Tampilkan postingan dengan label Swasembada Pangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Swasembada Pangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juli 2019

Pengawasan Demplot Padi Oleh Babinsa Kodim 0713/Brebes


Brebes – Seiring dengan perjalanan waktu di wilayah Koramil 02/Jatibarang Kodim 0713/Brebes selalu aktif dalam menjalankan serta mengawal suksesnya swasembada pangan nasional yang diprogramkan oleh pemerintah, Koramil jajaran Kodim 0713/Brebes menindaklanjuti dengan dibuatnya Demplot Padi guna mensukseskan hal tersebut.



Seperti yang dilakukan pada hari ini Babinsa Kopda Supriyadi mewakili Koramil 02/Jatibarang mengawal Demplot Padi di wilayah Kecamatan Tonjong yang berada di Desa Tangeran, hal ini dimaksud Kopda Supriyadi memiliki lahan dan bertempat tinggal di desa tersebut walaupun berdinas di Koramil Jatibarang.

Tidak menutup kemungkinan Babinsa satu ini mensukseskan Demplot Padi di area sawah milik Samdun (55) Desa Tangeran Kecamatan Tonjong guna mengangkat hasil pertanian di kampungnya sendiri.

Pendampingan ini sudah dilakukan Kopda Supriyadi dalam upaya pembasmian hama padi melalui penyemprotan di tahap 3 Minggu ke delapan.

Yang dilakukannya adalah pemupukan dengan menggunakan pupuk organik wijaya kusuma yang bisa memberikan nutrisi kepada tanaman padi agar tahan dengan hama, meningkatkan buah padi  agar cepat isi, memperkokoh tanaman agar tidak roboh dan mempercepat panen padi, Tambahnya oleh Kopda Supriyadi.

Sampai dengan saat ini perkembangan padi di Demplot Padi yang diawasinya masih dalam pertumbuhan wajar  seperti tanaman-tanaman padi lainnya. (Utsm)

Selasa, 21 Mei 2019

Tingkatkan Swasembada Pangan Dengan Pupuk Organik Wijayakusuma

Brebes - Babinsa Koramil 11/Paguyangan Kodim 0713/Brebes Pelda Ismangil, Sertu Sutarman dan Serda Sugeng melaksanakan Komsos dengan masyarakat berhubungan dengan Gapoktan Gemah Ripah Loh Jinawi Desa Kedungoleng Dukuh Cipanas Paguyangan, Brebes. Selasa (21/5/19).

Dalam kesempatan tersebut Babinsa menyarankan kepada masyarakat petani untuk menggunakan pupuk organik saja karena pupuk organik bisa menyuburkan tanah dan mampu mempertahankan kondisi lahan serta tidak merusak unsur organiknya guna meningkatkan swasembada pangan. Mengingat kualitas dan kuantitas Pupuk Organik lebih bagus maka apabila tanaman di pupuk menggunakan pupuk organik maka hasil panennya dapat maksimal.
Dalam kegiatan tersebut petani sangat antusias mendengarkan penyampaian dari Babinsa Pelda Ismangil, dengan adanya Komsos Gapoktan tersebut diharapkan dapat meningkatkan swasembada pangan di Kecamatan Paguyangan sehingga masyarakat kedepannya  tidak lagi bersusah payah untuk mendatangkan pupuk karena dapat memanfaatkan pupuk organik yang akan disuplai oleh Babinsa melalui Kodim 0713/Brebes berupa Pupuk Organik Cair Wijayakusuma.
Abdulloh (61) selaku ketua menyampaikan bahwa dengan adanya sosialisasi tersebut kami sangat mengapresiasi penyampaian dari bapak Babinsa dan harapannya semoga praktek langsung nantinya bisa menghasilkan apa yang diharapkan oleh semua anggota petani. Tuturnya. (Utsm)

Senin, 04 Maret 2019

3 Orang Babinsa Angkut Hasil Panen Padi

Brebes. Babinsa Koramil 17/Songgom, Kodim 0713/Brebes melaksanakan pendampingan panen padi milik H. Sihabudin Desa Jatirokeh Kecamatan Songgom,Selasa (05/03/2019).


Dalam panen padi tersebut, ketiga Babinsa yakni Sertu Kamdani , Kopka Muhadi dan Kopda Dedi Riyanto bersama para petani tampak semangat saat mengumpulkan hasil tanaman padi di areal sawah seluas 1,5 Ha itu.

“Saya tak mengenal lelah walaupun berjibaku dengan lumpur dan gatal-gatal di badan, karena tugas saya sebagai Babinsa harus selalu siap sedia membantu warga, apalagi dalam kegiatan panen padi seperti ini,” ungkap Sertu Kamdani.

Komandan Koramil 17/Songgom Kapten Inf Jupriadi membenarkan, bahwa dalam menyukseskan program swasembada pangan ini, TNI Angkatan Darat telah memerintahkan Babinsa supaya selalu terjun ke lapangan dan berkoordinasi dengan PPL dan Koorpro serta Gapoktan dalam menjalankan tugas di lapangan, sehingga dapat berjalan dengan lancar khususnya progam pertanian ini.
 
