Tampilkan postingan dengan label Bangun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangun. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2024

Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Warga, Babinsa 13/Salem Bergotong Royong Bangun Pos Siskamling

 Brebes -Guna menciptakan dan menjaga keamanan secara utuh di wilayah binaanya, maka seorang babinsa harus bisa bersinergi dengan semua pihak yang terkait baik itu dari Kepolisian, aparat desa tokoh agama, adat dan masyarakat di lingkungan setempat.


Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Koramil 13/ Salem Kodim 0713/Brebes Korem 071/Wijayakusuma, Serma Wasim  bersama masyrakat bergotong royong bahu membahu membangun Pos Siskamling diwilayah binaanya Rt. 01 Rw 02 kampung nyegog desa  bentar kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Jateng. Minggu(10/03/2024)






Disela kesibukanya serma Wasim  menjelaskan, “Pembangunan pos siskamling ini salah satu bentuk kepedulian kita, guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga. Disamping meningkatkan keamanan wilayah, pembuatan pos kampling ini juga berfungsi sebagai posko siaga dalam mengantisipasi musim hujan dimana intensitas hujan akhir- akhir ini sangat tinggi.  


Ditambahkan Kadus kampong nyegog bapak Karwa (50).” Warga sangat antusias dan semangat dengan diadakanya pembuatn pos ronda, (Pos Siskamling) apa lagi dikerjakan secara bergotong royong, karena gotong royong merupakan budaya bangsa Indonesia yang telah berlangsung secara turun temurun dari leluhur, dengan bergotong royong semua pekerjaan yang dilakukan terasa ringan. disamping itu pula gotong royong dapat mempererat hubungan silaturahmi antara babinsa dan masyarakat," ungkapnya.



Babinsa juga  menyampaikan pesan, keamanan dan ketertiban agar ditingkatkan apa lagi sebentar lagi menjelang bulan ramadhan dirinya tidak ingin di wilayah binaanya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan dalam menjalankan ibadah puasa juga lebih khusyuk, dengan dibangunya pos siskamling warga bisa memanfaatkan sesuai fungsinya dan kedepan kegiatan ronda malam agar digiatkan dengan membuat jadwal ronda. Tutup Serma wasim (Pen0713)

Minggu, 14 Juni 2020

Gubuk Sering Terendam Rob Pesisir Brebes, Warga Randusanga Kulon Bangun Gubuk Baru


Brebes – Patut diacungi jempol kepedulian masyarakat Desa Randusanga Kulon RT. 05 RW. 02, Kelurahan Brebes, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk merelokasi Mbah Rukilah (80), Lansia sebatang kara yang juga terdampak rob di pesisir Brebes (2/6) setinggi 30-50 centimeter.





Disampaikan Kastiman (45), gubuk reyot milik Rukilah yang berukuran 3 x 2,5 meter dan terletak di tanah tambak milik Ketua RT setempat, tak luput terendam air pasang laut dengan bau tak sedap dan ditambah sampah yang terbawa air.

“Rumah Mbah kita pindahkan di tanah milik keponakannya yaitu Pak Amin yang berada tidak jauh dari tempatnya saat ini, dengan swadaya warga setempat,” bebernya, Jumat (12/6/2020).

Menurutnya juga, upaya tersebut karena gubuk nenek tersebut sempat terendam banjir musiman (Mei-Juni) setinggi 50 centimeter sehingga perabotan rumahnya mengapung.

“Kami membangun rumah Mbah Rukilah dengan ukuran 3 x 3 meter di tanah yang lebih tinggi milik keponakannya karena beliau tidak punya tanah. Untuk atap dari asbes dan dinding kalsiboard,” tandasnya.

Untuk pekerjaan selanjutnya adalah plesterisasi lantai dalam dan teras rumah dan pembuatan jembatan depan rumah dari bambu. Sedangkan untuk keperluan MCK, sementara menumpang di rumah keponakannya tersebut.

Tampak Kastiman, salah satu warga setempat yang sedang menukangi gubuk Rukilah juga mendapatkan bantuan Sembako Jumat Berkah dari Kodim 0713 Brebes, yang diperuntukkan bagi para korban rob di Desa Randusanga Kulon dan sejumlah pengemis di Brebes kota.

Atas bantuan Sembako tersebut, Kastiman mewakili Rukilah dan tetangga lainnya mengucapkan terima kasih kepada TNI.

Sekedar diketahui, bantuan serupa sebelumnya juga diberikan oleh Yayasan Berteman Brebes dan Kodim Brebes untuk meringankan beban sang nenek sehari pasca rob (3/6).

