Tampilkan postingan dengan label Jenazah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jenazah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2020

Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Covid-19 di Wanasari Brebes


Brebes – Simulasi pemulasaran dan pemakaman jenazah secara prosedural covid-19, dilatihkan oleh pihak Puskesmas Wanasari, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kepada puluhan orang Satgas Covid-19 se-Kecamatan Wanasari, di Kantor Kecamatan Wanasari. Senin (27/4/2020).








Acara dihadiri Camat Nuruddin, SH, Danramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes yang diwakili Serma Yusuf Triyono, Kapolsek AKP Mulyono, SH, Kepala Puskesmas Wanasari dr. Rofiqoh, Kepala Puskesmas Jagalempeni Sri Wahyuni S.Km, Kepala Puskesmas Sidamulya dr. Agus Nawawi, para Kepala Desa dan Kaur Kesra/Lebe se-Kecamatan Wanasari.

Selain mendapatkan teori, para Kaur Kesra/Lebe se-Kecamatan Wanasari khususnya, juga melakukan praktek langsung secara bergantian dengan SOP tersebut.

Disampaikan Camat Wanasari Nuruddin, SH, bahwa pelatihan bertujuan agar jajaran Pemdes di Kecamatan Wanasari mempunyai persamaan persepsi tentang pemulasaran dan pemakaman jenazah sesuai SOP covid-19.

“Tujuan khususnya adalah melatih para lebe agar siap jika sewaktu-waktu ada warganya yang meninggal terpapar virus corona akan dimakamkan. Ini semua untuk menanggulangi penularan wabah selanjutnya kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Wanasari, AKP Mulyono SH, menyatakan apresiasi atas pelatihan dan pengetahuan kepada para Kades, Lebe, TNI-Polri dan juga instansi terkait lainnya.

Menurutnya, pelatihan sangat penting bagi tenaga medis maupun perangkat desa dan TNI-Polri yang difungsikan sebagai tenaga medis dalam Satgas Covid-19 se-Kecamatan Wanasari, sehingga tidak tertular covid-19. Pasalnya, mereka merupakan garda terdepan penguburan jenazah agar tidak mendapatkan penolakan dari masyarakat.

Sedangkan disampaikan pemateri, Kepala Puskesmas Wanasari dr. Rofiqoh, bahwa jenazah covid-19 tidak menular asalkan penanganannya mulai dari proses memandikan, mengafani, hingga menguburkan, dilakukan sesuai dengan prosedur atau protokol khusus.

Bagi para petugas yang menangani jenazah covid-19, wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap seperti sarung tangan, masker, dan pelindung mata. Bagian mata, hidung, mulut, telinga dan luka, ditutup dengan plerter plastik. Prosesi pemakaman juga diatur agar keluarga tetap menjaga jarak dengan jenazah.

Menurut WHO jika seseorang meninggal karena terinfeksi covid-19, paru-paru dan organ tubuh lainnya masih mungkin mengandung virus hidup yang dapat bertahan hidup di permukaan hingga sembilan hari. Virus corona ini mampu bertahan hidup di beberapa permukaan benda seperti kayu, aluminium, kain, dan benda lainnya.

“Apabila protokol pemulasaran dan pemakaman jenazah covid-19 dilakukan dengan baik dan benar, maka jenazah tidak akan menularkan virus kepada orang yang masih hidup. Jenazah yang sudah dibungkus tidak boleh dibuka lagi, dan tali untuk menurunkan peti jenazah juga dikubur bersama jenazah,” tegas dr. Rofiqoh. (Aan)

Rabu, 25 September 2019

Praktek Merawat Jenazah


Brebes - Ketrampilan merawat Jenazah yg digelar oleh Dharma Wanita Persatuan Kab Brebes     dalam Rangkaian memperingati HUT ke 20 Dharma Wanita Persatuan Kab Brebes tahun 2019. Selain  itu pula ada beberapa kegiatan seperti Lomba paduan Suara Lagu Hymne dan Mars DW P serta lomba ketrampilan dari limbah plastik demikian disampaikan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kab Brebes  Dra. Sri Amini Djoko Gunawan lebih lanjut disampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada pengurus dan ketua unsur yg telah berpartisipasi pada kegiatan Karnaval dalam rangkaian HUT ke 74 RI tingkat Kab Brebes.
















