Tampilkan postingan dengan label Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2024

Koramil 13 Salem Karya Bakti Tanah Longsor di Desa Pabuaran

 Brebes - Batituud Koramil 13 Salem, Kodim 0713 Brebes, Peltu Rahmat Wahyudin bersama anggota Babinsa, Kepala Desa Pabuaran Rasidi dan warga, Bagana serta Banser melaksanakan karya bakti pembukaan tanah akibat tanah longsor membendung aliran sungai Citatah, Desa Pabuaran, Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Kamis (07/03/2024).


Peltu Rahmat Wahyudin menyampaikan saat ini di beberapa tempat banyak terjadi longsor baik skala besar maupun kecil. Salah satunya disini, akibat dari longsioran tanah menutupi aliran Sungai Citatah sehingga lahan pertanian seluas 1 hektar tergenang luapan air dan tak surut, untuk itu sebagai TNI selalu hadir dalam setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat.  Salah satunya adalah membantu mengatasi bencana alam.  Kita selalu hadir bersama komponen yang lain untuk menyelesaikan permasalahan secepat mungkin. Sehingga kerugian bisa diminimalisir.





"Saat ini kita bersama sama membantu masyarakat yang sedang terkena musibah, karena cuaca belum menentu maka saat pengerjaan harus perhatikan faktor keamanan.  Saat ini cuaca sudah mendung, jika hujan turun harus segera dihentikan demi keamanan" kata Peltu Rahmat Wahyudin.


Kepala Desa Pabuaran Rasidi melaporkan ke Koramil 13 Salem bahwa terjadi bencana tanah longsor yang menimbun Sungai Citatah, akibatnya air tersumbat, jika ini dibiarkan maka lahan sawah seluas 1 hektar tidak bisa difungsikan.


Dengan adanya karya bakti yang dilaksanakan oleh Koramil, Bagana, Banser dan relawan serta masyarakat, atas nama pemerintah desa mengucapkan banyak terima kasih.  Sehingga saat musibah yang terjadi bisa meringankan beban kami.  Kehadiran para aparat sangatlah membantu,  menjadi spirit kami dalam mengatasi musibah ini, pungkas Kades. (Pen0713).

Senin, 01 Februari 2021

Persit Brebes Salurkan Bantuan Bagi Puluhan Warga Terdampak Tanah Bergerak di Sirampog Brebes

 Brebes – Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII Kodim 0713 Brebes, melalui Ranting 11 Sirampog, Koramil 10 Sirampog, menyalurkan bantuan sembako kepada 26 KK yang merupakan korban bencana alam tanah bergerak di Dusun Sambungregel RT/RW. 03, Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes,  Jawa Tengah.








Ketua Persit KCK Ranting 10 Sirampog, Ny. Tri Siswanto mengatakan, bantuan 60 kotak mie instan awalnya diserahkan secara simbolis oleh Dandim Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan dan Ketua Persit Kodim Brebes, Ny. Rosarina Haikal Sofyan, kepada Masruri, Kepala Desa Manggis, di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes (1/2).


“Gerakan sedekah ini merupakan wujud kepedulian Persit Brebes kepada saudara-saudara kami di Dusun Sambungregel yang rumahnya rusak akibat tanah bergerak,” ucapnya, Senin sore, di Posko MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Centre), Dusun Sambungregel. (1/2/2021).


Sementara itu dijelaskan, Abdul Mukmin, Sekretaris MDMC Brebes sekaligus anggota BPBD Brebes, pihaknya mengapresiasi bantuan tersebut karena akan sangat bermanfaat bagi setempat.


“Bantuan kami himpun di Posko MDMC, untuk logistik warga setempat yang terdampak,” kata Abdul Mukmin melalui sambungan telpon.


Ditanya para relawan dan dinas terkait dalam upaya penanganan bencal itu, dirinya membeberkan bahwa sebelumnya tim gabungan telah melakukan evakuasi barang-barang berharga milik 26 KK ke rumah-rumah saudara atau tetangganya, merobohkan bangunan rumah yang membahayakan, serta menyalurkan santunan maupun logistik.


Ditambahkannya, Pemkab Brebes akan segera merelokasi puluhan warga terdampak dengan membuatkan Huntara (Hunian Sementara), di tanah wakaf dan tanah bengkok desa, setelah dilakukan penelitian kontur tanah oleh ahli geologi.


Disperakim Jateng juga menyatakan akan memfasilitasi pembangunan kembali rumah yang terdampak, jika tempat relokasi sudah dipersiapkan.


Jamilah (45), mewakili warga terdampak, menyatakan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli membantu meringankan beban dirinya dan para tetangganya.


Untuk diketahui, bencana tanah bergerak terjadi pada Rabu, 13 Januari 2021, yang dipicu intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur wilayah Desa Manggis dan sekitarnya. Tak hanya bangunan rumah yang terdampak, tanah bergerak juga merusak infrastruktur jalan, satu bangunan masjid dan TPQ. (Aan)

Minggu, 12 Januari 2020

Ditinggal Ke Jawa Barat, Rumah Warga Tonjong Brebes Terbakar Dan Rata Dengan Tanah


Brebes – Nasib malang menimpa Nia (35), warga Dukuh Satir RT. 05 RW. 09, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akibat rumahnya ludes dilalap api.




Dibenarkan Danramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Suwardi, rumah semi permanen yang beratapkan asbes itu terbakar kurang lebih sekitar pukul 02.00 WIB, Sabtu pagi (11/1/2020).