Mbah Rukilah berprofesi mencari dan mengumpulkan barang-barang bekas dan dijual kepada pengepul untuk kebutuhan hidupnya. Ia tak enak hanya bergantung dari belas kasihan para tetangganya.

Nenek tersebut selama ini bertahan hidup di atas kasur keras dengan dipan yang reot di dalam gubuk yang sudah miring hampir roboh.

Untuk rencana relokasi dari Pemkab Brebes yang akan membangun rusunawa, warga berharap Mbah Rukilah juga termasuk penerima manfaat.

Sedangkan untuk penanganan rob, Pemkab juga telah menganggarkan kurang lebih Rp. 500 miliar untuk membangun tanggul penahan rob di 5 kecamatan di pesisir Kabupaten Brebes, yakni Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Kecamatan Brebes. Hal ini disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti saat meninjau lokasi banjir pada Mei 2020 lalu. (Aan)

Senin, 20 April 2020

TNI, Polri dan Pemda Brebes Bangun Dapur Lapangan Peduli Covid-19


Brebes – TNI, Polres Brebes bersama Pemerintah Kabupaten Brebes (Pemda) membuka dapur lapangan untuk menyiapkan  makanan bagi warga yang terdampak covid-19 di wilayah Brebes. makanan berupa nasi bungkus ini kemudian dibagikan kepada sejumlah warga menengah kebawah dan juga yang berada di beberapa kecamatan diantaranya Brebes, Wanasari, Jatibarang, Tanjung dan Bulakamba serta Losari. Senin (20/04/2020).













Dapur lapangan ini berada di halaman Mapolres Brebes dengan menyiapkan makanan siap saji (kotak) sebanyak 1.500 nasi kotak.

Makanan berupa nasi, telur, mie, oseng kacang dan tempe dan sayur serta buah-buahan ini selanjutnya akan dibagikan secara simbolis oleh Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto kepada para Kapolsek bersama dengan anggota Kodim 0713 Brebes dihalaman Mapolres yang selanjutnya dibagikan kepada warga.

“Dengan mengucapkan terima kasih syukur kepada Allah Subhana Wa Ta'ala karena bahwasanya pada pagi hari ini kita diberikan kesehatan pelindungan dan semangat yang luar biasa sehingga kita bisa berkumpul di halaman Mapolres Brebes ini, Kenapa saya katakan bersyukur karena situasi saat ini kita lagi terkena dampak virus corona sehingga kita patut bersyukur di wilayah brebes sampai saat ini tidak ada yang positif corona dan mudah-mudahan seterusnya kita tidak ada yang terkena covid-19”. Papar Kapolres.

“Tentunya banyak yang cukup merasakan terutama masalah masyarakat yang golongan menengah ke bawah banyak sekali sekarang pekerja yang sudah putus kerja maupun pedagang. Sehingga kita perlu peduli kepada mereka mereka semua oleh sebab itu hari ini kita melaksanakan kegiatan memasak bersama di dalam dapur lapangan dengan membagikan 1.500 nasi bungkus kepada rekan-rekan kita yang membutuhkan” Imbuhnya.

“Sasaran kita pengemudi ojol, tukang becak dan fakir miskin di lingkungan kita dan nanti juga akan kita bagi juga kepada seluruh Polsek yang ada di wilayah kabupaten Brebes. Semoga diberikan amal barokah oleh Allah subhanahu wa ta'ala” Sambut Kapolres diakhir pembagian nasi kepada Kapolsek.

Setelah dibagikan kepada seluruh Kapolsek yang hadir, kendaraan yang membawa nasi tersebut menuju sasaran wilayah masing-masing dengan dibantu TNI Kodim 0713 Brebes. (Utsm).

Kamis, 02 April 2020

Kodim 0713 Brebes Bangun Pos Kamling Di Linggapura Tempat TMMD Sengkuyung



Brebes - Adalah Pos Kamling yang selalu dibangun oleh personel TNI. Di program fisik yang merupakan ciri khas tersendiri dalam pelaksanaan TMMD.


Sedikitnya satu unit Pos Kamling sudah pasti dibangun di setiap lokasi pelaksanaan TMMD. Seperti yang terjadi pada TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2020 di Dukuh Balikambang Desa Linggapura Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Satu unit Pos Kamling dibangun di dukuh yang lokasinya cukup terpencil itu dengan bangunan panjang 5 meter dan lebar 3 meter. Kamis (02/04/2020).

