Tampilkan postingan dengan label Pupuk Wijayakusuma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk Wijayakusuma. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2019

Tingkatkan Swasembada Pangan Dengan Pupuk Organik Wijayakusuma

Brebes - Babinsa Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes Pelda Ismangil, Sertu Sutarman dan Serda Sugeng melaksanakan Komsos dengan masyarakat berhubungan dengan Gapoktan Gemah Ripah Loh Jinawi Desa Kedungoleng Dukuh Cipanas Paguyangan, Brebes. Selasa (21/5/19).

Dalam kesempatan tersebut Babinsa menyarankan kepada masyarakat petani untuk menggunakan pupuk organik saja karena pupuk organik bisa menyuburkan tanah dan mampu mempertahankan kondisi lahan serta tidak merusak unsur organiknya guna meningkatkan swasembada pangan. Mengingat kualitas dan kuantitas Pupuk Organik lebih bagus maka apabila tanaman di pupuk menggunakan pupuk organik maka hasil panennya dapat maksimal.
Dalam kegiatan tersebut petani sangat antusias mendengarkan penyampaian dari Babinsa Pelda Ismangil, dengan adanya Komsos Gapoktan tersebut diharapkan dapat meningkatkan swasembada pangan di Kecamatan Paguyangan sehingga masyarakat kedepannya  tidak lagi bersusah payah untuk mendatangkan pupuk karena dapat memanfaatkan pupuk organik yang akan disuplai oleh Babinsa melalui Kodim 0713/Brebes berupa Pupuk Organik Cair Wijayakusuma.
Abdulloh (61) selaku ketua menyampaikan bahwa dengan adanya sosialisasi tersebut kami sangat mengapresiasi penyampaian dari bapak Babinsa dan harapannya semoga praktek langsung nantinya bisa menghasilkan apa yang diharapkan oleh semua anggota petani. Tuturnya. (Utsm)

Jumat, 10 Mei 2019

Penyemprotan Pupuk Cair di Demplot TNI Tanjung Brebes

Brebes – Penyemprotan tahap awal Nutrisi Wijayakusuma pada Demonstration Plot (Demplot) yang tersebar di wilayah binaan Koramil 04 Tanjung Kodim 0713 Brebes, salah satunya adalah di Desa Karangreja Kecamatan Tanjung, juga dilaksanakan pada sawah milik Casjito. Jumat (10/5/2019).


Terlihat Serda Andik Suyono sedang menyemprotkan 10 liter pupuk cair ramah lingkungan sebelum penanaman benih padi di lahan seluas 1 hektar.

Serda Andik bahwa, lahan Casjito sebelum disemprot nutrisi cair tersebut, sebelumnya dilaksanakan pengukuran pH tanah dengan menggunakan pH Meter di 6 titik yang berbeda oleh pihaknya dan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan pada Jumat pagi (10/5).


“Dari hasil pengukuran dengan pH Meter, pH sawah Bapak Casjito ber-pH rataan 6,1 dan siap ditanami padi,” ungkapnya.


Lebih lanjut dikatakannya, untuk hasil panen di lahan petani tersebut dengan luas 1 hektar sebelumnya adalah mencapai 4 ton. Dengan lahan percontohan yang merupakan salah satu upaya pendampingan petani dari pihak Koramil, akan menjadi pilot project perbandingan langsung hasil panen dengan pupuk tersebut.


Sekedar diketahui, kadar pH tanah antara 0-7 bersifat asam, sedangkan pH antara 7-14 disebut basa. Tanaman yang ditanam tidak akan tumbuh dengan maksimal pada tanah ber-pH rendah/asam atau tinggi/basa. Pasalnya, akar tanaman tidak mampu menyerap unsur hara dengan baik. Sementara untuk kadar pH netral adalah 7, namun beberapa tanaman masih toleran dan tumbuh baik di tanah yang ber-pH 5,5. (Aan Pendim Brebes).