Senin, 01 Februari 2021

Gerakan Ayo Pakai Masker, Kapolsek dan Forkopimcam Wanasari Bagikan Masker di Pasar

  

Brebes -  Kapolsek Wanasari AKP Mulyono bersama Danramil dan camat Wanasari bagikan masker dengan blusukan ke pasar desa kupu kecamatan wanasari kabupaten Brebes, Selasa (02/02).








 

Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran covid -19 di Kabupaten Brebes.

 

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Wanasari AKP Mulyono menjelaskan bahwa kegiatan pembagian masker ini dilakukan secara serentak di pasar-pasar termasuk di pasar desa Kupu Kecamatan wanasari dengan membagikan 100  Pcs masker.

 

“Polsek Wanasari bersama dengan Danramil dan juga pak sekcam hari ini bagikan 100 pcs masker gratis kepada masyarakat di pasar Tradisional Desa Kupu,”pungkas Kapolsek.

 

Ia juga menjelaskan bahwa ini wujud sinergitas TNI – Polri dan Forkopimcam  dalam mencegah penularan covid -19 dengan membagikan masker.

 

Sementara itu Danramil Wanasari Kapten Inf. Solikhudin mengatakan bahwa kegiatan hari ini merupka wujud sinergitas TNI-Polri dan Kecamatan Wanasariuntuk mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.

 

“Wujud sinergitas kita TNI dan Polri untuk peduli kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran covid -19 dengan membagikan masker, semoga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang protocol kesehatan,”pungkas Danramil

Dalam edukasi dan penegakan protokol kesehatan itu, petugas juga membawa banner yang bertuliskan “Ayo, Maskermu Melindungiku, Maskerku Melindungimu,”. (Farkhan/Ujang).

Pramuka SWK Paguyangan Brebes Disiapkan Untuk Membantu Penanggulangan Bencana Alam

 


Brebes – 25 orang anggota Pramuka Saka Wira Kartika (SWK) KH. Ibrahim Koramil 11 Paguyangan, Kodim 0713 Brebes, diberikan pelatihan refling dan mountering di Jembatan Dukuh Cibeler, Desa Kedungoleng, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (31/1).









Dijelaskan Danramil 11 Paguyangan, Kapten Arhanud Suryadi melalui Pamong SWK, Sertu Sugeng Widodo, pelatihan diberikan dengan tujuan untuk menanamkan jiwa patriotisme, nasionalisme, jiwa korsa atau rasa persatuan dan kesatuan, dan loyalitas.


“Kegiatan juga merupakan implementasi dua dari salah satu krida Pramuka SWK, yakni krida mountenering,” ungkapnya Selasa (2/2/2021).


Masih dikatakan Sugeng Widodo, keterampilan para anak asuhnya itu diharapkan dapat diaplikasikan saat mereka terjun ke lapangan dalam membantu tugas penanggulangan bencana alam yang juga merupakan salah satu krida Pramuka SWK.


“Dalam pembekalan repling dan mountenering ini, kami disupport Mahapala Universitas Peradaban Bumiayu. Kegiatan serupa rencananya akan dilakukan kembali Minggu depan di tempat yang sama,” imbuhnya.


Sementara itu dijelaskan, Yusril Amron, Ketua Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Universitas Peradaban Bumiayu (UPB), materi yang diberikan yaitu teori dan praktek repling.


Untuk peralatan repling yang dikenalkan meliputi tali karmantel, tali webbing, tali perusik, set harness, carabiner screw, carabiner snap, ascender, figure eight, helm, sarung tangan, dan cook bag.


“Adik-adik Pramuka SWK juga kita kenalkan pemasangan anchor, pemasangan alat SOP repling, dan juga contoh melakukan repling dengan baik dan benar sebelum mereka satu-persatu melakukannya, termasuk pengangkutan korban bencana alam,” tegasnya. (Aan)

Masyarakat Larangan Brebes Terus Diajak Memakai Masker

 


Brebes – Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) terus digalakkan di wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dimana salah satunya terlihat gambar adalah operasi yustisi penegakan protokol kesehatan covid-19 di lingkungan Pasar Sitanggal, Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan. Selasa (2/2/2021).






Dijelaskan Pjs. Danramil 16 Larangan, Letda Infanteri Moh Yazid, bahwa operasi yustisi dilakukan secara gabungan oleh Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Larangan.


“Kami terus bersinergi untuk mengedukasi masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan, terutama pemakaian masker,” tegasnya,


Dalam edukasi dan penegakan protokol kesehatan itu, petugas juga membawa banner yang bertuliskan “Ayo, Maskermu Melindungiku, Maskerku Melindungimu,”.


sementara itu disampaikan Camat Larangan, Sudiyanto, S.Sos, rutinitas kegiatan tersebut guna pencegahan penularan wabah pandemi dan juga menindaklanjuti Perbup No. 64 tahun 2020, tanggal 25 Agustus 2020, tentang penerapan disiplin dan penegakan penindakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian covid-19 di wilayah Kabupaten Brebes.


