Tampilkan postingan dengan label Satpol PP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Satpol PP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Februari 2020

Satpol PP Brebes Razia Anak Bolos Sekolah Di Warung-warung


Brebes – Razia terhadap anak sekolah yang membolos pada jam pelajaran sekolah dilakukan oleh anggota Satpol PP Kabupaten Brebes di wilayah Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Selasa pagi (25/2/2020).




Tampak foto, razia dilakukan di Jalan Sunan Gunung Jati III, Kelurahan Limbangan Wetan, Kecamatan Brebes, di warung milik Khatimah (42).

Dibenarkan Babinsa setempat dari Koramil 01 Brebes, Serka Anggit, bahwa pihaknya melakukan pendampingan kepada anggota Satpol PP Brebes, untuk Menegakkan Ketertiban (Gaktib) terhadap para pelajar yang membolos di jam belajar-mengajar.

“Hasil temuan kami di warung itu adalah 5 orang pelajar yang membolos sekolah. Mereka dari SMPN 7 Brebes, SMAN 1 Brebes, dan SMK Istek Kabupaten Tegal,” ucapnya.

Dikatakannya lanjut, setelah dilakukan pendataan, petugas langsung memberikan pengarahan. Selanjutnya mereka menghubungi guru pembimbing dari masing-masing sekolah untuk menyerahkan murid didiknya.

“Kami memberikan pengarahan kepada adik-adik pelajar yang bolos pada saat jam pelajaran, bahwa tindakan mereka itu salah yaitu menghianati kepercayaan dan jerih payah orang tua serta memalukan nama sekolah,” pungkasnya. (Aan)

Senin, 04 Maret 2019

Bolos Sekolah, 4 Pelajar di Tertibkan Satgas SKPP


Brebes, Satgas Kemitraan Peduli Pendidikan (SKPP) Koramil 15/Ketanggungan Kodim 0713/Brebes menggiring 4 pelajar SMP/SMA/SMK yang kedapatan bolos sekolah di warung pinggir jalan raya Ketanggungan-Tanjung Brebes. Selasa, (05/03/2019).


Mereka terjaring razia saat Satgas SKPP melakukan penertiban pelajar membolos dijam pelaaran sekolah yang dilakukan di beberapa titik Kecamatan Ketanggungan.
Koptu Aryono Widodo bersama Polsek Ketanggungan, Satpol PP dan Guru SMP N 3 Ketanggungan yg tergabung dalam SKPP menjelaskan, sedikitnya ada 4 pelajar tersebut terjaring saat bermain dan nongkrong. seperti di warung tegal (warteg) sepanjang jalan Ketanggungan.

"Mereka kedapatan tidak di sekolah saat jam belajar. Ini atas laporan warga yang resah melihat adik-adik seperti ini. Kita tindak lanjuti dengan razia," tandas Koptu Aryono. 

Pelajar yang terjaring razia ini kemudian diberi sanksi ringan. Seperti menyebutkan Pancasila dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Kemudian pihak sekolah dipanggil untuk bersama-sama memberikan pembinaan. Namun jika sampai kedapatan bolos kembali, Aryono menegaskan kepada Guru BK, pelajar tersebut akan kenakan sanksi lebih berat.

"Nantinya kalau terjaring kembali akan diberikan sanksi tegas  seperti wajib lapor ke kantor Satpol PP setiap hari untuk diberikan nasihat dan pembinaan. Bisa jadi tiap hari harus lapor ke Satpol, baik itu pihak sekolah maupun  orang tua," ujarnya. 

Sementara itu saat operasi penertiban tersebut Petugas Satpol PP juga melakukan pengecekan ponsel milik pelajar yang terjaring. Hal ini dilakukan untuk melihat adanya konten porno dalam HP pelajar.




" SKPP akan menggiatkan operasi penertiban pelajar bolos sehingga tertib bersekolah. Nantinya para pelajar akan terdidik untuk menjadi pelajar yang produktif," papar Aryono.(Utsm0713)