Tampilkan postingan dengan label Dapat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dapat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2019

Warga Cangkaraung Bumiayu Sampai Bawa Panci Untuk Dapatkan Air Bersih BPBD Brebes



Brebes – Kekeringan, krisis air dan bantuan air bersih, adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat pada musim kemarau. Namun, akan menjadi hambar jika aspek ketiga yaitu sisi kemanusiaan kita mampu akan tetapi enggan melakukannya.



Seperti halnya apa yang dilakukan pihak BPBD Kabupaten Brebes, saat merespon keluhan masyarakat Dukuh Cangkaraung, Desa Pakujati, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang terkena dampak kemarau yang berkepanjangan.

Dibenarkan Sertu Aneko, Babinsa Pakujati Koramil 09 Bumiayu Kodim 0713 Brebes bahwa, BPBD telah mendatangkan 6.000 liter air bersih atas rekomendasi pihaknya. Sebanyak 6.000 liter air bersih telah di droping ke wilayah desa binaannya sehingga disambut antusias oleh kurang lebih 400 orang. Bahkan ada yang membawa panci dan toples serta berbagai wadah hanya untuk menampung bantuan. 

“Saya mewakili warga masyarakat Pakujati mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian BPBD Kabupaten Brebes merespon bencana warga kami,” ucapnya mengapresiasi, Selasa sore (29/10/2019).

Hal senada juga diungkapkan Kepala Dusun, Didi, bahwa bantuan 6 tandon air tersebut akan sangat bermanfaat bagi warganya untuk pemenuhan kebutuhan memasak dan minum beberapa hari kedepan.

“Terima kasih banyak dan semoga bantuan lainnya menyusul,” harap Didi.

Dari apa yang dilakukan tersbut, bukan perkara banyaknya, namun sedikit jika bermanfaat bagi orang lain adalah ibadah. (Aan)

Embi, Putra Anggota Korem 071 Wijayakusuma Dapat Emas Saat Kalahkan Malaysia Di Final Taekwondo Di Bali

Banyumas – Febryawan Primadhita Pamungkas alias Embi (8) putra ketiga sekaligus bungsu dari Lettu Infanteri Iwan Setiawan, Perwira Urusan Penerangan Korem 071 Wijayakusuma, juga berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Taekwondo International Championship 2019 yang digelar di Gor Purna Krida, Provinsi Bali, 25-27 Oktober 2019.



Murid kelas 3 SDN Abdi Negara, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini, berhasil menjadi juara pertama kyorugi/sparring di kelas under 24 kilogram, setelah mengalahkan kontestan asal Negara Malaysia (pelindung kepala merah) dengan skor 20-8. Hal ini dibenarkan Lettu Iwan melalui pesan whatsapp, Senin (28/10/2019).

“Walaupun terkena beberapa tendangan di kepala, namun Embi berhasil menjatuhkan lawannya sampai dua kali,” ucapnya.

Dikatakannya juga, prestasi Embi sebelumnya adalah peraih medali emas tingkat nasional Taekwondo Piala Kapolri di Cibubur, Kota Depok, Jabar, yang di gelar di Gor POPKI pada tanggal 14-15 September 2019 bulan lalu.

Sebagai orang tua, dirinya merasa bangga atas prestasi anaknya tersebut, karena tak hanya mewakili Kabupaten dan Provinsinya saja, namun Indonesia.

Ditambahkannya, pertandingan selanjutnya adalah kejuaraan Taekwondo Walikota Bandung Cup yang akan digelar pada bulan Desember ini dan Jakarta International Cup, tahun depan (Januari-Februari 2020).

Tak lupa ia mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan dari seluruh pihak terhadap anaknya, termasuk guru, para pelatih di Taekwondo Bandung Intens (TBI) serta pihak lainnya. Inilah sosok yang dapat menjadi panutan bagi para pelajar lainnya dalam bidang beladiri. (Andy/Aan)

Karena Sarang Burung Hantu, Babinsa Bumiayu Brebes Dapat Penghargaan Dari Danrem 071 Wijayakusuma


Brebes – Babinsa Kodim 0713 Brebes dari Koramil 09 Bumiayu, Sertu Eko Nuhyoto, telah menerima penghargaan sebagai salah satu dari sepuluh orang Babinsa inspiratif di jajaran Korem 071 Wijayakusuma, yang berhasil membantu mengatasi kesulitan masyarakat di desa binaannya.



