Tampilkan postingan dengan label Yayasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yayasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Februari 2021

Bantuan Air Bersih Dilakukan oleh Berbagai Yayasan di Brebes

 


Brebes - Respon cepat dilakukan oleh tim Kemanusiaan dan Relawan dari berbagai Yayasan dan Komunitas, diantaranya Brebes (Brebes Tebar Manfaat), Al-MuMarkaz Al-Itqon,Sedekah Jaya, Imam Syafi’i, Lembaga Dakwah Ak Furqon, Riyadhush Sholihin Tegal membagikan air bersih di berbagai tempat diwilayah kelurahan Brebes, Jawa Tengah. Kamis (18/02/2021).







Hal ini dilakukan pasca terputusnya 10 pipa transmisi milik Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Utama Jawa Tengah di wilayah Kalibakung, Kabupaten Tegal dan Sirampog, Kabupaten Brebes, warga Kabupaten Tegal dan Brebes mengalami krisis air bersih.


Kali ini warga Pesanggrahan di RT 08 RW 17, Kelurahan Brebes, hari ini menerima bantuan air bersih, mereka sudah enam hari ini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. 


Satu truk tangki air bersih didatangkan langsung dari Kota Cirebon Jawa Barat, dikarenakan jalur Kalibakung Tegal masih belum bisa dilalui kendaraan berat.


Ratusan warga menyerbu dengan mengantrikan ember hingga jeriken, warga harus rela antre hingga 2 jam dan berdesak-desakan untuk mendapatkan air bersih itu.


"Sudah enam hari hari ini warga kesulitan air bersih. Air PAM-nya belum mengalir. Tolong kepada pihak yang bertanggungjawab agar segera diselesaikan perbaikan pipa yang rusak," kata warga yang ikut mengantre air bersih, Rahmat (39).


“Kebutuhan air bersih sangat penting untuk masak dan minum. Sedangkan air sumurnya diandalkan untuk keperluan lain seperti cuci piring hingga mandi”. Tambahnya.


Teguh (35) juga mengungkapkan bahwa sudah empat hari belakangan ini harus membeli air bersih jirigen keliling untuk keperluan sehari-hari. “Yang tadinya 1 dirigen air bersih 4 ribu, kini harus membeli 8 ribu/jirigennya beli di pengecer”. Ungkapnya.


"Itu masih untung ada yang jual keliling, walaupun mahal 2 kali lipat harganya tetap kami beli karena butuh untuk masak dan minum" Imbuh Teguh.


Sementara itu, Ketua Yayasan Berteman Dede Yusuf atau Ciming (34) mewakili dari seluruh yayasan dan lembaga yang ikut andil dalam kegiatan berbagi air bersih ini mengatakan, pihaknya belum maksimal dalam memberikan bantuan droping air bersih karena luas wilayah dan keterbatasan armada truk tangki. Namun demikian, pihaknya berupaya terus menyalurkan bantuan air bersih semaksimal mungkin.


"Kami memesan air bersih ini dari Kota Cirebon dari kemarin (17/02) diantaranya sudah 4 truk tanki air bersih disalurkan, diantaranya Kelurahan Pasarbatang, Desa Sigambir dan Dukuh Sigempol Desa Randusanga Kulon”. Tutur Dede Yusuf.


“Esok paginya akan kami kirim juga sekitar 4 armada air bersih lagi yang akan diberikan dititik daerah yang sangat membutuhkan diantaranya di Gamprit dan Limbangan yang masuk dalam wilayah Koramil 01 Brebes”. Imbuhnya.


Harjo (32) Katua Yayasan Al Utqaan Peduli Brebes membenarkan bahwa keterkaitan kebutuhan air bersih pasca banjir ini, kami dari berbagai yayasan menjadi satu dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat Brebes terutama air bersih. (Kujang).

Rabu, 03 Juni 2020

Yayasan Berteman Berikan Senyum Mbah Rukilah di Tengah-tengah Rob Randusanga


Brebes – Rukilah (80), Lansia asal Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengucapkan terima kasih atas bantuan sembako yang diterimanya pasca gubuk berukuran 3 x 2,5 meter miliknya terendam rob (2/6).






Bantuan awal kepada nenek sebatang kara yang tak memiliki anak tersebut datang dari Yayasan Berteman Brebes dan Kodim 0713 Brebes.