Pos Kamling di setiap TMMD, selain difungsikan sebagai pusat sistem pengamanan keliling, Pos Kamling juga sebagai salah satu sarana menggelorakan lagi semangat gotong-royong antar masyarakat.

Tidak dipungkiri, di beberapa kondisi dan ruang tertentu, semangat gotong-royong masyarakat sedikit memudar. Lunturnya semangat gotong-royong, juga menjadi salah satu ancaman lunturnya sikap simpati dan empati antar masyarakat.

Pembangunan Pos Kamling dalam pelaksanaan TMMD merupakan bagian dari usaha TNI memancing gotong-royong dalam menjaga keamanan lingkungan. Budaya seperti ini yang diyakini akan menjadi salah satu perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk.

Pasiter Komandan Kodim 0713 Brebes Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, mengungkapkan, tujuan lain dari didirikannya Pos Kamling adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kepedulian terhadap pengamanan lingkungan secara swakarsa.

“Beberapa tujuan TMMD di antaranya adalah mengabdikan diri kepada mayarakat, membantu Pemda membangun infrastruktur di pedesaan, mengampanyekan kembali budaya gotong-royong dan memberikan edukasi masyarakat tentang pentingnya pengamanan bersama lingkungan. Oleh karena itu dibangun Pos Kamling,” terang Dandim.

Masyarakat pun meresponsnya dengan baik. Mereka menjadikan Pos Kamling tersebut sebagai ajang kumpul-kumpul sambil menjaga keamanan lingkungan. Jika sudah begitu, potensi dan peluang gesekan antar masyarakat menjadi kecil. Kerukunan masyarakat mudah sekali terwujud. Tutur Pelda Ibrohim Babinsa Linggapura.

Di Dukuh Balikambang Desa Linggapura yang merupakan sasaran TMMD Sengkuyung, pembangunan Pos Kamling baru saja dimulai. Progres pengerjannya pun belum banyak, baru 35 persen. Namun, seluruh personel yang terlibat dalam TMMD tersebut selalu meyakini Pos Kamling itu akan menjadi salah satu sarana gotong-royong masyarakat pedesaan.

”Pos Kamling ini di bangun dengan fungsi, sebagai sarana untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan. Mudah-mudahan masyarakat semakin menyadari akan pentingnya keamanan lingkungan,” Tambah Pelda Ibrohim. (Utsm).

Minggu, 01 Desember 2019

TNI Bantu Bangun Akses Utama Desa Kaliloka-Plompong Sirampog Brebes


Brebes – Pasca putusnya jalan utama penghubung antara Desa Kaliloka-Plompong, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (23/11) pukul 23.00 WIB, puluhan orang gabungan membuat jalan darurat. Minggu (24/11/2019).








Akses tersebut putus total sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Panjang longsoran kurang lebih mencapai 25 meter dengan  lebar 8 meter dan kedalaman 15 meter.

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa sebanyak 75 orang yang terdiri dari pihak BPBD Brebes, perangkat desa dan masyarakat setempat, Koramil, Polsek, Dinas PU Kecamatan Bumiayu, anggota Kokam, serta para relawan lainnya.

“Adapun sasaran yang dikerjakan dalam gotong royong antara lain membuat jalan darurat sepanjang 30 meter dan lebar 3 meter dengan memangkas tebing persawahan serta pembersihan rumput dan semak belukar,” terangnya.

Dikatakannya juga, pembuatan akses tersebut untuk memperlancar transportasi anak sekolah dan masyarakat menuju ke Kecamatan Bumiayu.

Dijelaskannya juga, selain merenggut jalan utama, longsor juga menelan lahan sawah milik Aro (50) petani asal Dukuh Karang Dadap RT. 05 RW. 01, Kaliloka, di Dukuh Manggis RT. 04 RW. 01, Kaliloka (lokasi bencal).

Kronologi kejadian bermula pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Sirampog malam itu juga. Police line juga telah dipasang di sekitar lokasi tersebut untuk memperingatkan warga serta pengendara yang akan melintas.

“Kami juga menghimbau kepada warga masyarakat agar tidak mendekati lokasi untuk mencegah korban jiwa jika terjadi longsor susulan,” tegasnya.

Kepala Desa, Nanang Hakim, juga membenarkan kejadian yang lokasinya berjarak kurang lebih 50 meter dari pengerjaan Jembatan Plompong yang sedang dibangun karena pada awal 2019 (21/1) lalu, juga putus total terbawa banjir bandang.

“Pasokan material yang dibawa armada pengangkut untuk pembangunan Jembatan Plompong juga terganggu karena jalan tidak bisa dilewati,” ucapnya.

