Tampilkan postingan dengan label Tasyakuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasyakuran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 April 2021

Persit KCK Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Tasyakuran HUT Ke-75 Persit KCK

 Banyumas - Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro ikuti virtual zoon meeting Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana dalam rangka Tasyakuran HUT Ke-75 Persit Kartika Chandra Kirana Tahun 2021, dengan tema "Meningkatkan kreativitas dan produktivitas untuk menciptakan keluarga yang mandiri dan tangguh dimasa pandemi". Selasa (6/4/2021) di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas. 











Virtual zoom meeting dengan Ketua Umum Persit Kartika Chandra Ibu Hetty Andika Perkasa, dihadiri Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., yang juga selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071, Kasrem 071/Wijayakusuma, Dandim 0701/Banyumas, para Kasirem 071/Wijayakusuma, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ibu Dewi Lagan Safrudin, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 beserta segenap Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang jajaran Koorcab Rem 071 dan pengurus Koorcab Rem 071.


Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Hetty Andika Perkasa dalam sambutannya mengatakan momentum ulang tahun Persit Kartika Chandra Kirana sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa hingga saat ini Persit Kartika Chandra Kirana berjalan sesuai yang diharapkan. Disamping hal tersebut, juga menyampaikan apresiasi terhadap segenap anggota Persit dimanapun berada dan bertugas yang telah setia untuk prajurit. 


"Peringatan ini, bukanlah sekedar seremonial, melainkan sebagai pemicu semangat dalam organisasi agar menjadi solid, maju dan berkembang", jelasnya. 


Dikatakan Ny. Hetty Andika Perkasa, kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan bukanlah kisah suskes satu orang, melainkan berkat kerjasama yang luar biasa setiap anggota dan kepemimpinan yang kuat dari seluruh pengurus Persit terutama dalam masa-masa sulit dan penuh keterbatasan selama pandemi Covid-19 yang hingga kini masih dirasakan. 


"Berbagai webinar mulai soal kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya sebagai upaya untuk pengkayaan diri telah dilakukan. Hal ini agar anggota Persit bisa menjadi wanita yang mandiri dan tangguh. Tidak hanya itu, tapi mempunyai kontribusi terhadap bangsa dan negara", terangnya. 


Kegiatan sosial seperti Jumat Barokah yang telah berjal was n hampir diseluruh wilayah adalah bukti kepedulian Persit, untuk dapat berbuat demi meringankan kesulitan masyarakat, jelasnya. 


Menurutnya, gerakan Jumat Barokah tersebut, tidak serta merta menyelesaikan masalah ekonomi dan sosial yang ada, namun diharapkan hal tersebut dapat menjadi inspirasi yang lain untuk ikut berbuat, karena bersama kita bisa. 


Ny. Andika Perkasa juga mengatakan, Persit telah berkomitmen untuk selalu peduli dan hadir ditengah kesulitan anggotanya. "Kegiatan mamografi dan penyuluhan kesehatan yang telah dilakukan adalah bagian itu", terangnya. 


"Tuntutan tugas seorang prajurit yang begitu dinamis, hanya mampu diimbangi oleh pendamping yang tangguh. Persit adalah bagian instrumental dari kehidupan dari kehidupan seorang prajurit", jelasnya. 


Karena keluarga adalah sumber kebahagiaan yang utama. Tugas suami akan jauh lebih baik apabila didukung oleh suasana keluarga yang harmonis, tegasnya. 


"Menjadi anggota Persit artinya siap untuk menghadapi berbagai macam tantangan yang sulit, karena tugas dan kewajiban pasangan sebagai seorang prajurit, jelasnya. 


Ia berharap kepada segenap anggota Persit, agar selalu mengutamakan keluarga, baik kesehatan diri, suami maupun anak-anaknya. Karena keluarga sehat, Persit sehat. "Mari kita satukan hati dan tekad dalam mengabdi untuk bangsa dan negara", ajaknya. 


Sementara itu, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro Ny. Dewi Lagan Safrudin usai mengikuti virtual zoom meeting mengatakan, sesuai yang disampaikan Ibu Ketua Umum Persit, diharapkan segenap anggota Persit khususnya Koorcab Rem 071 dapat terus meningkatkan kreativitas dan produktivitas dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan tangguh dimasa pandemi ini. 


"Sebagai anggota Persit dan pendamping suami serta sebagai ibu bagi putra putrinya, harus dapat memberikan sumbangsihnya yang bermanfaat bagi keluarganya, organisasi dan lingkungan masyarakatnya", ungkapnya. 