Sebagai narasumber serta praktek merawat Jenazah disampaikan oleh H. Miftahudin S.Ag Guru MTs Negeri 2 Brebes. Sebagaimana dalam Materinya Miftahudin mengatakan Bahwa Kewajiban umat Islam terhadap Jenazah, Memandikan Jenazah, mengkafani, menyolati dan mengubur/, memakamkan Jenazah.

Untuk materi kali ini mengkafani Jenazah yaitu membungkus Jenazah dengan Kain kafan adapun jumlah kain kafan minimal satu helai dan disunahkan Jenazah Laki laki 3 helai sedangkan Jenazah perempuan 5 helai lebih lanjut dikatakan yang perlu diperhatikan dalam mengkafani Jenazah kain kafan berwarna putih ,kain kafan sesederhana mungkin jangan yang tembus pandang serta diatas kain kafan diberi minyak wangi dan kapur barus yang sudah haluskan ada pun potongan kain kafan terdiri dari pembungkus ukuran 200 cm ,bawahan ukuran 100 cm  ,celana dalam  ukuran 100 cmx40 cm,baju  ukuran 120 cm dan kerudung ukuran 100 cm.

Selanjutnya praktek mengafani Jenazah oleh H.Miftahudin dan diikuti oleh ibu Ibu Dharma Wanita Persatuan utusan dari 17 Kecamatan dan dari DW P SKPD di Lingkungan Pemerintah Kab Brebes .
Pelaksanaan acara di Pendopo Kab Brebes 24 September 2019.(Humas/Utsm)

Selasa, 14 Mei 2019

Brebes : Truk Sampah di Brebes Tabrak Siswa

Brebes – Pemakaman jenazah Almarhumah Firli Aulia Rahma Binti Susanto (14), asal Desa Kedunguter RT. 005 RW. 001 Kecamatan/Kabupaten Brebes, pelajar yang tewas tertabrak truk pengangkut sampah saat melintas jalan di desanya, dimakamkan pagi ini di TPU setempat. Rabu (15/5/2019).

Dibenarkan Danramil 01 Brebes yang baru menjabat, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, sehari sebelumnya (14/5) pukul 16.00 WIB, Almarhum yang mengendarai Honda Beat tertabrak KBM truk pengangkut sampah yang dikemudikan Fahri Akrom Bin Abdul Rosid (28) asal Kelurahan/Kecamatan Brebes.

“Korban langsung meninggal dunia di TKP saat tertabrak KBM truk Mitsubishi warna kuning bak orange dengan nomor polisi G 9532 GG,” ungkapnya di lokasi pemakaman.

Lanjut disampaikannya, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB, KBM truk sampah melaju dari arah selatan. Kemudian datang SPM Honda Beat yang dikendarai oleh korban berusaha menyalip dari arah kanan, namun tiba-tiba ada ibu-ibu yang mengendarai sepeda ontel keluar dari gang.

“Firli Aulia langsung menabrak sepeda ontel yang keluar dari gang, kemudian motornya Honda Beat warna Putih Merah Nopol G 5296 EU, terjatuh ke arah kiri dan terlindas roda belakang truk termasuk bagian kepala yang mengalami luka berat,” imbuhnya.

Saat kejadian berlangsung, warga sekitar sempat memukul sopir dan merusak truck sebelum petugas Polsek dan Babinsa datang. Tak hanya sampai disitu saja, warga melanjutkan aksinya dengan mendatangi Kantor Pengelolaan Sampah Kedunguter dan kemudian merusak alat berat, bangunan kantor dengan memecah kaca serta computer di dalam ruangan.

“Langkah-langkah yang diambil petugas dari mulai awal kejadian antara lain bersama anggota Kepolisian segera mendatangi TKP saat menerima laporan, mengamankan sopir beserta barang bukti, mengevakuasi korban ke RSUD Brebes serta melaksanakan pengamanan Kantor Pengelolaan Sampah pasca pengrusakan,” tutupnya. (Aan Brebes)

Jumat, 01 Maret 2019

Babinsa Terbaik Meninggal, Kodim Brebes Berduka

Brebes, Keluarga besar Kodim 0713/Brebes berduka. Anggota Babinsa Koramil 04/Tanjung yang  tinggal di Asrama Lemahabang Tanjung, Sersan Dua (Serda) Mulyono, meninggal dunia. Serda Mulyono dinyatakan meninggal dunia oleh dr. dr. Novita Ikbar K. dokter jaga Puskesmas Tanjung. (01/03/2019)



Babinsa yang aktif dan dikenal dengan murah senyum serta sopan ini meninggalkan rekan-rekan di UGD Puskesmas Tanjung karena serangan jantung saat istirahat tidur.

