Tampilkan postingan dengan label Ambrol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ambrol. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Desember 2020

Jembatan Karangbokong di Larangan Brebes Terancam Ambrol, Perlu Penanganan Segera

 


Brebes – Pondasi Jembatan Karangbokong, di Desa Kamal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, retak dan terancam ambrol akibat tergerus arus Sungai Rambatan.








Dijelaskan Kapten Infantri Suwardi, Danramil 16 Larangan, Kodim 0713 Brebes, bahwa keretakan terjadi di sisi sebelah timur jembatan yang merupakan akses penghubung antar desa, yaitu Desa Kamal dengan Desa Pamulihan. Jumat (18/12/2020).


“Dari laporan masyarakat setempat, bahwa retaknya pondasi jembatan setinggi 15 meter dari dasar sungai, dilihat pada pukul 05.00 WIB,” bebernya.


Lanjutnya, derasnya arus Sungai Rambatan disebabkan oleh curah hujan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang cukup lama, yang mengguyur wilayah Kecamatan Larangan pada Kamis (17/12) mulai pukul 14.00-23.00 WIB.


“Untuk saat ini kendaran roda empat dengan beban berat tidak diperbolehkan melintas karena dikhawatirkan akan memperparah kerusakan dari beban yang diangkutnya,” imbuhnya.


Ditambahkannya, pihak pemerintah desa setempat telah melaporkannya kepada pihak kecamatan, untuk diteruskan kepada Dinas PU Kabupaten. Selain itu, bersama masyarakat juga telah dilakukan pemasangan papan peringatan, khususnya bagi kendaran roda empat dengan beban berat. (Aan)

Selasa, 01 Desember 2020

Tak Kuat Menahan Arus Air, Abutment Jembatan di Bumiayu Brebes Ambrol

  


Brebes – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Selasa sore (1/12), telah menyebabkan ambrolnya abutment Jembatan Kalilongkrang di Desa Langkap, sehingga menyebabkan terhambatnya aktivitas warga setempat dan sekitarnya untuk menuju Kota Bumiayu.


Dijelaskan Danramil 08 Bumiayu Kodim 0713 Brebes, Kapten Armed Jupriadi, bahwa hujan berlangsung kurang lebih selama 4 jam mulai pukul 15.15 WIB, sehingga menyebabkan abutmen jembatan longsor.


“Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan aliran sungai menjadi deras dan mengikis abutment Jembatan Kalilongkrang sehingga akhirnya pada pukul 00.15 WIB, longsor terjadi,” bebernya, Rabu (2/12/2020).






Dijelaskannya lanjut, tidak ada korban jiwa akibat longsor tebing sungai sepanjang 3 meter dengan ketinggian 3 meter itu.


Warga dan Babinsa segera memasang tanda peringatan sederhana dari bambu, kayu, agar para pelintas jembatan dapat waspada dan menghindarkan korban jiwa.


“Babinsa sedang mengkoordinasikan kepada pihak desa setempat untuk upaya penanganan jembatan secepatnya agar tidak ambruk,” tandasnya. (Aan)