Ny. Dewi Lagan Safrudin berharap, momentum hari jadi Persit ini sebagai wahana evaluasi dan instrospeksi pengabdian kita sebagai anggota Persit, agar kedepan mampu secara konsisten mengaktualisasikan semangat organisasi Persit dalam wujud dan karya nyata yang berguna bagi keluarga, organisasi serta masyarakat.


Sementara itu, Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., selaku Pembina Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 071 PD IV/Diponegoro mengatakan hal paling penting yang harus disadari bagi anggota Persit adalah peran utamanya sebagai istri pendamping suami dan ibu rumah tangga, yaitu mengurus keluarga. Kegiatan Persit harus dapat membawa dampak positif, terutama untuk menjadikan suasana di lingkungan keluarga yang lebih nyaman dan damai.  Oleh karenanya, jangan sampai kegiatan Persit mengganggu keharmonisan rumah tangga.


"Keharmonisan rumah tangga merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi keberhasilan prajurit TNI AD dalam melaksanakan tugas. Karena, tidak ada prajurit yang sukses dalam karier dan tugasnya tanpa didukung oleh seorang  istri. Keberhasilan seorang suami, tidak terlepas dari peran, dukungan, kesetiaan dan ketulusan seorang istri”, terang Danrem. 


"Karenanya, sesuai apa yang disampaikan Ketua Umum Persit, bahwa keharmonisan dalam keluarga harus terus dipupuk, dijaga dan dirawat, hal ini agar tidak terjadi suatu hal yang dapat menghancurkan keharmonisan dalam keluarga. Komunikasi juga perlu, karena komunikasi keluarga utama dalam membangun suatu keluarga", paparnya.

Minggu, 18 Agustus 2019

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Kabupaten Brebes

Brebes - Tema SDM Unggul, Indonesia Maju, menjadi renungan bersama bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya di Kabupaten Brebes, tema tersebut menjadi bahan kajian bersama saat Sarasehan Memperingati HUT ke-74 RI di Pendopo Bupati Brebes, Jumat (16/8) malam.





“Apa barometer SDM Unggul? Apakah warganya berpendidikan S3 semua? Orangnya kaya kaya semua? Ataukah yang unggul orang tersebut karena mampu menjadi pejabat dan raja?” ungkit Narasumber Sarasehan  Direktur Kanzul Ilmi Center Bumiayu, Brebes DR KH Gus Najib Afandi.

Menurut Gus Najib, Indonesia maupun Brebes tidak kurang dari orang orang pintar dan berpendidikan tinggi hingga sekolah ke luar negeri. Namun kenyataan di lapangan banyak yang berpendidikan tinggi dan juga pejabat serta artis yang tersandung kasus Korupsi, Kolusi, Nepotisme, penyalahgunaan Narkoba serta kejahatan lain.

Najib menegaskan, hanya akhlakul karimah lah yang menjadi ukuran unggul dan mandulnya Sumber Daya Manusia.

Kasus gadis membuang bayinya, merupakan contoh mandulnya SDM meskipun dia berpendidikan.

Belajar dari Rasulullah, lanjut Najib, setelah Merdeka atau hijrah, yang pertama dibangun Rasul adalah Masjid-masjid, mushola-mushola.

Indonesia merdeka, juga mendapat kekuatan luar biasa ketika para Kiai membangun suro-suro, pesantren-pesantren. Para Ulama telah meletakan pondasi yang sangat kokoh dalam kecintaan terhadap bangsanya.

“Kiai-kiai kita sudah membangun Indonesia dengan Islam banget. Jadi tidak perlu ada NKRI Syariah, Indonesia sudah bersyariah sejak jaman baheula,” tandasnya.

Gus Najib menandaskan, era sekarang harus memperkuat peran masjid dan pesantren. Kedua tempat ini menjadi tempat pertama dan utama untuk menggembleng SDM unggul.

Tapi sayangnya, pesantren di Indonesia masih sangat jarang. Untuk itu, perlu adanya kebijakan nyata untuk pengembangan dan dana operasional dari pemerintah untuk pesantren dan masjid.

“Agar Brebes lebih unggul, maka harus pula mengalokasikan untuk masjid dan pesantren yang lebih besar,” tandasnya.

Kedua, SDM unggul, bila terjadi penguatan persaudaraan yang tidak ada hubungan apapun. Paseduluran, adalah konsep yang dibangun antara kaum Ansor dan Muhajirin pada masa Kenabian. Indonesia, juga Brebes masih terlihat terkotak-kotak. Ada gerakan separatisme, terorisme, radikalisme yang berupaya memecah belah Indonesia dari berbagai sisi.

