Tampilkan postingan dengan label Serka Sugiono. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serka Sugiono. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Maret 2020

Babinsa Koramil 16 Larangan Latih PBB SMK Al Falah Larangan



Brebes - Guna meningkatkan kemampuan para siswa - siswi serta menanamkan disiplin dan karakter kehidupan berbangsa serta tumbuhkan jiwa korsa sejak usia dini sebagai generasi penerus bangsa. Maka Babinsa Koramil 16/Larangan, Kodim 0713 Brebes, Serka Sugiono Memberikan Materi Latihan Dasar Kepemimpinan dna melatih PBB Siswa/Siswi yang bertempat  di halaman SMK Al Falah Larangan, Minggu (15/03/2020).









Dalam latihan tersebut, Babinsa Serda Serka Sugiono memberikan materi PBB tingkat dasar, seperti gerakan di tempat. Kemudian mereka juga diberikan pemahaman tentang pengetahuan bela negara yang diberikan secara tersusun dan terarah dan sabar, karena kondisi mereka masih sangat labil.

"Pertama kami memberikan contoh gerakan terlebih dahulu, agar bisa dilihat dan diikuti oleh anak-anak. Selanjutnya kita tinggal menilai gerakannya, kegiatan PBB yang diberikan kepada siswa ini untuk melatih sikap, mental dan mendidik anak supaya lebih baik, dalam peningkatan disiplin olehnya. " jelas Serka Sugiono.

Pembina SMK Al-Falah Larangan Sukirman dan Aula Auliya mengucapkan rasa bangganya kepada TNI, khususnya Koramil 16 Larangan, karena telah berkenan hadir dan memberikan materi demi materi dengan sabar dan disiplin, mudah-mudahan ini bermanfaat bagi sekolah kami dan siswa-siswi kami” Tutur Pembina Sukirman dan Aula. (Utsm)

Senin, 02 Desember 2019

Ciri-ciri Ular Berbisa Dan Cara Aman Menangkapnya, Diberikan Kepada Pramuka SWK Larangan Brebes


Brebes – Edukasi tentang pengenalan reptil serta teknik penangkapan ular, diberikan oleh Komunitas Pecinta Satwa Jatibarang Brebes (PSJB) kepada puluhan anggota Saka Wira Kartika (SWK) binaan Koramil 16 Larangan Kodim 0713 Brebes.








Dibenarkan Pembina SWK, Serka Sugiyono, bahwa dalam krida survival pembinaan SWK kali ini, juga diberikan tentang pertolongan pertama/penanganan gigitan ular di lapangan. Senin (2/12/2019).

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anggota SWK saat berada di alam. Orang biasa membunuh ular jika melihat, namun mereka diajarkan melestarikan reptil dengan menangkap jika diperlukan dan tanpa membunuhnya,” ucap Sugiyono.

Senada juga disampaikan Ketua PSJB Jatibarang, Juned, bahwa pengenalan reptil khususnya ciri-ciri utama ular berbisa, akan sangat penting jika para anggota pramuka tersebut menemui hewan melata itu di alam liar, menangani gigitannya serta cara evakuasi/menangkapnya jika diperlukan sehingga tidak membahayakan orang lainnya di sekitar hutan.

Juned juga memperagakan teknik menangkap ular dengan metode tali kolong dari media tali dan pipa PVC.

“Dengan alat bantu yang terbuat dari tali kolong yang dipasang di ujung pipa paralon, merupakan cara yang paling aman untuk menangkap ular berbisa,” ucapnya.

Ditambahkannya, teknik kolong juga bisa untuk menangkap reptil lainnya, namun tentu saja harus disesuaikan antara kekuatan alat dengan sasarannya. Mereka juga memperagakan tentang bagaimana menangkap ular secara manual dengan ranting pohon.

Tim ini juga membawa beberapa ular sanca, ular tidak berbisa lainnya yang telah jinak, dengan maksud agar para anggota SWK yang tadinya takut dengan ular menjadi tidak takut lagi menghadapinya. Beberapa ular berbisa, juga dibawa sebagai pengenalan.

Tak lupa Aska (20), anggota PSJB Jatibarang, membeberkan singkat tentang ciri-ciri morfologi ular berbisa yang meliputi bentuk kepala segitiga/viper (kecuali cobra), memiliki taring menonjol, gerakan cenderung tenang/tidak terlalu agresif, tidak membelit karena memiliki bisa/racun, warnanya mencolok, terlihat seluruh badannya saat berenang di air, mata lonjong dengan pupil elips, terdapat satu baris sisik di ujung ekor.