“Selain himbauan, kami juga memberikan masker gratis kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas yang tidak memakainya,” ungkapnya.


Hadir juga Kapolsek Larangan AKP, Sutikno, SH dan juga anggota Satpol PP Larangan. (Aan)

Jumat, 29 Januari 2021

Doktor Aqua Motivasi KBT Kodim Brebes Agar Tetap Produktif di Masa Pandemi

 


Brebes – Motivasi tentang kunci hidup bahagia juga diberikan oleh motivator nasional, Dr. Drs. Aqua Dwipayana, M.I.Kom, kepada KBT (Keluarga Besar Tentara) Kodim 0713 Brebes, di Aula Makodim Brebes. Jumat (29/1/2021).









Dalam acara yang digelar dengan penerapan protokol kesehatan ini, secara garis besar pemateri menyampaikan terkait tetap produktif dan menghasilkan kinerja terbaik pada tahun 2021, meskipun saat ini masih pandemi covid–19.


Dalam kesempatan ini, Doktor Aqua memaparkan dengan gamblang tentang bagaimana berkarya dan menjalin komunikasi sosial dengan masyarakat di saat situasional pandemi covid-19, karena kehadiran TNI sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam membantu penanganan bencana alam, covid, pertanian, peternakan, KB-Kes, dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya.


“Saya juga mendorong para orang tua agar terus memotivasi anak-anak mereka, terkait kegiatan belajar mengajar di rumah di saat pandemi covid ini,” ungkapnya.


Orang tua juga harus menjadi sahabat bagi anak-anaknya, mendorong, mengarahkan, dan mendukung minat maupun bakat mereka sehingga kedepan menjadi orang yang sukses.


Ia juga berpesan agar jangan memberikan makanan yang haram kepada anak, beri pendidikan agama sejak dini, menjadi orang tua yang demokratis, selalu memberikan motivasi saat mereka jatuh dan memberikan apresiasi saat mereka berhasil, monitoring perkembangan mereka, serta mendoakan mereka.


Menurutnya, kegiatan itu juga sama seperti rutinitas para Babinsa saat membina desanya, yaitu dengan menjadi sahabat bagi para warga desa binaannya serta para komponen pembina desa lainnya, melalui action dan consistency (aksi nyata dan selalu konsisten). 

“Kunci agar dicintai masyarakat adalah selalu mengedepankan REACH saat bertugas, yaitu Respect/menghormati orang lain, Empathy (selalu merasakan apa yang dirasakan orang lain, Audible (dapat didengar orang lain), Clarity (menggunakan kalimat sederhana sehingga mudah dipahami), dan Humble atau rendah hati/tak sombong,” tandasnya.


Tak lupa dirinya memberikan apresiasi atas antusias para audien saat sesi tanya jawab.


“Kita bangga karena Kodim Brebes menyiapkan acara motivator ini dengan maksimal, termasuk ditampilkan secara virtual sehingga masyarakat umum juga dapat mengikutinya. Lebih dari 536 orang masyarakat umum mengikutinya secara virtual,” pungkasnya.


Sementara itu Dandim, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan menyatakan apresiasi atas motivasi yang diberikan narasumber tersebut, dimana itu merupakan salah satu bentuk dukungan moril dalam meningkatkan kinerja dan komunikasi antara prajurit dengan segenap komponen masyarakat, Ormas, maupun aparatur/instansi lainnya.


“Apa yang telah disampaikan saya harapkan dapat membawa manfaat bagi keluarga besar Kodim Brebes dan masyarakat, agar kedepan akan lebih giat dalam bekerja sehingga mendapatkan output kerja yang lebih maksimal,” ucapnya saat sesi wawancara.


Sebelum meninggalkan kota bawang untuk bertolak ke Jakarta, Doktor Aqua diberikan cinderamata. (Aan)

Cegah Longsor, Sejuta Bibit Kopi Arabika Gayo Mulai Ditanam di Lereng Gunung Slamet

 


Brebes – Reboisasi di hulu Kali Pemali, wilayah Kabupaten Brebes selatan, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, digalakkan Forkopimda Brebes dengan menanam sejuta pohon. Kamis (28/1/2021).






Bupati Brebes, Hj. Idza Priyanti, SE, MH menjelaskan, penghijauan di lereng Gunung Slamet itu untuk mencegah bencana alam tanah dengan mengembalikan fungsi hutan Perhutani KPH Pekalongan Barat dan hutan masyarakat, dimana nantinya hasilnya juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat karena yang ditanam adalah jenis pohon produksi yaitu bibit kopi arabika khas Gayo Aceh.