Ditambahkannya, tanah sebelumnya retak-retak karena kekeringan saat musim kemarau, ditambah di lokasi merupakan dengan kontur tanah rawan longsor. Ia berharap kepada pemerintah untuk segera memberikan penanganan.

Tidak ada korban jiwa, kerugian materiil juga belum bisa ditaksir atas putusnya infrastruktur tersebut. (Aan)

Jumat, 15 November 2019

Pembangunan Lapangan Tembak Amunisi Tajam Di Brebes, Progres Penguatan Tanggul


Brebes – Pembuatan lapangan tembak Kodim 0713 Brebes terus dilakukan di bekas lapangan terbang milik TNI Angkatan Darat seluas 11,6 hektar, yang terletak di Jalan Raya Pejagan-Bumiayu, wilayah Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.





Lapangan ini terletak kurang lebih 1,5 kilometer ke arah utara dari tugu perbatasan Kabupaten Brebes-Tegal, di jalan tersebut.

Tampak sejumlah anggota Kodim dipimpin Bintara Operasi, Pelda Abdul Kholik, sedang memasang ban bekas yang akan difungsikan sebagai tanggul sasaran tembak. Jumat (15/11/2019).

Dijelaskannya, pembuatan lapangan tembak sebelumnya mulai dikerjakan pada Maret 2018 dengan pembuatan tanggul setinggi 4 meter melingkar sejauh 100 meter, dengan tanah urug.

“Kami melakukan penebalan tanggul lesan tembak yang berdiameter 6 meter, dengan menggunakan ban bekas. Kedepan tanggul akan lebih lebar lagi menjadi 8 meter,” jelasnya.   

Dikatakannya juga, selain penebalan nantinya direncanakan juga akan dilakukan peningkatan ketinggian tanggul lesan tembak menjadi 8 meter. Ini merupakan langkah pengamanan kegiatan menembak, sehingga proyektil peluru tidak menembus tanggul lesan dan membahayakan masyarakat.

“Untuk ban bekas yang akan dipasang direncanakan kurang lebih 2.000 buah atas instruksi dari Dandim,” imbuhnya.

Ditambahkannya, untuk lebar sayap kanan-kiri tanggul adalah 4 meter. Lapangan tembak ini kedepan akan menjadi sarana latihan bagi anggota Kodim dalam memelihara dan meningkatkan kemampuan menembak. Pun juga dapat digunakan oleh pihak lainnya seperti Polres dan Perbakin Brebes maupun KONI dalam pembinaan atlet petembak.

"Yang jelas kita memanfaatkan lahan untuk dibangun menjadi lapangan tembak sehingga suatu saat barangkali dapat memfasilitasi kejuaraan menembak di Brebes,” pungkas Abdul Kholik.

Sekedar diketahui, selama ini pihak Kodim meminjam penggunaan Lapangan Tembak Yonif 407 Padmakusuma, Jalan Raya ujungrusi, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Hal yang sama juga dilakukan Polres Brebes selain menggunakan lapangan tembak milik Polres Slawi, Tegal. (Aan)

Rabu, 02 Oktober 2019

Pembangunan Berbagai Akses Kesejahteraan Masyarakat Jipang Brebes Diresmikan Bupati


Brebes – Pembangunan infrastruktur umum masyarakat di Desa Jipang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang telah dinantikan selama ini akhirnya diresmikan oleh Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH, selama 30 hari ke depan.





Tampak Idza membuka secara simbolis program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III TA. 2019, di lapangan desa setempat, dengan pemukulan kentongan, penyerahan alat peralatan kerja serta penandatanganan notulen TMMD. Rabu (2/10/2019).

Selain melibatkan lintas sektoral/instansi, program pemerintah yang di swakelola oleh Kodim ini, juga melibatkan masyarakat sebagai objek pembangunan.

Adapun sasaran fisiknya adalah pembangunan 5 unit jembatan dengan lebar 4 meter dan masing-masing panjangnya adalah 6 meter, 8 meter 2 unit serta 10 meter 2 unit. Juga 4 unit plat deker dengan volume masing-masing 4 x 1,2 meter, makadam 750 meter lebar 3 meter serta rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 5 unit.

Dibenarkan Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, bahwa pengerasan makadam juga dibarengi dengan upaya pengawetannya. Yaitu, pembuatan talud di 3 ruas/titik meliputi, ruas I sepanjang 39 meter tinggi 0,5-3 meter, ruas II panjang 47 meter tinggi 1 meter dan ruas III panjang 30 meter tinggi 3 meter.

