Tampilkan postingan dengan label Air Bersih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air Bersih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2024

Pastikan Air Bersih : Dandim Brebes Cek Sumur Resapan Untuk Warga Ciomas Bantarkawung Ciraja

 Brebes – Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si berikan apresiasi kepada Kopka Hudayana dengan gerak cepatnya sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Ciomas, Koramil 12 Bantarkawung, Kodim 0713 Brebes langsung membuktikan kinerjanya dalam membantu kesulitan warga, dimana musim kemarau sangat kesulitan air bersih untuk dikonsumsi.


Yang dilakukan Kopka Hudayana, Babinsa Ciomas bergerak cepat dibantu dengan warga dalam membuat sumur resapan disungai untuk memenuhi kebutuhan di RW 02 yang memiliki 750 warga di Sungai Ciraja, Desa Ciomas, Kecamatan Bantarkawung, Brebes, Jawa Tengah kini sudah mencapai 90 persen saat dicek oleh Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Sapto Broto. Kamis (22/08/2024).






Dikatakan Kepala Desa Ciomas Poniran tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih pada KASAD yang telah memberikan bantuan pembuatan Sumur Resapan dan Pipanisasi untuk mendapatkan air bersih kapada warganya yang selama ini sangat membutuhkan.


“Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada bapak Kasad yang telah memberikan bantuan pembuatan sumur resapan dan pipanisasi kepada warga Ciomas sehingga warga kami mendapatkan air bersih yang selama ini diidam-idamkan”. tutur Poniran.


“Sekali lagi saya bersama warga Ciomas mengucapkan banyak-banyak terima kasih, dimana warga 750 lebih warga Ciomas bisa mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari”. Imbuhnya.


Sementara Dandim 0713 Brebes Letkol Inf Sapto Broto, S.E., M.Si mengatakan “Pembuatan sumur resapan ini sekitar menampung 7.000 liter dan disedot oleh pompa untuk dinaikkan ke atas sungai yang selanjutnya disambungkan instalasi pipanisasi Pamsimas Desa, sehingga ibu-ibu tidak lagi ambil dan antri turun disungai Ciraja, ini atas bantuan Kasad melalui Mas Bonek selaku Tim Pipanisasi TNI AD yang turun langsung kelapangan”. Paparnya.


“Air bersih di sumur resapan ini tidak akan habis bila diambil selama 24 jam, sehingga warga Ciomas tidak khawatir lagi akan kelangkaan air bersih”. tutur Dandim.


Program Air Bersih ini atas Inisiasi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. yang kita kenal dengan “TNI AD Manunggal Air”.  TNI-AD Manunggal Air sangat berkontribusi untuk Negeri, Selaras dengan semangat penyelenggaraan KTT World Water Forum (WWF) ke-10 tahun 2024 di Bali, yang mengambil tema “Air bagi kemakmuran bersama”, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD ) terus menggelorakan Program yang dikenal dengan nama TNI-AD Manunggal Air. Program Terobosan TNI-AD yang menitikberatkan pada upaya mengatasi kesulitan air bersih di seluruh wilayah Indonesia itu menjadi semakin relevan dan signifikan.


Dengan semboyan ‘TNI-AD bersama rakyat bersatu dengan alam untuk NKRI,’ program ini mencakup penyediaan air bersih melalui pemasangan hydraulic ram pump (hydram), sumur bor, dan penyaluran air gravitasi. Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan alasan mengapa TNI-AD tetap fokus pada penyediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, karena terekam dalam benaknya pada saat TNI-AD berlatih di berbagai wilayah, masih banyak dijumpai daerah yang sangat sulit untuk mendapatkan akses air bersih.  (Pen0713).

Rabu, 17 Februari 2021

Bantuan Air Bersih Dilakukan oleh Berbagai Yayasan di Brebes

 


Brebes - Respon cepat dilakukan oleh tim Kemanusiaan dan Relawan dari berbagai Yayasan dan Komunitas, diantaranya Brebes (Brebes Tebar Manfaat), Al-MuMarkaz Al-Itqon,Sedekah Jaya, Imam Syafi’i, Lembaga Dakwah Ak Furqon, Riyadhush Sholihin Tegal membagikan air bersih di berbagai tempat diwilayah kelurahan Brebes, Jawa Tengah. Kamis (18/02/2021).







Hal ini dilakukan pasca terputusnya 10 pipa transmisi milik Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Utama Jawa Tengah di wilayah Kalibakung, Kabupaten Tegal dan Sirampog, Kabupaten Brebes, warga Kabupaten Tegal dan Brebes mengalami krisis air bersih.


Kali ini warga Pesanggrahan di RT 08 RW 17, Kelurahan Brebes, hari ini menerima bantuan air bersih, mereka sudah enam hari ini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. 


Satu truk tangki air bersih didatangkan langsung dari Kota Cirebon Jawa Barat, dikarenakan jalur Kalibakung Tegal masih belum bisa dilalui kendaraan berat.


Ratusan warga menyerbu dengan mengantrikan ember hingga jeriken, warga harus rela antre hingga 2 jam dan berdesak-desakan untuk mendapatkan air bersih itu.


"Sudah enam hari hari ini warga kesulitan air bersih. Air PAM-nya belum mengalir. Tolong kepada pihak yang bertanggungjawab agar segera diselesaikan perbaikan pipa yang rusak," kata warga yang ikut mengantre air bersih, Rahmat (39).