Menurut Idza, ini merupakan pengembangan sekaligus peremajaan hutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.  


Dandim 0713 Brebes, Letkol Armed Mohamad Haikal Sofyan, sangat mendukung upaya Perhutani KPH Pekalongan Barat dan Pemkab dalam meremajakan lereng Gunung Slamet seluas 350 hektar.


“Penghijauan ini akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun untuk menanggulangi bencana alam tanah longsor,” ungkapnya.


Dandim meminta agar masyarakat ikut menjaga bibit pohon yang telah ditanam, karena masyarakat setempat dan sekitarnya juga yang nantinya juga ikut menikmati hasilnya dengan menggarap lahan Perhutani tersebut. (Aan)

Jembatan Darurat Dibuat di Jalan Poros Desa Mlayang-Manggis Sirampog Brebes

 


Brebes – Curah hujan yang tinggi atau terus menerus yang mengguyur wilayah Desa Mlayang dan Desa Manggis, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyebabkan putusnya jembatan penghubung kedua desa tersebut, yakni Jembatan Kalisalam (26/1).









Dijelaskan Danramil 10 Sirampog, Kodim 0713 Brebes melalui Peltu Sugiharto, Bati Tuud, bahwa kejadian di jembatan sepanjang 9 meter dengan lebar 3 meter itu terjadi sekitar pukul 14:00 WIB, akibat diguyur hujan mulai pukul 11.30- 15.00 WIB.


“Kondisi tanah di sekitar jembatan, sebelumnya memang sudah retak akibat tanah bergerak, hingga akhirnya ambrol pada Selasa siang kemarin. Pagi ini, bersama BPBD Kecamatan Bumiayu, Polri dan segenap komponen masyarakat kedua desa akan membuat jembatan darurat,” bebernya, Rabu (27/1/2021).


Ditambahkannya, untuk tanda-tanda peringatan dari bambu juga sudah dipasang agar tidak terjadi kecelakaan lalu-lintas.


Sementara dari keterangan Kepala Desa Mlayang, Abdul Khafid, bahwa jembatan itu merupakan akses utama perekonomian warga antara Desa Mlayang ke Desa Manggis dan Desa Mendala.


“Saya selaku Kepala Desa Mlayang mohon bantuan kepada Pemda agar secepatnya memperbaiki jembatan yang terputus serta jalan-jalan yang rusak di Desa Mlayang karena merupakan wewenang Pemda,” pintanya.


Lanjutnya, untuk aktivitas warga saat ini harus memutar melewati jalan lain dengan jarak yang lebih jauh.


Diwaktu yang sama (26/1), talud tebing penahan jalan setinggi 4 meter di Dukuh Sambungregel, Desa Manggis, ambrol sepanjang 30 meter karena tanah juga labil akibat guyuran hujan. (Aan)

Jembatan Penghubung Desa Manggis dan Desa Melayang Sirampog Brebes Terputus

 


Brebes - Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan jembatan yang menghubungkan Desa Mlayang dan Desa Manggis Terputus, kejadian ini sekitar pukul 14:00 WIB. Kondisi jembatan yang sebelumnya memang sudah mengalami kerusakan tersebut akhirnya terputus akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan tanah bergerak. Selasa (26/01/2021)






Kepala Desa Mlayang Abdul Khafid menjelaskan bahwa jembatan tersebut sudah lama dibangun dan merupakan jembatan utama penghubung Desa Mlayang ke Desa Manggis dan Desa Mendala.


“Saya selaku Kepala Desa Mlayang meminta bantuan kepada pemerintah Kabupaten Brebes agar bisa memperbaiki jembatan yang terputus  serta jalan-jalan yang rusak di Desa Mlayang” kata Abdul Khafid.


Lanjutnya, dikatakan Abdul Khafid bahwa jembatan tersebut merupakan akses utama perekonomian warga, dengan putusnya jembatan tersebut serta jalan yang rusak membuat mobilitas warga terhambat yang berdampak langsung pada aktivitas perekonomian warga.


Terputusnya jembatan tersebut membuat warga yang akan keluar dan masuk ke Desa Mlayang harus melewati jalan lain dengan jarak yang jauh dan rentang waktu tempuh yang cukup lama.


Rencananya pagi ini (27/01) Kepala Desa yang didampingi BPBD Bumiayu dan Babinsa Koramil 10 Sirampog akan melaksanakan musyawarah dengan Kepala Desa Manggis serta Desa Mendala untuk melakukan Kerja Bhakti pembuatan jembatan darurat. (A Khafid/Ujang)