Selain itu, terdapat lubang sensor berdarah panas yang terletak di antara mata dengan lubang hidung, bekas luka gigitannya halus dan berbentuk lengkung serta tidak langsung pergi jika telah mematuk karena menunggu korbannya mati. Ular berbisa akan lebih agresif saat mempertahankan sarang atau teritorinya jika diusik, makanannya hewan karnivora serta memakan ular lainnya bahkan satu spesiesnya sendiri.

“Di dunia, terdapat sekitar 200 jenis ular berbisa dari lebih dari 2.000 spesies ular. Untuk yang berbisa di sekitar lingkungan antara lain kobra/sendok, ular tanah, ular hijau, ular laut dan ular pohon, serta weling,” bebernya.

Lanjutnya, untuk ular yang tak berbisa mempunyai ciri antara lain bentuk kepala kebanyakan lonjong telur, warna tidak mencolok sehingga tersamar dengan kondisi lingkungannya, mata dengan pupil bulat, memiliki dua baris sisik di ujung ekor dan bekas gigitan terlihat berderet dan tersusun rapi, dan ular biasanya langsung pergi melarikan diri setelah mematuk. (Aan)

Jumat, 30 Agustus 2019

Pembinaan Fisik Kader Penggerak NU Kecamatan Larangan Brebes


Brebes – Bintara Administrasi Perlawanan Wilayah (Bamin Wanwil) bersama Babinsa Koramil 16 Larangan, Sersan Kepala Sugiono dan Sersan Dua Wahyudiono memberikan pelatihan PBB, Senam pagi dan pembinaan fisik kepada 102 orang kader penggerak NU Angkatan ke XLIII, bertempat di masjid Jami Al Huda Dukuh Sikancil Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes. Sabtu (31/08/19).





Bamin Wanwil Serka Sugiono mengatakan, pelatihan baris berbaris dan pembinaan fisik ini adalah salah satu wujud latihan yang diperlukan guna menanamkan disiplin mempertebal rasa dan semangat kebangsaan, jiwa patriotisme serta bertanggung jawab, yang rela berkorban demi kesetiakawanan dan persatuan Bangsa Indonesia. Tegasnya.

Latihan ini bagi kader NU tersebut bertujuan untuk membentuk jasmani yang tegap, jiwa disiplin serta jiwa korsa yang solid, karena dengan latihan para peserta diharapkan mempunyai jiwa disiplin serta rasa cinta tanah air,” jelas Serka Sugiono.

Seluruh peserta pelatihan, kata dia, nampak antusias mengikuti arahan dari pelatih dengan penuh semangat. “Disamping pelatihan materi PBB dan pembinaan fisik dengan melakukan lari sejauh 3 Kilometer ini, para pelatih juga memberikan materi tentang pengetahuan bela negara dan wawasan kebangsaan,” pungkasnya.

Selama kegiatan pembinaan fisik berlangsung hingga akhir kegiatan berjalan dengan lancar. (Utsm)

Sabtu, 13 April 2019

Distribusi Logistik Pemilu Libatkan TNI-Polri

Brebes, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Anggota Koramil 16/Larangan Serka Sugiono bersama Anggota Polsek Larangan melaksanakan kegiatan pendampingan penerima pendistribusian Logistik Pemilu Tahun 2019 oleh KPU Kabupaten Brebes bertempat di Kantor Sekretariat PPK Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Minggu (14/3/19).


Adapun Distribusi Logistik dikirim oleh Petugas pengiriman yang merupakan Staf KPU/Sekretariat KPU Brebes. Logistik diterima oleh Ketua PPK Kecamatan Larangan, beserta anggotanya beserta Ketua Panwascam, dengan disaksikan oleh Anggota Polsek dan Anggota Koramil yang selanjutnya Logistik tersebut di simpan di Kantor Sekretariat PPK Kecamatan Larangan.
Dalam Penyampaianya Ketua PPK Kecamatan menyampaikan ucapan terima kasih kepada hadirin yang telah menyaksikan penerimaan Pendistribusian Logistik dari KPU Kabupaten Brebes ke tingkat PPK Kecamatan “Alhamdulillah sampai dengan tujuan dan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Sementara itu Serka Sugiono mengungkapan ” dalam kegiatan tersebut berjalan dengan aman dan lancar.ungkapnya. (Utsm).