mata, hidung, mulut, telinga dan luka, ditutup dengan plerter plastik. Prosesi pemakaman juga diatur agar keluarga tetap menjaga jarak dengan jenazah.

Menurut WHO jika seseorang meninggal karena terinfeksi covid-19, paru-paru dan organ tubuh lainnya masih mungkin mengandung virus hidup yang dapat bertahan hidup di permukaan hingga sembilan hari. Virus corona ini mampu bertahan hidup di beberapa permukaan benda seperti kayu, aluminium, kain, dan benda lainnya.

“Apabila protokol pemulasaran dan pemakaman jenazah covid-19 dilakukan dengan baik dan benar, maka jenazah tidak akan menularkan virus kepada orang yang masih hidup. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, dan tali untuk menurunkan peti jenazah juga dikubur bersama jenazah,” tegas dr. Rofiqoh. (Aan)