Tampilkan postingan dengan label Tabrak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tabrak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Maret 2021

Mesin Mati di Perlintasan KA Bulakamba Brebes, Daihatsu Terios Hancur Tertabrak KA. Harina

 


Brebes – Satu mobil Daihatsu Terios Nopol B 2220 BRE, tertabrak Kereta Api Harina jurusan Surabaya-Bandung, di perlintasan Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kamis dini hari (25/3/2021).





Dijelaskan Danramil Bulakamba, Kapten Infanteri Tuteng Aryolona, kondisi mobil hancur total namun para penumpangnya berhasil menyelamatkan diri keluar dari mobil sebelum benturan.


“Kejadian terjadi sekitar pukul pukul 00.15 WIB. Mobil tiba-tiba mesin mati  total sehingga tertabrak kereta api dari arah selatan menuju utara,” bebernya.


Dijelaskannya lanjut, Indra Muniri, sopir Terios dan keluarganya (anak dan istri) sedang dalam perjalanan pulang ke Cianjur, Jabar, selepas berkunjung ke tempat saudaranya di desa tersebut.


“Babinsa dan Bhabinkamtibmas segera meluncur ke TKP setelah mendapatkan laporan dari perangkat desa setempat. Bersama warga setempat mereka melakukan evakuasi kendaraan ke tepi rel,” tandasnya.



Untuk evakuasi dilakukan selama kurang lebih 1,5 jam, yakni dengan cara menggulingkan mobil ke pingir, karena jika mobil ditarik akan menyebabkan kerusakan jalur rel.


Saat ini kejadian tersebut masih dalam penanganan Unit Lantas Polsek Tanjung.


Perlu diketahui, menurut LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia), rel kereta terdapat emisi elektromagnetik, artinya ada kabel penghantar arus listrik yang terpasang dan kabel ini tidak kompatibel dengan mesin mobil. Dalam hal ini Electronic Control Unit (ECU) yang menjadi penggerak utama mobil akan berhenti bekerja dan akhirnya mesin mati.


Terlebih jika kereta api hendak melintas di jarak 600 meter, arus listrik tersebut akan menghantarkan medan magnet yang tinggi sehingga resiko mesin mobil mati di rel kereta api pada jarak itu bahkan lebih dekat lagi.


Sementara dikutip dari laman PT. KAI (Kereta Api Indonesia), bahwa medan magnet yang dihantarkan dinamo lokomotif ke rel kereta api dalam radius satu kilometer bisa memicu ICU mati. Itulah alasannya petugas menutup palang pintu walaupun kereta api belum terlihat.


Disampaikan Dolf Valentino, jika mesin mobil mati di perlintasan rel kereta api, sebaiknya pengemudi terus menerus membunyikan klakson dan starter mobil karena cara ini dapat memutus medan magnet dan rangkaian listrik yang ada di sekitarnya, namun jika mesin tetap tidak bisa menyala maka segera tinggalkan mobil demi keselamatan.


Sedangkan langkah utama dan paling aman saat akan melintasi rel kereta api adalah patuhi rambu-rambu atau tidak nekat menerobos palang pintu karena sama saja menjemput maut, serta gunakan gigi rendah. (Aan)

Sabtu, 16 November 2019

Sedan Tabrak Sembilan Pejalan Kaki Dan Motor Di Traffic Light Jatibarang Brebes, 11 Orang Luka-luka


Brebes – Kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 11 orang luka-luka terjadi di traffic light pertigaan Jatibarang, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sabtu sore (16/11/2019).



Satu unit mobil sedan jenis Honda City, B 8599 QA, dikemudikan Abdillah (60) warga asal Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jateng, keluar dari rumah H. Mohamad Abdul Karim, warga Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, berjarak kurang lebih 200 meter dari arah utara pertigaan Jatibarang.

Mereka bergerak menuju ke selatan, sesampainya di pertigaan tersebut, mobil mendadak oleng sehingga menabrak para pejalan kaki dan pengendara sepeda motor karena mobil hilang kendali.

Dibenarkan Danramil 02 Jatibarang, Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa mobil tersebut oleng ke kiri dan ke kanan, kemudian berhenti setelah menabrak pembatas jalan dan sepeda motor, di depan Toko Muda Elektronik.

“Mobil berhenti pada pukul 16.05 WIB setelah menabrak pembatas jalan dan kendaraan roda dua jenis Vixion yang berhenti karena lampu merah menyala,” terangnya.