“Maka, ayo kita menyatupadukan, gerakan sinergitas. Membangun bersama, dengan Paseduluran ala NU dengan menjaga ukhuwah Islamiah, ukhuwah Basyariyah dan Ukhuwah Wathoniyah,” pungkas Najib yang juga Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda, Sirampog, Brebes.

Perlu diingat pula, bahwa membangun negara, membangun daerah pasti ada musuhnya. Dan musuh sekarang tidak kelihatan, yakni Kemunafikan.

Najib juga menandaskan bahwa NKRI sudah bersyariah, jadi tidak perlu NKRI Syariah, yang perlu syariah orangnya. Indonesia sudah final tidak perlu ada NKRI Bersyariah.

Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan peringatan HUT Kemerdekaan ke-74 RI Tingkat  Kabupaten Brebes dengan tema "SDM Unggul Indonesia Maju" di Pendopo Brebes. Jumat (16/8) malam.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam kata sambutannya berharap,. Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, aman dan bermartabat sesuai cita-cita kemerdekaan yang tertuang dalam pembukaan uud 1945.

Untuk itu, lanjut Idza, sudah saatnya segera bangkit berbenah diri, mengejar segala ketertinggalan dan menguatkan kebersamaan. Hal pertama  yang perlu kita lakukan adalah, memperkokoh rasa nasionalisme kita. Jika pada masa penjajahan, nasionalisme diekspresikan dengan perlawanan kita pada penjajah, dan ketidaksukaan sebagai bangsa terjajah, pada saat ini nasionalisme semestinya, diwujudkan dalam bentuk olah rasa, olah karsa dan olah karya. Di semua bidang yang memberikan nilai positif, bagi bangsa dengan berdasar kecintaan pada bangsa dan negara kita.

Strategi pembangunan, lanjut Idza, fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil dan unggul berkontribusi membangun bangsa.

Hadir dalam acara tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH, Sekda Brebes Djoko Gunawan, perwakilan Dandim 0713 Brebes, Asisten 1 Sekda Drs H Athoillah Syatori, Ketua Pengadilan Agama Abdul Basyir, Para Kepala OPD Kabupaten Brebes, para Kepala Bagian dilingkungan pemkab Brebes, Camat se Kabupaten Brebes, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan tamu Undangan lainnya.


Istighosah Tasyakuran dan Sarasehan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, Wakil Bupati Brebes Narjo SH MH didampingi perwakilan jajaran Forkopimda  dan Kepala OPD yang diberikan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Brebes. (Suprapto/Wasdiun/Utsm)

Kamis, 28 Maret 2019

Bantuan Alsintan Di Desa Luwungragi Brebes

Brebes, Tasyakuran Peninjauan Normalisasi P3A Tani Subur Desa Luwungragi bertempat di BSW 13E Desa Luwungragi Kecamatan Bulakamba Brebes (28/3) dalam Kunjungan Kerjanya Bupati Brebes bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten.
  


Terlihat dalam acara tersebut Hj. Idza Priyanti, SE.MH Bupati Brebes beserta rombongan, Ir. Moh. Furqon, MP. Kabid Sarana Prasarana Dinas Pertanian Brebes, Camat Bulakamba diwakili H. Ropi'i, Danramil 07/Bulakamba diwakili Sertu Dulkarim Efendi, Arif Waryanta Kepala BPP Bulakamba, Saryo Kepala Desa Luwungragi beserta perangkat desa, Mantri Pengairan, Gapoktan dan warga masyarakat Desa Luwungragi sekitar 350 orang memadati kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Hj. Idza Priyanti, SE.MH. Bupati Brebes menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi bangga atas pelaksanaan normalisasi irigasi tersier Desa Luwungragi, normalisasi irigasi tersebut berkat kerjasama antara swadaya masyarakat Desa Luwungragi dengan Dinas Pertanian, semoga usaha yang dilakukan Desa Luwungragi menjadi aspirasi bagi desa desa lain di Kabupaten Brebes demi tercapainya ketahanan pangan. Paparnya.

Pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian telah memberikan bantuan alat pertanian kepada masyarakat khususnya Desa Luwungragi demi tercapainya masyarakat yang sejahtera. Tambahnya.

Diakhir acara Bupati Brebes memberikan Bantuan Alsintan kepada P3A Tani Subur Desa Luwungragi diantaranya 1 Set Traktor, 1 Set Alat Tanam dan 1 Set Pompa Air. (Utsm0713).