Tampilkan postingan dengan label Lapor Cepat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lapor Cepat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Februari 2020

TNI Brebes Terus Bina Silaturahmi 3 Pilar Agar Temu Cepat Lapor Cepat



Brebes – Koramil 02 Jatibarang Kodim 0713 Brebes menggelar kegiatan pembinaan jaring teritorial di Aula Koramil, diikuti oleh komponen 3 pilar termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan KBT (Keluarga Besar Tentara). Selasa siang (25/2/2020).




Mayor Kowad Cba. Roro Sri Hardjani, Perwira Seksi Komsos Staf Teritorial Korem 071 Wijayakusuma, menyatakan bahwa kunjungan kerjanya di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah untuk melakukan pembinaan jaring teritorial TNI AD di wilayah Korem 071 Wijayakusuma.

“Pembinaan ini juga kami lakukan secara estafet di 9 kodim lainnya di jajaran Korem 071 Wijayakusuma,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, tujuannya adalah guna meningkatkan kemampuan temu cepat dan lapor cepat dari Apkowil (Aparat Komando Kewilayahan) atau 3 pilar (Babinsa, Babhinkamtibmas dan Pemdes), dalam mewujudkan stabilitas Kamtibmas demi keutuhan NKRI.

“Rutinitas ini sangat penting dalam membangun silaturahmi dan komunikasi, sehingga visi maupun persepsi tentang berbagai persoalan masyarakat dan kebangsaan dapat segera diselesaikan secara dini demi keutuhan NKRI dan tidak menghambat pembangunan,” imbuhnya.

Dandim, Letkol Infanteri Faisal Amri, SE, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wujud pembinaan mitra karib TNI dalam rangka pencapaian keberhasilan tugas pokok TNI, yaitu memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya di wilayah/desa secara dini dengan merujuk kepada sistem pertahanan semesta.

“Untuk TNI AD, pemberdayaan wilayah pertahanan darat dilakukan melalui pembinaan jaring teritorial,” ucapnya Selasa pagi di Aula Jenderal Soedirman Makodim Brebes, sebelum kegiatan tersebut dilakukan di Koramil Jatibarang.

Sementara disampaikan Danramil 02 Jatibarang, Kapten Infanteri Kunpriyanto, bahwa bila dijabarkan secara gampang, pembinaan jaring teritorial adalah pembinaan mitra karib terpilih sebagai kepanjangan tangan dari TNI guna mendapatkan berbagai informasi di wilayah secara dini.

Senada dengan Mayor Kowad Roro, jika informasi yang mengarah kepada gangguan Kamtibmas dapat diperoleh secara dini maka upaya penanganan/penyelesaiannya pun juga dapat dilakukan secara awal. Ini semua dilakukan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram dan dinamis sehingga pembangunan di desa juga dapat maksimal.

Ia mencontohkan bahwa dahulu di Indonesia banyak berdiri kerajaan-kerajaan yang akhirnya hancur adu domba dari dalam sehingga memicu perang saudara, maupun dari luar yaitu perang dengan kerajaan lain. Untuk itulah sejarah harus dijadikan cerminan agar tidak kembali terulang di penjuru NKRI.

“Kegiatan pembinaan mitra karib ini sebagai upaya untuk mewujudkan dan memperkokoh Kemanunggalan TNI–Rakyat maupun dengan unsur lainnya di wilayah agar NKRI tetap utuh dan semakin jaya,” tegasnya.

Sekedar diketahui, bagi Korem 071 Wijayakusuma dan Kodim Brebes, kemanunggalannya dengan rakyat, segenap eleman dan KBT, sangat strategis dan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan tupoksi TNI kewilayahan. (Aan)

Rabu, 29 Januari 2020

Lapor Cepat Babinsa Galuh Timur Dengan Persiapkan Karya Bhakti Perbaiki Longsor


Brebes – Bintara Pembina Desa Sertu Ali Mahfur Koramil 09 Tonjong Kodim 0713 Brebes secara sigap dan tanggap melaporkan kejadian tanah longsor sekira 19.30 Wib di jalan penghubung antara desa Galuh Timur dan Dukuh Kalipucung RT. 01 RW. 05 Desa Galuh Timur Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Rabu malam (29/01/2020).








Kesigapan seorang Babinsa diwilayah dengan dibantu informasinya oleh rekan karib dilingkup territorial diantara Syarif (40) ketua RW. 05 dan Rusdad (55) yang tinggal di Dukuh Kalipucung RT. 02 RW. 05 Desa  Galuhtimur sebagai saksi dalam kejadian longsornya jalan dilokasi tersebut.

“Berawal dari curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi terjadi sekitar 1 jam dari pukul 18.00 sampai 19.00 Wib dan tanah jalan tidak bisa menahan aliran air hujan sehingga mengakibatkan jalan terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan roda 4, dan hanya bisa dilalui untuk roda 2”. Papar Sertu Ali Mahfur.

Ditambahkan bahawa diperkirakan tanah longsor sepanjang 15 meter dengan ketebalan 5 meter dan tinggi sekitar 6 meter, badan jalan tersisa 1 meter dan pagi ini (30/01) BPBD serta Camat Tonjong dan Danramil 09 Tonjong kapten Inf Suwardi melakukan pengecekan lokasi guna penanganan secara cepat agar jalan tersebut bisa normal kembali, Karya Bhakti dan pembuatan jalan baru adalah salah satu solusi karena sebagian jalan hilang. Tambah Babinsa.

Direncakanan akan dilakukan pembuatan jalan baru dengan berkoordinasi dengan pemilik tanah yang posisinya persis disebelah jalan guna pelebaran, nantinya akan diturunkan alat berat berupa excavator untuk membuka jalan baru. (Utsm)