Tampilkan postingan dengan label Penutupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penutupan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2019

Sembako Pasar Murah Penutupan TMMD Sengkuyung Brebes, Ludes


Brebes – Acara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap III Tahun 2019, Kodim 0713 Brebes di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, juga diwarnai dengan pasar murah.




Dibenarkan Ketua Persit KCK Cabang XXIII Brebes, Ny. Reva Faisal Amri, bahwa hadirnya pasar murah yang menjual sembako murah adalah kolaborasi antara Diperindag dan Dinas Peternakan Kabupaten Brebes, Persit KCK Cabang XXIII Kodim Brebes serta UMKM Kecamatan Bantarkawung.

“Pasar murah ini bukan untuk mencari keuntungan, namun untuk lebih memaknai pembangunan, yaitu membantu kemiskinan,” ucapnya.

Tentunya stand yang tersedia sangat dinantikan oleh masyarakat khususnya ibu-ibu setempat yang membanjiri lapangan desa. Pasalnya, sembako merupakan hal paling mendasar yang dibutuhkan masyarakat.

“Di stand milik Kodim, peket sembako yang dijual meliputi minyak 1 liter, beras 1 kilogram, gula setengah kilogram dan sarimi 3 buah. Harganya adalah Rp. 20.000 ribu dari harga normal Rp. 35.000 ribuan,” jelasnya.
Sementara untuk Dinas Peternakan Brebes, menjual telur ayam 1 kilogram dengan harga Rp. 15.000 ribu dari harga normalnya RP. 22.000 ribu.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE.MH, berkesempatan menggunting pita pembukaan bazar dengan didampingi Dandim Letkol Infanteri Faisal Amri, SE serta jajaran Forkopimda lainnya, Muspika se-Kabupetan Brebes, UPTD Kecamatan Bantarkawung, para Kades se-Bantarkawung, Perhutani Bantarkawung, FKPPI Bantarkawung serta Banser Bantarkawung, para Toga dan Tomas setempat. (Aan)

Atensi Dan Harapan Pangdam IV Diponegoro Dalam Penutupan TMMD Sengkuyung Brebes


Brebes – Menutup TMMD Sengkuyung III di lapangan Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Dandim 0713 Brebes, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, menyampaikan permintaan maaf Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE, MM. Kamis (31/10/2019).



“Apabila dalam pelaksanaan TMMD ini, terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit saya yang kurang berkenan dihati masyarakat, baik disengaja maupun tidak, saya selaku Pengendali Kegiatan Operasional (PKO) TMMD menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Faisal Amri membacakan amanat Pangdam.

Dikatakannya lanjut, Pangdam juga berterima kasih kepada Pemda, prajuritnya dan seluruh pihak yang terlibat mensukseskan pembangunan sehingga dapat rampung dengan aman dan lancar.

Atensi Pangdam adalah agar seluruh pihak tetap memelihara terus semangat kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat, sehingga setiap permasalahan dapat diselesaikan demi memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya adalah terus memelihara semangat gotong-royong sebagai warisan budaya bangsa yang sudah terbina dengan baik selama ini, serta merawat hasil pembangunan TMMD sehingga manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang.

“Harapan yang perlu saya sampaikan sebagai tindak lanjut dari program TMMD ini antara lain, kepada Dansatgas TMMD, lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan TMMD mendatang,” tandasnya.

Pun, kepada para prajuritnya yang tergabung dalam Satgas TMMD, agar terus menjalin hubungan dengan masyarakat setelah purnanya pembangunan. (Aan)

Kamis, 08 Agustus 2019

Penutupan TMMD Tahun 2019 Di Brebes

Brebes - Upacara penutupan TMMD sengkuyung Tahap II Tahun 2019, di seluruh Kodim Jajaran Kodam IV/ Diponegoro, serentak di laksanakan termasuk di Wilayah Kabupaten Brebes, terpusat di Desa Telaga Kecamatan Bantarkawung. Komandan Kodim 0713/ Brebes, Letnan Kolonel Infanteri Faisal Amri,SE sebagai Inspektur Upacara, sekaligus menutup pelaksanaan upacara TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2019. Kamis (08/2019).







Dalam upacara penutupan TMMD tersebut, Dandim menerima laporan hasil dari pelaksanaan TMMD, baik sasaran fisik dan non fisik yang pelaksanaannya selama 21 hari, sukses mencapai target 100%.

Hadir dalam upacara penutupan TMMD tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Kepala Kejaksaan, Kapolres Brebes serta Forkompinda dan muspika Kecamatan Bantarkawung. Dalam upacara penutupan TMMD Sengkuyung, Komandan Kodim 0713/ Brebes menyampaikan amanat Panglima Kodam IV/ Diponegoro, meminta agar segala hasil pembangunan sarana dan prasarana fisik yang telah di bangun, dapat di manfaatkan secara maksimal serta di pelihara oleh pemda beserta segenap warga masyarakat di wilayah ini untuk kepentingan rakyat banyak.