“Kebutuhan air bersih sangat penting untuk masak dan minum. Sedangkan air sumurnya diandalkan untuk keperluan lain seperti cuci piring hingga mandi”. Tambahnya.


Teguh (35) juga mengungkapkan bahwa sudah empat hari belakangan ini harus membeli air bersih jirigen keliling untuk keperluan sehari-hari. “Yang tadinya 1 dirigen air bersih 4 ribu, kini harus membeli 8 ribu/jirigennya beli di pengecer”. Ungkapnya.


"Itu masih untung ada yang jual keliling, walaupun mahal 2 kali lipat harganya tetap kami beli karena butuh untuk masak dan minum" Imbuh Teguh.


Sementara itu, Ketua Yayasan Berteman Dede Yusuf atau Ciming (34) mewakili dari seluruh yayasan dan lembaga yang ikut andil dalam kegiatan berbagi air bersih ini mengatakan, pihaknya belum maksimal dalam memberikan bantuan droping air bersih karena luas wilayah dan keterbatasan armada truk tangki. Namun demikian, pihaknya berupaya terus menyalurkan bantuan air bersih semaksimal mungkin.


"Kami memesan air bersih ini dari Kota Cirebon dari kemarin (17/02) diantaranya sudah 4 truk tanki air bersih disalurkan, diantaranya Kelurahan Pasarbatang, Desa Sigambir dan Dukuh Sigempol Desa Randusanga Kulon”. Tutur Dede Yusuf.


“Esok paginya akan kami kirim juga sekitar 4 armada air bersih lagi yang akan diberikan dititik daerah yang sangat membutuhkan diantaranya di Gamprit dan Limbangan yang masuk dalam wilayah Koramil 01 Brebes”. Imbuhnya.


Harjo (32) Katua Yayasan Al Utqaan Peduli Brebes membenarkan bahwa keterkaitan kebutuhan air bersih pasca banjir ini, kami dari berbagai yayasan menjadi satu dalam upaya membantu meringankan beban masyarakat Brebes terutama air bersih. (Kujang).

Jumat, 01 November 2019

Warga Cangkaraung Bumiayu Sampai Bawa Panci Untuk Dapatkan Air Bersih BPBD Brebes



Brebes – Kekeringan, krisis air dan bantuan air bersih, adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat pada musim kemarau. Namun, akan menjadi hambar jika aspek ketiga yaitu sisi kemanusiaan kita mampu akan tetapi enggan melakukannya.



Seperti halnya apa yang dilakukan pihak BPBD Kabupaten Brebes, saat merespon keluhan masyarakat Dukuh Cangkaraung, Desa Pakujati, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terkena dampak kemarau yang berkepanjangan.

Dibenarkan Sertu Aneko, Babinsa Pakujati Koramil 09 Bumiayu Kodim 0713 Brebes bahwa, BPBD telah mendatangkan 6.000 liter air bersih atas rekomendasi pihaknya. Sebanyak 6.000 liter air bersih telah di droping ke wilayah desa binaannya sehingga disambut antusias oleh kurang lebih 400 orang. Bahkan ada yang membawa panci dan toples serta berbagai wadah hanya untuk menampung bantuan. 

“Saya mewakili warga masyarakat Pakujati mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian BPBD Kabupaten Brebes merespon bencana warga kami,” ucapnya mengapresiasi, Selasa sore (29/10/2019).

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dusun, Didi, bahwa bantuan 6 tandon air tersebut akan sangat bermanfaat bagi warganya untuk pemenuhan kebutuhan memasak dan minum beberapa hari kedepan.

“Terima kasih banyak dan semoga bantuan lainnya menyusul,” harap Didi.

Dari apa yang dilakukan tersbut, bukan perkara banyaknya, namun sedikit jika bermanfaat bagi orang lain adalah ibadah. (Aan)

Rabu, 25 September 2019

Krisis Air Bersih, Kagama Droping Air Bersih Ke Pulosari Pemalang


Pemalang – Krisis air bersih pada bulan kemarau ini, juga melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kecamatan Pulosari, Belik, Bodeh dan Bantarbolang, merupakan daerah yang mengalami krisis cukup parah.




Kagama (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) Kabupaten Pemalang, merespon salah satu wilayah yaitu Kecamatan Pulosari, untuk menyalurkan bantuan ribuan liter air bersih ke Desa Cikendung, Batur Sari dan Pagentaran.

Ketua Kagama Pemalang, Moch. Arief Setiawan mengatakan bahwa respon Kagama ini dihimpun dari anggota Kagama baik yang berdomisili di Pemalang maupun luar daerah.

"Semoga dengan kegiatan ini, dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mendasar berupa air," kata Arief di lokasi bakti sosial, Desa Cikendung, Pulosari.

Mendapatkan bantuan, warga masyarakat menyerbunya dengan membawa jerigen, ember dan galon air untuk menampungnya. Salah satu warga setempat yang turut mengantri air, Sri (60) menyatakan sangat berterima kasih atas kepedulian dari Kagama.

Sementara itu, Kepala Desa Cikendung, Slamet, juga mengapresiasi kepedulian Kagama dalam membantu warganya. (RedG/Aan)