Tampilkan postingan dengan label Puluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puluhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Mei 2020

Pulang ke Brebes, Puluhan Santri dan Santriwati Ponpes Lirboyo Kediri disambut Screening Test


Brebes – Sebanyak 44 orang santri dan 27 orang santriwati asal Kabupaten Brebes yang diliburkan Yayasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, disambut screening test suhu badan oleh Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Brebes, di Islamic Centre Brebes. Rabu (13/5/2020).



Para pelajar dari berbagai kecamatan ini datang menggunakan dua bus dan kita arahkan ke Islamic Centre Brebes untuk pengecekan suhu tubuh dengan termometer infra merah.

Tampak satu persatu disemprot cairan disinfektan oleh petugas medis dengan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap dengan pengawalan TNI-Polri, anggota Satpol dan BPBD, serta Ketua Pengurus Cabang Himasal (Himpunan Santri Alumni Lirboyo) Kabupaten Brebes, M. Kholid Badrudin, S.PSi.

Disampaikan Bintara Tinggi Operasi Kodim 0713 Brebes, Pelda Abdul Kholik, bahwa tujuan dilaksanakannya tes skrining adalah untuk antisipasi penyebaran virus corona dari wilayah Kediri.

“Jawa Timur termasuk zona merah covid-19 sehingga antisipasi dini dengan prosedur covid-19 diterapkan kepada mereka,” tegasnya.

Sementara dinyatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes melalui Kabid Yankes, Muchtar, dari hasil pemeriksaan terhadap 71 orang tersebut dinyatakan normal namun tetap disarankan untuk melaksanakan isolasi/karantina mandiri di rumah masing-masing minimal selama 14 hari.

Setelah mendapatkan arahan, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan dijemput pihak keluarga. (Aan)

Jumat, 21 Juni 2019

Puluhan Rumah di Krasak Brebes Ditaburi Larvasida Para Jumantik

Brebes – Para Jumantik dari dari Desa Krasak Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) aedes aegypti, dengan bubuk abate/larvasida di 22 rumah warga dengan sasaran jentik/larva nyamuk di bak penampungan air. Kamis (20/6/2019).


Tampak Babinsa Krasak Koramil 01 Kodim 0713 Brebes, Serda Khoirul Huda, mendampingi pihak Penyuluhan Kesehatan dan Jumantik dari Puskesmas Desa Kalimati Kecamatan Brebes.

“Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk DBD ini kami lakukan bersama pihak Puskesmas karena sebelumnya terdapat laporan dari masyarakat terjangkit DBD sekitar 20 orang,” ungkap Babinsa.

Ditambahkannya, pihak Koramil, Kepala Desa Krasak beserta perangkatnya serta tenaga medis dari Puskesmas Kalimati, juga melakukan sosialisasi juga tentang bagaimana cara pencegahan penyakit gigitan nyamuk tersebut.

“Ini adalah kapasitas bagi para Jumantik untuk menyebarkan informasi yang tepat dan benar tentang penanggulangan DBD, yaitu dengan menguras bak atau tempat penampungan air minimal seminggu sekali,” imbuh Khoirul.

Diketahui, telur nyamuk DBD cenderung lengket sehingga lebih melekat ke dinding permukaan penampungan air, sehingga harus disikat, dibersihkan, baru kemudian diisi kembali. Pasalnya, tak hanya mampu menempel dengan kuat, telur nyamuk tersebut juga mampu bertahan hidup kendati tanpa air di bak beberapa hari.

Diketahui, Juru Pemantau Jentik (Jumantik), merupakan anggota masyarakat yang secara sukarela memantau keberadaan jentik nyamuk penyebab DBD (Demam Berdarah Dengue) di lingkungannya. Didanai juga dari Dana Desa dan memiliki tanggung jawab mendorong masyarakat melakukan upaya rutinitas PSN, dalam meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat menghadapi DBD.

Tugas Jumantik juga memantau di tempat umum seperti sekolah, pesantren, masjid dan beberapa tempat lainnya, menggalakkan PSN sebelum dilakukan pengasapan atau fogging dengan temuan kasus endemic. (Aan Brebes).