TMMD sengkuyung ini dilaksanakan dengan memadukan program kerja TNI dan rencana pembangunan pemerintah Daerah, agar terwujud Kemanunggalan TNI-Rakyat serta membantu pemerintah melalui baik bersifat fisik maupun non fisik, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan. (Utsm)


Kasdam IV : TMMD Reg 105 Berakhir, Semangat Kerja Sama dan Gotong Royong Terus Terbina dan Terjalin

Kasdam IV : TMMD Reg 105 Berakhir, Semangat Kerja Sama dan Gotong Royong Terus Terbina dan Terjalin 





Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program TNI bersama Pemda untuk mensejahterakan masyarakat. Selain itu,  semua masyarakat dan khususnya masyarakat Kab. Tegal dapat ikut merasakan pemerataan dan percepatan pembangunan. 

Demikian penyampaian Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa,  S.E., M.M., kepada awak media usai memimpin upacara penutupan TMMD reg 105 di wilayah Kodim 0712/Tegal yang digelar di Lap. Desa Jatimulya,  Kec.  Suradadi,  Kab. Tegal,  Kamis (8/8/19).

Lebih lanjut disampaikan, yang dibangun oleh TMMD di Kab. Tegal diantaranya adalah jalan, karena jalan sangat dibutuhkan masyarakat dalam rangka meningkatkan roda perekonomian. Pembangunan jalan ini merupakan hasil dari kerjasama dan gotong royong antara TNI, Pemda dan masyarakat. 

“Dengan adanya jalan, masyarakat dapat mempermudah dalam menjual hasil bumi atau hasil panennya”, ungkapnya.

Selain pembangunan fisik, juga dilakukan program non fisik berupa penyuluhan-penyuluhan, seperti bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, kesehatan dan sebagainya. Penyuluhan merupakan hal penting untuk pencerahan masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat maupun masyarakat biasa, sehingga nantinya masyarakat dapat mengaplikasikan hasil penyuluhan tersebut dlam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya TMMD Reg 105 tahun 2019 ini, Kasdam berharap semangat kebersamaan dan kegotongroyongan yang sudah berjalan selama ini dapat terus terbina dan terjalin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dirinya juga berharap agar hasil pembangunan dapar dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat dalam kurun waktu yang panjang. Karena program ini merupakan program nasional yang dilaksanakan secara bersama-sama antara TNI, masyarakat dan Pemda yang bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan kegotongroyongan dalam rangka menjalin kemanunggalan TNI-Rakyat, pungkasnya. (Penrem-Pendim Brebes)

Kamis, 23 Mei 2019

Penutupan dan Evaluasi Gladi Posko Kodim 0713 Brebes Tahun 2019


Brebes - Pelaksanaan latihan Gladi Posko Kodim 0713/Brebes yang telah dilaksanakan mulai tanggal 21 – 23 Mei. Hari ini resmi ditutup oleh Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kavaleri Dani Wardhana yang diwakili oleh Pasilat Korem Mayor Inf Ahmad yang didampingi Pasiops Korem Kapten Inf Halim. Kamis (23/5/2019).

Dalam amanat Danrem 071/Wijayakusuma yang disampaikan Oleh Pasilat Korem, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang peserta latihan telah lakukan, mulai dari tahap perencanaan, persiapan serta pengendalian operasi, termasuk dinamika di lapangan dan kendala-kendala yang timbul dalam pelaksanaan suatu operasi sangat dibatasi oleh ruang dan waktu. Maka menghadapi kondisi seperti ini diperlukan pengetahuan dan pengalaman, yang hanya dari latihan semacam inilah hal itu bisa didapatkan.
Oleh karena itu diharapkan, latihan   ini bermanfaat untuk penyempurnaan serta peningkatan kesiapsiagaan dan pro-fesionalisme personel Kodim 0713/Brebes sebagai satuan kewilayahan di jajaran Korem 071/Wk. Selain itu, komandan dan para perwira staf diharapkan akan semakin memahami dan mampu melaksanakan prosedur hubungan Komandan dan Staf yang diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Suatu hal yang wajar bila dalam latihan yang telah dilaksanakan ini masih terdapat kekurangan atau kelemahan yang perlu mendapat perhatian. Untuk   itu saya tekankan agar semua pengalaman selama pelaksanaan latihan ini, terutama yang menyangkut kekurangan dan kelemahan, agar dievaluasi untuk diperbaiki dan disempurnakan dalam latihan-latihan yang akan datang. Tutur Pasilat Korem Mayor Inf Ahmad. (Utsm)