Untuk anggaran yang digelontorkan pemerintah yaitu sebesar 1,46 miliar yang bersumber dari APBD Fisik Kabupaten Brebes I dan II TA. 2019.

Untuk jembatan dan makadam yang sedang dibangun, akan menjadi akses pendekat masyarakat Dukuh Cilinduk menuju pusat desa, Jipang. Pengerasan jalan dilakukan mulai dari ujung jembatan pertama sampai dengan jembatan terakhir. Sasaran utama ini akan menjadi pondasi bagi pekerjaan pengaspalan/betonisasi pada pembangunan pemerintah selanjutnya.

Inilah upaya pemerintah yang disinergikan dengan TNI sebagai pemangku teknis pembangunan, dalam pemerataan pembangunan di wilayah Kota Bawang atau Kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. (Aan)

Selasa, 27 Agustus 2019

Badan Jalan Menuju Pemakaman Salem Brebes Di Bangun

Brebes – Puluhan warga masyarakat Desa Gununglarang, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, gugur gunung membuat badan jalan menuju pemakaman desa setempat. Selasa (27/8/2019).




Tampak Kepala Desa, Daop Edi Sutrisno, bersama Babinsa setempat dari Koramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes, Serka Wasim, memimpin 20 orang penduduk membuat jalan dengan volume panjang 275 meter dan lebar 1,5 meter, dengan menggunakan sumber anggaran Dana Desa TA. 2019.

Dijelaskan Babinsa, bahwa pendampingan karya bakti yang dilakukannya adalah sebagai motivasi kepada masyarakat.

“Kegiatan ini dimulai pada hari Senin tanggal 26 Agustus 2019. Hari ini melanjutkan kembali pekerjaan kemarin,” ucapnya.

Sementara dibenarkan Daop Edi Sutrisno, bahwa masyarakatnya sangat membutuhkan akses menuju tempat pemakaman dusun, yang sebelumnya melewati sela-sela perkebunan penduduk.

Untuk badan jalan yang dibuat, sebelumnya sudah melalui musyawarah Desa, warga yang memiliki lahan dan tanaman terdampak yang ditebang, dengan ikhlas dan menyambut baik demi kepentingan bersama. Pasalnya, walaupun pemilik kebun mengalami pengurangan 1,5 meter lahannya, namun kedepan dengan akses tersebut akan meningkatkan harga ekonomis tanah di kanan kiri jalan.

Ditambahkannya, jalan yang sedang dibangun itu, makadam Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 535,5 meter dengan lebar 2,5 meter, ditambah jalan yang akan di makadam sepanjang 1,5 kilometer dalam pengajuan TMMD 2019.

Ini akan menjadi akses utama penduduk Dusun/Desa Cimanggu sejumlah 29 KK yang akan direlokasi pemerintah kecamatan setempat pasca bencana alam nasional tanah longsor di Desa Pasir Panjang yang menelan 18 jiwa penduduk Kecamatan Salem, pada 22 Februari 2018 lalu, dan tanah bergerak di titik Gununglarang yang mengancam penduduk tersebut.

“Saat ini ada 5 KK yang telah mendiami Dusun Cimanggu. Jika akses sudah jadi maka 29 KK lainnya yang saat ini menumpang di sanak saudara akan menyusul,” terangnya. (Aan)

Minggu, 14 Juli 2019

Bangun Karso Desaku Yang Kucintai

Brebes - Membangun bukan berarti membuat gedung setinggi langit, seperti yang dilakukan oleh Babinsa Serda Suparno Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes melaksanakan gotong royong bersama warga Desa Banjaran, KecamatanSalem, Kabupaten Brebes, Senin (15/7/19).

 

“Bangun Karso Desaku Yang Kucintai”, itu semangat yang dipakai Serda Suparno kepada warganya untuk selalu guyub dalam berbagai macam kegiatan di desanya. Kata Suparno.

 

Hari ini pembuatan talud irigasi sawah sepanjang 100 meter, lebar 60 cm dan kedalaman 70 cm bersama dengan Kepala Desa Banjaran Kustanto serta warga mewujudkan impian petani di sekitar jaringan irigasi dengan membuat talud secara bersama-sama di Persawahan Kadus 4 Blok Binuang.

 

“Semoga apa yang dilakukan kami saat ini nantinya anak dan cucu kita bisa menikmati apa yang kami lakukan” Tutur Kepala Desa.

 

Tampak dalam gambar Serda Suparno memikul batu bersama warga guna memberikan semangat agar impian yang selama ini diinginkannya terwujud. (Utsm)