Tampak Dede Yusuf atau Ciming (33), Ketua Yayasan dan Pelda Ujang, memberikan bantuan guna meringankan beban sang nenek, Rabu (3/6/2020).

Dijelaskan Zaeni (42), Kepala Dusun I Randusanga Kulon, bahwa Mbah Rukilah tinggal di gubuk yang terletak di tanah tambak milik Pak RT setempat, sehingga selalu menjadi langganan banjir jika rob datang.

“Rob musiman yang sering melanda di pesisir Kabupaten Brebes terutama pada bulan Mei-Juni, membuat pemukiman penduduk terendam air termasuk rumah Mbah Rukilah,” ungkapnya.

Masyarakat juga berharap adanya perbaikan tanggul Sungai Sigeleng, sehingga kedepannya air rob tidak menggenangi beberapa titik jalan dan rumah-rumah penduduk. Pasalnya, air rob yang menggenang berbau amis, belum lagi masalah sampah yang terbawa air.

Sementara disampaikan Pelda Ujang, nenek tersebut layak mendapatkan bantuan karena tidak memiliki rumah dan kesehariannya hanya mengandalkan upah dari usahanya mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas.

“Mbah Rukilah juga dibantu warga setempat untuk bertahan hidup. Ia tidur diatas kasur keras dengan dipan yang reot dan di gubuk yang sudah miring mau roboh,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Hari Kelahiran Pancasila ini dirinya mengajak untuk peduli terhadap sesama dengan meringankan beban karena terdampak bencana alam musiman dan ditambah dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

“Masih banyak Mbah Rukilah lain yang juga memerlukan bantuan agar dapat minimal tersenyum kembali. Selama ini mereka sudah menderita akibat terdampak virus corona dan saat ini terdampak rob,” tandasnya.

Rukilah berharap rob segera surut sehingga dapat mencari barang bekas lagi. Ia menyatakan tidak enak jika terus bergantung dari bantuan para tetangganya.

Untuk diketahui, gubuk nenek tersebut saat ini terendam rob dengan ketinggian mencapai 50 cm. Dengan kejadian saat ini, dirinya akan pindah rumah di lahan milik keponakannya (Amin) yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini.

Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti saat meninjau lokasi pada Mei 2020 lalu mengatakan bahwa Pemkab telah menganggarkan Rp. 500 miliar untuk pembuatan tanggul penahan rob yang membentang di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes.

Untuk relokasi warga Desa Randusanga Kulon dan Randusanga Wetan yang terdampak terparah karena rumahnya berada di bantara Sungai Sigeleng atau tanah lepe-lepe, juga menjadi prioritas Pemkab dengan rencana membangun rusunawa.

Rencana penanganan lainnya adalah akan meninggikan jalan di kedua desa tersebut bersama dinas terkait. (Utsm-Aan)

Jumat, 08 Maret 2019

Sembako dari Brebes Tebar Manfaat

Brebes, Sedikitnya 5 orang pengurus dari Yayasan Brebes Tebar Manfaat (BERTEMAN) memberikan paketan berupa sembako pada Nyai Turah Desa Klampis di RT 12 RW 04. Jum’at (08/03/2019).

Ciming Cell (Dede Yusuf) Ketua Pengurus yang didampingi Pelda Beny Wahana Bati Tuud Koramil 02/Jatibarang memberikan bingkisan berupa Beras, Minyak Goreng, Telur, Susu dan lainnya secara langsung kepada Nyai Turah melalui penerima (tetangganya).

Memakan waktu perjalanan kurang lebih 30 menit sampai lokasi, pengurus Berteman dengan sengaja memberikan sumbangan tersebut yang berasal dari para donator-donatur baik dari Brebes maupun dari luar.

“Alhamdulillah dan bersyukur serta senang, kepedulian kami sesama hamba Allah SWT bisa membantu ala kadarnya untuk Nyai Turah” Tutur Ciming.





“Mudah-mudahan dengan pengurus Berteman ini hadir di tempat ini bisa sedikit membantu dan meringankan kebutuhan untuk Nyai Turah, dan kami pengurus mengucapkan terima kasih kepada para donator yang tidak bisa disebutkan satu persatu bahwasannya amanah ini sudah sampai dan diterima oleh Nyai Turah” tambahnya.(Utsm0713)