Diketahui pertamakali pukul 03.00 wib oleh  istrinya saat bangun untukmelakukan aktivitas di dapur belakang, seperti biasanya membangunkan suami untuk ibadah malam, namun saat dibangunkan Serda Mulyono diam tidak ada respon sama sekali dan dicek detak nadinya sudah tidak ada.

Kemudian isterinya membangunkan tetangga (Serda Suharnoko dan Sertu Mujito) dan mengecek kebenarannya, setelah dipegang denyut nadinya memang denyut nadi/nafas sudah tidak ada. Kata Suharnoko.

Untuk meyakinkan hal tersebut, Suharnoko didampingi istri dan keluarga serta rekan Babinsa lainnya membawa Serda Mulyono dari Perumahan/Asrama Lemahabang ke Puskesmas pukul 03.10 Wib. degann Mobil AVP, Tiba di UGD Puskesmas pukul 03.30 Wib. diterima dokter jaga Puskesmas dan langsung diadakan pemeriksaan didampingijuga oleh perawat Jaga, Danramil 04/Tanjung Kapten Inf Muhtadi beserta istri juga melekat dalam ruangan tersebut.

Tidak lama kemudian pada pukul 04.05 Wib. Serda Mulyono dinyatakan oleh Dokter sudah meninggal dunia, keterangan yang diberikan diperkirakan kurang lebih 2 sampai 3 jam yang lalu karena diagnosa serangan jantung. Ucap dr. Novita.

Sesuai dengan keinginan istri almarhum dan keluarga, jenazah Serda Mulyono dipulangkan ke asrama militer Koramil 04/Tanjung untuk dipersemayamkan, selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah duka Dukuh Kedung Jero RT.002 RW. 002 Desa Sendang Harjo Kecamatan Karang Rayung Kabupaten Purwodadi dengan dikawal personel pengantar 57 orang, 5 unit kendaraan dari Kodim 0713/Brebes yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim Mayor Inf Edwin Samma Baratiku mewakili Komandan Kodim.

Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak Kodim setempat dan keluarga utk prosesi upacara pemakaman secara militer. (Utsm0713).

Minggu, 10 Februari 2019

Jenazah Pemuda Pencari Ikan di Salem Brebes Ditemukan

Brebes – Jenazah pemuda asal Dukuh Selarum Rt. 01 Rw. 03 Desa Indrajaya Kecamatan Salem Kabupaten Brebes yang hilang terseret arus Kali Cigunung yang mengalir di dusunnya, akhirnya diketemukan tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, SAR, Banser, Komunitas Bangbara Salem serta masyarakat sekitar, pasca pencarian dari siang kemarin, Minggu (10/2).


Diketahui tim, menghentikan pencarian sekitar pukul 22.00 WIB dengan menyisir aliran sungai. Mereka terpaksa menghentikan upaya tersebut mengingat turun hujan dan membahayakan relawan.

Yodi Bin Wahyudin (27) didapati di Kedung Boso Kali Cigunung Desa Ganggawang Kecamatan Salem dalam keadaan sudah tak bernyawa setelah sebelumnya diperkirakan hanyut saat sedang mencari ikan dengan jaring bersama tetangganya Darto Bin Supria (40) wiraswasta, sekitar pukul 13.30 WIB (10/2). Dibenarkan Pejabat Sementara Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Pelda Jahri, bahwa korban tenggelam ditemukan tim gabungan pagi ini sekitar pukul 06.30 WIB di Kedung Boso.  

“Tim gabungan yang dibagi menjadi 5 kelompok bergerak mulai pukul 06.00 WIB. Tim 3 lah yang berhasil menemukannya di Kedung Boso aliran Kali Cigunung Desa Ganggawang yang berjarak kurang lebih 8 kilometer dari tempat kejadian,” ungkapnya Senin (11/2/2019).

Korban selanjutnya di evakuasi ke Puskesmas Bentar Salem guna dilakukan otopsi, dan saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Tim gabungan juga menghimbau kepada warga masyarakat lainnya, untuk sementara jangan mencari ikan di sungai apalagi pasca hujan karena sangat berbahaya. “Air bah dapat datang kapan saja, orang pandai berenangpun jika diterjang bah kemungkinan kecil selamat, karena di sungai banyak batu,” tutupnya. (Aan).