Tampilkan postingan dengan label Sertu Musmulyadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sertu Musmulyadi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2019

Aksi Babinsa Cimohong Gerakan Kembali Bersekolah


Brebes - Pemberian motivasi tentang pentingnya pendidikan pada anak-anak sangatlah penting, karena mereka lah generasi penerus yang akan memajukan Negara Indonesia. Melihat hal itu, Kodim 0713 Brebes melalui Koramil di 17 jajaran wilayah di kabupaten Brebes melalui Babinsa  untuk memberikan motivasi dan arahan tentang betapa pentingnya pendidikan, Rabu (20/11/2019).




Hadir dalam kesempatan di Aksi Babinsa Kodim 0713 Brebes yang setiap tayang On Air di Radio Singosari FM Brebes dan Radio Singosari News FM Ketanggungan adalah Sertu Musmulyadi Babinsa Cimohong yang berkantor di Koramil 07 Bulakamba yang menggandeng Kadus 3 wilayah barat Cimohong Imam Syafi’I (33). Dengan senyum semangat menyapa pendengar setia radio di studio 2 Singosari FM Brebes di jalan Veteran nomor 14 Brebes.

Sertu Musmulyadi menceritakan pengalamanya dalam membakar semangat anak-anak diwilayah binaannya dalam meraih cita-cita yaitu dengan melalui Gerakan Kembali Bersekolah (GKB).

“Bahkan sedikitnya 10 orang pelajar yang putus sekolah sudah melanjutkan belajar kembali di tingkat SMK di wilayah Bulakamba dan ada 2 orang yang sudah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di SMK Larendra dan SMK Muhammadiyah Bulakamba”. Tutur Sertu Musmulyadi.

Sertu Musmulyadi mengajak pemuda dan pemudi yang putus sekolah khususnya warga desa Cimohong untuk melanjutkan sekolah dengan cara menyambangi ke rumah-rumah dan menemui orang tuanya untuk melanjutkan sekolah dengan menggandeng pemerintah desa, upaya seperti ini dilakukan guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) guna mengimbangi perkembangan globalisasi saat ini.

Ditambahkan juga oleh Babinsa bahwa di Desa Cimohong Bulakamba sendiri sudah berdiri 4 industri yang sangat membutuhkan SDM untuk dipekerjakan di 4 industri tersebut, apabila SDM warga Cimohong tidak sesuai dengan persyaratan untuk menjadi karyawan di industri tersebut maka besar kemungkinan yang akan mengisi pekerjaan tersebut adalah dari luar desa Cimohong, Papar Musmulyadi.

Dengan upaya GKB ini setidaknya warga desa Cimohong SDM nya bertambah dan tidak tertinggal dengan daerah lainnya. (Utsm)

Jumat, 07 Juni 2019

Hilang 3 Hari, Kakek Usia 80 Tahun Ditemukan Mengambang Di Tambak Brebes

Brebes – Kabar berita pasca lebaran ini dihebohkan dengan adanya penemuan sosok mayat di Desa Grinting Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Jum’at (7/6/19).
 
Sekira pukul 09.00 wib bertempat di areal tambak milik Kalis warga RT 1 RW 5 Desa Grinting telah ditemukan sesosok mayat laki-laki.
Identitas mayat yang didapat atas nama  Sarkim (80) dengan alamat jalan Nusantara RT 03 RW 8 Desa Kluwut Kecamatan Bulakamba, Brebes.
Dimana saksi-saksi melihat diantaranya Kalis (50) dan Rasta (52)  yang setiap harinya bekerja sebagai tani, beralamat RT 1 RW 5 Desa Grinting.
Dalam laporan Babinsa Sertu Musmulyadi Koramil 07/Bulakamba Kodim 0713/Brebes menyampaikan bahwa pada hari Selasa (4/06/19) pukul 09.00wib Sarkim (Korban) pergi dari rumah anaknya (Darma) di jalan Nusantara RT 03  RW 8 Desa Kluwut, kemudian anak-anak dari korban mencari kemana-mana tapi tidak kunjung ketemu, menurut keterangan anaknya bahwa korban mempunyai penyakit pikun (hilang ingatan). Tutur Babinsa.
Selang waktu (7/6/19) waktu 09.00 wib pagi tadi, Kalis (Saksi) berangkat ke tambak untuk memberi makan ikan karena 3 hari semenjak lebaran sudah tidak diberi makan, sampai di tambak dia melihat sesosok mayat terlentang mengambang di tambak miliknya. Tambah Sertu Musmulyadi.
Kemudian saksi menghubungi Kepala Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa, Imbuh Musmulyadi.
Pukul 10.00 wib bersama pemerintah desa, Polsek Bulakamba dan Babinsa Grinting mengevakuasi mayat dari tambak dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Brebes (RSUD), untuk selanjutnya akan diberitahukan kepada pihak keluarga setelah proses visum oleh Dokter.
Perkiraan sementara korban adalah terjatuh dan tenggelam di tambak, tanda-tanda penganiayaan tidak ada. Tutup Babinsa di akhir laporannya. (Utsm/Musmulyadi).