Tampilkan postingan dengan label Slamet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Slamet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Januari 2021

Cegah Longsor, Sejuta Bibit Kopi Arabika Gayo Mulai Ditanam di Lereng Gunung Slamet

 


Brebes – Reboisasi di hulu Kali Pemali, wilayah Kabupaten Brebes selatan, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, digalakkan Forkopimda Brebes dengan menanam sejuta pohon. Kamis (28/1/2021).






Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH menjelaskan, penghijauan di lereng Gunung Slamet itu untuk mencegah bencana alam tanah dengan mengembalikan fungsi hutan Perhutani KPH Pekalongan Barat dan hutan masyarakat, dimana nantinya hasilnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena yang ditanam adalah jenis pohon produksi yaitu bibit kopi arabika khas Gayo Aceh.


Menurut Idza, ini merupakan pengembangan sekaligus peremajaan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.  


Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, sangat mendukung upaya Perhutani KPH Pekalongan Barat dan Pemkab dalam meremajakan lereng Gunung Slamet seluas 350 hektar.


“Penghijauan ini akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun untuk menanggulangi bencana alam tanah longsor,” ungkapnya.


Dandim meminta agar masyarakat ikut menjaga bibit pohon yang telah ditanam, karena masyarakat setempat dan sekitarnya juga yang nantinya juga ikut menikmati hasilnya dengan menggarap lahan Perhutani tersebut. (Aan)

Selasa, 11 Februari 2020

Ribuan Orang Segenap Unsur Tanami Lereng Gunung Slamet Dengan Ribuan Bibit Kayu Keras


Brebes – Ribuan relawan gabungan melakukan penanaman ribuan bibit pohon campuran di lereng Gunung Slamet, wilayah Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.







Kegiatan yang dilakukan selama dua hari ini (8-9/2), sebagai upaya menghijaukan kembali khususnya lereng Gunung Slamet yang mengalami kebakaran hutan hebat 2019 lalu (17/9), yaitu di hutan produksi milik Perhutani BKPH Pekalongan Barat petak 15 F, sebelah timur Dukuh Kaliwadas.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa pihaknya turut melakukan penanaman 46 ribu bibit pohon di lahan seluas 106 hektar.

“Setidaknya 1.200 orang dari segenap unsur yang meliputi TNI-Polri, BPBD, Perhutani, Kokam, Banser, Pelajar, serta masyarakat Dawuhan dan sekitarnya, beramai-ramai menanami hutan di lereng Gunung Slamet,” ucapnya membenarkan, Senin pagi (10/2/2020).

Ini juga merupakan upaya bersama dalam meminimalisir bencana banjir di Kabupaten Brebes akibat melimpahnya air yang masuk ke Sungai Pemali.

“Salah satu upaya penanganan banjir adalah memperbaiki hutan di hulu sungai,” imbuhnya.

Lebih lanjut, reboisasi ini juga sebagai tindak lanjut dari apa yang telah dilakukan Forkopimda sebelumnya (8/2), dengan menanam bibit pohon macadamia di Desa Igirklanceng, Sirampog. Di desa yang memiliki ketinggian 800 mdpl ini, 4.000 bibit ditanam diantara sayuran milik warga setempat.

Upaya tersebut kedepan justru akan menguntungkan petani. Pasalnya, pohon macadamia di samping untuk mengantisipasi banjir dan tanah longsor di pegunungan, pohon ini juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi melalui buahnya yang disebut kacang macadamia, dengan harga mencapai Rp 300 ribu per kilogramnya.

Sementara dari penyampaian Bupati Brebes, Idza Priyanti melalui Wigiyanto, SIP, bahwa penanaman pohon sangat tepat dilakukan pada musim penghujan ini. Pohon keras yang ditanam akan sangat tepat sebagai penahan erosi dan tanah longsor di daerah rawan bencana.

Lebih lanjut, pohon campuran yang ditanam itu diharapkan di kemudian hari akan menjadi penyuplai air bagi kebutuhan air bersih maupun pengairan sayur mayur untuk petani Desa Dawuhan dan sekitarnya, terlebih di saat musim kering.

Bupati berpesan agar masyarakat yang berada di lereng Gunung Slamet agar merawat pohon yang sudah ditanam, supaya tumbuh menjadi besar untuk generasi selanjutnya.

Ketua panitia penanaman pohon, M. Sukoco, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak dan relawan yang telah terlibat dan peduli akan kelestarian lingkungan hutan dan ekosistem di lereng lereng Gunung Slamet. (Aan)