Tampilkan postingan dengan label Kembali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kembali. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2020

Mitigasi Pandemi, TNI Brebes Kembali Sterilisasi Karantina PDP Covid-19


Brebes – Tim gugus tugas penanggulangan covid-19 dari Kodim 0713 Brebes, kembali melakukan dua orang untuk melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan karantina PDP (Pasien Dalam Pemantauan) Covid-19 Pemkab Brebes, di Islamic Centre, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Jumat (15/5/2020).






Dikemukakan Pasiops Kodim melalui Batiops, Pelda Abdul Kholik, upaya tersebut untuk mensterilisasi lingkungan isolasi sehingga meminimalisir para petugas pengawas dan perawat PDP terpapar virus corona.

“Kita melakukan mitigasi kembali dengan penyemprotan cairan disinfektan di setiap sudut Islamic Centre, termasuk pagar, jalan dan lapangan,” tegasnya.

Tampak Kopda Sugiharto dan Kopda Subarkah, melaksanakan tugasnya dengan memakai APD (Alat Pelindung Diri), yang merupakan prosedur untuk menghindarkan terjangkit wabah.

Untuk diketahui, saat ini PDP yang dikarantina berjumlah 13 orang, yang kesemuanya merupakan jamaah tabligh akhbar Ijtima Ulama Dunia 2020, Klaster Gowa, Sulawesi Selatan.

Para OTG (Orang Tanpa Gejala) tersebut sudah dinyatakan negatif virus corona melalui hasil tes swab PCR kedua yang dikeluarkan Labkesda Kemenkes RI, di Salatiga, Jateng (12/5).

Sesuai protokol penanganan covid-19, mereka masih harus menunggu hasil tes swab tahap ketiga untuk memastikan apakah benar-benar sembuh dan dapat pulang ke rumah masing-masing. (Aan)

Jumat, 06 September 2019

Proyek Jembatan Plompong Di Sirampog Brebes Dimulai Kembali

Brebes – Proyek Jembatan Plompong yang menjadi akses utama penduduk yang bermukim di Desa Plompong untuk menuju ke kota, yaitu Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, akhirnya dimulai kembali.






Jembatan akan menghubungkan kembali Plompong dengan desa terdekatnya, yaitu Kaliloka, yang sempat terputus total akibat terbawa air bah saat banjir bercampur dengan material batu menghantam pondasi jembatan pada awal Januari lalu (21/1). Padahal, pembangunan jembatan sepanjang 80 meter saat itu baru mencapai 60 persen atau 6 bulan sejak mulai dikerjakan 2017, dengan menelan anggaran Rp. 10,8 miliar dan dikerjakan oleh PT. Somba Hasbo.

Anggaran yang disiapkan Pemda untuk jembatan kali ini mencapai Rp. 7 miliar, seperti yang pernah disampaikan Siswanto, Bagian Bina Marga UPTD PU wilayah Bumiayu (10/4).

Dibenarkan Danramil 10 Sirampog Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Mukhrodi, bahwa pasca putusnya jembatan, mobilitas warga desa binaannya hanya bergantung pada jembatan darurat bailey.

“Jembatan selebar 2,5 meter di atas Kali Keruh ini, kini dilanjutkan pembangunannya kembali sesuai harapan masyarakat Desa Plompong,” ucapnya.

Dijelaskannya juga, infrastruktur ini sangat vital bagi warga setempat guna mengakses pusat pemerintahan Kecamatan Sirampog sejauh 7,1 kilometer dengan melewati Desa Kaliloka.

Sebelum dibangun jembatan bailey, warga harus rela memutar jarak tiga kali lipat melewati Desa Cilibur wilayah Kecamatan Paguyangan, kemudian Desa Langkap Kecamatan Bumiayu untuk sampai ke Kantor Kecamatan Sirampog.

“Kami harapkan pembangunan jembatan dibarengi dengan pembuatan groundsill atau tumpukan batu-batu besar agar pilar utama jembatan tidak terbawa oleh arus sungai lagi saat banjir mendatang, sesuai perencanaan PSDA Jateng sebelumnya,” imbuhnya.

Tampak pihak desa yang dipimpin Kades Suyanto, bersama Babinsa Plompong Sertu Saepul, Babinkamtibmas Bripka Waluyo serta Tokoh Masyarakat setempat dan Kaliloka, menggelar acara syukuran di lokasi pembangunan. (Aan)