Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Wanasari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kecamatan Wanasari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2019

Kasro Pemancing Ikan Dapat Mayat Di Sungai Pemali Brebes

Brebes – Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung pinggir Kali Pemali Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Siasem RT. 09 RW. 07, Kecamatan Wanasari. Hal ini dibenarkan Serma Ujang, Bintara Penerangan Kodim 0713 Brebes, yang merupakan warga setempat, Kamis petang (22/8/2019).









Dijelaskannya bahwa, jenazah yang mengapung pertama kali dilihat oleh tetangganya, Kasro Bin Siku (50) petani RT. 10 RW. 08 dan Wanan Bin Sarill (45) petani RT. 09 RW. 07, sekitar pukul 17.30 WIB.

“Jasad ditemukan oleh Pak Kasro yang sedang memancing di pinggir sungai karena tersangkut mata pancingnya. Dikira mendapatkan ikan besar maka ia pun menggulung tali pancing, dan ternyata ada jenazah yang tersangkut mata kail pada bagian kaki,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kasro bersama Wanan segera melapor ke Polsek dan Koramil 03 Wanasari, pada kesempatan pertama. Petugas segera mendatangi lokasi dan segera menghubungi Tim Sar dan pihak BPBD Kabupaten untuk evakuasi.

“Ciri-ciri mayat perempuan adalah bertinggi badan sekitar 160 centimeter, berumur kurang lebih 30 tahun, memakai celana pendek loreng dengan baju putih dan jaket abu-abu serta memakai kerudung,” terangnya di lokasi.

Jenazah berhasil diangkat oleh petugas bersama masyarakat pada pukul 18.45 WIB dan kemudian dibawa ke Polsek guna penyelidikan lebih lanjut.

Ditambahkannya, bahwa fungsi media adalah sebagai penyampai informasi ke publik dengan harapan jenazah dapat diketahui oleh pihak keluarga yang merasa kehilangan salah satu anggotanya. (Aan)

Selasa, 28 Mei 2019

Bocah Jagalempeni Tewas Tenggelam, Terseret Arus Kali Pemali Brebes

Brebes – Adalah Ardan Amaluki, bocah 13 tahun yang tenggelam di Kali Pemali di Desa Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes saat mandi bersama 4 orang temannya, ditemukan Tim SAR bersama warga dalam pencarian selama satu jam lebih. Selasa (28/5/2019).

Menurut sumber yaitu Danramil 03 Wanasari, Kapten Infanteri Turiman, Almarhum yang tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan pada pukul 15.10 WIB sekitar 20 meter dari lokasi hanyut saat mandi.

“Almarhum Ardan Amaluki terperosok ke bagian tengah Kali Pemali yang dalam dan tenggelam karena tidak bisa berenang,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, melihat Ardan tenggelam, keempat temannya panik dan segera menepi untuk melaporkan kejadian kepada Ketua RT serta perangkat desa lainnya.

“Kejadian sudah ditangani pihak Polsek Wanasari. Dari kejadian ini sangat penting memberikan edukasi kepada anak-anak tentang bahaya bermain di sungai berarus serta tak kalah penting adalah mengajarinya berenang sejak dini,” imbuhnya. (Aan Brebes).

Senin, 15 April 2019

PPL, POPT dan Babinsa Dampingi Petani Proteksi Padi dari Hama WBC

Brebes – Gerdal (Gerakan Pengendalian) hama Wereng Batang Coklat (WBC) yang rentan terjadi pada periode tanam Oktober 2018-Maret 2019, dilakukan Gapoktan Mekar Jaya Desa/Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes di areal persawahan seluas 20 hektar. Selasa (16/4/2019).



Dikatakan Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Radi, Spt bahwa, pihaknya bersama para Babinsa Koramil 03 Wanasari Kodim 0713 Brebes dan Koorpro Ismail Marjuki, melakukan pendampingan sebagai langkah dalam menjaga capaian luas panen dengan memitigasi risiko serangan hama padi milik pelaku utama pertanian/petani.

Dikatakannya, “Penggunaan pestisida kimia secara berlebihan akan meningkatkan populasi hama. WBC akan resistensi dan resurgensi jika pengetahuan petani terhadap siklus pemberantasannya kurang,” ucapnya.

Diterangkannya lanjut, sebagai penyuluh, pihaknya juga didukung petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) sebagai salah satu ujung tombak proteksi tanaman nasional, guna memperkuat sistem surveilans dan deteksi dini dari serangan organisme pengganggu tanaman.

Sementara dibenarkan POPT Kecamatan Maryadi, Sp bahwa, apabila penanganan kegiatan perlindungan tanaman tidak efektif dan tepat, dapat mengakibatkan produktivitas nasional menurun, ketahanan pangan goyah, serta penurunan devisa negara dari ekspor produk – produk pertanian.

“Untuk itu perlindungan tanaman harus dikelola secara profesional, komprehensif dan terpadu dengan mengikutsertakan semua pemangku kepentingan,” ungkapnya. (AS Pendim Brebes).

Sabtu, 06 April 2019

Panen Bawang Merah Brebes Setelah Gunakan Pupuk Wijayakusuma


Brebes, Maraknya penggunaan pupuk kimia/pestisida dikalangan petani yang berujung bakal rusaknya komposisi tanah olahan, membuat Korem 071/Wijayakusuma ambil langkah penyelamatan lahan dengan cara kembali ke pemanfaatan alam, yaitu dengan memproduksi pupuk organik.


Pupuk organik yang berlabelkan ‘ Wijayakusuma Nutrition’ dibuat dari bahan alam berupa tumbuh tumbuhan dan ampas hewani yang berada disekitar lahan pertanian Wilayah Korem Wijayakusuma.
Hal ini sangat dikomitmenkan oleh Korem Wijayakusuma dalam rangka mendukung agenda pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satunya dengan berinovasi dengan mengusung konsep “back to nature”.
Alhasil, Minggu (7/4) KOmandan Kodim 0713/Brebes Letkol Inf Faisal Amri, SE beserta anggota melaksanakan panen Bawang Merah yang berlokasi di Desa Siasem Kecamatan Wanasari, lahan milik Casmun (52) adalah percotohan pertama yang menggunakan pupuk organik ini.
Dalam penyampaiannya, “semula Kadar Ph tanah 5,5 sekarang menjadi 7,5. Ini merupakan perubahan yang sangat signifikan dan menguntungkan bagi saya”, tuturnya
Pupuk “Wijayakusuma Nutrition”, diyakini mampu mempercepat pertumbuhan tanaman, meningkatkan hasil panen, menambah kesuburan tanah, dan organik. Tambah Casmun. (Utsm0713)