Dijelaskannya lanjut, Abdillah membawa H. Mohamad Abdul Karim untuk menghadiri undangan selamatan ke Desa/Kecamatan Margasari. Kaki kanannya tiba-tiba mengalami kram sehingga terjadilah kecelakaan.

Adapun korban meliputi Yusuf (43) asal Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, mengalami luka lecet pada kaki dan kedua kaki tidak bisa digerakan. Kemudian Susanti (24) Desa Jatibarang Lor, Jatibarang, luka lecet di bagian kaki dan kepala benjol.

Kasdianto (31) Desa Curug, Kecamatan Pangkah, Tegal, luka robek lengan kanan dan kaki lecet serta tidak bisa berjalan. Siti (29) Dukuh Rantam, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Brebes, luka robek bagian kepala sampai tulang tengkorak kelihatan dan trauma perut.

Selanjutnya Yo Pindu (20) Desa Jatibarang Lor, luka trauma di kepala dan lecet-lecet. Evi (21) Desa Kertasinduyasa, Jatibarang, luka robek kaki kanan (dua belas jahitan) dan kaki tidak bisa digerakkan.

Sofan (48) Desa/Kecamatan Jatibarang, luka lecet di kaki dan tangan. Amanah (19) Desa Karanglo, Jatibarang, luka lecet bagian kaki dan kepala benjol serta M. Sahrul (4) putra dari Amanah, mengalami pendarahan pada hidung dan bengkak tangan kanan.

“Untuk sopir mengalami luka dan bengkak pada bagian kaki kiri serta lecet bagian tangan, sedangkan Pak Mohamad Abdul Karim, luka pada bagian pelipis dan bibir serta lecet kaki,” tandasnya.

Seluruh korban telah dibawa ke RSU dr. Susilo Slawi, Tegal, dan sebagian ke Puskesmas Jatibarang.

Insiden masih dalam penanganan Unit Laka Lantas Polres Brebes. Tampak para petugas termasuk Dishub dan Babinsa, mengatur lalu-lintas untuk mengurai kemacetan. (Aan)

Selasa, 14 Mei 2019

Brebes : Truk Sampah di Brebes Tabrak Siswa

Brebes – Pemakaman jenazah Almarhumah Firli Aulia Rahma Binti Susanto (14), asal Desa Kedunguter RT. 005 RW. 001 Kecamatan/Kabupaten Brebes, pelajar yang tewas tertabrak truk pengangkut sampah saat melintas jalan di desanya, dimakamkan pagi ini di TPU setempat. Rabu (15/5/2019).

Dibenarkan Danramil 01 Brebes yang baru menjabat, Kapten Armed Zaenal Abidin bahwa, sehari sebelumnya (14/5) pukul 16.00 WIB, Almarhum yang mengendarai Honda Beat tertabrak KBM truk pengangkut sampah yang dikemudikan Fahri Akrom Bin Abdul Rosid (28) asal Kelurahan/Kecamatan Brebes.

“Korban langsung meninggal dunia di TKP saat tertabrak KBM truk Mitsubishi warna kuning bak orange dengan nomor polisi G 9532 GG,” ungkapnya di lokasi pemakaman.

Lanjut disampaikannya, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 15.30 WIB, KBM truk sampah melaju dari arah selatan. Kemudian datang SPM Honda Beat yang dikendarai oleh korban berusaha menyalip dari arah kanan, namun tiba-tiba ada ibu-ibu yang mengendarai sepeda ontel keluar dari gang.

“Firli Aulia langsung menabrak sepeda ontel yang keluar dari gang, kemudian motornya Honda Beat warna Putih Merah Nopol G 5296 EU, terjatuh ke arah kiri dan terlindas roda belakang truk termasuk bagian kepala yang mengalami luka berat,” imbuhnya.

Saat kejadian berlangsung, warga sekitar sempat memukul sopir dan merusak truck sebelum petugas Polsek dan Babinsa datang. Tak hanya sampai disitu saja, warga melanjutkan aksinya dengan mendatangi Kantor Pengelolaan Sampah Kedunguter dan kemudian merusak alat berat, bangunan kantor dengan memecah kaca serta computer di dalam ruangan.

“Langkah-langkah yang diambil petugas dari mulai awal kejadian antara lain bersama anggota Kepolisian segera mendatangi TKP saat menerima laporan, mengamankan sopir beserta barang bukti, mengevakuasi korban ke RSUD Brebes serta melaksanakan pengamanan Kantor Pengelolaan Sampah pasca pengrusakan,” tutupnya. (Aan Brebes)