Eko Nuhyoto mendapatkan penghargaan dari Danrem, Kolonel Kavaleri Dani Wardhana, di Lapangan Upacara Makorem, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan upayanya yaitu pembuatan sarang/rumah burung hantu (strix seloputo) untuk menanggulangi hama tikus sawah (rattus argentiventer). Hal ini dibenarkan Danramil, Kapten Infanteri Ngadino, Senin malam (28/10/2019).

Ke-10 Babinsa lainnya meliputi Sertu Sarino Babinsa Koramil 08 Kodim 0701 Banyumas dalam mengembangkan pupuk organik cair untuk meningkatkan hasil pertanian, Pelda Margiono Babinsa Kodim 0702 Purbalingga, yang berhasil dalam pemanfaatan limbah kayu untuk pembuatan stik es krim.

Selanjutnya Serka Slamet, Babinsa Kodim 0703 Cilacap dalam bidang peternakan bebek full intensif kandang kering modern, Serma Lismadi, Babinsa Kodim 0704 Banjarnegara dalam pembuatan tanaman organik rotan untuk meningkatan hasil pertanian. Serma Jasmadi, Babinsa Kodim 0710 Pekalongan yang berhasil menjadi inovator pendidikan karakter di SMUN 1 Kajen, Serma Basuki, Babinsa Kodim 0711 Pemalang yang berhasil dalam inisiator rekruitmen TNI/Polri dan sekolah kedinasan.

Sertu Darsin, Babinsa Kodim 0712 Tegal yang berhasil memotivasi masyarakat untuk mengikuti KB pria, Serka Ari Cipto, Babinsa Kodim 0736 Batang sebagai motivator Wawasan Kebangsaan, serta Serka Yatiman, Babinsa Kodim 0703 Cilacap sebagai motivator pembinaan karakter anak usia dini melalui Perpustakaan Keliling Delman/Andong.

Sementara dalam acara tersebut Danrem mengatakan bahwa, sangatlah pantas pihaknya memberikan penghargaan kepada para Babinsa yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik dalam berbagai bidang di wilayah binaannya.

Atas nama Korem 071 Wijayakusuma, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para Babinsa yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi dalam melaksanakan tugas di wilayah binaannya dengan baik,” katanya.

Ditambahkannya, apa yang dicapai oleh para Babinsa dalam mempelopori dan mengembangkan daya imajinasi dan kreatifitasnya, sangat membantu mengatasi kesulitan masyarakat di sekelilingnya. Hal tersebut diharapkannya dapat memberikan motivasi kepada para Babinsa lainnya di 9 Kodim jajaran.

“Kepada para Dansat (Dandim), agar terus memotivasi semangat kerja kepada Babinsa jajarannya, berikan suatu penghargaan jika mereka berprestasi,” pungkasnya. (Didi/Aan)

Jumat, 13 September 2019

Kapendam : Tindakan Represif Karena Warga Tidak Bisa Dikendalikan

Semarang - Anggota TNI gabungan dari Kodim 0709/Kebumen dan Yonif 403/WP yang sedang mengamankan pekerjaan pemagaran aset TNI AD terpaksa bertindak represif terhadap aksi demo yang dilakukan ratusan warga yang menolak pemagaran Lapangan Tembak Dislitbangad, Rabu (11/9/2019).

Hal tersebut dibenarkan Kapendam IV/Diponegoro Letkol Kav Susanto, S.I.P, M.A.P., melalui sambungan telepon. 

Diterangkan Kapendam, kejadian itu bermula dari adanya pengerjaan proyek pemagaran tahap III  areal Lapbak Dislitbangad yang berlokasi di  Desa Brencong, Kec. Buluspesantren Kab. Kebumen. Pada saat yang sama datang masyarakat yang mengaku memiliki tanah tersebut, namun tidak mempunyai surat kepemilikan yang sah. 

Kegiatan pemagaran yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro adalah untuk mengamankan aset negara. Selain itu, juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena area tersebut merupakan daerah latihan atau tepatnya lapangan tembak. Namun demikian masyarakat tetap diperbolehkan untuk menggarap lahan tersebut dengan catatan tidak boleh mengklaim bahwa tanah tersebut merupakan tanah miliknya sampai dengan ada keputusan lebih lanjut, imbuhnya.