Sementara itu H. Sihabudin, menyampaikan bahwa dirinya dan masyarakat sangat senang dengan adanya Babinsa yang terjun langsung membantu para petani guna memberikan penyuluhan dan bimbingan bertani kepada mereka.

“Dengan adanya pendampingan dari para Babinsa, hasil panen masa tanam kali ini cukup bagus, sehingga kesejahteraan para petani dapat meningkatkan”, ujar Sihabudin.

Ia berharap hal ini bisa terus dilakukan oleh Babinsa, sehingga para petani bisa ikut menciptakan swasemabada pangan secara nasional agar warga masyarakat tidak sampai kekurangan pangan.(Utsm0713).

Sabtu, 02 Maret 2019

Babinsa Taraban Turun ke Sawah Bantu Olah Lahan Petani

 

Brebes. Dalam rangka mensukseskan program swasembada pangan nasional, Babinsa Taraban, Koramil 11/Paguyangan, Kodim 0713/Brebes, Serda Edi A. Hataul turun langsung ke sawah membantu petani H. Tarmidi (65), Desa Taraban, Bantarkawung, Minggu (03/03/2019).
 
Serda Edi mengatakan, tujuan kegiatan ini sebagai bentuk nyata keseriusan para Babinsa dalam melakukan pendampingan upaya khusus, bidang pertanian kepada para petani di wilayah guna mempercepat proses tanam padi dalam meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

Babinsa Taraban menyampaikan, proses olah lahan dengan menggunakan traktor akan lebih mempercepat pekerjaan petani. “Selain itu dengan alat modern traktor, tanah menjadi gembur dan melumpur. Gulmapun akan mati dan membusuk, yang akhirnya dapat menyuburkan lahan persawahan,”ujarnya.

“Kita berusaha sekuat tenaga bersama-sama petani mengolah lahan sawah dengan penuh semangat. Dengan kebersamaan dan kerja keras, saya yakin apa yang kita harapkan dalam mewujudkan swasembada pangan di Tanjungsari bakal terwujud,”harap Babinsa.

Dirinya optimis, dengan pendampingan kami dalam mengolah lahan sawah, petani mendapatkan hasil yang maksimal dalam bercocok tanam. “Dengan mengolah lahan secara benar serta perawatan tanaman yang teratur, niscaya ketahanan pangan nasional bakal dapat kita wujudkan,”tuturnya. (Utsm0713).

Selasa, 05 Februari 2019

Brebes Masih Dipercaya Penyangga Beras Jateng

Brebes – Produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) nasional periode Januari-September 2018 mencapai 49,57 juta ton dari 9,54 juta hektar luas lahan panen. 6 (enam) provinsi di Pulau Jawa (Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY) masih mendominasi produksi dengan capaian 28,08 juta ton atau 56% dari total produksi nasional.


Bahkan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur berada di urutan teratas dengan produksi masing-masing 9,31, 8,75 dan 8,1 juta ton. Sedangkan provinsi di luar Jawa, penyumbang terbesar adalah Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan masing-masing 5,13 dan 2,49 juta ton. Data berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA).

Untuk wilayah Jateng sendiri, Kabupaten Brebes termasuk dalam enam Kabupaten penyumbang beras terbesar. Kementan RI dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi mentargetkan LTT (Luas Tambah Tanam) Oktober 2018-Maret 2019 sebesar 73,5 hektar. Target ini masih di urutan ke tujuh dari Kabupaten Grobogan, disusul Blora, Cilacap, Pati, Sragen dan Demak, yang masing-masing 132,4 hektar, 106,4 hektar, 85,6 hektar, 84,5 hektar, 83,2 hektar dan 81 hektar (data dari Kodam IV Diponegoro tanggal 6 Februari 2019).

Menyikapi tugas capaian tersebut, TNI yang sudah MoU dengan Kementan RI, terus melakukan upaya guna mendorong para petani mempercepat tanam dan menambah luas tanam. Terlihat Serka Jamaludin, Babinsa Koramil 06 Kersana Kodim 0713 Brebes bersama Sriyani, Staf BP3K Dintan Kabupaten Brebes, melaksanakan pendampingan kepada 20 orang petani dari Kelompok Tani (Poktan) Mekarsari di areal persawahan seluas 15 hektar Desa Sindangjaya dengan penyemprotan hama padi blas. Rabu (6/2/2019).

Babinsa juga memotivasi petani agar kedepan lebih memaksimalkan penggunaan pupuk, pasalnya harga jual padi organik lebih tinggi dibanding padi biasa sehingga tentunya akan berimbas kepada kesejahteraan petani itu sendiri. Sebagai gambaran, harga padi biasa berkisar 9 ribu/kilogram sedang padi organik antara 14 ribu-15 ribu/kilogram.

Jamaludin menyatakan bahwa yang dilakukannya guna mensukseskan program swasembada dan ketahanan pangan pemerintah yaitu membantu mengendalikan inflasi sub sektor klaster padi. Sementara Ketua Poktan tersebut, H. Dartim mengaku merasa terhormat ada petugas dari Dinas Pertanian dan TNI mau terjun ke sawah. (Utsm-Aan0713).