“Sumber api diduga karena korsleting arus listrik. Satu jam kemudian api berhasil dipadamkan namun bangunan rata dengan tanah,” jelasnya.

Selain memadamkan api, Babinsa bersama dengan masyarakat juga berusaha mencegah agar api tidak merambat ke pemukiman lainnya.

Tidak ada korban jiwa karena kondisi rumah sedang ditinggalkan pemiliknya ke Banjar Patroman, Jawa Barat. Kerugian harta benda ditaksir mencapai Rp. 100 juta,” imbuhnya.

Tak lupa dirinya mengingatkan kepada warga binaannya, agar memperhatikan instalasi kelistrikan jika hendak bepergian.

“Cabut stop kontak listrik jika rumah akan ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama,” tegasnya.

Sementara itu dari keterangan salah satu saksi, Tarso (45), petani tetangga korban, api sangat sulit dipadamkan karena dinding bangunan terbuat dari papan dan bambu.

Ditambahkannya, saat ini permasalahan sudah ditangani Polsek setempat. (Aan)

Minggu, 01 Desember 2019

Tiga Ruang Kelas SMK 2 Karangsembung Songgom Brebes, Rata Dengan Tanah


Brebes – Bangunan sekolah SMK 2 Karangsembung, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang baru 80 % dibangun, ambruk setelah diterjang angin kencang. Minggu sore (24/11/2019).



Disampaikan Danramil 17 Songgom Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, yang menghimpun keterangan dari saksi yaitu Supriyo (51), Sekretaris Desa Karangsembung, bahwa kejadian terjadi pada pukul 15.00 WIB.

“Setengah jam sebelumnya, wilayah Desa Karangsembung diguyur hujan dengan intensitas sedang namun angin cukup kencang sehingga merobohkan bangunan sekolah yang baru saja dibangun,” ucapnya.

Tidak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir mencapai Rp. 150 juta dari 3 ruang kelas yang rata dengan tanah.

“Saat ini permasalahan tersebut sedang ditangani oleh Polsek Songgom,” tandasnya.

Dugaan sementara, faktor kurang kuatnya konstruksi bangunan yang dikerjakan oleh pemborong, menyebabkan bangunan yang belum diplester tersebut roboh. (Aan)

Minggu, 06 Oktober 2019

Mitigasi Penutupan Rekahan Tanah Di Mahkota Longsor Salem Brebes


Brebes – Puluhan masyarakat Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, bersama para relawan peduli bencana alam Kecamatan Salem, melakukan kerja bakti penutupan rekahan tanah pasca bencana alam tanah longsor nasional 22 Februari 2018 lalu yang merenggut 18 jiwa. Sabtu (5/10/2019).





Tampak kebersamaan lintas sektoral dan umum di Kecamatan Salem, yang meliputi masyarakat, anggota TNI Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Polsek, Perhutani BKPH Salem, Satpol PP, Ormas dari Banser dan Bangbara, Puskesmas serta kepala desa bersama perangkat maupun masyarakat Desa Pasirpanjang dan Pabuaran.

Fokus pekerjaan ada di petak 7 F RPH Winduasri, BKPH Salem, KPH Pekalongan Barat, Bukit Labuan Bulan, sebagai mahkota longsor.

Dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Iskandar, kerja bakti penutupan retakan pasca bencana tanah longsor, sebagai mitigasi tanah bergerak jelang musim penghujan 2019. Pasalnya, titik tersebut termasuk dalam zona merah rawan longsor susulan yang diprediksi oleh BPBD Provinsi Jateng serta akademisi dan Mahasiswa UGM Yogyakarta.

“Untuk pekerjaan ini, pihak BPBD Kabupaten Brebes memberikan bantuan berupa 1000 buah karung bekas terigu, 30 kilogram kantong plastik serta logistik makanan dan minuman kepada para pekerja,” ucapnya.

Sementara diterangkan Bati Tuud Koramil yang merupakan penduduk setempat, Pelda Jahri, sebelumnya (22/2/18), longsor juga merusak 52 rumah serta 14 hektar areal persawahan penduduk.

“upaya ini untuk mengamankan pemukiman di bawah Bukit Labuhan Bulan, yaitu warga Dusun Jojogan yang berpenghuni 7 KK/rumah (23 jiwa) menetap sebagai petani,” jelasnya.

Di atas pemukiman warga Jojogan sendiri, yaitu Bukit Jojogan, juga mengalami pergeseran tanah yang sebelumnya telah amblas kurang lebih 50 centimeter, dengan luas yang kurang lebih sama yaitu 2 hektar. EWS (Early Warning System) atau alat pendeteksi pergerakan tanah, juga telah dipasang di titik ini sebagai peringatan dini bagi ketujuh KK jika terjadi pergerakan tanah akibat hujan.

“Pekerjaan ini untuk mengantisipasi longsor. Retakan harus segera ditutup dengan tanah, karung dan plastik untuk meminimalisir terisi air jelang musim penghujan ini,” terangnya.

Pihak terkait, relawan dan Koramil, juga telah meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan tanda dari EWS. Sirine akan berbunyi jika kabel/kawat yang ditancapkan pada tanah yang rekah, tertarik 7 centimeter saja, sehingga warga Dusun Jojogan dan Cibuhun, dapat segera menjauh dari jalur longsoran.

Diketahui, jumlah jiwa di Dusun Cibuhun adalah 27 KK atau 110 jiwa. Mereka juga dimungkinkan terdampak sapuan material longsoran di petak 7 F dan Bukit Jojogan, namun secara tak langsung. (Aan)