“Perlu diketahui, berdasarkan Surat DJKN Kanwil Prov. Jateng Nomor S-825/KN/2011 tanggal 29 April 2011 tentang Penjelasan bahwa tanah kawasan latihan TNI seluas 1.150 HA diperoleh dari peninggalan KNIL tahun 1949. Saat ini tanah tersebut sudah masuk daftar Barang Milik Negara dengan Nomor Registrasi 30709034, jadi bukan milik warga”, tandasnya

Adanya pengusiran warga yang dilakukan oleh aparat dengan tindakan keras di lapangan karena masyarakat tidak mau meninggalkan area tersebut dengan cara baik-baik (persuasif). Masyarakat sudah tidak bisa dikendalikan dan cenderung berbuat anarkis, maka terjadilah tindakan represif agar warga dapt meinggalkan lokasi, imbuhnya.

“Apa yang dilakukan TNI semata-mata melaksanakan perintah yang tertuang dalam PP No 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara. Jadi apa yang dilakukan TNI adalah kontitusional”, tegasnya.

Kapendam juga menegaskan, bahwa tindakan yang dilakukan Kodam IV/Diponegoro tetap mengedepankan tindakan persuasif dengan memaksimalkan mediasi dan mengajak masyarakat untuk duduk bersama menyelesaikan masalah tersebut.

Saat ini pekerjaan pemagaran untuk sementara dihentikan, tetapi kami minta masyarakat juga menghentikan aktivitasnya di sekitar area Lapbak.  Apabila masyarakat merasa memiliki kepemilikan lahan secara sah, silahkan menuntut jalur hukum di pengadilan, pinta Kapendam.

Mengenai adanya korban yang terjadi baik di pihak aparat maupun masyarakat, sampai saat ini masih di crosscheck oleh petugas kami di lapangan, pungkasnya.(pendam/penrem/pendim0713)

Senin, 09 September 2019

Karateka Cilik Dojo Kodim Dapat Penghargaan Di Haornas Brebes 2019

Brebes – Dalam perayaan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) Ke-36 Tahun 2019, puluhan atlet muda yang berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Brebes di tingkat provinsi, mendapatkan penghargaan dari Pemkab dan Koni Brebes.



Tampak Alya Khoirunnisa (7) putri bungsu dari Simpai Agus Supramono (48), Pelatih Karate Dojo Kodim 0713 Brebes dan salah satu Jurnalis Semarang TV, adalah salah satu anak yang mendapatkan penghargaan.

Tampak bocah yang juga merupakan kohai/murid karate dari dojo Kodim tersebut, menerima penghargaan dari Kapolsek Brebes, AKP Harti, yang disaksikan Bupati, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, di Stadion Karang Birahi Brebes. Senin (9/9/2019).

Dibenarkan pelatih sekaligus ayah, Simpai Agus Supramono, bahwa putrinya telah berhasil menyabet juara pertama kelas pra usia dini kumite karate 25 kilogram putri dalam kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Tengah atau Piala Pangdam IV Diponegoro 2019 (4/8) di event yang digelar oleh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) di Kota Semarang.

“Sebelumnya Alya juga telah mendapatkan penghargaan dari Bupati Brebes saat acara sarasehan di Pendopo Kabupaten (17/8) dalam peringatan HUT ke-74 RI,” ucapnya.

Beberapa prestasi lainnya yang dicapai murid SDN 08 Brebes ini meliputi Juara 3 Piala Kapolres Brebes 2019, Juara 1 Kejurda Gokasi Jateng 2019, Juara 2 Piala Dandim 0713 Brebes 2018 serta Juara 3 Kejurnas Gokasi di Jakarta 2018.

“Selaku pelatih, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah dan Koni, serta Kodim, karena terus mendukung para generasi duta olahraga Kabupaten Brebes,” tandasnya.

Selain Alya, Intan Wira Cahya (14) murid kelas 3 SMPN 2 Brebes, putri dari Provost Kodim 0713 Brebes, Sertu Sudarwanto, juga mendapatkan penghargaan karena telah dan uang pembinaan melalui Kompol Warsidi, Analis Kebijakan Polres Brebes, sebagai juara ketiga cabor taekwondo kelas 53 kilogram, ajang Popda Jateng tingkat SMP sederajat tahun 2019 yang digelar di kota yang sama pada 18-21 Maret lalu, mewakili Brebes berlaga dengan 34 Kota dan Kabupaten se-Jateng.

Sebelum pemberian penghargaan, dilakukan senam pagi massal yang dipandu instruktur senam dari Sanggar Monalisa Studio Dance Brebes, Noersya Oktora. (Aan)